ha ha ha luar biasa. hanya dengan mendelete bagian pernyataan anda sendiri, bahwa:"agama anda adalah juga agama saya", pada email ini, anda telah dengan LICIK, mengalihkan arah pertanyaan.
tapi adalah hal yang sangat wajar, ketika seseorang dalam 'tekanan' tertentu, akan menjadi seperti anda. marah dengan menggoblokkan adalah wajar. tapi, sepertinya, anda pendidik yang lupa kode etik. sebab mungkin anda bukanlah pendidik. sebab, seperti halnya soal keberagamaan anda, anda mengaku menjadi pendidik adalah HANYA karena dianggap seperti itu oleh lingkungan anda. mengaku sebagai peneliti juga HANYA karena dianggap begitu oleh lingkungan anda. anda mengaku WANITA, juga HANYA karena dianggap begitu oleh lingkungan anda. bukan begitu bung ADI PATI UKUR? salam, puthut --- Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [email protected], puthut > yulianto > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > artinya, jika bung nduableg itu islam maka anda > juga > > islam kan? > > > > so, > > jika menurut anda sendiri, islam juga agama lain, > > sudah sedemikian rupa seperti yang anda paparkan > > realitasnya, terus menerus melalui posting-posting > > anda, kenapa anda masih 'mengakui' keberagamaan > anda? > > > Anda itu benar2 gobloooook, saya tak perlu mengakui > agama saya, > biarpun saya bilang bukan Islam, semua orang yang > tahu ayah ibuku > selalu memberi selamat lebaran dan mengirim kartu > lebaran. Saya Islam > bukan karena pengakuan saya melainkan pengakuan > masyarakat disekitar > saya. Apanya yang aneh ???? > > Apakah kalo semua orang memperlakukan saya sebagi > umat Islam harus > saya tolak ???? Saya dipercayakan sebagai pemegang > kas sebuah mesjid, > haruskah saya tolak ??? Tanpa perlu percaya agama > Shinto sekalipun > saya diundang kegereja Shinto untuk > mendemonstrasikan seni beladiri > samurai, apakah saya harus menolak karena saya bukan > beragama Shinto? > Ada Mahasiswa saya yang umat Kristen meminta saya > jadi ketua panitia > natalan para mahasiswa, apakah harus saya tolak ??? > Tentu tidak, saya > terbuka bagi semua agama ataupun yang tidak > beragama. Sebagai > pendidik saya harus menyesuaikan dengan ruang > lingkup budaya murid2 > saya bukan memaksakan budaya saya untuk diadopsi > oleh murid2 saya !!! > > Sekali lagi, ajaran Islam itu merusak cara berpikir, > kepribadian, > maupun hati nurani umatnya seperti anda sehingga > heran dan tidak > mengerti kehidupan dalam budaya yang beradab dizaman > sekarang ini. > Kesalahan fatalnya terletak dari cara pendidikan > di-sekolah2 di > Indonesia yang meng-kotak2an murid dalam masing2 > kepercayaan agamanya > sehingga mereka tidak mampu beradaptasi dalam > lingkungan yang umum > dalam pergaulan kelas orang2 yang berpendidikan. > Sewaktu saya > diundang ke pertemuan ahli2 botani, meskipun saya > bukan ahli botani, > saya tidak canggung untuk bertukar pikiran dengan > ahli2 dari keahlian > diluar bidang saya. Tidak pernah saya tanyakan > kepada mereka apa > agama mereka, apakah mereka percaya Tuhan atau Allah > dsb, dsb yang > justru menjadi kewajiban di Indonesia. > > Apakah karena saya mengkritik ajaran dan kepercayaan > Islam menjadikan > saya tidak boleh dianggap Islam oleh lingkungan saya > ataupun saudara2 > saya ???? Hak untuk itu adanya pada siapa ???? > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Quotes : " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life." - Anand Krishna - Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

