ANDALAH YANG BERTANGGUNG JAWAB

 

oleh : Ven. K. Sri Dhammananda

 

Alih Bahasa : Upi. Sumanawati

 

 

Kita semua, manusia sebagaimana umumnya, cenderung menyalahkan orang lain untuk 
kekeliruan atau kemalangan kita sendiri. Pernahkah anda berpikir bahwa anda 
bertanggung jawab untuk kesulitan dan persoalan anda sendiri? Kesedihan dan 
duka anda tidak disebabkan oleh kutukan keluarga yang turun menurun dari 
generasi ke generasi. Juga tidak disebabkan oleh dosa asal nenek moyang kita 
yang telah kembali dari bawah kubur untuk menghantui anda. Juga kesedihan dan 
duka anda tidak disebabkan oleh dewa Brahmana atau setan atau Mara. Kesedihan 
anda disebabkan oleh anda sendiri. Kesedihan anda dibuat oleh anda sendiri. 
Anda yang memenjarakan diri anda; anda pula pembebas diri anda.

 

Anda harus belajar memikul tanggung jawab kehidupan anda dan untuk mengakui 
kelemahan anda sendiri tanpa menyalahkan atau mengganggu yang lain. Ingatlah 
pepetah kuno : "Orang yang tak beradab selalu menyalahkan orang lain; orang 
yang setengah beradab menyalahkan diri sendiri dan orang yang benar-benar 
beradab tidak menyalahkan siapapun".

 

Sebagai orang beradab, anda harus belajar bagaimana menyelesaikan persoalan 
anda tanpa menyalahkan orang lain. Jika setiap orang berusaha memperbaiki 
dirinya sendiri, tak akan ada persoalan didunia ini. Tetapi banyak orang tak 
berusaha menyadarinya. Mereka lebih suka mencari kambing hitam, mereka melihat 
keluar diri mereka untuk mencari sumber persoalan mereka. Mereka enggan 
mengakui kelemahan mereka sendiri dan karenanya mereka mencari kambing hitam 
dalam individu atau kelompok orang lain.

 

Pikiran manusia penuh penipuan diri sehingga mereka tidak mau menghadapi 
kelemahan mereka. Jika ia tidak sengaja melihat kelemahannya ia akan berusaha 
mencari alasan-alasan untuk membenarkan tindakannya dan untuk menciptakan 
khayalan-khayalan. Anda harus memiliki keberanian untuk menghadapi kelemahan 
anda. Buddha berkata :" Mudah untuk melihat kesalahan orang lain; sangat sukar 
untuk melihat kesalahan sendiri". Anda harus mengakui bila anda telah menjadi 
korban kelebihan anda. Anda harus mengakui bila anda salah. Jangan mengikuti 
orang yang tak beradab yang selalu menyalahkan orang lain. Jangan menggunakan 
orang lain sebagai kambing hitam anda ini sangat terhina.

 

Ingatlah bahwa anda mungkin membohongi beberapa orang untuk beberapa saat, 
tetapi tidak semua orang setiap saat. Buddha berkata: "Si bodoh yang tidak 
mengetahui dirinya bodoh adalah si bodoh yang sebenarnya. Tetapi si bodoh yang 
mengakui bahwa ia bodoh, bijaksana dalam hal ini".

 

Hadapi kelemahan anda, jangan menyalahkan orang lain. Anda harus menyadari 
bahwa anda bertanggung jawab atas duka dan kesulitan yang datang pada anda. 
Anda harus mengerti bahwa pikiran anda juga membantu menciptakan kondisi yang 
menimbulkan kesulitan anda. Anda harus menyadari bahwa setiap saat anda 
bertanggung jawab atas apapun yang datang pada anda. Anda harus mengerti bahwa 
pikiran anda juga membantu menciptakan kondisi yang menimbulkan kesulitan anda. 
Anda harus menyadari bahwa setiap saat anda bertanggung jawab atas apapun yang 
datang pada anda.

 

 

Anda Bertanggung jawab atas hubungan anda dengan yang lain.

