Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: --- In [email protected], Adsuri Yasahardja
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum Ki yang baik,
> terlepas dari background ibu Hafsoh, yang penting beliau kan
termasuk cendekiawan juga, biarlah beliau berada dipihak "oposisi",
kan bagus kalau ada perbedaan pengetahuan.
> Kan seorang ilmuwan yang baik harus menggali dan menggali segala
sumber daya, agar dapat membuat suatu kesimpulan yang baik yang masih
bisa berubah terus.
> Albert Einstein saja akhirnya mengakui bahwa ada Allmighty yang
mengakibat kan adanya hukum relativitas dan beliau bilang bahwa agama
masa depan adalah agama Buddha...!!!(walaupun menurut saya agama
Buddha adalah bukan agama atau agama al ardh) Apakah ini benar..
bersamaan dengan dapat dipakainya theori relativitas Einstein sekarang
ini?? Wallahualam..Hanya Tuhan/Allmighty/Energi Maha dahsyat
Pengendali Alam semesta yang Maha Tahu...marilah kita buktikan
kebenarannnya..
>
Pendapat anda sungguh menarik, menambah perbendaharaan pengetahuan
saya mengenai propaganda berbagai agama mengenai Einstein.
Umat Islam menganggap Einstein beragama Islam karena semua teorinya
berasal dari AlQuran.
Umat Kristen menganggap Einstein beragama Kristen karena semua
teorinya sudah ada dalam Bible.
Rupanya umat Buddha juga menganggap Einstein beragama Buddha karena
teori2 relativitasnya berasal dari ajaran2 sang Buddha.
Selamat saya ucapkan kepada Einstein yang begitu banyak dikagumi
sehingga semua rela memalsukan agama mereka sebagai bagian dari
penemuan Einstein. Seharusnya Einstein bisa digunakan sebagai
pemersatu ketiga agama yang saling membunuh ini. Tak ada satupun yang
mau mengungkapkan rahasia Einstein yang dipenjara karena dituduh
komunis yang membunuh teman2 sejawatnya. Einstein mati dipenjara
sebelum vonisnya dijatuhkan pengadilan. Namun Pemerintah Amerika
melihat urgensinya untuk menggunakan nama Einstein ini dalam
kepentingan2 politiknya sehingga namanya direhabilitasi dan dinyatakan
tidak bersalah setelah dia tiga bulan dikubur.
Begitulah, propaganda agama tidak segan2 berbohong demi kemuliaan
agamanya sendiri yang tidak bisa dimuliakan.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
> Kalau kita berkiblat hanya pada satu wawasan saja, maka kita akan
memakai kaca mata kuda. Sayang kan.. Nabi kan, minta kita menuntut
ilmu sampai kenegara Cina.. dalam artinya, kalau menurut saya, galilah
ilmu se-dalam2nya.
>
> Terkadang saya juga kurang suka secara emosi pribadi, tapi kalau
dalam diskusi kan kita harus berkepala dingin..Jadi kalau lagi diskusi
janganlah mengeluarkan kata-kata yang menghina, akibatnya hasil
diskusi akan mengarah kepada emosi tadi yang berakhir pada selesainya
diskusi, yang belum tentu benar..
>
> Saya bukan mau membela ibu Hafsoh, karena saya juga tidak kenal
beliau. Saya pernah menanyakan identitas beliau secara pribadi, juga
tidak dijawab, karena namanya mirip dengan mantas dubes di-jerman,
mungkin karena takut terkena emosi dari orang2 yang selalu
berkeyakinan sudah benar.
>
> Saya pribadi juga kurang setuju dengan ibu Hasoh, karena selalu
menilai dari sisi fisik/materi/ logika saja, seperti halnya kebanyakan
orang2 hidup dibarat, namun saya tidak merasa perlu untuk membuka
latar belakang orang, sehingga akan memicu sentimen pribadi..
> Saya pribadi juga hidup dibarat lama, sehingga dulu saya selalu
memakai kaidah pertimbangan yang sama yaitu berdasarkan logika..tadi,
tapi setelah kembali kedunia ke-3 yang dipenuhi beraneka ragam hal.
