Ini masukan untuk direnungkan.
Tergantung kepercayaan kita, kita dapat amat setuju atau tidak setuju atau
setuju sebagian.
Salam,          A Rusli         17 Apr 00

>X-eGroups-Return:
[EMAIL PROTECTED]
>X-Originating-IP: [207.225.142.126]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Mailing-List: list [EMAIL PROTECTED]; contact [EMAIL PROTECTED]
>Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED]
>List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Sun, 16 Apr 2000 08:31:04 CDT
>X-eGroups-From: "Basilius Wibowo" <[EMAIL PROTECTED]>
>From: "Basilius Wibowo" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [ALUMNI-FI] "It's strictly business, nothing personal" 
>
>>'tanpa ampun'. Eh... begitu Soeharto mau jatuh, ikut2an berdiri di
>
>Saya rasa hal inilah satu sifat manusia dalam dunia politik atau bisnis, 
>yang dalam bahasa Jawa disebut "golmet" (golek slamet/cari selamat), yang 
>sampai sekarang saya masih bergumul bagaimana "cara menceriterakannya" 
>kepada saudara-saudara saya yang masih duduk di bangku sekolah yang hanya 
>bisa saya ungkapkan dalam dua kalimat: "Unless you are good, nobody wants 
>you", dan "It's strictly business, nothing personal".
>
>Perhaps you can recall my article the other day yang berjudul "Unconditional 
>Love or Mutually Beneficial?" Artikel itu saya tulis sebagai jawaban atas 
>surat seorang teolog terkenal di Indonesia, yang "mengecam" buku "The Seven 
>Habits of Highly Effective People" nya Stephen Covey yang mengajarkan 
>"win-win solution", karena menurut teolog tersebut, umat beragama tidak 
>seharusnya menerapkan prinsip "win-win solution", tetapi "unconditional 
>love".
>
>Para atasan di perusahaan tempat saya bekerja di Amerika tidak pernah 
>'munafik' untuk mengatakan bahwa alasan saya "berada di sini" ialah karena 
>"I am good" (untuk pekerjaan yang saya lakukan), otherwise, mungkin saya 
>masih menjadi pengangguran, dan alasan bahwa saya "masih" berada di sini 
>ialah karena "I am still good", alias tidak ada jaminan bahwa orang-orang 
>itu masih bersedia menjadi "my best friends" kalau saya tidak "good" lagi, 
>menjadi disable atau getting older atau punya masalah pribadi/keluarga yang 
>mengganggu pekerjaan saya atau semacam itu.
>
>Dunia bisnis atau politik itu bukan surga di mana orang bisa hidup dalam 
>"utopia society" (dunia di mana hanya terdapat idealisme), anda bisa 
>merasakan betapa "sneaky" (culas) nya orang-orang yang mengatakan kepada 
>anda bahwa mereka "care for you". The fact is, nobody cares for you, and 
>unless you are good, nobody wants you, anda ingat waktu di ITB dulu IP saya 
>cuma 1,44 dan terancam SK DO, mana ada orang yang mau menjadi sahabat saya, 
>dan selepas dari ITB dengan IP yang rendah saya melamar pekerjaan ke sana ke 
>mari, nggak ada yang mau memberi saya pekerjaan, sampai berbulan-bulan 
>status saya adalah "pengangguran"; lain dengan kondisi sekarang di mana 
>banyak orang tiba-tiba saja menjadi "Mr. or Mrs. Nice Guy/Lady" yang secara 
>"sukarela" berkeinginan menjadi sahabat saya.
>
>Sekarang ini, setiap kali saya pulang dari kantor, saya selalu menemukan 
>answering machine saya dipenuhi oleh orang-orang yang tidak saya kenal 
>secara pribadi yang tiba-tiba ingin menjadi sahabat saya, yang mengawali 
>pesan-pesannya dengan, "Basilius, my mysterious friend!" atau "Basilius, how 
>are doing buddy?", kalau dulu saya ke sana ke mari melamar pekerjaan, 
>sekarang sayalah yang "dilamar" untuk bekerja, tidak main-main, tawaran 
>tertinggi yang saya terima mencapai $100,000 per tahun, not bad untuk 
>engineer yang masih berusia 30 tahun seperti saya, but do they really care 
>for me? saya tahu bahwa mereka akan mencampakkan saya begitu saja begitu 
>saya "selesai" mendatangkan untung (yang tentu saja berlipat ganda dari gaji 
>yang saya terima) bagi mereka, no bench time for remarketing, nothing, 
>begitu pekerjaan dengan klien selesai, mereka akan mengucapkan "good bye" 
>kepada saya.
