wahai pangeran di atas angin :) tenang pangeran, hamba dibumi mayapada tetep pake kepala dingin, tetep cool, calm en confident hehehehehe, saya yakin mbak icha juga seperti itu :D. memang terkadang kalo kita melihat dari tulisan kayak yang lagi marah-marahan, tapi kalo dilihat waktu nulisnya sih, pangeran akan mendapatkan saya menulis sambil tersenyum bahkan tertawa. melihat perbedaan bukan dengan kepala panas, yang ada pantat saya yang panas duduk lama2 didepan komputer. tapi kadang2 sih yah olah raga jari deh biar ga kaku, melatih mengetik dengan cepat :D isinya sih yah bla bla bla aja ... betul om brewok, semua mahluk punya misinya sendiri2, ada juga yang keluar dari misinya, ada yang ga ngerti misinya, ada yang ngawur misinya, ada yang membikin kekacauan dan fitnah misinya, ada juga yang menentramkan misinya. semuanya bagaimana kita menyikapi hidup kita aja, dan hasil akhirnya yah tanggung sendiri bukan ditanggung orang lain kok. berbeda itu hal biasa, tapi kalo berbeda dan salah itu perlu dibantu, perlu ditolong. nah siapa yang menentukan berbedanya salah ? ibu muslim kah? om brewok kah ? atau sang pangeran di atas angin ? ah si fey sih ga tau, tapi taunya sih memang banyak yang merasa paling benar, paling hebat dan paling jago serta paling pintar. om brewok mungkin perlu ditambahkan pada kalimat yang om brewok buat. "Kalu ada yang senang berdebat, senang memojokkan dan memutar balikkan kata-kata orang lain, yah itulah dirinya." perlu ditambahkan ada juga yang senang melihat dan berdiam diri walau melihat orang lain salah. betul pangeran, banyak yang mendalami spiritual tapi pakaiannya doank, merasa ingin terpandang sebagai orang yang berspiritual tinggi, padahal masih ditanah tanah juga kok. sedikit keluar pembicaraan nih, saya mengenal yang namanya oknum, ada dimana mana. oknum polisi, oknum pemerintahan, oknum agama dan lain-lain. ga adil rasanya kalo gara2 satu orang, semua komunitasnya mendapatkan ganjaran yang sama. contohnya, karena segelintir orang melakukan terorisme, menghacurkan gedung mpr atas nama islam, apa lantas semua muslim didunia dianggap terorisme juga ? apa karena seorang polisi dijalan melakukan pemerasan, lantas semua polisi mendapat cap yang sama sebagai pemeras? apa karena segelintir orang denmark menggambar kartun nabi muhammad sebagai teroris, lantas semua orang denmark dianggap menggambar kartun nabi muhammad lantas dicibai/dihajar atau dicaci maki? saya pikir sih bodoh pemikiran seperti itu. jadi pertanyaan dalam benak saya, sebenarnya bagaimana sih kita harus menghadapi perbedaan? apa karena merasa orang berspiritual lantas menghadapi perbedaan yah terima aja, toh itu hal yang wajar? benar atau salah ga perlu jadi dasar pemikiran lagi? atau tidak ada kata benar dan salah dalam kamus spiritual ? lantas yang salah didiamkan, yang benar disingkirkan? atau sebaliknya? siapa sih yang paling benar dimuka bumi ini? heheheh saya jadi teringat kata sesepuh yang saya anggap spiritualnya tinggi yang sering berkunjung kebandung ngumpul sama anak2 mayapada ini. beliau bilang "ah saya alergi dengan kata2 spiritual" ehehehh akhirnya saya juga alergi ketularan beliau. semoga kita mendapatkan wawasannya, dan ilmunya. yang baik kita ambil yang jelek yang kita tinggalkan atau perbaiki. ga ada kata2 menyalahkan kok, orang yang menyalahkan orang lain itu kan berarti sudah merasa dirinya paling benar. saya menghargai ibu muslim kok walau berbeda pandangan begitu juga rekan2 lain yang mungkin sepandangan atau berbeda pandangan. kita berbeda dalam menyikapi sesuatu hal, itu aja. hasil akhirnya yah nantiiiiiiiiiiiiiiiiii deh hehehehhee ... salam untuk rakyat diatas bumi pangeran angin :) si Brewok <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear soul,
