Berkaitan kebutuhan akan "Gedung MIPA" yang selama ini masih kuliah di
Gedung lain ("nomaden" ) atas dasar "belas kasihan" fakultas lain yang
populasinya mayoritas, dan juga melihat sejauh mana "keseriusan" Yayasan
ketika mendirikan fakultas yang "langka" dan "mumet" ini. Beberapa point
uraian sejarah dan juga "permohonan" moga-moga tidak masuk "kotak sampah"
dan selanjutnya kalau ingin mendirikan jurusan baru.... penuhi dahulu
syarat-syarat utamanya......

sekilas yang panjang :
1. 1993 : Mulai menerima mhs baru : rekan-rekan 93 kuliah di "FF" Nias,
   Tata Usaha FMIPA-FTI di Wisma.
2. 1994 awal : Kuliah di Gedung "FISIP", praktikum fisika di wisma,praktikum  
   kimia di ITB, Tata Usaha di WISma 
#janji(?) / isu(?)/ gombal(?) : " nanti ada gedung 12 tingkat untuk
  gedung kuliah anda"; [kata penatar gugus H2:"bentuknya tower 12 lantai"]

3. 1994 pertengahan : Tata Usaha pindah ke Rektorat LT IV,kuliah tetap di
        gedung "FISIP", praktikum kimia tetap di ITB, prak. fisika, komputerdi
        wisma. 
#Dosen dan Tata Usaha bernafas sedikit lebih baik..., mhs
        tetap "nomad"  
#kuliah ada yang sampai 19.30 malam [mencari x dan y di malam hari,
        untung belom ketemu unreal sama si aljabar :) ] dan lebih "untung"
        lagi diusir pekarya :)))))
 
4. 1995 akhir Gedung 7 dan 8 diresmikan 
        MIpa dapat di gedung 8 lantai satu, lantai 0 diberikan kepada
        perpustakaan teknik kemudian menjadi perpustakaan eksakta, sebagian
        menjadi Lab-Fakultas Teknik ( 1/2 + 1/2 ; hampir satu lantai ).
        Sisanya menjadi milik FTI. Perbedaan pandangan pimpinan FMIPA dan
        FTI akhirnya mahasiswa FMIPA tetap "nomad", sesekali kuliah di gedung 8.
        FTI penguasa tunggal Ruang kuliah gedung 8.
#perpustakaan masih bisa hidup, lab-teknik masih jalan(?),mhs MIPA masih
"NOMADEN"!!!, belom bisa bercocok tanam karena tidak punya ladang.
#gedung 12 sudah tenggelam
#banyak kuliah di Rektorat,jadi banyak nongkrong di Rektorat,tapi diusir
 satpam kalau ada orang penting lewat(MISALNYA REKTOR dan PR) 

5. 1996 awal : FMIPA "proyek rugi unpar" maka berdiri jurusan Ilmu
        komputer FMIPA.
#agar tidak malu, muncul pandangan : "FMIPA globalisasi, wawasan luas"
        jadi tidak apa-apa kuliah di berbagai Gedung.
#semua gedung milik yayasan.... bukan milik fakultas, milik bersama...
pengelolaannya akan dipusatkan ... mahasiswa FMIPA " pelopor",
gedung diberi nomor bukan nama hehehehehe tetap saja "NOMADEN"
#surat terbuka (petisi) saudara Henry Ismail beserta rekan-rekan lain
#gedung 12 lantai tetap tenggelam
#kunjungan ke FMIPA UI, bandingan FMIPA Unpar ?  

