--- In [email protected], "Bagus-Taruno Legowo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > oke, anda terus saja bersikukuh dengan argumentasi anda > tentang ajaran yang salah, Islam biadab, kepercayaan > angan-angan, dan seterusnya, yang anda sandarkan pada > realitas. sekali lagi REALITAS. SETUJU? > > saya menghargai pendapat anda dan hak anda itu. dan karena > itu saya ingin bertanya kepada anda, apakah anda juga > menghargai realitas lain diluar "realitas" anda itu? jawab > ya................... >
Terima kasih kalo anda bersedia menghargai pendapat saya dengan demikian dunia sudah bertambah aman atas penghargaan anda kepada tulisan saya ini. Namun saya tidak bisa menghargai sedikitpun pendapat2 anda yang sangat religious fundamentaslist. Realitas tidak perlu dihargai, karena anda hargai ataupun tidak sama sekali tidak mempengaruhi realitas itu sendiri. Sedangkan hal2 yang diluar realitas kita namakan sebagai "angan2" karena angan2 sama sekali tidak ada realitasnya atau diluar realitas. Agama atau kepercayaan hanyalah satu dari sekian banyak macamnya angan2. Angan2 sekalipun harus kita lindungi, karena hanya dengan angan2 saja setiap orang bisa membahagiakan dirinya untuk hal2 yang tidak mampu dicapainya dalam dunia realitas. Filem2 yang anda tonton, juga merupakan produksi angan2 yang bisa menghasilkan milyardan dollar dan bukan merupakan angan2 gratis seperti halnya agama. Ny. Muslim binti Muskitawati. > kalau anda menghargai realitas lain, terima kasih. dan > sekali lagi ini saya ulangi (karena anda sama sekali tidak > menjawab undangan saya di posting-posting sebelumnya) saya > menantang anda untuk datang ke Indonesia (bila anda benar > bahwa anda mukim di Amrik) untuk melihat dan menyaksikan, > dengan mata kepala sendiri, realitas lain yang Insya Allah > akan memutar-balikan REALITAS yang anda pakai untuk > "menuduh" Islam itu agama biadab, Al Qur'an juga ajaran > biadab, kepercayaan itu angan-angan, dsb. oke, berani? > > saya tunggu jawaban anda................................. > > On Thu, 15 Jun 2006 14:05:58 -0000 > "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], "Bagus-Taruno > >Legowo" <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > >> saya bersimpati pada korban-korban orang-orang yang > >> mengatas-namakan Islam dalam perjuangan mereka, > > > > > > Mereka melakukan kejahatan bukan mengatas namakan Islam, > >melainkan > > mereka merupakan umat Islam yang menjalani kewajiban2 > >agamanya dimana > > ayat2nya pernah saya tulis dan tidak perlu saya ulangi. > > > > > >> dijelaskan oleh teman-teman di milis ini bahwa itu bukan > >> karena ajaran Islam, tetapi perilaku oknum umat Islam > >>yang > >> salah. saya katakan bahwa itu adalah oknum yang > >> mengatas-namakan Islam, karena tidak pernah ada ajaran > >> Islam yang mengajarkan perilaku seperti itu. > > > > > > Ayat2 yang mewajibkan perbuatan itu sudah berulang kali > >juga saya > > tulis, namun tidak ada bantahannya selain menyatakan > >bahwa ayat2 itu > > tidak saya tulis selengkapnya. Dan untuk hal ini saya > >sudah > > berulangkali, bahwa ayat itu adalah bagian penting dari > >perintah > > kewajiban2 biadab yang mendorong tindakan2 biadab para > >pelaku yang > > diracuni ajarannya. Ayat2 yang lainnya yang tidak > >merupakan dorongan > > tindakan biadab tak perlu saya tulis, karena kegiatan > >umat Islam untuk > > saling tolong menolong sesama umat Islam sama sekali > >tidak merugikan > > umat lainnya dan cukup baik untuk sesama umat. Kalo ada > >pembaca yang > > ingin membaca lengkap semua ayat2 AlQuran, tentunya > >bukan tempatnya