Enggak ada contoh yang mendukung bahwa agama bisa mendukung pernyataan
bahwa agama membentuk karakter Bangsa, contoh2 yang ada justru
sebaliknya, yaitu AGAMA MERUSAK KARAKTER BANGSA.

Sebelum kita mendiskusikan topik ini, sewajarnya kita menetapkan
definisi apa yang kita maksudkan dengan "Membentuk Karakter Bangsa".

Membentuk Karakter Bangsa, paling sedikit harus ada penanaman ciri2
kebangsaannya sesuai dengan arti kata pembentukan dan kebangsaan. 
PADAHAL BERDASARKAN DEFINISI INI, SEMUA AGAMA JUSTRU MERUSAK
PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA.  CONTOH YANG PALING GAMPANG, ISLAM DAN
KRISTEN SAMA SEKALI TIDAK MEMBENTUK KARAKTER BANGSA INDONESIA YANG
ASELI MELAINKAN MERUSAKNYA DENGAN KARAKTER BANGSA LAIN YANG DITANAMKAN
LEWAT KEPERCAYAAN2 MUSTAHIL YANG BERASAL DARI BANGSA2 LAINNYA SEPERTI
ARAB DAN YAHUDI.

Demikianlah, tidak pernah ada negara maju yang memajukan negaranya
melalui pendidikan karakter bangsanya dengan ajaran2 agama.  Hanya
negara2 berkembang ini saja yang kenyataannya makin hancur akibat
menghancurkna ciri2 atau karakter bangsanya sendiri dengan nilai2
asing dari luar negaranya dari bangsa2 lain.

Ajaran agama Islam dan kristen tidak membentuk karakter bangsa
Indonesia, melainkan merusak karakter bangsa Indonesia sendiri. 
Menjiplak nilai2 bangsa asing tidaklah berarti membentuk karakter
bangsa melainkan merusak karakter bangsanya sendiri.  Karena konflik
agama Islam yang mengharamkan wayang yang merupakan ciri karakter
orang Jawa dalam menyampaikan nilai2, hanya akan menghasilkan korban
pembunuhan yang sama sekali tidak memajukan orang Jawa khususnya dan
orang Indonesia umumnya.  Apalagi, kedua agama baik Islam dan Kristen
yang masuk ke Indonesia, ternyata hanya mengajarkan bakar2an Gereja,
dan penjarahan rumah umat yang tidak bisa dianggap membangun karakter
bangsa melainkan merusak karakter bangsa, merusak nilai2 bangsa, dan
merusak hubungan interpersonal antara sesama bangsa itu sendiri.

Memang, orang yang keracunan dogma agama itu selalu kalap, tidak
pernah bisa berpikir, ngomong juga asal nyeplos yang penting agamanya
harus dianggap paling benar oleh yang lain, meskipun bisa dibuktikan
dengan jelas sekali kesalahan dan kesesatan ajaran agama tsb.

Contoh aja yang paling umum di kalangan agama:

Kristen, misalnya menganggap Yesus itu juruselamat, namun tidak mampu
menyelamatkan dirinya sendiri.  Dalam hal ini mereka membuat berbagai
macam kriteria agar arti "keselamatan" itu berbeda dari arti
sebenarnya sehingga "Juruselamat" yang tidak bisa selamatkan diri
sekalipun bisa masuk dalam kategori "Penyelamat".  Tetapi kalo kita
melakukan fight accomply dengan ajaran sang Buddha yang membuat
definisi dan klarifikasi penyelamatan, maka sang Buddha dengan jelas,
bahwa untuk menyelamatkan manusia lain, kita harus mampu menyelamatkan
diri terlebih dulu.  Untuk itulah Darma Taishi mengajarkan ilmu
menyelamatkan diri seperti Yoga dll, yang kemudian dikembangkan
murid2nya dengan melatih kekuatan tubuh untuk kesehatan sehingga tidak
bisa dilukai ataupun disakiti oleh binatang buas.  Dengan badan sehat,
pikiran sehat, dan kemampuan fisik yang prima, maka murid2 sang Buddha
berhasil menjadi penyelamat bagi yang lainnya.

