Rida Arini Logistic Department ----- Original Message ----- From: Arni <[EMAIL PROTECTED]> To: <Undisclosed-Recipient:;> Sent: Saturday, May 07, 2005 12:15 PM Subject: kekayaan manusia yang terbesar dan abadi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
> > > > Kekayaan Manusia yang Terbesar > > > > Oleh : GEDE PRAMA > > > > SEORANG sahabat yang mulai kelelahan hidup, pagi bangun, berangkat ke > > kantor, pulang malam dalam kelelahan, serta amat jarang bisa > > merasakan sinar matahari di kulit, kemudian bertanya: untuk apa hidup > > ini? Ada juga orang tua yang sudah benar-benar lelah mengungsi (kecil > > mengungsi di rumah orang tua, dewasa mengungsi ke lembaga pernikahan, > > tua mengungsi di rumah sakit), dan juga bertanya serupa. > > > > Objek sekaligus subjek yang dikejar dalam hidup memang bermacam- > > macam. Ada yang mencari kekayaan, ada yang mengejar keterkenalan, ada > > yang lapar dengan kekaguman orang, ada yang demikian seriusnya di > > jalan-jalan spiritual sampai mengorbankan hampir segala-galanya. Dan > > tentu saja sudah menjadi hak masing-masing orang untuk memilih jalur > > bagi diri sendiri. > > > > Namun yang paling banyak mendapat pengikut adalah mereka yang > > berjalan atau berlari memburu kekayaan (luar maupun dalam). Pedagang, > > pengusaha, pegawai, pejabat, petani, tentara, supir, penekun > > spiritual sampai dengan tukang sapu, tidak sedikit kepalanya yang > > diisi oleh gambar-gambar hidup agar cepat kaya. Sebagian bahkan > > mengambil jalan-jalan pintas. > > > > Yang jelas, pilihan menjadi kaya tentu sebuah pilihan yang bisa > > dimengerti. Terutama dengan kaya materi manusia bisa melakukan lebih > > banyak hal. Dengan kekayaan di dalam, manusia bisa berjalan lebih > > jauh di jalan-jalan kehidupan. Dan soal jalur mana untuk menjadi kaya > > yang akan ditempuh, pilihan yang tersedia memang amat melimpah. Dari > > jualan asuransi, ikut MLM, memimpin perusahaan, jadi pengusaha, > > sampai dengan jadi pejabat tinggi. Namun, salah seorang orang bijak > > dari timur pernah menganjurkan sebuah jalan: contentment is the > > greatest wealth. Tentu agak unik kedengarannya. Terutama di zaman > > yang serba penuh dengan hiruk pikuk pencarian keluar. Menyebut cukup > > sebagai kekayaan manusia terbesar, tentu bisa dikira dan dituduh > > miring. > > > > Ada yang mengira menganjurkan kemalasan, ada yang menuduh sebagai > > antikemajuan. Dan tentu saja tidak dilarang untuk berpikir seperti > > ini. Cuma, bagi setiap pejalan kehidupan yang sudah mencoba serta > > berjalan jauh di jalur-jalur "cukup", segera akan mengerti, memang > > merasa cukuplah kekayaan manusia yang terbesar. Bukan merasa cukup > > kemudian berhenti berusaha dan bekerja. > > > > Sekali lagi bukan. Terutama karena hidup serta alam memang berputar > > melalui hukum-hukum kerja. Sekaligus memberikan pilihan mengagumkan, > > bekerja dan lakukan tugas masing-masing sebaik-baiknya, namun > > terimalah hasilnya dengan rasa cukup. > > > > Dan ada yang berbeda jauh di dalam sini, ketika tugas dan kerja keras > > sudah dipeluk dengan perasaan cukup. Tugasnya berjalan, kerja > > kerasnya juga berputar. Namun rasa syukurnya mengagumkan. Sekaligus > > membukakan pintu bagi perjalanan kehidupan yang penuh kemesraan. > > Tidak saja dengan diri sendiri, keluarga, tetangga serta teman. > > Dengan semua perwujudan Tuhan manusia mudah terhubung ketika rasa > > syukurnya mengagumkan. Tidak saja dalam keramaian manusia menemukan > > banyak kawan, di hutan yang paling sepi sekalipun ia menemukan banyak > > teman. > > > > Dalam terang cahaya pemahaman seperti ini, rupanya merasa cukup jauh > > dari lebih sekadar memaksa diri agar damai. Awalnya, apapun memang > > diikuti keterpaksaan. Namun begitu merasa cukup menjadi sebuah > > kebiasaan, manusia seperti terlempar dengan nyaman ke sarang laba- > > laba kehidupan. > > > > Di mana semuanya (manusia, binatang, tetumbuhan, batu, air, awan, > > langit, matahari, dll) serba terhubung, sekaligus menyediakan rasa > > aman nyaman di sebuah titik pusat. > > > > Orang tua mengajarkan hidup berputar seperti roda. Dan setiap > > pencarian kekayaan ke luar yang tidak mengenal rasa cukup, mudah > > sekali membuat manusia terguncang menakutkan di pinggir roda. Namun > > di titik pusat, tidak ada putaran. Yang ada hanya rasa cukup yang > > bersahabatkan hening, jernih sekaligus kaya. Bagi yang belum pernah > > mencoba, apa lagi diselimuti ketakutan, keraguan dan iri hati, hidup > > di titik pusat berbekalkan rasa cukup memang tidak terbayangkan. > > Hanya keberanian untuk melatih dirilah yang bisa membukakan pintu > > dalam hal ini. > > > > Hidup yang ideal memang kaya di luar sekaligus di dalam. Dan ini bisa > > ditemukan orang-orang yang mampu mengkombinasikan antara kerja keras > > di satu sisi, serta rasa cukup di lain sisi. Bila orang-orang seperti > > ini berjalan lebih jauh lagi di jalan yang sama, akan datang suatu > > waktu dimana amat bahagia dengan hidup yang bodoh di luar, namun > > pintar mengagumkan di dalam. Biasa tampak luarnya, namun luar biasa > > pengalaman di dalamnya. Ini bisa terjadi, karena rasa cukup membawa > > manusia pelan-pelan mengurangi ketergantungan akan penilaian orang > > lain. Jangankan dinilai baik dan pintar, dinilai buruk sekaligus > > bodoh pun tidak ada masalah. > > > > Salah satu manusia yang sudah sampai di sini bernama Susana Tamaro. > > Dalam novel indahnya berjudul 'pergi ke mana hati membawamu' ia > > kurang lebih menulis: kata-kata ibarat sapu. Ketika dipakai menyapu, > > lantai lebih bersih namun debu terbang ke mana-mana. Dan hening > > ibarat lap pel. Lantai bersih tanpa membuat debu terbang. Dengan kata > > lain, pujian, makian, kekaguman, kebencian dan kata-kata manusia > > sejenis, hanya menjernihkan sebagian, sekaligus memperkotor di bagian > > lain (seperti sapu). Sedangkan hening di dalam bersama rasa cukup > > seperti lap pel, bersih, jernih tanpa menimbulkan dampak negatif. > > Manusia lain yang juga sampai di sini bernama Chogyum Trungpa, di > > salah satu karyanya yang mengagumkan (Shambala, The sacred path of > > the warrior), ia menulis: this basic wisdom of Shambala is that in > > this world, as it is, we can find a good and meaningful human life > > that will also serve others. That is our richness. Itulah kekayaan > > yang mengagumkan, bahwa dalam hidup yang sebagaimana adanya (bukan > > yang seharusnya) kita bisa menemukan kehidupan berguna sekaligus > > pelayanan bermakna buat pihak lain. *** > > > > Gede Prama adalah pencinta keheningan, tinggal di Jakarta (Sinar Harapan) > > > > > > > > > > > > Gunakan milis ini sebagai sumber aplikasi surat lamaran anda > > -------------- Link SPONSOR ----------------- > > Ingin biaya akses internet anda murah, Rp 278/jam ? > > www.agenduit.com/?id=surabaya > > Cara cerdas mengakses Internet > > -- > > Cara Cerdas hidup sukses > > http://infosukses.com/aratisa?3832 > > atau > > http://infosukses.com/join?3832 > > Ingin tahu kebih lanjut kunjungi aja > > -- > > Ingin tahu dunia Marketing dan Sale yang terbaru, juga sharing Pengalaman: > > [EMAIL PROTECTED] > > ---------------------------------- > > Informasikan forum ini ke rekan-rekan anda, para pencari kerja Indonesia > dan pengiklan pekerjaan dengan mengirimkan e-mail kosong ke : > > [EMAIL PROTECTED] > > > > ATURAN MAIN > > - Dilarang keras mengirim e-mail selain lowongan kerja > > - Anda hanya diperbolehkan mengirimkan e-mail sekedar konfirmasi ttg > Lowongan kerja > > > > Mari kita jadikan milis ini menjadi milik bersama-sama, oleh karena itu > semangat saling memberi saran, nasehat, peringatan, dan saling menjaga milis > ini dari hal-hal yang melenceng dari semangat milis. > > > > Anda semua adalah penjaga gawang milis ini, bila ada yang melenceng maka > anda berhak memberi teguran. > > > > Milis ini hanya untuk iklan kerja dan diskusi yang berhubungan kerja, oleh > karena itu iklan selain info kerja akan diperingatkan bersama-sama oleh para > member milis ini > > > > Salam > > ---------------------------- > > Bagaimana Sang Dewi Mengubah jalan hidupnya hanya dalam beberapa hari ? > > ikuti jejaknya ! > > http://www.Sang-Dewi.cjb.net > > ---------------------------- > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts. Peace & enlightenment be yours! - from guys at Mayapada Prana Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

