hati nurani itu bersifat universal. tidak berbeda untuk 
setiap orang, sekalipun mereka berbeda agama!

dimana pun dan sudah lama sekali terbukti bahwa science 
bisanya cuman terdorong oleh pembuktian keyakinan. tetapi 
science berpangkal pada keraguan dua hal ini kelihatan 
berbeda dari satu sudut pandang, dan sepertinya anda 
mengambil posisi dari sudut ini. padahal, sering kali, 
science selalu kemudian membenarkan keyakinan-keyakinan 
itu. ini tak terbantahkan. silahkan cari sendiri 
hasil-hasil riset ilmuwan di negara anda sendiri yang 
menunjukkan hal itu.

njelentrehno itu tidak jauh beda pengertiannya dengan 
memaparkan. okelah kita berbeda, dan rupanya anda tidak 
mau sedikitpun melihat segala persoalan keluar dari posisi 
anda. saya dengan gampang sekali memahami dari posisi 
anda, yang tidak percaya tuhan, memandang agama-agama itu 
angan-angan, dan seterusnya. saya bisa.

cuman sayang, sekalipun dari sudut pandang anda sendiri 
apa yang anda tulis itu bisa benar (secara relatif), 
justru saya melihat ada kekacauan di dalam cara berpikir 
anda itu.

coba sekali saja, anda berdiri pada posisi seperti saya, 
yang percaya Tuhan, percaya agama itu benar dan 
mengajarkan kebaikan, dan mencoba melihat agama dari sudut 
pandang substansi-nya. bisa nggak? kalau tidak bisa. yah 
memang kita memang beda. artinya, kalau anda adalah 
pendekar demokrasi, ham, scientist, dan semacamnya anda 
harus menghormati sudut pandang saya (dan rekan-rekan yang 
lain) yang tidak sependapat dengan anda. dus, karena itu, 
daripada kita sama-sama melanggar ham, tidak menghormati 
orang lain, mari kita hentikan saja hujat-hujatan tentang 
agama.

kita coba batasi diskusi tentang hal-hal yang memang 
secara manusiawi melanggar tanpa perlu mengait-ngaitkan 
dengan agama. setuju?

kalau anda mau mengritik atau memprotes perilaku penganut 
agama yang menyimpang, ya kritik atau protes saja atau 
kalau perlu kutuk! tidak ada masalah. tapi jangan 
bawa-bawa ke soal agama, karena anda harus pahami (bisa 
gak sih?) bahwa ada sudut pandang lain yang berbeda dengan 
anda!

oke, kalau anda masih bersikukuh dengan pendapat-pendapat 
anda, berarti anda memang sengaja mau merusak, mengganggu, 
dan melanggar ham!


