Usul Anda menarik; saya akan tunggu juga komentar rekan pimpinan FMIPA dan
dosen lain. Sementara ini, kesepakatan pimpinan FMIPA di rapat 14 Nov
kemarin, adalah "K tidak dihapus tetapi pemanfaatannya perlu dipantau
dengan cermat.

Salam,          A Rusli         15 Nov 2001


On Wed, 14 Nov 2001, Peter wrote:

> Salam Pak Nico,
>
> Menurut saya perubahan untuk kemajuan sangat baik sekali, apalagi
> menyangkut bidang pendidikan. Penghapusan nilai K adalah suatu bentuk
> perubahan yang saya tahu bahwasanya hal itu dilandasi oleh motivasi yang
> baik dari pihak fakultas. Tidak dapat dipungkiri bahwa nilai K seringkali
> dijadikan sebagai "penyelamat" mahasiswa untuk menghindari penalti, dan
> tentu saja hal ini berdampak buruk bagi mahasiswa tersebut, yaitu dalam
> hal motivasi belajarnya. Saya sangat setuju penghapusan nilai K untuk
> alasan yang tidak jelas, akan tetapi bagi segelintir mahasiswa yang
> jelas-jelas berhalangan haruslah pula dimaklumi. Misalnya untuk mahasiswa
> yang jatuh sakit, ada urusan keluarga, atau sedang dalam kegiatan positif
> lainnya. Kepentingan sekelompok kecil mahasiswa yang seperti ini tidak
> harus diabaikan hanya oleh karena ulah kelompok masyarakat yang dianggap
> "memanfaatkan" nilai K.
>
> Di sini saya mau mengajukan usul. Nilai K tidak perlu dihapuskan,
> sebaliknya untuk memperoleh nilai K diharuskan melalui suatu bentuk
> permohonan dengan alasan yang jelas. Misalnya, untuk yang mengaku
> mempunyai urusan keluarga haruslah meminta persetujuan keluarga/orang tua
> dan tentu saja persetujuan dari fakultas. Saya pikir ada banyak cara untuk
> "mencounter" masalah sebelum kita benar-benar "melenyapkan" masalah
> tersebut.
>
> Harapan saya, semoga fakultas kita makin maju, bukan hanya sistemnya saja
> tetapi mahasiswanya juga, baik intelektual maupun emosional.
>
>
> Salam,
>
>
> Peter.
>
>
>
>
>
>
> On Wed, 7 Nov 2001, Nico Saputro wrote:
>
> > Terus terang, saya sangat gembira dengan adanya tanggapan-tanggapan yang
> > telah diberikan.
> > Sangatlah jarang, kita punya kesempatan untuk saling berdiskusi secara
> > positif konstruktif seperti ini.
> >
> > Saya sebenarnya sangat berharap, media miling list (maupun buletin 71,
> > semutdotcom, atau lainnya) bisa kita manfaatkan untuk berdiskusi, berlatih
> > mengemukakan pendapat dengan prinsip kesetaraan tanpa harus dibayang-bayangi
> > rasa segan dan takut.
> >
> > Kali ini, saya menanggapi secara normatif saja.
> >
> > Terkadang, sangatlah menyakitkan dan sulit saat kita mencoba untuk jujur
> > bercermin, mengevaluasi diri, menilai diri kita sendiri apa adanya.
> > Data yang muncul kemarin, hanyalah salah satu hasil yang diperoleh program
> > studi saat bercermin dan menilai diri apa adanya.
> > Adapun kritik ataupun saran yang masuk, meskipun mungkin terasa pedas,
> > itupun sebenarnya telah disadari dan termasuk hasil yang diperoleh saat
> > bercermin.
> >
> > Cermin jujur tentang potret diri kita (pribadi, program studi, fakultas,
> > universitas, negara), bukanlah sesuatu yang harus kita ingkari atau ditutup
> > dengan kosmetika agar tidak terlihat bopeng. Tetapi justru dari sanalah
> > seharusnya muncul kesadaran: kesadaran akan kekurangan kita, kesadaran untuk
> > berbenah diri.
> >
> > Kesadaran untuk berbenah, sarat dengan beragam persoalan dan bentrokan
> > kepentingan, tidaklah mudah. Pembenahan diri, tidak dapat secara parsial,
> > harus menyeluruh: diri pribadi, program studi beserta seluruh komponennya,
> > fakultas, universitas, masyarakat, bangsa dan negara.
> >
> > Yang dapat kita benahi adalah apa yang berada di dalam jangkauan kendali
> > kita sehingga terjadi proses perubahan yang konstruktif dan tidak
> > menimbulkan rasa frustasi. Sementara untuk yang diluar kendali kita, kita
> > hanya berupaya agar proses pembenahan yang kita lakukan dapat menjadi bola
> > salju yang mengelinding makin lama makin besar.
> > Saya percaya, hanya satu yang langgeng di dunia ini, yaitu : Perubahan.
> >
> > Untuk berbenah, kita perlu pegangan yang menentukan arah pembenahan. Di
> > tingkat program studi, khususnya Ilmu Komputer, arah perubahan yang ingin di
> > capai sudah jelas, sesuai dengan visi program studi :
> >      to be highly-accredited computer science institution in Indonesia, with
> > a productive and accountable
> >      educational system.
> > Apakah visi ini akan terwujud, tergantung dari kita semuanya (dosen,
> > mahasiswa, staff penunjang) untuk mewujudkan mimpi ini. Saya yakin, dengan
> > bekerja keras dan kesunggupan, mimpi ini bakal terwujud.
> >
> >
> > Salam,
> > Nico
> >
>

Kirim email ke