 

Ingatlah bahwa apapun yang terjadi, anda tak akan merasa luka bila anda tahu 
bagaimana mempertahankan keseimbangan pikiran. Anda terluka hanya oleh sikap 
mental yang anda ambil terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain. Jika anda 
menunjukan sikap kasih sayang terhadap orang lain, anda akan menerima suatu 
sikap kasih sayang sebagai balasannya. Jika anda menunjukan kemarahan, anda tak 
dapat mengharapkan untuk menerima kasih sayang sebagai balasannya; hanya orang 
suci yang dapat melakukannya. Ingatlah bahwa tak seorangpun dapat melukai anda 
kecuali anda membiarkan untuk melukai anda. Jika orang lain membenci atau 
memaki anda dan jika anda mengikuti Dhamma (kebenaran), maka Dhamma akan 
melindungi anda dari serangan-serangan yang tak adil. Buddha berkata: "Siapa 
yang menyakiti orang yang tak pernah menyakiti, yang suci dan tak bersalah; 
terhadap si bodoh itu kejahatan berbalik bagaikan debu halus dilemparkan 
melawan arah angin". Jika anda membiarkan orang lain berhasil  menyakiti
 anda, anda bertanggung jawab.

 

 

Jangan menyalahkan orang lain terimalah Tanggung jawab.

 

Anda harus menjaga pikiran anda dengan mempertahankan pandangan yang benar 
sehingga kejadian apapun di luar tidak dapat mempengaruhi keseimbangan anda. 
Anda berada pada sudut yang rapat. Anda tidak lagi boleh menyalahkan keadaan 
bila sesuatu tidak beres. Anda tak boleh berpikir bahwa anda malang, korban 
nasib atau itikad jahat orang lain. Tak perduli alasan apapun yang anda 
berikan, anda harus mencoba mengembangkan tanggung-jawab pribadi atas tindakan 
anda sendiri dan bukan menyalahkan keadaan. Cobalah menyelesaikan persoalan 
tanpa menunjukan muka masam. Dalam masa-masa yang sulit, bekerjalah yang riang 
di bawah keadaan yang paling penuh percobaan. Rubahlah jika diperlukan 
perubahan. Tenanglah dalam menerima apa yang tak dapat anda rubah. Berusahalah 
bijaksana untuk mengetahui perbedaan. Kesulitan adalah untuk anda atasi.

 

 

Anda bertanggung jawab atas ketenangan bathin anda.

 

Anda harus belajar bagaimana melindungi ketenangan dan kedamaian bathin apapun 
yang telah anda capai dalam pikiran anda. Untuk melindungi ketenangan bathin 
anda harus tahu kapan harus menyerahkan diri sendiri, anda harus tahu kapan 
membuang kesombongan anda, kapan harus mengatasi keakuan anda, dan kapan harus 
merubah sikap keras dan sikap memaksa anda yang keliru. Anda  dapat membiarkan 
orang lain membawa pergi ketenangan bathin anda, atau anda dapat melindungi 
ketenangan bathin anda; semua tergantung pada anda  !

 

 

Sikap yang benar terhadap kritikan.

 

Anda harus menjaga diri dari kritikan yang tidak benar dan sebagaimana 
memanfaatkan kritik yang membangun. Anda harus belajar melihat secara objektif 
terhadap kritikan-kritikan yang dilontarkan pihak lain terhadap anda. Bila 
kritikan yang datang pada anda benar adanya dan diberikan dengan itikad baik, 
maka terimalah kritikan tersebut dan gunakanlah sebagaimana mestinya. Jika 
kritikan yang datang pada anda tidak benar dan jahat dan dilontarkan dengan 
niat jahat, anda tak usah menerima kritikan seperti itu. Jika anda tahu sikap 
anda benar dan dihargai oleh para bijaksana dan orang-orang beradab, maka 
jangan risau terhadap kritikan yang jahat. Sikap anda terhadap kritikan, baik 
yang membangun maupun yang menjatuhkan, adalah sangat penting.

 

 

Jangan mengharapkan apapun, maka tak ada sesuatupun yang akan mengecewakan anda.