>
>Munafik? Perhaps! Tetapi itulah dunia realita di mana kecuali saya 
>menjalaninya, saya tidak akan hidup. Orang boleh-boleh saja mengatakan, 
>"Mestinya kamu menggantungkan hidup dan masa depanmu kepada Tuhan", yang 
>saya jawab, "Memangnya siapa yang tidak menggantungkan hidup dan masa depan 
>kepada Tuhan?", tetapi apakah hanya dengan berdoa, "Tuhan, saya menginginkan 
>secangkir kopi tubruk", lantas secangkir kopi tubruk langsung tersedia di 
>hadapan anda?
>
>Marah (melihat kenyataan seperti itu)? Boleh-boleh saja, paling2 anda akan 
>dipanggilkan satpam (untuk diusir keluar) sebelum anda dibisiki, "It's 
>strictly business, nothing personal!" Memangnya apa yang anda pikirkan 
>ketika saya mengatakan kepada anda bahwa saya mati-matian meraih jenjang 
>pendidikan yang lebih tinggi (Ph.D), jabatan yang lebih tinggi, gaji yang 
>lebih tinggi, yang kalau tidak bisa saya dapatkan di perusahaan tempat saya 
>bekerja, saya akan senang hati menerima tawaran bekerja di tempat lain? 
>Sekedar "gagah-gagahan"? Materi? Wah, kok naif sekali mencari "kegagahan" 
>atau "materi" dengan cara seperti itu! Saya ini kalau mau gagah-gagahan 
>tinggal menyewa (lease) selama 3 tahun saja sedan BMW 750i dan 
>mengemudikannya ke Philadelphia, ke kawasan China Town, UPenn, Drexel atau 
>semacam itu, dan lihat saja kalau tidak banyak gadis cantik yang meliriki 
>saya?
>
>Saya melakukan hal itu karena saya tidak tahu sampai kapan saya bisa 
>"bersaing" memperoleh tugas-tugas sebagai software engineer, mengingat 
>perkembangan teknologi informatika yang semakin pesat dan anak-anak muda 
>yang jauh lebih cekatan yang masuk ke dunia kerja, para insinyur yang 
>berusia di atas 50 tahun mulai "dikandangkan" oleh perusahaan tempat mereka 
>bekerja karena mereka tidak lagi cekatan, dan sayangnya, hidup tidak 
>berhenti pada usia 50 tahun! Lepas dari usia itu, who cares for you? 
>Paling-paling social security (kalau tidak malu meminta uang dari 
>pemerintah) atau bekerja di WalMart, McDonnald atau tempat2 semacam itu yang 
>memberi anda "santunan" yang jauh di bawah standard hidup yang layak. Itulah 
>yang mengilhami Rie dan saya mendirikan McCommerce, McCommerce itu bukan 
>sekedar hobby atau gagah-gagahan, tetapi our future, dan kalau it doesn't 
>work (8,5 dari 10 startup businesses di Amerika berujung kepada kegagalan), 
>dengan bekal gelar Ph.D saya masih bisa mengajar di perguruan tinggi. Maaf 
>ya, di Amerika gelar Drs tidak laku digunakan untuk mengajar, karena di sini 
>para guru SMU pun memiliki gelar Master, bahkan kepala sekolah adik saya 
>yang masih SD (Elementary School) saja memiliki gelar Ph.D!
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
>
>------------------------------------------------------------------------
>You can win $1000!
>Just one of 1000 great reasons to visit eGroups!
>Click here:
>http://click.egroups.com/1/2865/7/_/81351/_/955891865/
>------------------------------------------------------------------------
>
>
>

Kirim email ke