Dari data statistiknya siapa ? Yang mana ? Tahun berapa dikeluarkannya ?
  
  Anda jgn bikin kesimpulan sendiri berdasarkan khayalan anda saja.  
He..he...he...tulisannya sih keliatannya ilmiah tapi ternyata isinya  sampah....
  
  Mungkin karena yg menulis adalah seorang pemulung...:D
  
  
  
  
  
  
Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:        --- In 
[email protected], "si Brewok" <[EMAIL PROTECTED]>
  wrote:
  >
  > --- In [email protected], "Hafsah Salim" 
  > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  > 
  > > 
  > > Inilah dilema negara RI yang tak pernah diungkapkan yang merupakan
  > > tragedi kehancuran dunia pendidikan bangsa kita.
  > > 
  > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
  > >
  > 
  > ++ Ibu Moes, jika ini adalah fakta yang tidak pernah diungkapkan, lalu 
  > darimana anda tahu? Bisakah anda memberikan sumber anda?
  >
  
  
  
  
  
  
  Sumbernya dari data2 statistik jumlah guru agama Islam yang jumlahnya
  lebih dari 15 juta dimana mereka menunggu pengangkatannya jadi pegawai
  negeri yang tak kunjung tiba.
  
  Koran2 dimasa Suharto juga pernah memberitakan kasus ini yang
  merupakan batu sandung pemerintahan Suharto karena tidak ada jalan
  keluarnya.  Disatu pihak, pemerintah membuka banyak IAIN dengan tujuan
  bisa jadi penampung sementara peminat2 yang gagal masuk ke perguruan
  tinggi.  Namun dilain pihak, pemerintah gagal dalam membuka perguruan2
  tinggi baru baik negeri ataupun swasta terutama karena resesi ekonomi
  ini.  Bahkan aturan2 perguruan tinggi sekalipun kerjanya cuma memerah
  perguruan2 tinggi swasta hingga banyak yang mati akibatnya dan ini
  bukan menambah jumlah perguruan tinggi namun menguranginya.
  
  IAIN yang dibuka pemerintah inipun tidak sehat managementnya sehingga
  merupakan sumber korupsi yang terbesar diluar executive setelah
  Departement2 pemerintah.  Rektor IAIN mempelajari deman mahasiswanya
  yang bukan ingin jadi ulama melainkan jadi sarjana ilmu pengetahuan. 
  Maka rektor IAIN di Jakarta contohnya, beliau begitu kreative sehigga
  membuka jurusan komputer di IAIN.  Langsung saja jurusan ini diserbu
  puluhan ribu mahasiswa yang keranjingan jadi ahli2 komputer ini. 
  Akibatnyam, IAIN jadi populer, bahkan mahasiswa2nya berdemonstrasi
  menentang jilbab yang disebar luaskan beritanya di media2.  Memang
  aneh kalo anda melihat mahasiswa sekolah agama Islam menentang
  kewajiban agama Islam, tapi jadi tidak aneh kalo anda tahu bahwa
  mahasiswa2 ini masuk ke IAIN bukan karena dorongan agamanya melainkan
  keinginannya jadi sarjana2 ilmu pengetahuan yang sebenarnya.  Setelah
  jurusan komputer ini sudah berlangsung 5 tahun, Rektor IAIN meminta
  pemerintah dalam hal ini PDK untuk melakukan ujian negara agar
  mahasiswa2nya diberi kesempatan mendapatkan ijazah sarjana yang diakui
  pemerintah.  Kacau bukan???  Gelar kesarjanaan merupakan otorisasi
  dari PDK, namun IAIN berada dibawah Dept.Agama yang cuma otorisasinya
  menjual label "Halal".  PDK menolak permohonan rektor IAIN, maka
  ribuan mahasiswa IAIN melakukan demo besar2an dan gedung2 IAIN
  dirusakkan, semuanya serba kacau namun PDK tetap bertahan diatas UU
  yang resmi bahwa IAIN atau Dept.Agama tidak punya otorisasi membawahi
  perguruan tinggi.  Akhirnya jurusan komputer di IAIN stale tidak ada
  pemecahan, mahasiswa dirugikan uangnya maupun waktunya dan hasilnya
  sia2, urusan belum juga beres namun pemerintah memutuskan agar
  beritanya jangan dimasukkan kedalam berita karena sangat berpengaruh
  terhadap kestabilan politik dan ekonomi.  Sementara itu guru2 Agama
  yang diangkat sementara sebagai honorer sudah berlangsung lebih dari
  20 tahun, yaitu berlangsung sejak tumbangnya Sukarno.
  
  Demikianlah, jelas bahwa tuduhan guru2 agama Islam kepada pemerintah
  yang tidak tegas ini memang benar, tapi dilain pihak, ketidak tegasan
  pemerintah juga disebabkan kondisi ekonomi maupun kondisi peningkatan
  populasi penduduknya yang demikian cepat sementara lapangan pekerjaan
  makin sempit.  Mau menyalahkan demand masyarakat yang ingin
  mendapatkan gelar sarjana tentunya tidak mungkin dilakukan karena
  demand ini normal, siapapun menyadarinya bahwa untuk bisa mendapatkan
  pekerjaan tentunya apabila punya gelar sarjana menjadi lebih mudah.
  
  Lalu dimana kesalahan saya memberitakan berita yang disembunyikan
  pemerintah ini kepada anda semua ????  Dengan berita ini, sesungguhnya
  anda semua harus ikut memikirkannya untuk memilih jurusan maupun cita2
  yang lebih realistis dengan kondisi negara maupun kemampuan anda
  sendiri.  Janganlah anda jadi korban atas kesalahan pemerintah, dan
  juga jangan anda mengorbankan diri karena kesalahan anda sendiri dalam
  mengambil keputusan memilih jurusan.  Memang tidaklah bisa disalahkan
  untuk mereka yang cuma mampu menjadi guru agama, tapi kalo semua
  sarjana di Indonesia jadi guru agama, lalu siapa yang jadi muridnya,
  dan siapa yang menggajinya?????  Jelasnya kalo pemerintah
  mempersyaratkan lulus test Capeg kepada guru2 agama yang mau jadi
  pegawai negeri memang merupakan cara untuk memindahkan kesalahan itu
  kepada calon2 guru agama itu sendiri katimbang menyalahkan pemerintah.
   Namun, karena ternyata semua guru2 agama Islam ini enggak ada yang
  lulus, maka masalahnya kembali dituduhkan kepada pemerintah, dan
  tuduhan itu memang tidak bisa disalahkan, karena memang pemerintah
  tidak mungkin menampung mereka karena kebutuhannya tidak ada bukan
  demand dalam dunia pendidikan yang justru kekurangan guru2 matematika,
  biologi, maupun ilmu2 pengetahuan lainnya !!!!!!
  
  Apakah kita harus mengorbankan segala ilmu pengetahuan dengan membuka
  semua bidang untuk guru2 agama ini????  Apakah dengan agama Islam ini
  kita bisa memenuhi demand investor untuk menanamkan modalnya di
  Indonesia sebagai pembuka lapangan kerja bagi rakyat Indonesia ??? 
  Saya kira anda sendiri bisa menjawabnya.
  
  Ny. Muslim binti Muskitawati.
  
  

                
---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC for low, low 
rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



Quotes : 
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no 
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this 
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though 
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna - 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 



Kirim email ke