Islam, tidaklah berbeda, memutar balik arti kata adalah modal utama
ajarannya untuk menipu umatnya agar percaya agamanya yang tidak masuk
akal ini.  Kita mulai dari kalimat Syahadat yang berbohong dan
merupakan inti yang paling utama dari ajaran itu sendiri.  Kalimat ini
adalah mantera2 suci meskipun seharusnya kata2 bohong tidak boleh kita
sucikan.  Kalimat ini wajib diucapkan setiap umat setiap kali shalat.
 Isinya adalah: "aku bersaksi......  tiada Tuhan selain Allah, dan
Muhammad......", padahal sang pengucap itu tidak pernah menyaksikan
adanya Allah, apalagi mengutus Muhammad sebagai rasulnya.  Jelasnya
sang pengucap bisa dipastikan belum juga dilahirkan sewaktu ada
manusia yang bernama Muhammad.  Jelasnya kata2 ini adalah kata2
"bohong", mereka harus berbohong untuk bersaksi kepada sesuatu yang
tidak pernah mereka saksikan.  Namun dalam debat kusir mereka bisa
memutar balik arti kata bersaksi disini sebagai kesaksian batin yang
tidak perlu melibatkan pancaindera seperti matanya yang melihat
kejadian tsb.  Kembali debat kusir ini sama sekali tidak membela
kebohongan dalam Syahadat itu sendiri, karena dalam ayat lainnya ada
ketentuan lain dalam menghukum seorang pezinah, yaitu kesaksian, atau
bersaksi dimana seorang pezinah tidak boleh dihukum kecuali perbuatan
itu disaksikan oleh paling sedikit 4 orang.  Dalam hal disini, maka
kesaksian itu harus dengan matanya sendiri melihat kejadian perzinahan
itu sendiri, tidak bisa seseorang menuduh lainnya berzinah hanya
dengan kesaksian batinnya yang cemburuan misalnya.

Demikianlah, kedua contoh diatas cukup bagi kita semua yang bisa
berpikir untuk berkesimpulan bahwa memang ajaran agama bukanlah ajaran
yang mendidik manusia jadi jujur, melainkan membolehkan berbohong demi
kebenarannya sendiri, bahkan boleh membunuh untuk membela kebenarannya
sendiri yang tidak benar.

AGAMA TIDAK MEMBINA KARAKTER MELAINKAN MEMBUNUH KARAKTER.  Dizaman
sekarang sudah tidak pada tempatnya kita mendidik anak2 kita dengan
moral agama yang sangat absurd merusak personality manusia yang
berkembang.  Namun dilain pihak, kita juga harus mengakui bahwa
kemampuan dana dari pemerintah kebanyakan negara diseluruh dunia belum
mencukupi untuk bisa mendidik bangsanya secara merata.  Oleh karena
itulah, agama sebagai peninggalan budaya nenek moyang kita cukup kita
lestarikan karena tidak mungkin untuk dikembangkan, padahal dunia kita
beserta manusia2nya terus berkembang baik dalam pemikirannya, maupun
dalam bentuk physic-nya.  Demikianlah, kebijaksanaan pemerintah
Amerika yang memberi kebebasan setiap insan untuk percaya agama tidak
bisa dikaitkan dalam kebijaksanaannya dalam dunia pendidikan dasarnya
yang melarang pengajaran agama apapun juga kepada murid2 yang masih
dalam tingkat perkembangan fisik dan psychis-nya.  

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Quotes : 
***sekeping hati dibawa berlari, jauh melalui jalanan sunyi***
 - Ninik <[EMAIL PROTECTED]> - 


 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 


Kirim email ke