>---------- Forwarded message ---------- >Date: Fri, 10 Sep 1999 16:30:42 +1000 >From: Arief Budiman <[EMAIL PROTECTED]> > >Rekan2, > >Dibawah ini adalah Petisi Timor Timur yang telah kita sepakati bersama >pada pertemuan di Universitas Melbourne, hari Kamis tanggal 9 September >kemarin. Bagi yang tidak hadir dapat dilaporkan, bahwa pertemuan >dihadiri oleh kira2 30 orang. Diskusi cukup seru dengan berbagai >pendapat yang bertentangan. Akhirnya disepakati bahwa Petisi harus >dibatasi hanya pada masalah kemanusiaan. Hasilnya adalah dibawah ini, >dalam versi Bahasa Indonesia dan Inggris. > >Kami mengundang dukungan dari orang2 yang setuju. Petisi ini hanya >untuk orang Indonesia saja. Bukan kita mau ekslusip, tapi untuk >menunjukkan kepada dunia luar bahwa orang2 Indonesia banyak yang tidak >setuju dengan apa yang dilakukan militer sekarang di Timtim, Aceh, >Ambon dan Irian. Kepada orang2 yang bukan Indonesia yang mau ikut >memprotes kekejaman yang terjadi di beberapa daerah Indonesia, ada >forum2 lain yang bisa mereka ikuti. > >Bagi yang mau mendukung, harap kirim nama dan kota tempat tinggal >kepada saya. Sebaiknya kalau ada beberapa nama sekaligus, supaya saya >tidak terlalu banyak menerima e-mail. > >Rencananya, hari Senin atau hari Selasa, Petisi ini akan dibawa oleh >beberapa orang untuk diserahkan ke Konsulat Jendral Indonesia. Juga >akan diusahakan disiarkan di pers Australia. > >Petisi ini memang tidak akan banyak mengubah keadaan. Ini sekadar >menyatakan komitmen kita bahwa kita sungguh2 prihatin terhadap apa yang >terjadi di negara kita. Seorang rekan mengingatkan saya pagi ini atas >ucapan Kennedy yang bunyinya begini: > >"Right or wrong is my country. When it is right, keep it right. When it >is wrong, make it right." > >Semoga tanah air kita Indonesia tetap berada di jalan yang benar! Kita >semua bertanggung-jawab untuk menjaganya. Kita tidak boleh hanya secara >membabi-buta membelanya. > >Arief (10/9/99) >------------------------------------------------- > >PETISI TIMOR TIMUR > >Sebagai warga bangsa Indonesia kami merasa sangat prihatin dengan apa >yang terjadi sekarang di Timor Timur. Rakyat kecil yang tak berdaya, >termasuk perempuan dan anak2, dibunuh oleh orang2 yang tidak >bertanggung-jawab, siapapun orang2 ini. Hal ini harus dihentikan, >segera, oleh siapapun juga yang bisa menghentikannya. > >Karena itu kami menyatakan: > ></bigger></fontfamily></bold><bigger><fontfamily><param>Symbol</param>. ></fontfamily><fontfamily><param>Times_New_Roman</param>Mendesak supaya >pemerintah Indonesia, terutama Tentara Republik Indonesia (TNI) untuk >secepatnya menghentikan pembunuhan2 terhadap rakyat. > ></fontfamily><fontfamily><param>Symbol</param>. ></fontfamily><fontfamily><param>Times_New_Roman</param>Kalau hal ini >tidak bisa dilakukan, kami mendesak supaya pemerintah Indonesia segera >memberikan IZIN kepada Pasukan Pengaman dan Perdamaian Regional Asean >dan Internasional untuk menghentikan pembunuhan2 di Timor Timur. > ></fontfamily><fontfamily><param>Symbol</param>. ></fontfamily><fontfamily><param>Times_New_Roman</param>Kami mendesak >pemerintah Indonesia supaya menghentikan pembunuhan2 serupa yang >terjadi di wilayah2 Indonesia lainnya, terutama di Aceh, Ambon dan >Irian Jaya. > > ><bold>Semua ini kami lakukan berdasarkan prinsip2 moral untuk >menjunjung harkat dan martabat kami sebagai orang Indonesia. > > >Melbourne, 9 September 1999 > >----------------------------------------------- > >PETITION ON EAST TIMOR > >As Indonesian nationals we are deeply concerned about what is currently >happening in East Timor. Helpless ordinary people, including women and >children, are killed and maimed by irresponsible persons, whoever they >are. This has to be stopped, immediately, by whoever can stop it. > >Therefore: > ></bold></fontfamily><fontfamily><param>Symbol</param>. ></fontfamily><fontfamily><param>Times_New_Roman</param>We urge the >Indonesian government, in particular the Armed Forces, to immediately >stop the killings of East Timorese people. > ></fontfamily><fontfamily><param>Symbol</param>. ></fontfamily><fontfamily><param>Times_New_Roman</param>If this cannot >be done, we urge the Indonesian government to immediately permit a >Peace-keeping force from regional ASEAN and international countries to >work in East Timor to stop these killings. > ></fontfamily><fontfamily><param>Symbol</param>. ></fontfamily><fontfamily><param>Times_New_Roman</param>We urge the >Indonesian government, in particular the Armed Forces, to stop the >killings of people in other regions of Indonesia, in particular in >Aceh, Ambon and Irian Jaya. > > ><bold>We do all these based on moral principles in order to preserve >our human dignity as Indonesian. > > >Melbourne, September 9, 1999 > > ></bold></fontfamily></bigger> >Arief Budiman > >Professor of Indonesian > >MIALS, University of Melbourne >Parkville, Vic 3052, Australia >Tel: (61 + 3) 9344 6650, Fax: 9349 3472 > >____________________________________________________________________ >Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1 > > >