 

Anda dapat melindungi diri anda sendiri dari kekecewaan dengan tidak menyimpan 
harapan apapun. Jika anda tidak mengharapkan apa-apa, maka tak sesuatu pun akan 
mengecewakan anda. Jangan mengharapkan balasan atas kebaikan yang telah anda 
lakukan. Berbuatlah kebaikan demi kebaikan. Jika anda dapat menolong orang lain 
tanpa mengharapkan balas jasa apapun, maka anda akan menjadi besar! Kebahagiaan 
 yang muncul dalam pikiran anda atas kebaikan yang telah anda lakukan, dengan 
sendirinya merupakan balasan yang berharga

 

Mungkin anda orang yang pada dasarnya memang baik dan anda tidak melakukan 
kejahatan pada orang lain. Tetapi anda di benci oleh orang lain walaupun 
berbuat baik. Anda harus menghadapi kesulitan dan kekecewaan walaupun anda 
selalu menolong orang lain dan berbuat kebaikan terhadap lainnya. Maka anda 
mungkin bertanya : "jika kebaikan menghasilkan kebaikan, dah kejahatan 
menghasilkan kejahatan, mengapa saya harus menderita pada waktu saya sama 
sekali tidak bersalah? Mengapa saya harus dibenci orang lain walaupun saya 
bekerja dengan baik?" Jawaban yang sederhana adalah anda dapat menghadapi karma 
lampau yang buruk yang berbuah pada saat ini. Teruskanlah perbuatan baik anda 
dan anda akan segera terbebas dari masalah itu. Ingatlah bahwa anda telah 
menciptakan kekecewaan anda sendiri dan hanya anda juga yang dapat mengatasi 
kekecewaan-kekecewaan itu. Sadarilah kebenaran dari hukum karma (aksi dan 
reaksi) yang diajarkan Sang Buddha.

 

 

Rasa terima kasih merupakan kebaikan yang jarang terdapat.

 

Budhha memandang rasa terima kasih sebagai suatu berkat yang termulia; meskipun 
rasa terima kasih ini jarang terdapat dalam masyarakat. Anda tidak selalu dapat 
mengharapkan orang lain berterimakasih pada apa yang telah anda lakukan untuk 
mereka. Orang cenderung untuk lupa. Jika anda mengharapkan rasa terima kasih 
dari mereka, anda mungkin harus menemui kekecewaan dari mereka, anda mungkin  
harus menemui kekecewaan. Jika orang gagal untuk menunjukan rasa terima kasih, 
belajarlah untuk menerima mereka apa adanya, maka anda akan terhindar dari 
banyak kekecewaan. Anda dapat berbahagia apakah orang lain berterima kasih atau 
tidak atas kebaikan hati atau pertolongan anda; anda hanya perlu berpikir bahwa 
anda telah melakukan tugas sebagai manusia terhadap sesamanya.

 

 

Jangan membandingkan dengan yang lainnya.

 

Anda dapat mengusir dari diri anda segala kerisauan dan masalah yang tak perlu 
dengan cara tidak membandingkan diri sendiri dengan yang lain. Selama anda 
memandang orang lain sebagai "sama" atau "lebih tinggi" dari anda, anda akan 
terus mempunyai masalah yang merisaukan. Tetapi jika anda tidak mengambil sikap 
seperti itu, tak sesuatu pun yang harus anda risaukan. Jika anda pikir anda 
lebih baik dari yang lain, anda mungkin menjadi sombong. Jika anda pikir anda 
sama dengan yang lain maka anda mungkin berhenti untuk berusaha. Jika anda 
pikir anda lebih rendah dari yang lain, anda mungkin menjadi tak berguna bagi 
diri anda sendiri dan bagi yang lain.

 

Sangatlah sulit bagi kebanyakan orang untuk mengorbankan kesombongan atau rasa 
tinggi hati mereka. Tetapi anda harus belajar mengurangi atau menekan 
kesombongan anda. Jika anda mampu mangorbankan kesombongan anda, maka anda akan 
menemukan ketenangan bathin dan anda dapat membantu orang lain menemukan 
kebahagiaan dan kedamaian. Yang mana lebih perlu dipertahankan dan ditunjang, 
kesombongan atau kedamaian pikiran anda ?

 

Membandingkan diri anda dengan yang lain dapat menjadi sumber kerisauan yang 
tak perlu. Cobalah untuk menyadari bahwa kesamaan, rasa rendah diri dan rasa 
tinggi hati semuannya merupakan keadaan yang berhubungan yang berubah-ubah. 
Suatu ketika anda mungkin seorang pengemis, pada saat lain mungkin anda seorang 
yang kaya. Dalam lingkaran  yang tak berujung dari lautan kehidupan dan 
kematian (samsara), kita semua sama, lebih rendah dan lebih tiggi dari yang 
lain pada waktu-waktu yang berbeda. Jadi, mengapa risau?

