Inti dari semua ajaran agama adalah bertemu dengan asalnya asal kehidupan
sekaligus akhirnya akhir kehidupan, yaitu Tuhan. Terdapat dua sisi dalam
beragama, yaitu dimensi esoteris dan eksoteris beragama.
Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan, "Aku adalah khazanah tersembunyi, aku
ingin dikenal maka aku mencipta". Bagaimana manusia bertemu dengan Tuhan
sebelum kematian itulah agama ada.
Dimensi esoteris adalah bagaimana bertemu dengan Tuhan melalui kembali ke
titik asal kehidupan, atau keheningan, sunyata, laa ta'yuun. Dalam dimensi ini
biasanya jarang terjadi pertentangan antar agama satu dengan yang lainnya....
Dimensi eksoteris adalah bagaimana bertemu dengan Tuhan melalui
pengejawantahan nilai-nilai Illahiah dalam bermasyarakat menuju akhirnya akhir
yang berarti Tuhan juga. Melakukan ritual penyembahan secara fisik maupun darma
kepada masyarakat dalam rangka Yang Tak Terkata...
Dalam Surah Al Baqoroh 148 disebutkan, "Setiap ummat ada kiblatnya
sendiri-sendiri dalam menghadap wajah-Nya. Maka berlomba-lombalah kalian dalam
kebajikan......"
Setiap ummat ada metodologi serta patron atau kiblat dalam menghadap wajah
Tuhan.
Ada Muhammad, Siddharta, Yesus, Lao Tze, Con Fu Tze dan lain sebagainya.
Dalam sebuah ritual keagamaan Jawa misalnya, seseorang berdoa di depan
yoni-lingga sambil membawa dupa. Di dalamnya ada suatu filosofi dasar untuk
memohon kepada asal-muasal kehidupan. Kebetulan dalam ritual tersebut digunakan
patung lingga-yoni sebagai simbolisasi asal muasal kehidupan di muka bumi.
Maksud dari berdo'a di depan yoni bukanlah menyembah yoni atau simbolisasi alat
kelamin wanita, tetapi berdo'a kepada sangkan paraning dumadi atau asal muasal
kehidupan atau Tuhan yang tiada terkata. Kalau orang tidak bisa memahami,
kenapa orang Jawa menyembah patung vagina. Tololkah orang Kejawen ?
Sholat merupakan suatu bentuk ritual dalam Islam yang memposisikan kesemua
realitas manusia kepada Sang Pencipta menghadap Ka'bah. Ka'bah merupakan suatu
simbolisasi bahwasanya, meskipun manusia itu banyak namun tetap Tuhan itu Esa.
Maka dilakukan suatu titik Kiblat yang merupakan simbolisasi kebersamaan menuju
Keabadian Tuhan.....Kalau gak bisa memaknai Sholat, Ya emang bener orang Islam
itu Nyembah Batu sambil senam....
Kata Allah dalam Islam sebenarnya merupakan nama Dewa Air suku bangsa di
Arab. Kata tersebut digunakan sebagai simbolisasi dari suatu Keabadian yang
tidak terkata...
Seperti halnya nama "Muskitawati" merupakan sebuah simbolisasi dari suatu
makna yang tidak terkata. Misalnya untuk menunjuk suatu hal yang tidak terkata,
tidak berbau.
Sedangkan asma'ul husna menunjuk pada suatu esensi yang tiada terkata tetapi
memiliki sifat....Misalnya Al-Mutakabirrun dan Al-Mubdi'u merupakan penunjuk
bahwa esensi yang tiada terkata yang kemudian "diwadahi" dalam nama Allah
memiliki nama lain yang menunjukkan sifat Yang Maha Besar dan Maha Memulai...
Muskitawati merupakan Esensi yang tidak terkata yang kemudian diwadai dalam
wadah kata "Muskitawati". Tetapi memiliki nama lain Hafsah
Salim.....Muskitawati adalah sesuatu yang abstrak bagi otak untuk
mendefinisikan, maka dibuatlah sebuah wadah nama Muskitawati, yang bisa menjadi
pointers dari sesuatu Yang Maha Jelek, saking jeleknya gak bisa diterangin
jeleknya seberapa...Pokoknya jelek-lah.....misalnya asma Si Bau Sekali, Si
Mulut Comber, Si Tukang Kepruk, Si Preman Pasar atau apapun yang dapat menjadi
pointers kepada si pemakai nama itu untuk menunjuk karakteristik si Muskitawati
Yang Maha Jelek....