On Thu, 15 Jun 2006 12:53:26 -0000
  "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> --- In [email protected], "Bagus-Taruno 
>Legowo" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> 
>> saya memang sengaja memberikan perspektif ketuhanan dari 
>> sudut hati nurani manusia, yang sebenarnya tidak bisa 
>> terbantahkan oleh manusia sendiri. setiap kali dilawan, 
>>ya 
>> bisa. tapi rasa sakit akan menerpa dirinya. itu saja.
>> 
> 
> 
> Apanya sih yang anda anggap tak terbantahkan???
> Aku sudah tulis hati nurani itu hanyalah istilah yang 
>menggantikan
> perasaan orang yang ber-beda2.
> 
> Hati nurani orang Kristen enggak sama dengan hati nurani 
>orang Islam.
> Hati nurani orang Hindu engga sama dengan hati nurani 
>orang Kristen.
> Hati nurani orang Buddhist enggak sama dengan hati 
>nurani Islam
> bahkan hati nurani orang Islam sendiri tidak sama dengan 
>sesama hati
> nurani orang Islam sendiri.  Juga hati nurani orang 
>Kristen tidak sama
> dengan hati nurani sesama orang Kristen sendiri.
> Lalu apanya yang bisa anda gunakan dari ber-beda2nya 
>hati nurani semua
> orang untuk membenarkan adanya Tuhan???
> 
> Mau membuktikan apapun, tidak boleh menggunakan hati 
>nurani karena
> hanya penelitian ilmiah itulah satu2nya yang bisa 
>membuktikan nya.
> 
> 
> 
> 
>> saya tidak perlu menyanggah tesis anda bahwa Kitab Sucin 
>> membuktikan sendiri bahwa Allah memang tidak ada. 
>>Karena, 
>> semua orang tahu, bahwa pernyataan tesis anda itu banyak 
>> mengandung kelemahan. kalau kitab suci membuktikan Allah 
>> tidak ada, lha Kitab Suci itu yang bikin siapa? Kalau 
>>yang 
>> bikin Allah, masak Allah membuktikan sendiri bahwa 
>>Dirinya 
>> Tidak Ada? Yang bener aja.
> 
> 
> 
> Saya membuktikan bahwa kitab suci itu ditulis orang 
>tolol yang mau
> menipu pembaca tentang adanya Tuhan, namun dari 
>tulisannya sendiri
> bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada !!!
> Memang benar, Allah tak perlu membuktikan sendiri bahwa 
>dirinya tidak
> ada, tetapi juga Allah tidak membuktikan dirinya ada dan 
>inilah yang
> sebenarnya!!!!
> 
> 
> 
> 
> 
>> Atau kalau Kitab Suci yang bikin BUKAN Allah, lha untuk 
>> apa dirinya SENDIRI susah-susah membuktikan Allah Tidak 
>> Ada. Apa perlunya membuktikan Allah Tidak Ada, melalui 
>> tulisan lagi. Khan aneh, dan jelas sekali kalau 
>> argumentasi anda itu justru kebolak-balik!
>> 
> 
> 
> 
> Untuk apa susah2 membuktikan Allah tidak ada?  Saya sih 
>engga merasa
> susah untuk membuktikan Allah tidak ada, cuma 3 baris 
>kalimat saja
> koq.  Sama saja kalo anda tanya kepada sutradara filem 
>Superman
> pertanyaan ini, untuk apa dia capek2 bikin filem yang 
>cuma angan2 yang
> enggak pernah ada yang semua penonton juga tahu?  Dan 
>tanyakan juga
> kepada penonton, untuk apa nonton filem yang jelas2 
>mereka tahu bahwa
> filem ini bohong cuma angan2 sutradaranya saja.  Juga 
>tanyakan kepada
> pengarang2 cerita fiction, dari namanya saja sudah 
>fiction yang
> artinya khayalan atau bohong2an, ada enggak gunanya 
>ngarang2 yang
> bohong2.  Bahkan isi kitab suci agama Hindu tentang 
>Pandawa,
> Mahabharata dan BharataYudha juga diakui oleh umat Hindu 
>sebagai
> dongeng2 khayalan.....  koq diimani oleh mereka ???? 
> Naaah.... dari
> jawaban2 mereka itu anda akan menemukan jawabat dari 