 

 

Toleransi, kesabaran, dan pengertian

 

Adalah suatu hal yang harus disadari bahwa anda pada setiap saat bertanggung 
jawab terhadap setiap masalah dan persoalan yang datang pada anda. Anda juga 
harus mengatasi gangguan yang datang pada anda. Anda juga harus mengatasi 
gangguan yang datang melalui orang lain dan mengatasi keadaan-keadaan lainnya.

 

Anda harus belajar bagaimana menangani orang-orang yang mebuat kesulitan dan 
para jahat. Mereka juga manusia; mereka juga harus dibimbing ke jalan religius. 
Setiap usaha harus dilakukan untuk memperbaiki mereka dan bukannya memencilkan 
dan menolak mereka. Jika anda cukup kuat untuk menahan pengaruh buruk mereka, 
tak ada alasan bagi anda untuk menghindari pergaulan dengan mereka. Melalui 
pergaulan anda dengan pembuat jahat, anda dapat mempengaruhi mereka untuk baik. 
Ingatlah bahwa pengertian andalah yang melindungi anda dari pembuat kejahatan 
dan membiarkan anda mempengaruhi mereka untuk kebaikan. Itulah pengertian yang 
akan melindungi dan menolong anda.

 

Anda harus mengerti bahwa jika seorang melakukan kesalahan pada anda akibat 
ketidaktahuannya atau kesalah pahaman, maka inilah saatnya bagi anda untuk 
menujukan kebijaksanaan anda, pendidikan anda, simpati, dan latar belakang 
religius anda. Apakah gunanya semua pendidikan dan pengetahuan religius anda 
jika anda belum belajar bagaimana  untuk berlaku sebagai orang beradab pada 
saat dibutuhkan? Bila orang lain berbuat salah pada anda, anda harus mengambil 
tindakan sebagai suatu kesempatan untuk menyingkirkan kekotoran bathin dan 
untuk mengembangkan kebaikan-kebaikan anda.

 

Anda harus juga mengerti bahwa jika seseorang melakukan kesalahan pada anda 
akibat ketidaktahuan atau kesalah pahaman, maka inilah saatnya untuk melatih 
toleransi, kesabaran, dan pengertian anda. Anda harus tahu bagaimana 
menggunakan secara baik sifat-sifat ini akan menolong membebaskan anda dari 
banyak duka, penderitaan dan beban hidup. Kadang-kadang anda mungkin bertemu 
dengan orang-orang tertentu yang mencoba menarik keuntungan dari toleransi, 
kesabaran, dan pengertian anda. Inilah saatnya untuk bertindak bijaksana. Anda 
harus mempraktekan sifat-sifat ini bersamaan dengan kecerdasan dan 
kebijaksanaan anda. Ingatlah bahwa toleransi, kesabaran, dan pengertian anda 
memiliki tenaga magnit terhadap musuh anda yang akan membuat mereka menyadari 
bahwa mereka bersalah.

 

 

Maafkan dan lupakan.

 

Anda juga harus menyadari bahwa untuk membalas dendam terhadap orang yang 
membuat kesulitan terhadap anda hanya menciptakan masalah dan kesulitan baru. 
Anda harus menyadari bahwa perasaan negative dan tindakan negative hanya 
membawa celaka dan penderitaan pada anda dan orang yang membawa celaka dan 
penderitaan pada anda dan orang lain yang membuat kesulitan itu. Untuk membalas 
anda harus menciptakan kebencian dalam hati anda. Kebencian itu bagaikan vaksin 
yang pertama-tama harus anda injeksi ke dalam anda sendiri dan baru kemudian 
anda injeksikan ke dalam orang lain yang membuat kesulitan itu. Sebelum anda 
dapat menularkan vaksin sapi pada orang lain, anda harus mengotori diri anda 
dulu dengan vaksin sapi tersebut.

