---------- Forwarded message ----------
Date: Mon, 27 Sep 1999 14:59:34 +0700 (JAVT)
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: BOUNCE [EMAIL PROTECTED]: Non-member submission from
[DARWIN WIRA <[EMAIL PROTECTED]>]
>From [EMAIL PROTECTED] Mon Sep 27 14:59:20 1999
Received: from smtp.unpar.ac.id (smtp [167.205.206.50])
by ns1.unpar.ac.id (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id OAA18686;
Mon, 27 Sep 1999 14:59:20 +0700 (JAVT)
X-UNPAR-MAILER-From: [EMAIL PROTECTED]
Received: from student99.unpar.ac.id (star-9.unpar.ac.id [203.109.5.9] (may be forged))
by smtp.unpar.ac.id (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id PAA17740;
Mon, 27 Sep 1999 15:01:59 +0700 (JAVT)
Received: from localhost (6299128@localhost)
by student99.unpar.ac.id (8.9.2/8.9.2) with ESMTP id OAA13751;
Mon, 27 Sep 1999 14:30:49 +0700 (JAVT)
(envelope-from [EMAIL PROTECTED])
Date: Mon, 27 Sep 1999 14:30:49 +0700 (JAVT)
From: DARWIN WIRA <[EMAIL PROTECTED]>
To: Ferry Jaya Permana <[EMAIL PROTECTED]>
cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [KOMPUTER-L] Re: [unpar3] [MATEMATIKA] Perlu Petisi Mahasiswa
MIPA ?
In-Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
MIME-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
On Fri, 24 Sep 1999, Ferry Jaya Permana wrote:
>
>
> On Fri, 24 Sep 1999, Johannes Widodo wrote:
>
> > Soal ruangan, bukankah rekomendasi tim Rencana Induk Kampus beberapa tahun
> > yang lalu (sudah lama) untuk membuat matriks ruang kuliah, sehingga ruangan
> > bisa dipakai bersama pada tingkat universitas, sudah disarankan?
> > Saya kira, pihak Universitas sudah mulai berusaha, misalnya dengan mengganti
> > nama Gedung Sipil menjadi Gedung-4 ... dsb. Tapi nampaknya ruang-ruang kuliah
> > masih dikuasai oleh Fakultas, gara-gara otoritas keuangan menyangkut ruang itu
> > masih di bawah anggaran Fakultas. Kalau otoritas atas ruang kuliah (termasuk
> > anggaran pekarya, lampu, perawatan, perbaikan dll) ditarik ke tingkat
> > Universitas,
> > dan manajemen ruang kuliah se-universitas dilakukan via intra-net, efisiensi
> > penggunaan ruang kuliah di kampus bisa ditingkatkan.
> >
> > Kalau bisa begitu, maka semuanya bisa jadi "nomaden" antar gedung, tapi
> > semua merasa berada di rumah sendiri ..
> >
> > jw
> >
> Bagaimana tanggapan rekan-rekan dengan kalimat:
> "....semuanya bisa jadi nomaden, tapi semua merasa di rumah sendiri..."
> FJP
>
>
Menanggapi kalimat yang ditulis diatas, saya merasa kalau 'nomaden' itu
ada baiknya juga dilihat dari satu sisi, yaitu dapat mengenal semua letak
ruang yang ada di universitas ini (hal ini pernah terjadi pada mahasiswa
TK yang mengikuti ujian negara di fak. hukum tapi tidak tahu ruang
ujiannya sehingga harus mengitari seluruh gedung untuk mengetahui letak
ruang), tapi jika dilihat dari sisi kami sebagai mahasiswa FMIPA yang
notabenenya juga mahasiswa unpar, masih dipertanyakan mengapa tidak
mendapat gedung yang layak yang dapat menampung seluruh mahasiswa FMIPA di
satu tempat tanpa 'nomaden'atau terpencar-pencar hanya untuk mengikuti
kuliah yang ada? <<tidak merasa mempunyai 'ruang kamar sendiri dalam rumah
sendiri sehingga harus meminjam kamar dari saudara yang lain dalam satu
rumah tersebut>>.
salam,
DW