Catatan laluta:
Karya puisi "Sambutan atas SAMBITAN" oleh Nurdiana kurasakan sebagai refleksi
semangat juang zaman Orde Baru pada ingatan Karya antologi puisi SAMBITAN -
Setumpuk Layang-Layang Putus , iaitu berisi karya ekspresi diri Ira Iramanto
yang melukiskan tentang Refleksi suka dan duka perjuangan insani Tiga Zaman
(Hindia Belanda, Jepang, Republik). Kumpulan karyanya yang terbit dalam Buku
puisi dengan Ulasan dari Pramudya Ananta Toer, diterbitkan oleh Penerbit
Emansipasi (Jakarta; 1999, 111 hal.) .
Kuingat kembali rekaman semangat juang alm. Basuki Resobowo, yang kukenal
pula sejak tahun 1982. Beliau kuanggap tidak hanya sebagai pejuang gerakan
politik maupun pejuang kerakyatan dalam karya lukisan di Tiga Zaman, namun pula
sebagai kawan seperantauan dalam mengisi makna bara api perjuangan generasi
muda demi pembebasan bangsa dan Rakyat tertindas dari rejim Fasis Orde Baru
Suharto.
Pak BASUKI RESOBOWO (83 tahun) meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1999 di
Amsterdam. Lahir tahun 1916 di Baturadja, Palembang, anak dari suami-istri
Prawiroatmodjo, mantri ukur perkebunan Belanda.Tahun tigapuluhan pemuda Basuki
di samping melukis, juga terjun dalam gerakan politik yang mencita-citakan
kemerdekaan Indonesia. Bersama ini kulampirkan pula karya ekspresi diri oleh
Sastrawan Kuslan Budiman berjudul MUSIM GUGUR,
La Luta Continua!
***
Sumber: http://www.listserv.dfn.de/cgi-bin/wa?A2=ind9911d&L=indonews&P=1130
Date: Mon, 22 Nov 1999 14:51:27 +0700
From: "INDONews (s)" <[email protected]>
Subject: KOLOM PRAWIRA: PERCIKAN BUDAYA 97/III/1999 Kuslan Budiman: Musim gugur
PERCIKAN BUDAYA 97/III/1999
====================
Kuslan Budiman
MUSIM GUGUR
(buat Basuki Resobowo)
Dikala musim rontok tiba
pada jendela kaca yang senyap
membayang pohon-pohon meranggas
dedaunan berguguran...
Di kejauhan
manusia yang merindukan kebebasan
masih melingkar di kawat berduri
di kala itu kujumpai bekas tanganmu
yang mengutus luapan jiwa.
Lalu aku ingat semasa
kita berdua duduk bersama
menghadap tungku;
merenung masa lalu
membayang masa mendatang...
Dengan secangkir kopi
kita lawan kepahitan
dengan sepotong roti
kita lawan kesedihan.
Di musim gugur ini
daun-daun kuning rontok lagi
di musim semi nanti
masih adakah waktu
untuk melukis lagi?
Baltiisky Pereulok
12 Nopember 1977
Catatan:
Sajak yang ditulis 22 tahun lalu ini, diketemukan terselip dalam tumpukan
kertas yang disortir beberapa hari lalu. Basuki sudah meninggal awal tahun ini,
jadi dia tak sempat membacanya. Karena hidup gelandangan, sering pindah dari
kota satu ke kota lain, tak sedikit tulisan-tulisan yang tercecer. Dengan
pertimbangan keselamatan, kadang-kadang terpaksa dimusnakan sendiri.
Tulisan-tulisan semacam ini, nasibnya mirip dengan rerumputan di hutan
Kalimantan, yang sudah habis dimakan api sebelum diberi nama. Meskipun
terlambat disiarkan, barangkali bisa untuk mengenang dia; Basuki Resobowo,
salah seorang seniman Republik yang terpaksa gelandangan di luar negeri, karena
termasuk menjadi korban Orde Baru.