 

Kelakuan anda sama dengan orang yang bodoh. Karenanya, tidak ada perbedaan 
pokok antara anda dan si penjahat itu. Dengan membenci orang lain,anda hanya 
memberi mereka  kekuasaan atas anda, tetapi anda tidak menyelesaikan masalah. 
Jika anda menjadi marah terhadap orang lain dan ia hanya tersenyum balik pada 
anda tanpa kemarahan sedikitpun, maka anda adalah orang yang kalah, Karena ia 
tidak ikut serta memenuhi keinginan anda. Ia yang menang, andalah yang kalah. 
Buddha berkata: "Bahagialah yang hidup tanpa kebencian diantara orang yang 
membenci. Ditengah-tengah orang yang membenci, kita hidup tanpa membenci". 
Mungkin anda tidak cukup kuat untuk mencintai musuh anda; tetapi demi kesehatan 
dan kebahagiaan anda sendiri, anda harus belajar, paling tidak, bagaimana untuk 
memaafkan dan melupakan.

 

Dengan tidak membenci atau mengutuk orang yang menciptakan kesulitan bagi anda, 
maka anda bertindak sebagai beradab dan bijaksana. Untuk melakukan tindakan 
ini, anda harus mengerti bahwa orang lain itu diracuni dengan keserakahan, 
kemarahan, iri hati, dan kebodohan. Dia tidak berbeda dari masuia lainnya yang 
juga suatu saat diracuni oleh keadaan pikiran negative yang sama. Buddha suatu 
ketika berkata : "Si pembuat kejahatan bukanlah kejam dari mulanya. Banyak 
orang melakukan kejahatan karena ketidaktahuannya, karena mereka tidak tahu, 
kita tidak seharusnya mengutuk atau menghukum mereka dalam penderitaan 
selamanya. Sebaliknya, kita harus mencoba memperbaiki mereka. Kita harus 
mencoba menjelaskan bahwa mereka salah".

 

Dengan pengertian ini, anda dapat meperlakukan si penjahat sebagai pasien yang 
menderita penyakit. Jika anda dapat menolong menghilangkan penyebab penyakit 
itu, maka si pasien dapat disembuhkan dan dapat sehat serta bahagia. Jika 
seseorang berbuat suatu kesalahan pada anda akibat ketidaktahuan atau 
kesalahpahamannya, maka inilah saatnya anda memancarkan cinta kasih dan kasih 
sayang pada orang yang melakukan kejahatan, karena pada suatu ketika ia akan 
menyadari kebodohannya dan membuang kebiasaan jahatnya. Hal itu adalah lebih 
baik, karena memberinya  kesempatan untuk menjadi baik.

 

Jika anda dapat memacarkan cinta kasih dan kasih saying pada orang yang 
mempersulit anda, maka pada suatu ketika ia akan menjadi orang yang lebih baik. 
Buddha suatu ketika berkata : "Kebencian tidak akan berakhir bila dibalas 
dengan kebencian; hanya dengan cinta kasih kebencian dapat dihentikan. Inilah 
hukum abadi". Jika anda dapat menggunakan cara memancarkan cinta kasih dan 
kasih sayang ini, makan tidak ada kejahatan yang menghampiri anda bila anda 
coba memperbaiki si penjahat itu.

 

Cara ini akan menolong anda mencapai kebebasan physic dan mental.

 

Jika seseorang berbuat kesalahan pada anda berulang-ulang, anda harus bijaksana 
dan berusaha memperbaikinya setiap kali ia membuat kesalahan. Cobalah untuk 
mengikuti contoh yang baik dari Sang Buddha yang selalu membalas kejahatan 
dengan kebaikan. Buddha berkata : "Lebih banyak kejahatan yang menghampiri 
saya, maka lebih banyak kebaikan yang memancar dari saya".

 

Beberapa orang berfikir bahwa tidak wajar membalas kejahatan dengan kebaikan. 
Coba dan lihatlah sendiri. Jika anda merasa terlalu sulit untuk membalas 
kejahatan dengan kebaikan, maka anda tetap memberikan sumbangan yang besar bagi 
diri anda dan orang lain dengan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

 

 

Kita semua manusia !

 

Semua manusia mempunyai kelemahan dan merupakan subjek yang melakukan 
kesalahan-kesalahan. Semua manusia mempunyai kelemahan atas nafsu keinginan, 
kebencian, dan kebodohan. Kelemahan-kelemahan ini terdapat pada manusia dalam 
kadar yang berbeda-beda, kecuali jika anda seorang manusia yang sempurna 
(Arahat)

 

Marilah kita lihat dengan lebih mendalam kelemahan yang berupa kebodohan atau 
ketidaktahuan. Manusia diliputi ketidaktahuan. Karena pikirannya diliputi 
ketidaktahuan akan kebenaran, maka hidup manusia harus berhubungan dengan 
penderitaan, kesulitan, dan kegelapan. Dari ketidaktahuannya sendiri, manusia 
menciptakan penderitaan ini pada sesamanya. Duka dan kerisauan yang menghampiri 
manusia disebabkan kondisi duniawi, pikiran manusia yang tidak seimbang, 
pikiran yang tak beradab dan reaksi atas perbuatan jahat dari manusia lain.