Akhirnya saya "mengerti", bahwa pertimbangan yang hanya berkiblat
pada hanya materi/fisik/logika saja tidak cukup (karena hanya bisa
dipakai dipakai pada lingkungan mereka saja), ada hal lain yang mesti
diperhatikan misalnya metafisik.. sejak itulah saya mulai meniti juga
ke ilmu pengetahuan tersebut agar seimbang.
>
> Kalau tidak seimbang akhirnya jadi seperti saya dulu atau seperti
ibu hafsoh sekarang.. Hehehee...!
> Tapi tidak apa apa.. Ibu Hafsoh silahkan teruskan, diskusi yang
membangun tentunya akan membawa dampak perkembangan masing2, baik
pada anda maupun pada yang lain.
>
> Demikian dulu, maafkan saya kalau ada yang tidak berkenan..
>
> Wassalam,
> adsuri
>
> kijeromartani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Rekan-rakan milis,
> >
> > Pertama-tama saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas
> kebingungan
> > Ny. Muslim binti Muskitawati. Perlu anda ketahui dia adalah
> seorang
> > janda kesepian yang ditinggal suami. Dia tidak tinggal di amerika
> > tapi di sebuah gang sempit di manggarai dimana di dekat rumahnya
> > yang sudah tak terpelihara ada sebuah warnet. Tapi sejak lama dia
> > selalu berhayal untuk tinggal di amerika.
> >
> > Sebenarnya janda ini cukup terpelajar, bisa maen internet. Tadinya
> > bukan agama islam, karena tergiur dengan kekayaan mantan suaminya
> > maka dia dengan terpaksa masuk islam, kalo tidak yah... tidak
> pernah
> > mengenyam kenikmatan dunia. Sampai pada titik tertentu dia
> ditinggal
> > oleh suaminya yang sangat sering dia debat kepercayaannya.
> >
> > Karena dendam ditinggal suami itulah maka dia dendam juga dengan
> > agama. Suaminya orang yang taat beragama. Dan si janda ditinggal
> > oleh saudara-saudaranya karena pindah agama.
> >
> > Ohh..ya kata suaminya, kenapa dia ditinggalkan karena tidak tahan
> > dengan peringainya yang hampir setiap saat melihat sesuatu dari
> segi
> > negatifnya saja, menyerocos terkadang tidak pake logika, hanya
> emosi
> > sesaat. Jangan berdebat, dengan orang yang lagi kumat, kalau
> > didengar bisa-bisa anda kualat, bisa ikut bejat, dan dengan agama
> > bisa khianat.
> >
> > Perlambang - stimulan - respon.
> >
> > Salam Hormat,
> > Ki Jero Martani
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- In [email protected], "Hafsah Salim"
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > --- In [email protected], "rhea shaka"
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > > wrote:
> > > >
> > > > Saya tidak pernah menyatakan "tidak beragama", jangan
> menebarkan
> > > > fitnah, saya cukup menyatakan bahwa saya "tidak percaya agama"
> > bukan
> > > > berarti saya tidak beragama. <---- bu, mohon dijelaskan
> kalimat
> > ini,
> > > saya
> > > > tidak mengerti
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Beragama tidak perlu harus percaya, namun bisa dipastikan semua
> > yang
> > > beragama itu bergabung dalam suatu masyarakat dimana dia
> > menyumbangkan
> > > apapun yang bisa membahagiakan kelompok maupun orang2 lainnya.
> > >
> > > Contohnya saya, saya tidak percaya Islam, tapi saya diakui
> sebagai
> > > beragama Islam oleh lingkungan tanpa perlu saya mengakuinya.
> Dan
> > saya
> > > mengabdikan diri saya kepada umat Islam itu sendiri dimana ayah
> > ibu,
> > > saudara2, maupun teman2 saya sangat percaya kepada agama Islam.
> > > Dengan memberikan sumbangan penghasilan saya, saya mendapatkan
> > > keuntungan lainnya, antara lain mendapat keringanan pajak yang
> > sangat
> > > besar untuk ukuran keluarga Indonesia.