di > > millist karena millist ini bukan tempat propaganda agama > >Islam ataupun > > agama lainnya. Demikianlah, baca saja AlQuran di > >perpustakaan atau di > > Mesjid terdekat karena saya tidak bisa menolong untuk > >hal2 seperti ini. > > > > Setiap perbuatan salah dimulai dari pikiran2 yang salah. > > Pikiran2 yang salah bisa datang dari ajaran2, > >pendidikan, buku2 > > bacaan, bahkan dari kepercayaan2 yang salah. > > Stalin berbuat salah karena memahami ajaran Komunis yang > >juga salah. > > Hitler berbuat salah karena mempercayai ajaran2 yang > >salah dari buku2 > > yang salah. > > Terorist Kristen dan Katolik saling membunuh meskipun > >membaca kitab > > suci yang sama, disebabkan pemahamannya dalam membaca > >kitab yang salah > > sehingga mempercayainya yang salah yang berakibat > >tindakan2nya juga > > jadi salah. > > Tidak berbeda halnya dengan Terorist Islam, mereka > >percaya hal2 yang > > salah yang ditulis AlQuran yang memprovokasi dengan > >kewajiban2 yang > > salah sehingga mengakibatkan tindakan2 mereka juga jadi > >salah. > > > > Contoh sederhana, Amerika itu tidak memusuhi Islam, > >namun kalo ada > > rampok beragama Islam maka akan dihukum bukan karena dia > >beragama > > Islam melainkan karena tindakan2nya salah dalam > >merampok. Amerika > > juga bertindak sama terhadap terorist Islam, apapun yang > >dipercaya > > pelakunya tidak pernah menjadi pertimbangan tindakan > >pemerintah > > Amerika, namun tindakannya yang menjatuhkan korban2 tak > >berdosa yang > > merugikan masyarakat banyak inilah yang jadi > >pertimbangan untuk > > membasmi semua terorisme dimuka bumi ini. Dilain pihak, > >reaksi umat > > Islam diseluruh dunia menuduh Amerika bukan membasmi > >terorist > > melainkan membasmi Islam. Semua terorist Islam yang > >terbukti jelas > > melakukan terorisme ditangkap ataupun ditembak, dan > >reaksi umat Islam > > menuduh Amerika memerangi Islam meskipun berulangkali > >pemerintah > > Amerika menyatakan bahwa orang2 itu ditangkap atau > >ditembak karena > > perbuatannya melakukan terorisme bukan karena > >kepercayaannya kepada Islam. > > > > Contoh lebih jelas, Osama bin Laden yang terbukti dengan > >jelas > > merupakan otak pelaku terorisme diberbabai tempat > >termasuk peledakan2 > > kedutaan USA di Amerika, Libanon, Syria, maupun > >penculikan2 diberbagai > > tempat, akhirnya dia juga meledakkan NY pada 911. Dari > >biaya > > perjalanan para pelaku2nya, bisa dilacak bahwa dananya > >berasal dari > > account Osama bin Laden dan kesemuanya ini bisa > >dibuktikan dengan > > jelas sekali. Namun Amerika memberi waktu kepada > >Afghanistant untuk > > menyerahkan Osama bin Laden sesuai hukum Internasional, > >namun reaksi > > Afghanistant justru mengajak perang jihad dan seluruh > >umat Islam dunia > > diajak ikut membantunya bersama Allah karena katanya > >Amerika mau > > memerangi Islam. Satu umat Islam diganggu, maka seluruh > >umat Islam > > akan terganggu. Satu umat Islam disakiti, maka seluruh > >umat Islam itu > > disakiti, tak peduli apakah umat Islam itu pelaku > >terorist atau bukan > > yang penting setiap umat Islam tidak boleh dihukum kalo > >membunuh orang > > kafir, karena orang kafir itu lebih rendah daripada > >binatang bukan > > manusia, hanya umat Islam yang menyembah Allah saja yang > >manusia > > tertinggi yang diciptakan oleh Allah. Wajar saja > >setelah waktu yang > > telah ditentukan, Osama bin Laden bukan diserahkan, > >melainkan mereka > > mempersiapkan perang Akbar yang katanya akan > >menghancurkan Amerika > > atas kemauan Allah. Hasilnya kita sama2 tahu, > >Afghanistant