 

Manusia berbuat kesalahan karena ketidaktahuan atau kelemahannya. Tak 
seoarangpun yang sempurna di dunia ini; setiap orang pernah berbuat kesalahan 
baik sengaja maupun tidak. Bagaimana anda dapat berfikir bahwa anda bebas dari 
kesalahan?

 

Jika anda dapat mengerti sifat dan kelemahan yang ada di dalam pikiran manusia, 
maka tak ada alasan untuk mengeluh atas penderitaan anda. Anda akan memiliki 
keberanian untuk menghadapi dan untuk bertoleransi pada semua duka, kerisauan, 
dan penderitaan yang anda hadapi.

 

Anda bertanggung jawab

 

Jika anda dapat menghindari membenci diri sendiri dan juga orang lain, maka 
anda akan mengerti bahwa anda bertangung jawab atas segala yang terjadi di 
dunia ini! Anda adalah bagian dari dunia, dan tak ada dunia tanpa anda. Karena 
anda tak tepisahkan dari dunia, jika dunia ini bagus; maka berarti anda bagus; 
dan jika dunia ini jahat, maka anda juga jahat.

 

Anda tak dapat membebaskan diri dengan menyalahkan dunia, dengan mengatakan 
bahwa dunia ini salah dan anda benar.  Anda tidak dapat menyalahkan dunia. Anda 
tidak dapat menyalahkan diri anda sendiri; pada tingkat pikiran tertinggi, anda 
dapat melihat segala sesuatu sebagaimana adanya, tidak sebagaimana  yang anda 
duga. Lalu anda akan menyadari bahwa anda bertanggung jawan atas segalanya.

 

 

Bagaimana mengurangi penderitaan mental anda?

 

Bilamana kesulitan dan masalah tertentu muncul, ada beberapa cara dan saran 
bagi anda untuk mengambil keputusan, untuk mengurangi keresahan mental dan 
ketidak bahagiaan anda. Pertama dan terutama adalah anda harus mencoba mengerti 
sifat dunia dimana anda hidup. Anda harus menyadari bahwa anda tak pernah dapat 
mengharapkan segala sesuatunya di dunia berjalan lancar dan sempurna. Anda 
harus siap untuk menghadapi kesulitan dan masalah dalam kehidupan sehari-hari. 
Tak ada dunia dan kehidupan tanpa masalah.

 

Jika anda memiliki kemelekatan yang kuat akan hidup dan niat gila untuk 
menikmati kesenang indria, anda harus membayar mahal untuk itu dalam bentuk 
penderitaan phsyik dan keresahan mental. Ini dapat diumpamakan sebagai 
tubuh/phsyik anda sebagai tempat berdiam sementaraa. Melalui "tubuh anda", anda 
dapat menikmati kesenangan indria, dan anda harus membayarnya. Tak satupun yang 
gratis di dunia ini.

 

Namun, jika anda bermaksud menyingkirkan atau menghilangkan "penderitaan 
phsyik" dan "keresahan mental", anda harus mengorbankan atau menghentikan gaya 
kemelekatan yang kuat dan keinginan akan kesenangan indria itu. Selama anda 
menjadi subjek dari keserakahan ini, anda juga menjadi subjek penderitaan dan 
keresahann yang ditimbulkannya. untuk menangani "penderitaan physic dan 
keresahan" ini dan untuk mencapai kebahagiaan spiritual, anda harus membuat 
pilihan. Tidak ada dua jalan (yang dapat di tempuh bersamaan).