Kata-kata pembuka di milis Mayapada, tidak ditujukan kepada orang lain, melainkan kepada diri kita sendiri. Waktu saya baca buku- bukunya Anthoni de Mello - selalu ada warning di halaman depan : "Semua ceritera yang anda baca di buku ini tertuju kepada diri anda sendiri. Barang siapa yang setelah membaca ceritera tsb lalu teringat pada kelakuan kawannya, istrinya, bossnya, orangtuanya, dll sebenarnya tidak mendapat manfaat apa2 dari buku ini." Mang Anthony ingin kita melakukan perjalanan menyelidiki diri sendiri, bukan malah mengajak orang lain meniru2 perilaku kita. Kebetulan anda (mungkin) suka meditasi, yoga rutin, senang berlatih pranayama, hidup vegetarian, .. yah itulah anda. Kalu ada yang senang berdebat, senang memojokkan dan memutar balikkan kata-kata orang lain, yah itulah dirinya. Semua orang di planet ini tengah memenuhi misi-nya sendiri-sendiri. Politisi, pelacur, tukang becak, Salman Rushdie, Geoge W Bush, redaktur Jylland Posten, FPI, AL QAEDA, Paus Benedictus XVI, H. Rhoma Irama, teh Ninik, Mang Ucup, Ibu Mustika, bang Gerald, kang Fey Dharma, dll semuanya ONENESS. ALL IS ONE - ALL IS LOVE. Namaste! --- In [email protected], "pangeran_angin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Salam.... > Wahai saudara/i ku yg ada di bumi,selama ini saya hanya mengamati perkembangan tingkat spritual para makhluk di bumi,ternyata sangat lucu sekali :)):)) para makhluk di bumi ini,mengapa lucu?krn ternyata banyak sekali makhluk di bumi yg menekuni bidang spritual tp tidak dilakukan dalam kehidupan nyatanya. Mengapa saya dapat berkata demikian?saya mengambil contoh rekan2 yg ada di milis mayapada ini,jelas2 disebutkan bahwa para anggota milis ini adalah orang yg "senang meditasi dan yoga, membahas spiritualitas dan mengakses energi-energi alam semesta untuk kesehatan body-mind-spirit dan enlightenment" tapi kok masih saja suka merendahkan,mencaci-maki,menertawakan sesamanya :-/sedikit pengetahuan yg telah diberikan kepada saya dan saya coba membeberkannya kepada saudara/i ku semua yaitu:Keheningan untuk mendapatkannya sebenarnya bukan dari lokasi / tempat,tetapi adanya di dalam hati saudara/iku sekalian.Membahas dan berdebat adalah 2 hal yg berbeda.Membahas bertujuan menelaah / saling memberi masukan,bersifat saling terbuka dan tidak memaksakan kehendaknya dilakukan dengan kepala dingin.Berdebat lebih bertujuan untuk menomorsatukan kehendaknya dan menjelekkan yg lain,ada unsur pemaksaan atas hasil dari perdebatan itu,biasanya akan dilakukan dengan emosi.Salam dari negri diatas angin > > > [Non-text portions of this message have been removed] > Quotes : "Dengan Ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan agama hidup menjadi terarah" - [EMAIL PROTECTED] - --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. http://www.feydharma.tk take time to think, it's the source of power take time to read, it's the foundation of wisdom take time to quiet, it's the opportunity to seek God take time to read, it's the future made of take time to pray, it's the greatest power on earth jika kau mencari cinta galilah kedalam dasar hatimu dan bila tak kau temui juga galilah kedalam jantungmu namun bila tak kau temui juga sedangkan jantungmu tlah terkoyak dan berhenti berdetak maka itu lebih baik daripada kau hidup tanpa cinta :D --------------------------------- Yahoo! Mail Use Photomail to share photos without annoying attachments. [Non-text portions of this message have been removed] Quotes : "Dengan Ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan agama hidup menjadi terarah" - Deny Adipramana <[EMAIL PROTECTED]> - Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