6. 1996 pertengahan : tambahan ruang kuliah dari 4119, 2102,PR3, Ruang PR3  
   tidak jadi diberikan sebagai ruang kuliah, gantinya depan ruang
   PR3. Tergusur dari LT IV oleh Pasca Sarjana.( lepas 2 tambah 3
   ".....lumayan", kata PD 2 waktu itu.)
#paling tidak pernah merasakan kuliah di ruang yang bangkunya empuk dan
ber-ac [hehehe :))) ] tapi ya tetap terusir.."DASAR ANAK TIRI PERGILAH
KAU"
#daku masih bermimpi indah gedung 12 lantai 

7. 1997 awal: Dekan FMIPA :"ilmu komputer tidak akan banyak-banyak...,
        karena masih sukar fasilitas pendukungnya";
   1997 pertengahan     : "jadwal makin padet dapet 1 ruangan lagi diarsitek(?)"
                     
   1997-1998    :......"periode ini saya kurang jelas,yang pasti
                tetap nomad....."

8. 1999 awal : mipa pasti dapat, saya lihat denahnya....
                denah versi...... :+/- 2 lantai  administrasi,dekanat,
                ruang dosen,ruang kuliah, 2 laboratorium (satu
                memanfaatkan bagian atas, atap gedung(?) )
        
        kalau dihitung ruangan kuliah yang di dapat sekarang dengan
        penambahannya ya... tidak banyak tapi terintegrasi ....
#ada harapan tidak nomaden, 
#mimpi gedung 12 sudah sayup-sayup
        
9. sekarang ... masih 1999: denah yang pernah saya lihat berubah 180
        derajat akibat proses negoisasi FMIPA dengan FE tidak dihadiri Dekan FMIPA
        (?)... atau.... FE tidak akan pindah ke ciumbuleuit jika
        ......,mahasiswa FMIPA "nomaden" korban kompromi (?)

#kalau FE tidak pindah, Mahasiswa FE masih bisa kuliah....dan Mahasiswa
   FMIPA dapat "bercocok tanam di ladang baru", atau FTI punya "dua adik
   baru" dan F.Teknik punya 1 "adik baru" dan mahasiswa FMIPA tetap"nomaden"
#kalau FE pindah ke atas Mahasiswa FE  kuliah di gedung baru, FMIPA masih
tetap nomaden.....
#gedung 12 tingkat-ku *hik* ..... 

**. Buat apa yayasan memperbesar dana cadangan kalau mendirikan FMIPA saja
    tidak bisa di sediakan gedung....., atau masih ingin mendirikan 
    jurusan baru .....
**. Sejak saya  masuk sampai mau lulus Unpar "belom mampu/tidak mau"(?)
    menyediakan gedung, padahal mahasiswa FMIPA bayar uang kuliah sama
    jumlahnya dengan mahsiswa fakultas lain, belum lagi harus bayar uang 
    ujian negara......., laboratoriumnya cuman dua...
**. FMIPA rugi itu urusan Yayasan ......, yang penting bayarnya
    sama....,fasilitas juga harus "adil".

**. adu kepentingan dengan FTI kalah, adu kepentingan dengan FE kalah.....
    wah...wah..."dasar anak tiri pergi saja kau"

 ----------------------
permohonannya mahasiswa FMIPA(?) :
1. Berikan Gedung baru FMIPA
2. Konsisten dalam perencanaan, penuhi dahulu kebutuhan kami atas gedung
   kuliah......,
3......
4. .........
---------------
saran/solusi :
1. Lantai IV Rektorat akan kosong,Pasca pindah ke merdeka(?)
   Tata usaha FMIPA dan FE di gabung di lantai tersebut... termasuk
   Ruang dosen dan Dekanat......(harus muat!!!!) 
   Gedung baru berstatus Gedung Kuliah Umum dan Laboratorium komputer.
2. FE dan FMIPA di gedung baru....ruang kuliah sepertiperencanaan  dan
   kalau kurang cari di Fakultas lain....,saya rasa kalau mahasiswa FE
   "nomad" pasti memberikan suasana baru bagi Unpar 
3. Atau kalau Dekan FE bisa bijaksana kembali ke perencanaan semula
   mipa dapet +/- 2 lantai.....,
   kami sangat berterimakasih karena kami tidak akan "nomaden lagi"


salam perubahan,

=jaws=

-----------------------------
masih butuh perjuangan sebelum lulus





Kirim email ke