ya... begitulah kalau monopoly di terapkan......
atau apakah juga bisa dikatakan kalau efisiensi dari BUMN sangat jelek
karenan takut atasan ? KKN ? atau sumber daya ? atau .....?

=jaws=
On Tue, 9 Nov 1999, Mamoru wrote:

} 
} Ini ada artikel menarik untuk dibaca.
} Ternyata kira dibodohi oleh boss boss penguasa telekomunikasi di negeri
} sendiri.
} 
} -Wysnu-
} 
} ---------- Forwarded message ----------
} Date: Mon, 8 Nov 1999 16:48:20 +0700
} From: Onno W. Purbo <[EMAIL PROTECTED]>
} Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
} To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
} Subject: [SYSOP-L] Re: [CNRG] proses pembodohan bangsa oleh infrastruktur
}     telekomunikasi..
} 
} Artikel ini telah diterbitkan Om Yos (Republika) hari minggu kemarin ..
} terima kasih banyak Om ..
} 
} 
} 
} 
} Proses Pembodohan Bangsa Oleh Infrastruktur Telekomunikasi
} 
} Onno W. Purbo - Computer Network Research Group ITB
} 
} Saya berasumsi bahwa bangsa ini akan sepakat bahwa dimasa mendatang kita
} harus hidup bukan dari kemampuan otot melainkan dari isi otak / pengetahuan
} yang kita milik (istilahnya barangkali "knowledge based society") sebagai
} sebuah Visi utamanya. Tulisan ini akan mencoba memfokuskan pada alternatif
} strategi teknologi khususnya infrastruktur telekomunikasi, informasi &
} pengetahuan untuk mendukung terbentuknya sebuah knowledge based society di
} Indonesia. Tentunya semua ini akan menjadi tidak relevan dibicarakan jika
} pola represif & pembodohan masyarakat tetap ingin dipertahankan, sehingga
} kita tidak perlu membangun & mengembangkan infrastruktur telekomunikasi,
} informasi & pengertahuan di Indonesia. Tentunya seluruh pendapat saya masih
} terbuka untuk di diskusikan dan di debat J  .
} 
} Bagaimana proses represif & pembodohan oleh infrastruktur terjadi?
} Logika-nya dimana? Saya akan yakin sekali bahwa sebagian besar dari anda
} akan surprise bahwa sebenarnya dengan teknologi internet yang ada saat ini
} (detik ini juga) biaya SLI & SLJJ dapat ditekan menjadi 1/8 s/d 1/10 biaya
} telepon yang kita gunakan melalui infrastruktur Telkom & Indosat yang
} sifatnya masih monopoly pada pada saat ini. Bayangkan saja dengan teknologi
} internet telepon yang sudah cukup establish sekarang ini dengan keluarga
} standar protokol H.323 dapat menekan pembicaraan SLI ke US menjadi hanya
} sekitar Rp. 1200 / menit dibandingkan di SLI 001 yang harganya Rp. 8300 /
} menit (dalam keadaan normal). Jelas disini bahwa masyarakat telah dibodohi
} dan dibuat miskin oleh kebijakan monopoly infrastruktur telekomunikasi yang
} di anut Indonesia sehingga alternatif komunikasi yang murah tidak menjadi
} pilihan bagi masyarakat. Untuk jelasnya detail cara mem-bypass SLI 001 / 008
} menggunakan teknologi internet telepon dengan kualitas yang cukup baik
} sangat saya sarankan membaca artikel saya di majalah Infokomputer. Peralatan
} yang dibutuhkan agar dapat melakukan SLJJ / SLI dengan baik silahkan melihat
} alatnya di http://www.quicknet.net/. Kalau anda pengusaha WARTEL atau
} pengguna SLI di rumah-rumah, proses by-pass SLI 001 / 008 dapat dilakukan
} dengan menginstalasi gateway ke Internet di WARTEL tersebut dan semua
} telepon SLI di arahkan melalui gateway Internet ke nomor tujuan. Apakah ada
} akan tertangkap melakukan hal ini? Terus terang, teknologi yang digunakan
} ini agak sulit di lacak oleh aparat pemerintah maupun operator Telkom &
} Indosat - kecuali kalau anda gembar-gembor membuka WARTEL murah melalui SLI
} Internet. Untuk mengerti lebih jelas lagi saya sangat menyarankan para
} pembaca untuk membaca  review next generation telco di
} http://www.pulver.com/nextgen/.
} 