***
Doc. Cermin diri dan karya:
Foto PAK BASUKI RESOBOWO: SOLIDARITAS PROTES AKSI DI DEPAN KANTOR
GARUDA (BLOEMENMARKT-AMSTERDAM) JUNI 1996, DEMO ATAS PENANGKAPAN DITA
SARI DKKNYA. Silahkan click:
http://ph.groups.yahoo.com/group/sastra-pembebasan/photos/view/3a75?b=10
Foto KARYA LUKISAN PAK BASUKI RESOBOWO: "BOENG AJO BOENG", DAN "MARSINAH".
Silahkan Click:
http://ph.groups.yahoo.com/group/sastra-pembebasan/photos/view/3a75?b=11
http://ph.groups.yahoo.com/group/sastra-pembebasan/photos/view/3a75?b=7
***
From: "Dian Su" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Sambutan Atas SAMBITAN
Date: Wed, 1 Mar 2006 10:40:08 +0800
Nurdiana:
Sambutan Atas SAMBITAN 1)
Untuk: Bang Iramanto.
Rasanya:
Ini bukan layang-layang;
Layangan itu ringan,
tumpukan 2) ini berat berbobot.
Betapa iba sengsara merana
layangan berputusan lepas gantungan,
Bak anak ayam kehilangan
induk.
Tapi, tumpukan bukan rintihan.
Lihat, Pram itu begitu,
Kalau batu, dia itu giok,
Dicemplung-cemplungkan di lumpur rawa,
Kilaunya tetap gemerlapan diterpa sinar,
¡°Tutup buku¡± justru di zaman jahiliyah,
Kala durjana tengah bersimaharajalela,
Jauh di depan lengsernya Sang Tiran.
Beriring-iring,
Mulai Bas, Henk, Trubus, Hendra, Tarmizi,
Terus Dharnoto, Buyung, Bandaharo, Anantaguna,
Dan Iramani 3) sampai Sulami,
Tiada musnah ditelan fitnah,
Akan dikenang dambaannya;
Demi Untaian Zamrud Khatulistiwa.
Betapa jua manusia ¡®kan capai usia senja,
Sungguh bijak hidup memberi isi.
Dizaman Du Fu 4))
Tak banyak mencapai tujuhpuluh,
Beruntung Bas sampai rayakan 82 lebaran,
Dan saya pun pengagum
terhadap yang sempat rayakan 92 kali Imlek,5)
Sang Penerus Jurumudi Agung, 6)
Penggagas jie fang si xiang ¨C bebaskan fikiran,
Pemaku shi shi qiu shi ¨C cari kebenaran dari kenyataan,
Penganjur ¡°biar yang lalu liwat, lepas pandangan maju ke depan¡±,
Hingga di Timur Naga pun bangun,
Menggeliat angkat kepala !
Tumpukan ini bukan rintihan,
Ini gugatan perlawanan,
Andai pun jasad dicincang lumat,
Dari mulut yang dijahit serabut tak membusuk itu
yang kini menganga,
Mulai muntahkan empedu buah siksaan kekuasaan Tiran,
Lantangkan sorak perlawanan,
Dendangkan senandung harapan,
Manusia yang berkemanusiaan !!!
1-3-2006.
Keterangan:
1) Dengan penyempurnaan dan pembetulan salah cetak dari judul yang sama,
yang dimuat dalam kumpulan sajak DI NEGERI ORANG. SAMBITAN adalah judul
kumpulan sajak Iramanto.
2) 2) Iramanto mengamsalkan kumpulan sajaknya ini sebagai Tumpukan Layangan
Putus.
3). Pa Para pelukis, musikus komponis dan sastrawan, tokoh-tokoh terkemuka
LEKRA: Basuki Resobowo, Henk Ngantung, Trubus, Hendra, Tarmizi, Sudharnoto,
Boejoeng Saleh, HR Bandaharo, Sabar Santoso, Iramani.
4). Penyair besar Tiongkok dinasti Tang.
5). Deng Xiaoping.
6). Jurumudi Agung -- julukan kehormatan bagi Mao Zedong.
1-3-2006.
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.
[Non-text portions of this message have been removed]
Quotes :
***sekeping hati dibawa berlari, jauh melalui jalanan sunyi***
- Ninik <[EMAIL PROTECTED]> -
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://asia.docs.yahoo.com/info/terms