 

Satu cara untuk mencari penyelesaiaan atas keresahan mental dan 
ketidakbahagiaan anda yang muncul kadang-kadang adalah dengan membandingkan 
penderitaan dan kesulitan-kesulitan anda dengan yang dialami oleh orang lain. 
Anda tidak bahagia, anda merasa dunia menentang anda, anda berfikir bahwa 
segala sesuatu disekitar anda akan berhenti. Anda merasa akhir dari dunia anda 
sudah tiba. Tetapi, jika anda mencoba untuk membuat persiapan mental dan 
mencoba menghitung berkah/keuntungan-keuntungan anda, anda akan heran bahwa 
anda lebih baik dari kebanyakan orang. Singkatnya, anda harus secara 
berkepanjangan telah membesar-besarkan kesulitan dan masalah anda. Banyangan 
lain tidak risau berkepanjangan.

 

Masalahnya memang ada, dan anda harus mencoba menyelesaikan; bukan merisaukan 
dan menciptakan kemarahan serta penderitaan mental.

 

Orang-orang Tionghoa mempunyai pribahasa praktis yang sangat berguna untuk 
menyelesaikan masalah "jika anda memiliki masalah besar, cobalah menguranginya 
menjadi kecil; jika anda mempunyai masalah kecil, cobalah mengurangi menjadi 
tidak ada".

 

Cara lain yang harus diambil untuk mengatasi kesulitan dan masalah anda dan 
mengurangi sampai kadar yang tepat adalah dengan mengumpulkan kejadian-kejadian 
yang  telah anda alami sebelumnya, dibawah keadaan yang sama atau yang lebih 
buruk dan bagaimana, melalui usaha sendiri, anda telah mampu mengendaliakn 
penderitaan anda, yang dahulu tak terkendali. Dengan berbuat demikian, maka 
anda tak akan mengijinkan hadirnya kesulitan atau masalah yang sekarang 
"menenggelamkan anda" tetapi akan bertekad untuk menyelesaikan apapun masalah 
atau hal yang anda hadapi. Anda harus menyadari bahwa anda telah melalui 
situasi yang terburuk dan anda siap menghadapi segala masalah bila itu datang. 
Dengan pola berpikir seperti ini, anda akan segera memperoleh kembali 
keercayaan diri anda dan akan mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah apapun 
yang akan anda temui.

 

 

Semua orang tidak sama baiknya.

 

Kadang-kadang ada keluhan dari sementara orang, yang menjalani kehidupan yang 
baik dan penuh damai, yang tak pernah menyebabkan atau memberi kesulitan pada 
orang lain. Namun mereka menjadi korban tak bersalah dari celaan dan fitnahan 
orang lain. Karenanya mereka merasa frustasi, bahwa dengan kehidupan baik yang 
mereka jalani, mereka masih disakiti tanpa kesalahan yang berasal dari mereka. 
Dengan kondisi seperti ini, si korban yang tak bersalah harus menyadari dan 
menganggap bahwa dunia terdiri dari bermacam-macam orang yang baik dan tak 
begitu baik, yang jahat dan tak begitu jahat, dan segala macam sifat-sifat 
aneh. Si korban yang tak bersalah dapat menghibur dirinya bahwa ia termasuk 
golongan yang baik; sementara yang mengganggu kedamaian termasuk golongan yang 
jahat, bahwa pada saat-saat tertentu ia harus tetap menerima tindakan tidak 
baik dari mereka yang berasal dari golongan jahat!.

 

Demikian pula, kita ambil contoh tentang seseorang pengendara yang baik dan 
hati-hati, waspada dalam mengemudi secara hati-hati untuk menghindari 
kecelakaan. Namun demikian, pengendara yang baik dan hati-hati mengalami 
kecelakan, bukan karena kesalahannya tetapi karena kesalahan pengendara yang 
buruk dan ceroboh.

 

Karenanya kadang-kadang yang baik harus menderita, tanpa melihat kebaikannya, 
karena ada orang yang jahat dan ceroboh seperti pengendara tersebut.

 

 

Kedamaian dan kebahagiaan.

 

Jika anda mencoba sekuat kemampuan anda untuk mengatasi anda dengan 
mempraktekan nasehat yang diberikan dalam artikel ini, maka anda pasti 
menemukan kedamaian  dan kebahagiaan dan keharmonisan yang sedang anda cari.




www.rhnana.blogspot.com

Take Time to Count Your Blessings. Stop and Consider God's Wonders.




                
---------------------------------
 Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

[Non-text portions of this message have been removed]



Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts.
Peace & enlightenment be yours!

- from guys at Mayapada Prana 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 



Kirim email ke