Yang sekarang ini saya malah sedang dalam perjalanan meninggalkan reiki dan semacamnya dan sementara saat ini saya sedang berproses dalam pendalaman keyakinan dan menentukan apa yang harus saya kerjakan sesungguhnya. Karena saya tidak selamanya berpikir bahwa apa yang terbaik dan keliatan baik menurut saya akan membawa terang dalam hidup saya. Jadi bukan berarti saya diawal tidak suka dengan reiki. Dan aku pun sempat mempelajari, membaca buku tentangnya, membandingkan satu dengan yang lainnya. Dan sekarang saya cukupkan saja.
Eureka BJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Menarik sekali topik milis "Isi Mengisi" ini. Dengan tidak bermaksud menghakimi siapapun saya tergelitik untuk menulis email ini. Membaca email2 mas Ragil, saya seperti melihat sosok saya sendiri 5 tahun yg lalu. Yaitu ketika pertama kali bersinggungan dengan reiki. Dengan paham & idealis yg saya pahami waktu itu saya dihadapkan oleh pengertian2 baru tentang banyak hal (baca: spiritualisme). Rasio saya saat itu langsung menolak pemahaman2 new ager's itu. Yang mungkin membedakan adalah saya "diam", saya tertarik reiki sebagai ilmu penyembuhan dan saya tidak perlu percaya atau meyakini filosofi2 yg menyertainya. Dengan kata lain "lakum dinukum waliyadin" Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku (Qs. 109:6). Satu hal selain saya selalu berdoa kepada Allah SWT agar selalu di tunjukan jalan yg lurus ialah bahwa saya selalu open mind atau berpikiran terbuka. Sehingga yg menarik ialah saya seperti dituntun dari satu pengalaman ke pengalaman yg lain. Ada kalanya batin saya berontak tapi dengan kebesaran Tuhan, seiring perjalan waktu justru saya mendapati bahwa tiada pertentangan antara ajaran agama maupun filosofi2 new ager's. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. (QS. 93:7). Sebagai gambaran, perlu 3 tahun bagi saya untuk benar2 meyakini paham reinkarnasi. Dan tentunya banyak hal lainnya. Tidak heran kadangkala saya dianggap 'nyeleneh' atau keluar jalur (baca:sesat) baik oleh keluarga atau istri sendiri, yang hanya saya jawab dengan senyuman. Berpikir kritis & teguh adalah baik jika diimbangi dengan keterbukaan terhadap hal2 baru, karena ilmu Allah itu sangat luas. Katakanlah:"Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). (QS. 18:109) Semoga bermanfaat sharing saya, mohon maaf jika ada kesalahan. Eur3k4 Aham Brahmasmi ~ I am not this body Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts. Peace & enlightenment be yours! - from guys at Mayapada Prana --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Do you Yahoo!? Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard. [Non-text portions of this message have been removed] Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts. Peace & enlightenment be yours! - from guys at Mayapada Prana Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