} Mari kita melihat contoh lain lagi di lapangan khususnya untuk mempercepat
} proses pemandaian bangsa Indonesia secara swadaya masyarakat. Argumentasi
} yang ingin diajukan disini adalah bahwa Infrastruktur akses ke dunia
} informasi dan pengetahhuan sebetulnya dapat dibangun secara mandiri
} (self-finance) oleh masyarakat itu sendiri jika kita meng-empower masyarakat
} dengan pengetahuan teknologi yang dibutuhkan. Arus bawah infrastruktur
} telekomunikasi yang sifatnya self-finance dapat terbentuk dengan strategi &
} kebijakan yang kondusif. Besar harapan bahwa proses pembodohan & represif
} dapat dihambat dengan keberadaan infrastruktur telekomunikasi rakyat ini.
} Tampaknya tidak perlu kita berhutang pada IMF maupun Bank Dunia sehingga
} menjadikan negara ini semakin terpuruk. Asalkan kompetisi yang cukup bebas
} diberlakukan di dunia infrastruktur telekomunikasi, tampaknya dapat
} menjanjikan bangsa ini hidup lebih ceria.
} 
} Bagaimana argumentasi di atas dapat direalisasikan? Contoh nyata yang sedang
} beroperasi sekarang adalah jaringan pendidikan AI3 Indonesia dengan gateway
} utama-nya di ITB. Mari kita lihat sisi yang lebih ekstrim - bagaimana
} infrastruktur swadaya masyarakat di bangun bagi masyarakat desa dan
} masyarakat daerah. Mungkin kita akan berfikir bahwa hal ini mustahil ..
} tampaknya kemungkinan asumsi kita sebagian salah. Pada tanggal 30 Oktober
} 1999 yang lalu saya berkesempatan untuk berpartisipasi dalam acara sarasehan
} berdiskusi & berjumpa dengan para adjengan dari pesantren-pesantren di
} sekitar Tasikmalaya, salah satu diskusi yang mencuat ternyata total biaya
} SLJJ yang dikeluarkan oleh sebuah pesantren di sana oleh para santri-nya
} minimal Rp. 2 juta / bulan umumnya sekitar Rp. 3-4 juta / bulan. Diskusi
} terus berlanjut ke arah pembangunan Warung Internet dalam sebuah Pesantren
} dengan santri yang berjumlah 100-200 santri, dengan perhitungan bisnis plan
} sederhana investasi sebesar Rp. 25-50 juta dengan biaya operasional sekitar
} Rp. 1 juta / bulan maka modal akan kembali dalam waktu 1-2 tahun dengan pola
} pemasukan yang cukup tinggi di atas. Jelas disini bahwa sebetulnya
} infrastruktur dapat membiayai diri sendiri dan dapat dikembangkan jika ilmu
} & teknologinya dikuasai oleh para adjengan. Ternyata hal ini tidak terjadi
} karena terjadi proses pembodohan sehingga mereka tidak mengetahui ilmu /
} informasi ini. Bagi pembaca yang ingin memperoleh penjelasan lebih lanjut
} dapat membaca buku saya Teknologi Warung Internet yang diterbitkan oleh PT.
} Elexmedia Komputindo bulan November 1999 yang dapat diperoleh di Toko Buku
} Gramedia dengan harga yang relatif murah.
} 
} Dengan nantinya akan ada warung-warung internet / WARNET yang dikembangkan
} secara mandiri. untuk memberikan konvergensi akses telekomunikasi bagi
} masyarakat, baik telepon, internet dan FAX. Proses diseminasi teknologi
} warnet akan dilakukan dengan berbagai roadshow bekerjasama dengan MASTEL,
} KADIN, APWI dll. yang insya akan dimulai di ITB pada tanggal 29 Januari 2000
} di Aula Barat ITB. Bagi pembaca yang berminat untuk berinteraksi dapat
} melakukannya melalui mailing list [EMAIL PROTECTED]
} 
} Mudah-mudahan dengan semakin transparan teknologi informasi kepada
} masyarakat baik itu telepon melalui Internet maupun teknologi WARNET maka
} bangsa Indonesia dapar secara mandiri (swadaya masyarakat) membangun sendiri
} infrastruktur telekomunikasi yang dibutuhkannya. Mudah-mudahan proses
} pembodohan bangsa oleh infrastruktur telekomunikasi dapat diredam dan di
} hentikan. Tidak perlu lagi tergantung pada pinjaman-pinjaman dari IMF dan
} Bank Dunia! Yang akhirnya hanya membuat bangsa ini menjadi terbelit utang
} dang terpuruk lagi.
} 

Kirim email ke