> > >
> > > Di Amerika banyak orang yang menyumbangkan penghasilannya sekiat
> > > persen untuk Gereja, Mesjid, Kuil ataupun organisasi penyayang
> > > binatang. Sumbangannya itu pada akhir tahun digunakan untuk
> > > pengurangan kewajiban pembayaran pajaknya. Demikianlah, mereka
> > bebas
> > > bergabung dengan agama manapun juga, dengan kata lain mereka
> bebas
> > > memilih agama manapun juga sebagai aktivitas sosialnya. Agama
> > sebagai
> > > sarana kita dalam mengharmoniskan hubungan antar manusia seperti
> > salah
> > > satunya saling tolong menolong. Namun meskipun anda beragama,
> tak
> > > perlu dan tak harus percaya. Kalo anda ke Mesjid atau Gereja
> tidak
> > > akan ada yang usil menanyakan apakah anda percaya Allah atau
> tidak,
> > > karena memang kepercayaan tidak perlu dibuktikan dan tidak
> percaya
> > pun
> > > tidak akan dibuktikan.
> > >
> > > Tidaklah seperti di Indonesia, MUI berusaha membuktikan bahwa
> > Ahmadiah
> > > bukanlah Islam sehingga wajib dibakari mesjid2nya dan dijarah
> harta
> > > benda umatnya !!!! Yang begini tidak berlaku di Amerika, oleh
> > karena
> > > itulah akan jadi sangatlah kompleks untuk memahami bagaimana
> bisa
> > anda
> > > mengerti apa yang saya katakan dengan beragama tidak perlu
> percaya,
> > > dan hal ini tidak bisa dianggap tidak beragama.
> > >
> > > KETIDAK MENGERTIAN ANDA ITU SE-MATA2 AKIBAT KEPERCAYAAN ANDA
> KEPADA
> > > AGAMA YANG MERUSAK KEMAMPUAN ANDA BERPIKIR LOGIS. AGAMA DALAM
> HAL
> > INI
> > > MERUPAKAN RACUN UNTUK SEL2 OTAK ANDA. PADAHAL DI AMERIKA AGAMA
> > TIDAK
> > > DIGUNAKAN UNTUK MERACUNI PIKIRAN SIAPAPUN MELAINKAN UNTUK
> > > MENGHARMONISKAN DALAM MENINGKATKAN KEBAHAGIAAN SEMUA ORANG
> TERMASUK
> > > SEBAGAI ALTERNATIVE ENTERTAINMENT !!!!!
> > >
> > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > > On 5/18/06, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > > >
> > > > >
> > > > > > Cuman kalau dari dulu anda mengaku orang amerika dan
> tidak
> > > > > beragama, kenapa masih seneng mengaku sebagai umat Islam ?
> > seperti
> > > > > dalam kalimat anda " Memang kesalahan utamanya kita
> sebagai
> > umat
> > > > > Islam hanya mengenal orang Yahudi dari kitab yang disucikan
> > AlQuran".
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Saya tidak pernah menyatakan "tidak beragama", jangan
> > menebarkan
> > > > > fitnah, saya cukup menyatakan bahwa saya "tidak percaya
> agama"
> > bukan
> > > > > berarti saya tidak beragama.
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Quotes :
> > > > > " Spirituality is essentially a journey within. You need no
> > > preparations,
> > > > > no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is
> > just :
> > > LOVE ! And
> > > > > this Love, can only come as an after effect of self-
> > actualization,
> > > achieved
> > > > > though the practice of meditative way of life."
> > > > > - Anand Krishna -
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > ------------------------------
> > > > > *Yahoo! Groups Links*
> > > > >
> > > > > - To visit your group on the web, go to:
> > > > > http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
> > > > >
> > > > > - To unsubscribe from this group, send an email to:
> > > > >
> > > [EMAIL PROTECTED]<mayapadaprana-
> > [EMAIL PROTECTED]>
> > > > >
> > > > > - Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo!
> Terms
> > of
> > > > > Service <http://asia.docs.yahoo.com/info/terms>.
> > > > >
> > > > >
> > > >
> > > >
> > > > --
> > > > http://pamali.aban.info
> > > > a schizophrenic culture
> > > >
> > > >
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > >
> >
>
>
>
>
>
>
> Quotes :
> " Spirituality is essentially a journey within. You need no
preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need
is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of
self-actualization, achieved though the practice of meditative way of
life."
> - Anand Krishna -
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
> To visit your group on the web, go to:
> http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Blab-away for as little as 1�/min. Make PC-to-Phone Calls using
Yahoo! Messenger with Voice.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
Ring'em or ping'em. Make PC-to-phone calls as low as 1¢/min with Yahoo! Messenger with Voice.
[Non-text portions of this message have been removed]
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

