Pertanyaan saya:
1. Darimana dan sejak kapan manusia mengenal kata-kata, 
mengenal nama-nama, mampu menyusun kata-kata?

2. Kenapa anda menjadi repot dengan masalah kata-kata 
Allah, "Allah" dan seterusnya?Tidakkah sebuah kata, 
memiliki makna? Kata Allah, memang tidak identik dengan 
Dzat penyandang Nama Allah itu. Tetapi nama Allah, tentu 
saja kaya akan makna, yang oleh Allah sendiri kemudian 
dijabarkan dalam 99 Nama Allah yang inheren ada di dalam 
Diri Allah. Mengapa anda tidak menyinggung nama-nama 
generik dari Allah itu?
Rasanya tidak terlalu penting, anda menyimpulkan bahwa 
Allah itu diciptakan oleh manusia (Timur Tengah) dan ada 
setelah manusia ada. Saya percaya, tidak ada yang peduli.

3. Mengapa kalau manusia itu hebat, kita harus menyakini 
sebuah kebenaran sejarah?Siapa yang menyatakan bahwa 
sejarah itu benar dan sejarah itu salah?Dan mengapa pula 
kebenaran tentang realitas yang ditemukan oleh seorang 
"ilmuwan", esok hari dianggap salah dan harus 
dikoreksi?Lalu mana yang harus kita anut, ikuti? Mestinya 
khan, kita sebagai manusia (hebat) amatlah berkuasa dan 
mengerti banyak hal! Tetapi kenyataannya pengetahuan kita 
pun terbatas! Termasuk anda!

Saya cukup apresiatif dengan posting anda di bawah ini dan 
beberapa yang sudah-sudah. Cuman sayang, kemampuan analisa 
anda yang cukup tajam ini masih dilatarbelakangi oleh 
kekurang jernihan memandang sesuatu dan tidak bisa melihat 
mana yang benar diantara yang salah.

Anda mempersoalkan sebutan "Allah" tetapi belum 
mempersoalkan "Ada apa dengan Allah?" Anda belum bicara 
banyak! Kalau ternyata kesimpulan anda adalah bahwa Allah 
hanya sekedar kata-kata, atau sebutan yang diciptakan oleh 
orang-orang Timur Tengah untuk sesuatu yang tidak jelas, 
itu berarti anda mengingkari diri anda sendiri! Anda hanya 
dipermainkan oleh pikiran anda sendiri. Wah sayang 
sekali.......

Tidak mungkin bagi SANG PENCIPTA, membiarkan CIPTAANNYA 
bertanggung-jawab dan menjalani hidupnya tanpa ada 
sedikitpun petunjuk dari SANG PENCIPTA. Itu melanggar 
aturan (kode etik), dan kita sebagai salah satu CIPTAAN 
berhak untuk protes kepada SANG PENCITPA! Lha, gimana? 
kita lahir, tanpa kita kehendaki sebelumnya koq, lalu kita 
diberi beban tanggung jawab, tul nggak.

Tapi ternyata, Allah (sebagai SANG PENCIPTA) tidak seperti 
itu. Allah tidak tinggal diam, setelah MENCIPTA lalu 
tidur?!. BELIAU senantiasa berada dalam kesibukan urusan 
dan MENCIPTA terus-menerus sampai akhir jaman nanti. Dan 
BELIAU juga telah memberi banyak anugerah (diantaranya 
akal, Kitab Suci, dll) untuk bekal manusia menjalani 
hidup, mencari jalan menuju kepada-Nya, dan sebagainya. 
Dan BELIAU juga senantiasa memberikan petunjuk-petunjuk 
agar manusia tidak tersesat, dan dapat menemukan 
hukum-hukum ilmu pengetahuan dan teknologi, mengungkap 
sejarah masa lalu, dan sebagainya.

Melihat ini semua, kalau kita masih tidak yakin bahwa 
"Allah" sesungguhnya benar-benar Allah? Wah, gak tahu lagi 
lah saya..........

Allah dengan KeMahabesaranNya, sesusungguhnya memang tidak 
perlu dibela.................oleh kita manusia-manusia 
yang kerdil, sempit pikiran, dan bodoh.......

Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan ridlo, dan 
mengampuni kesalahan-kesalahan hamba-Nya.

Salaam,

Bagus TL


On Sun, 09 Apr 2006 15:42:03 -0000
  "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Judul ini menanyakan MANA YANG LEBIH DULU TERCIPTA, 
MANUSIA ATAU
ALLAH. Jelas sekali, jawabnnya mudah tapi banyak yang 
susah untuk
mengakuinya, dalam hal ini hanya terletak kepada kejujuran 
masing2
saja untuk berdiri diatas kebenaran dan realitas yang 
tidak bisa
dipungkiri !!!!

