Berdasarkan oret2annya mang Ucup yg terakhir ini banyak psikolog
akhirnya menilai, bahwa mang Ucup sebenarnya sakit jiwa dlm bhs
Sundanya disebut „Distorted thinking" (pemikiran yg menyimpang,
kacau dan tidak masuk akal), tetapi untung bukan hanya mang Ucup
sendirian saja yg menderita sakit jiwa. Berdasarkan keterangan dri
Dr H Aminullah Sp KjMM, Ketua Ikatan Rumah Sakit Jiwa Indonesia
(IRJI), 18,5 persen penduduk Indonesia itu ghendeng (sakit jiwa)
padahal kalau dibandingkan dgn ratio dunia yg hanya satu permil
saja.
Berdasarlan laporan Tempo, di Solo saja tercatat 16 persen
penduduknya mengalami gangguan jiwa. Dan trendnya ini meningkat
terus seperti naiknya harga BBM, bayangkan saja jumlah orang sakit
jiwa di Propinsi DIY saja mengalalami peningkatan drastis 45%.
Untuk bisa mengetahui banyaknya orang gila di Indonesia tidak perlu
susah2 mengadakan studi banding ke Paris ato Amsterdam segala macam,
cukup dgn baca koran, dari situ saja Anda akan bisa menarik
kesimpulan, bahwa di Ina ini banyak wong gilanya, mulai dari yg gila
pangkat, gila harta, gila sex, gila kuasa, gila judi/narkoba dan
segala macam kegilaan2 lainnya, termasuk orang gila agama lho!
Pokoknya komplit segala macam ke-gendhengan di Ina itu ada. Oleh
sebab itulah juga kita membutuhkan para psikolog maupun Dr jiwa.
Memang harus diakui bahwa psikologi itu ilmu yg relatif, tetapi ini
tidak bisa disamakan dgn Togel ato loterie tebak2an lainnya, seperti
juga pepatah dlm nya laut masih bisa diukur, tetapi isi hati orang
tidak mungkin bisa diukur.
Boro2 para psikolog yg hanya mendapatkan kesempatan untuk kongkouw
beberapa menit saja, istri yg sudah hidup seranjang puluhan tahun
azah masih bingung dan masih belum bisa memastikan siapa suaminya,
maka tidaklah heran kalau banyak istri jadi kaget setelah mengetahui
bahwa suaminya itu punya WIL (istri tabungan).
Psikologi (bhs Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) adalah
ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan2 jiwa, boro2 bisa
mengeker dgn pasti jiwa yg tidak kelihatan dan yg tidak bisa
dijamah, Dr Umum saja masih sering salah analisa, yg tadinya dikira
hanya sekedar sakit perut biasa, kenyataannya adalah penyakit kanker
yg udah taraf stadium 4.
Sigmund Freud menyebut psikoanalisis sebagai talking cure ato terapi
kongkouw sambil minum kopi dan merokok, maka dari itulah juga Freud
jadi penderita kanker berat, karena kebanyak merokok.
Mengingat time is money jadi terapi kongkouw lama2 sudah diganti dgn
terapi kongkouw jangka pendek. Berdasarkan hasil studi dari Institut
Kesehatan Mental Nasional AS menunjukkan bahwa setelah 16 minggu
psikoterapi, 55 persen penderita depresi ringan sampai menengah
dilaporkan mengalami perbaikan yg cukup signifikan.
Kenapa kita membutuh psikolog? Setiap orang normal pada suatu saat
akan mengalami kecemasan. Dlm istilah kerennya kecemasan ini
disebut "Anxietas". Apabila kecemasan tsb timbul terus-menerus
karena adanya perasaan takut neurotik (psikoneurosa) yg hanya
berdasarkan praduga saja, maka Anda membutuhkan konseling dari
seorang psikolog. Neurotik = suatu ketidak sanggupan yg esktrim
untuk menyesuaikan diri.
Kenapa kita tidak memilih Pdt//Ustadz/Bhiksu saja untuk terapi
kongkouw dan curhat kepada mereka daripada buang duit bayar mahal2
ke psikolog? Bukankan seharusnya mengenai masalah Jiwa mereka jauh
lebih mudeng daripada para psikolog?
Pertama pada jaman sekarang ini para pembimbing agama sudah tidak
punya waktu lagi bagi umatnya, renungkanlah apabila seorang
pembimbing agama mempunyai ribuan umat, kapan ia akan bisa membagi
waktunya lagi untuk konseling secara perorangan. Pembimbing agama
jaman sekarang hanya bersedia dtg kerumah Anda melalui jalur TV
saja. Disamping itu akhirnya toh hanya UUD juga, ialah ujung2nya
Duit & Doa saja, tanpa adanya konseling yg jelas!
Tiap orang butuh komunikasi, sebab komunikasi merupakan salah satu
karakteristik manusia sebagai makhluk sosial. John Doone
mengatakan,"No man is an island." Tak mungkin manusia hidup tanpa
komunikasi dengan sesamanya. Tetapi tanya saja sama diri sendiri
kapan suami/istri ato ortu punya waktu untuk dengerin keluh kesah
kita, mereka tidak tertarik akan keadaan jiwa kita, mereka lebih
tertarik akan jiwa jadi2an di film2 hantu di TV.
Tetapi dilain pihak para psikolog akan bersedia mendengarkan segala
keluh kesah Anda dgn seksama, bukannya sambil nonton TV ato sambil
main game, mereka bersedia menyediakan waktu yg Anda butuhkan tanpa
diganggu oleh derignya HP, tetapi harus diakui juga, bahwa dilain
pihak mereka juga membutuhkan duit Anda sebagai honor mereka.
Disamping itu apabila kita curhat kepada psikolog, dijamin masalah
kita tidak akan di gosipkan sama orang sekampung, sehingga dari
tukang ronda s/d kades akhirnya tahu semua mengenai masalah kita.
Memang setiap orang akan mengalami kecemasan, tetapi tidaklah baik
apabila kecemasan ini timbul terus menerus. Maka dari itu tepatlah
apa yg dianjurkan oleh Martin Luther: "Saya tidak dapat melarang
burung terbang di sekeliling kepala saya, tetapi saya yakin, bahwa
saya akan dapat melarang mereka untuk membuat sarang di atas kepala
saya!"
Mang Ucup – The Drunken Priest
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net
Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts.
Peace & enlightenment be yours!
- from guys at Mayapada Prana
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://asia.docs.yahoo.com/info/terms