diduduki > > Amerika Osama bin Laden lari ter-birit2 dalam pengejaran > >di-gunung2. > > > > > > > > > >> saya sangat tidak setuju dan mengutuk mereka melakukan > >> teror-teror seperti itu karena itu sangat-sangat menodai > >> Islam. Oke, cukup puas? > > > > > > Kalo anda tidak setuju dan mengutuk mereka, maka tulisan > >saya juga > > bukan untuk anda, salah alamat kalo anda mengomentarinya > >karena semua > > tulisan2 saya tidak ditujukan kepada nama orang manapun > >juga melainkan > > kepada umat yang beriman kepada ajaran2 yang salah yang > >bersikap dan > > bereaksi salah dalam mendukung tindakan2 biadab para > >pelakunya. > > Ajaran yang menyatakan "Satu Islam disakiti, semua umat > >Islam ikut > > sakit" merupakan ajaran biadab yang tidak seharusnya > >diajarkan dalam > > mendukung pelaku2 terorist Islam ini. Amerika menindak > >kelakuan > > terornya, dilain pihak umat Islam bereaksi untuk agama > >Islamnya !!! > > > > > > > > > > > > > >> > >> yang saya persoalkan adalah mengapa dan bagaimana anda > >> berargumentasi dengan menuduh bahwa itu adalah karena > >> ajaran Islam, yang kemudiaan anda kembangkan menjadi > >>Islam > >> agama biadab, lalu Allah itu tidak ada, Kitab Suci > >> Membuktikan Sendiri bahwa Allah Tidak Ada, Allah itu > >> Angan-angan, Kepercayaan itu Angan-angan, Menyembah > >>Ka'bah > >> = Menyembah Berhala, dan seterusnya. > >> > > > > > > > > Biadab itu adalah tindakan saling membunuh hanya > >didasari oleh > > nalurinya bukan atas dasar realitas apapun yang > >mendorongnya. > > > > Orang yang membunuh tanpa alasan yang real se-mata2 > >karena angan2 atau > > kepercayaannya, maka orang ini dinamakan pembunuh yang > >"biadab". > > > > Realitas apa yang bisa anda ajukan kalo seorang > >penterjemah dari > > sebuah perusahaan diculik kemudian dipenggal kepalanya > >???? > > > > Realitas apa yang bisa anda ajukan kalo amoy2 dijalanan > >ditangkapi > > kemudian diperkosa rame2??? > > > > Realitas apa yang bisa anda ajukan kalo gereja2 > >dibakarin?? > > > > Realitas apa yang bisa anda ajukan kalo mesjid ahmadiah > >dibakarin? > > > > Realitas apa yang bisa anda ajukan kalo harta pribadi > >umat ahmadiah > > dijarahi??? > > > > Realitas apa yang bisa anda ajukan kalo orang2 Cina > >dibunuhi dan > > hartanya dijarahi rame2 atas nama agama islam ???? > > > > Semua tindakan bisa berasal dari realitas ancaman, namun > >kejadian > > diatas bukan berasal dari realitas ancaman melainkan > >angan2 ancaman > > yang datang dari kepercayaan yang bersumber dari bacaan > >kitab suci > > agama yang dipercayainya. > > > > > > > > > > > >> kalau yang anda persoalkan karena adanya teror-teror > >>oknum > >> Islam terhadap Amerika, Jepang, Eropa, atau yang > >>lainnya, > >> mestinya yang harus anda angkat bukan topik-topik > >>tersebut > >> yang sangat tendensius itu. Tapi mengapa perilaku mereka > >> seperti itu? Saya sendiri sebagai bagian umat Islam, > >> sampai hari ini masih saja heran, kenapa orang-orang > > > > > > > > Kalo anda masih heran, tentu anda tidak bisa menyalahkan > >Amerika dan > > mereka yang tidak heran. Pemerintah Amerika tidak > >berkewajiban > > menjawab keheranan anda, karena tugas pemerintah Amerika > >memberi > > keamanan dan kesejahteraan rakyatnnya sendiri dan rakyat > >sedunia > > secara umum. > > > > Jadi untuk mengerti kenapa pemerintah Amerika bertindak > >seperti itu, > > atau kenapa saya menuliskan semua ini, adalah tugas anda > >untuk > > memahaminya. Namun banyak umat Islam termasuk anda > >sendiri yang salah > > kaprah dengan menuduh diri saya yang kurang memahami > >Islam atau > > pemerintah Amerika yang perlu mempelajari Islam. > > > > Secara pribadi saya lebih dari cukup bahkan jauh diatas > >siapapun di > > Indonesia dalam mengerti, dan mendalami agama Islam itu > >sendiri. > > Namun untuk memahami tulisan2 saya, semua pembaca tak > >perlu beragama > > Islam, tak perlu memahami Islam, tak perlu memabaca > >AlQuran, bahkan > > tak perlu mempelajari agama Islam sama sekali. Demikian > >juga dengan > > keputusan2 Amerika dalam bertindak sama sekali tidak > >perlu mempelajari > > Islam, melainkan mempelajari bagaimana mengejar, > >menangkap, dan > > menghukum para pelakunya tanpa mem-beda2kan agamanya > >!!!! > > > > > > > >> kalau anda tetap mencaci-maki dan memerangi Islam (yang > >> benar, yang tidak menebar teror), berarti anda adalah > >> musuh saya. dan ini sesuatu yang bukan luar biasa. > >>karena > >> anda telah menyinggung harkat kepercayaan saya dan umat > >> Islam yang lain. Apakah saya salah? bagaimanapun saya > >>akan > >> tetap membela keyakinan saya itu. jelas ya? > >> > > > > > > > > Saya tidak pernah mencaci maki, justru sebaliknya, saya > >pribadi inilah > > yang terus menerus menjadi sasaran caci maki yang tidak > >pada tempat > > atau sasaran yang tepat. Juga saya tidak memerangi > >Islam, itu adalah > > tuduhan stereotype yang memang diajarkan oleh AlQuran > >yang mewajibkan > > umatnya untuk memusuhi dan memerangi siapapun yang > >menyalahkan ajaran > > Islam yang memang salah. Siapapun dan ajaran manapun > >yang > > menghalalkan jatuhnya korban2 yang tidak berdosa > >merupakan musuh saya > > dan saya tidak pernah takut untuk melindungi masyarakat > >banyak dalam > > menegakkan kebenaran dan keadilan untuk semua bukan cuma > >untuk satu > > kelompok umat beragama yang haus pahala. > > > > Kepercayaan yang salah harus dikoreksi bukan digunakan > >sebagai alasan > > untuk tersinggung, karena kalo hal itu yang lakukan maka > >anda hanya > > menjerumuskan diri anda sendiri kedalam perbuatan2 > >biadab yang pasti > > tidak akan terlepas dari hukum yang berlaku. > > > > Saya tidak memusuhi anda atau siapapun juga, juga tidak > >memusuhi > > ajaran manapun juga, namun sama sekali bukan berarti > >saya harus > > membenarkan ajaran yang salah. > > > > Saya hanya menyalahkan ajaran yang salah, bukan memusuhi > >ajaran yang > > salah. Ajaran yang salah mudah diperbaiki, namun > >memusuhi ajaran yang > > salah tidak pernah memperbaikinya. > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > ====================================================================== ================== > TELKOM Group Peduli Jogja, ketik PEDULI, kirim SMS ke 5000 > > Dengan mengirim SMS berisi PEDULI ke nomor 5000, Anda telah menyumbang sebanyak Rp. 5.000,- per SMS > bagi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. > Dana 100% akan disumbangkan TELKOM dan TELKOMSEL atas nama pelanggan ke Palang Merah Indonesia > setiap minggu selama 1 bulan, mulai 30 Mei s/d 30 Juni 2006. > Pengumpulan dan distribusi dana akan diaudit oleh auditor independen dan disaksikan oleh notaris. > Bantuan via SMS ini dapat diikuti oleh pelanggan Flexi, kartuHalo, simPATI, dan Kartu As. > > Khusus untuk pelanggan Flexi, Anda juga dapat menyumbang dengan nilai sumbangan lebih besar > dengan mengetik 10000 atau 25000 atau 50000 kirim ke 5000. > > > Informasi lebih lanjut, klik www.telkomflexi.com. > ====================================================================== ================== > Quotes : " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life." - Anand Krishna - Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