Jadi kalo kita mau menerima realitas sejarah, cukup kita 
meneliti
sejak kapan manusia menggunakan istilah "Allah" ini. Untuk
memastikannya, kita tidak bisa mengabaikan sejarah awal 
asal kata
istilah ini digunakan, dan dimana dimulainya istilah ini 
digunakan.
Kata "Allah" dimasa sebelum Islam juga digunakan oleh 
banyak umat
agama sebelumnya, namun artinya berbeda sama sekali dari 
arti sekarang
yang digunakan oleh umat Islam. "Allah" sebelum Islam 
artinya "setan,
malaikat, dewa2" dlsb. Kata "Allah" sama sekali tidak 
mempunyai arti
yang unique dimasa sebelum Islam, barulah setelah lahirnya 
agama
Islam, kata "Allah" ini diartikan sebagai hal yang sama 
sekali berbeda
karena dalam Islam "Allah" ini merupakan kata yang unik 
yang tidak
boleh diterjemahkan artinya kepada hal2 yang sebelumnya. 
Oleh karena
itulah, penggunaan kata Allah dalam agama lain seperti 
agama Kristen
dahulu kala menuju kepada setan, dewa, ataupun malaikat2 
jahat
lainnya. Karena sekarang kata "Allah" sudah didominasi 
oleh umat
Islam yang menjadikan kata ini sebagai kata yang tidak 
bisa diartikan
lain daripada yang mereka percayai-nya maka agama2 lain 
tidak lagi
bisa menggunakannya untuk pengertian yang berbeda.

Demikianlah, tak ada yang bisa membantah bahwa kata 
"Allah" dimulai di
Arab Saudia sesudah datangnya agama Islam.

Secara kepercayaan Islam, "Allah" sudah ada sebelum 
lahirnya adam dan
hawa.

Secara realitas sejarah, "Allah" baru ada setelah lahirnya 
Muhammad
yang memperkenalkan ajaran Islam.

Dan berdasarkan realitas sejarah, tidak pernah ada manusia 
pertama
yang bernama Adam dan Hawa, karena sejarah bisa 
membuktikan bahwa
peradaban manusia pertama kali menggunakan nama bukan 
seperti yang
kita kenal sekarang melainkan mereka menamakan seseorang 
disesuaikan
dengan nama2 benda yang ada dialam sekitarnya. Hal ini 
bisa anda
lihat dalam budaya kuno Indian, seseorang dinamakan 
"Elang" karena
bisa berlari secepat terbangnya elang. Juga ditanah Batak 
Karo masih
ada tradisi memberi nama kepada anaknya yang lahir sesuai 
benda2 yang
ditemukan disekitarnya. Dengan kata lain, realitas sejarah 
tidak
mengakui dan tidak mengenal adanya manusia pertama yang 
bernama Adam
dan Hawa dimana kedua nama ini se-mata2 legende 
kepercayaan yang
berasal dari Timur Tengah. Sementara itu budaya2 manusia 
yang ribuan
tahun lebih tua dari budaya Timur Tengah tidak pernah 
menyebutkan
nama2 ini.

DEMIKIANLAH ATAS DASAR KENYATAAN2 YANG ADA, MAKA BISA 
DIPASTIKAN BAHWA
MANUSIA LEBIH DULU HADIR DIMUKA BUMI INI SEBELUM NAMA 
"ALLAH"
DICIPTAKAN. DENGAN KATA LAIN, "ALLAH" DICIPTAKAN MANUSIA 
BUKAN
SEBALIKNYA SEPERTI YANG DIPERCAYA OLEH UMAT ISLAM BAHWA 
ALLAH YANG
MENCIPTAKAN MANUSIA. JELAS TIDAK MUNGKIN BISA UNTUK 
MENGANGGAP ALLAH
MENCIPTAKAN MANUSIA YANG SUDAH ADA DIBUMI INI SEBELUM 
DIRINYA SENDIRI ADA.

Mungkin ada umat Islam yang berang dengan tulisan ini, 
namun tentu
tidaklah pada tempatnya untuk marah karena kesalahannya 
sama sekali
bukan terletak pada isi tulisan ini melainkan terletak 
pada kenyataan
sejarah yang ternyata harus menentang apa yang mereka 
percaya.

Anda boleh percaya bahwa Presiden Bush itu orang Cina, 
tapi
realitasnya dia adalah orang Amerika. Dalam hal ini anda 
tidak bisa
marah kepada realitas karena kepercayaan andalah yang 
harusnya disalahkan.