Yaaa, seperti ketika teman saya yang beragama Kristen mendapatkan ceramah
dari pendetanya bahwa Tuhan itu gueeeeedhe bangeeeet. Apakah pendetanya yang
tolol ataukah saking terbatasnya sang pendeta untuk menerangkan suatu esensi
yang tiada terlihat dan terkata tapi dapat dirasa dalam dada.....Dan apakah
bener-bener berdo'a di depan patung Yesus adalah menyembah Yesus ataukah
menyembah pencitraan Tuhan yang ada dalam Yesus, kemudian Yesus dicitrakan
dalam patung.....Apakah setolol itu orang Kristen....saya kira tidak....
Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- Anjar Nuryanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Luar biasa ibu menulis bahwa sudah dibuktikan
> bahwa Tuhan/Allah itu tidak ada.
> Saya meyakini bahwa Allah itu ada. Saya tidak
> punya kajian ilmiah apapun bahkan saya sendiri tidak
> menguasai isi AlQuran apalagi hadist2 yang begitu
> banyak. Semua hanya berdasar keyakinan dan mengikuti
> Imam. Meskipun dari keyakinan itu saya merasa dapat
> jatah masuk neraka dulu. Dan bagaimana dengan ibu
> sendiri, apakah ibu percaya kepada Allah? Saya
> membaca article bahwa ibu seorang hajjah dan
> mendirikan sebuah mushola di LA. Kalau memang betul
> ibu seorang muslimah bagaimana pendapat ibu dengan
> hukum yang diberlakukan dalam Islam, halal dan
> haramnya. Karena calon suaminya saya sangat
> mencintai anjing dimana haram untuk orang muslim
>
> Maaf bu, topiknya jadi menjalar kemana mana.
>
> Terima kasih.
>
> Anjar
>
Benar, secara realitas tidak pernah ada Allah, tetapi secara angan2,
kepercayaan, maupun keyakinan pribadi masing2, boleh saja dirasakan
ada sama seperti anda merasakan adanya setan, adanya kuntilanak,
adanya nyai Loro Kidul, adanya dracula, dsb, dsb.
Pada dasarnya Allah memang diciptakan oleh manusia dizaman dahulu
untuk membahagiakan manusia dizaman dahulu juga. Tanpa ada manusia
tidak pernah ada Allah.
Namun Allah yang diciptakan manusia dahulu kala tidak bisa
membahagiakan manusia dizaman sekarang bahkan menimbulkan banyak
malapetaka bagi manusia dizaman sekarang ini. Oleh karena itu hak
andalah untuk menciptakan Allah anda yang cukup memberi kebahagiaan
kepada anda tanpa harus dipaksakan kepada orang diluar anda yang tidak
bisa menerima Allah kepercayaan anda.
Allah boleh diciptakan oleh setiap manusia disesuaikan dengan masing2
kepercayaannya saja seperti apa Allah yang dianggap bisa membahagiakan
dirinya, Allah tidak perlu sama, seperti juga setiap orang tidak perlu
berpendapat sama dalam menilai diri saya ataupun diri anda. Siapapun
yang ingin atau berusaha menyeragamkan kepercayaannya tentang gambaran
Allahnya adalah merupakan pelanggaran hak2 asasi manusia karena pada
dasarnya semua manusia sama dihadapan hukum didunia ini, sama haknya,
artinya satu manusia boleh menjadi nabi, maka semuanya boleh menjadi nabi.
Tidak boleh ada ketentuan untuk memperlakukan satu manusia sebagai
nabi dan mengharuskan yang lain mempercayainya!!!! Karena kalo hal
itu terjadi, maka terjadi malapetaka bagi kemanusiaan itu sendiri.
Jangan menggunakan kepercayaan anda untuk menimbang baik buruknya
orang lain dan jangan sekali2 mengambil keputusan berdasarkan apapun
yang anda percaya karena keputusan harus berdasarkan pengalaman yang
logis, realistis, maupun rasional yang bebas dari keberpihakan
kepercayaan apapun juga yang mempengaruhi tindakan orang untuk salah.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates
starting at 1¢/min.
[Non-text portions of this message have been removed]
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://asia.docs.yahoo.com/info/terms