>pertanyaan anda,
> saya enggak merasa perlu menjawab pertanyaan2 stupid 
>anda itu.
> 
> 
> 
> 
> 
>> Makanya, saya tidak terlalu tertarik mengomentari topik 
>> dan argumentasi anda yang anda posting, sebab 
>>jelas-jelas 
>> lemah sekali logika yang anda bawa itu.
>> 
> 
> 
> Anda benar, tulisan saya memang bukan untuk menarik 
>orang2 yang
> berpikir pakai hati nurani bukan berpikir pakai otak. 
> Juga tulisan
> saya bukan untuk meningkatkan keimanan pembaca melainkan 
>untuk
> meningkatkan kemampuan berpikir kritis pembaca yang 
>beriman untuk
> menyadari bahwa keimanannya merusak kemampuannya 
>berpikir kritis.
> 
> 
> 
> 
>> Nah, tulisan saya itu, njelentrehno, daripada kita 
>> berdebat tentang teks-teks Kitab Suci, anda saya ajak 
>> masuk untuk bersama-sama merasakan kehadiran Allah dalam 
>> hati nurani kita itu.
>> 
> 
> 
> 
> Tulisan njelentrehno itu apa???  saya enggak ngerti, apa 
>maksudnya
> membuat istilah yang bukan bahasa yang dimengerti 
>pembaca??? Mungkin
> maksud anda biar pembicaraannya bisa muter2 atau 
>di-puter2, sorry yang
> begini enggak bisa saya layani atau komentari.
> 
> Hati nurani itu ibaratnya speaker yang dipasang 
>disamping layar
> bioskop agar penonton filem bisa ikut merasakan jalan 
>ceritanya dengan
> menyentuh perasaan.  Layar filem itu ibarannya adalah 
>angan2 seseorang.
> 
> Artinya, hati nurani itu hanyalah pelengkap seseorang 
>untuk menikmati
> angan2nya.  Memang sudah saya tuliskan sebelumnya bahwa 
>agama itu
> hanyalah kepercayaan, dan kepercayaan itu merupakan 
>bagian angan2,
> sedangkan hati nurani merupakan pelengkap untuk 
>meningkatkan perasaan
> seseorang dalam menikmati angan2nya.  Oleh karena itu, 
>kehadiran Allah
> didalam angan2 seseorang juga akan direkam oleh hati 
>nuraninya. 
> Bahkan kewajiban dari Allah untuk menjagal penyembah 
>berhala juga akan
> dikirimkan ke Hati Nurani umat yang diracuninya untuk 
>dikirim ke sel2
> motorik untuk pelaksanaannya seperti membomb, membakar, 
>menjarah
> maupun memperkosa.  Semua itu hanyalah kaitan anatomis 
>dan fisiologis
> yang menerangkan terciptanya dorongan2 biadab seorang 
>terorist yang
> mabok oleh ajaran2 agamanya.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
> 
> 
> 
>> Oke, salaam .......
>> 
>> Bagus TL
>> 
>> On Wed, 14 Jun 2006 03:03:40 -0000
>>   "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> > --- In [email protected], "Bagus-Taruno 
>> >Legowo" <[EMAIL PROTECTED]>
>> > wrote:
>> >>
>> >> sebelumnya saya minta apabila anda membalas ini, 
>>jangan 
>> >> dipotong pada paragraf yang hendak anda 
>> >> komentari........baca semuanya, dan komentari 
>>semuanya 
>> >> .........oke.
>> >> 
>> > 
>> > 
>> > Yang saya komentari hanyalah bagian yang penting, yang 
>> >tidak penting
>> > tak perlu saya komentari karena para pembaca bisa 
>> >melihat sendiri
>> > kesalahannya tanpa membaca komentar saya.  Biasanya 
>>yang 
>> >saya
>> > komentari adalah bagian2 yang menyesatkan pembaca 
>> >misalnya memutar
>> > balik topik permasalahannya--yang harusnya dibicarakan 
>> >"utara" tapi
>> > yang dibicarakan justru "selatan".  Misalnya, saya 
>> >membicarakan
>> > Amerika menumpas teroris bukan memusuhi Islam, tapi 
>> >ditanggapi sebagai
>> > Amerika memusuhi Islam bukan menumpas terorist, 
>>kemudian 