Anda boleh percaya bahwa Allah menciptakan manusia, tapi 
realitasnya
orang Arablah yang menciptakan Allah. Dalam hal ini anda 
tidak bisa
marah kepada realitas karena kepercayaan andalah yang 
harusnya disalahkan.

MEMBELA KEPERCAYAAN DENGAN MENGORBANKAN REALITAS HANYALAH 
MENCIPTAKAN
TRAGEDI BARU BAIK BAGI ANDA MAUPUN BAGI SEKITAR ANDA. 
SEHARUSNYA KITA
MEMANFAATKAN REALITAS UNTUK MENIKMATI KEPERCAYAAN SEBAGAI 
HIBURAN YANG
MEMBERI KEBAHAGIAAN KEPADA SEMUANYA BAIK MEREKA YANG 
PERCAYA MAUPUN
BAGI MEREKA YANG TIDAK PERCAYA.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah 
realitas dimana
kita bisa menciptakan berbagai macam hiburan berupa 
filem2, alat2
transportasi, komputer hingga perjalanan ruang angkasa, 
kesemuanya ini
bertujuan untuk melengkapi dan menambah kebahagiaan umat 
manusia
dimasa lalu yang hanya menggunakan agama/kepercayaannya. 
Oleh karena
itu adalah menyesatkan kalo masih ada umat yang berusaha 
hidup dalam
alam kepercayaan masa lalu untuk menghancurkan kebahagiaan 
kita
sekarang melalui teror2 bomb yang bertujuan untuk 
mengembalikan
kehidupan kita kemasa lalu yang penuh perang, teror, dan 
berbagai
kekejaman2 kemanusiaan dulu.

Gunakanlah kepercayaan dan agama anda untuk menjadi 
alternative
pilihan hiburan bagi semua umat manusia baik yang percaya 
maupun yang
tidak percaya. Agama janganlah digunakan untuk memonopoli 
kebahagiaan
hanya untuk yang percaya, dan menimpakan berbagai 
malapetaka kepada
mereka yang tidak percaya !!!!

AGAMA BUKANLAH KEWAJIBAN MELAINKAN ALTERNATIVE HIBURAN 
UNTUK
MEMBAHAGIAKAN.

AGAMA BUKANLAH HUKUM DAN JANGAN DIJADIKAN HUKUM KARENA 
MERUPAKAN GRUP
KERJA SAMA SOSIAL ANTAR MANUSIA BUKAN ALAT UNTUK MENGADILI 
GRUP2
SOSIAL LAINNYA.

AGAMA ADALAH KEPERCAYAAN YANG BUKAN REALITAS, OLEH KARENA 
ITU
JANGANLAH DIGUNAKAN SEBAGAI SOLUSI DALAM MEMECAHKAN 
REALITAS PROBLEM2
YANG KITA HADAPI.

KEPERCAYAAN ADALAH ANGAN2, DAN AGAMA ADALAH KEPERCAYAAN, 
OLEH KARENA
ITU JELAS BAHWA AGAMA ADALAH ANGAN2 YANG BERSIFAT PRIBADI 
YANG TIDAK
BISA DISERAGAMKAN KEPADA SEMUA PRIBADI.

ILMU PENGETAHUAN BERASAL DARI IDEA, DAN IDEA ITU MERUPAKAN 
JUGA
ANGAN2, NAMUN IDEA ITU ADALAH ANGAN2 YANG BERPOTENSI 
BERUBAH MENJADI
REALITAS. SEBALIKNYA ANGAN2 YANG TIDAK PUNYA POTENSI 
MENJADI REALITAS
KITA NAMAKAN SEBAGAI KEPERCAYAAN, DAN AGAMA ADALAH 
KEPERCAYAAN.

IDEA ADALAH ANGAN2 YANG BERPOTENSI MENJADI REALITAS, 
SEDANGKAN
KEPERCAYAAN ADALAH ANGAN2 YANG TIDAK PERNAH MENJADI 
REALITAS MELAINKAN
ANGAN2 TENTANG KEHIDUPAN SETELAH MATI DIMASA SEBELUM MATI.

Demikianlah, kita hanya bisa berkata atau menulis hal2 
yang jelas
definisinya, bukan memaksakan kata2 yang tidak pernah bisa
didefinisikan untuk menghadirkan kebenaran yang tidak 
benar.

Ny. Muslim binti Muskitawati.
========================================================================================
Ikuti Lomba Puisi Online Jawa Timur, dapatkan hadiah menarik setiap bulannya 
dan hadiah total senilai 60 juta rupiah
hanya di http://www.plasa.com
========================================================================================
 


Quotes : 
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no 
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this 
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though 
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna - 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 


Kirim email ke