>> >saya dituduh
>> > men-jelek2an Islam karena menganggap ajaran islam itu 
>> >ajaran teror,
>> > padahal yang menyebut Islam terorist itu khan 
>> >sipembicara itu sendiri
>> > dimana Amerika yang menyatakan memerangi terorist 
>> >dibalik dengan kata
>> > bahwa Amerika memerangi Islam.  Otomatis khan mengakui 
>> >kalo Islam itu
>> > adalah terorist padahal bukan saya lah yang menyatakan 
>> >seperti itu
>> > pada mulanya.  Saya cuma mengikuti istilah yang anda 
>> >sendiri gunakan
>> > bahwa Amerika memerangi Islam, padahal yang ditangkap 
>> >dan ditembah
>> > Amerika bukan Islam melainkan terorist.
>> > 
>> > 
>> > 
>> >> so, repotlah kalau anda memang orangnya guoblok 
>>banget. 
>> >> hati nurani saja kagak tahu.........? ya memang benar 
>> >> kalau begitu, anda itu memang hatinya "gelap" banget. 
>> >>anak 
>> >> SD aja tahu, seorang scientist (?) dan pendidik (?) 
>> >> seperti anda gak ngerti apa itu hati nurani? payah 
>> >> ...........
>> >> 
>> > 
>> > 
>> > Enggak apa2 kalo mencaci saya goblok, tak perlu saya 
>> >sanggahpun semua
>> > pembaca tahu, semua sekolah Islam di Indonesia tak ada 
>> >yang satupun
>> > masuk nominasi untuk dianggap murid yang enggak 
>>goblok. 
>> > Dan semua
>> > negara Islam didunia ini tak satupun yang bisa 
>>dianggap 
>> >enggak goblok.
>> > Cukup khan....  aku kira semua pembaca tanpa aku 
>> >komentari juga dalam
>> > hatinya tidak akan memandang tulisan2ku sebagai 
>>tulisan2 
>> >goblok. 
>> > Karena kelebihan itulah, tulisan2 ku selalu dibaca 
>>semua 
>> >orang baik
>> > itu Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan animisme.  Yang 
>> >patut anda
>> > perhatikan adalah, tulisan2ku itu netral tidak 
>>berpihak 
>> >kepada agama
>> > manapun juga, yang salah langsung aku komentari, kalo 
>> >yang baik2nya
>> > sih silahkan saja ke mesjid atau gereja enggak perlu 
>> >baca tulisan2ku,
>> > karena tulisan sejenis dengan yang aku tulis ini 
>>langka, 
>> >dilarang MUI,
>> > dilarang pemerintah, karena membuat masyarakat jadi 
>> >berpikiran kritis
>> > yang sangat berbahaya bagi penguasa negara maupun 
>> >penguasa agama.
>> > 
>> > 
>> > 
>> > 
>> > 
>> >> aneh juga ya, di negara yang konon demokratis dan 
>> >>terbuka 
>> >> seperti Amerika, dimana berkembang wacana Emotional 
>> >> Intelegence-nya Daniel Goleman, dan Spiritual 
>> >>Quotient-nya 
>> >> Dannah Zohar dan Ian Marshal begitu luas, ada 
>>warganya 
>> >> (apalagi seorang scientist) yang sama sekali gak 
>>ngerti 
>> >> apa itu hati nurani? warga negara Amerika gadungan 
>>kali 
>> >> ya.............???????
>> >> 
>> > 
>> > 
>> > Sorry jangan muter2 mempropagandakan pengetahuan anda 
>> >tentang yang
>> > lain2nya, kita khan enggak diskusikan hal2 itu, jadi 
>> >saya tak akan
>> > komentari.  Diskusi itu adalah adu argumentasi yang 
>> >disusun menurut
>> > logika yang rasional bukan disusun sesuai pemenuhan 
>>hati 
>> >nurani. 
>> > Silahkan tunjukin buku tentang logika yang mengandung 
>> >hati nurani ???
>> > 
>> > Sorry, tulsan anda lainnya tak akan saya komentari 
>> >karena enggak ada
>> > kaitannya dengan topik diskusi.  Diskusi itu bukan 
>> >mencerca masalah
>> > pribadi, sehingga kalo anda mau mencerca pribadi 
>> >silahkan saja, saya
>> > tidak bisa meladeninya karena saya tidak punya hati 
>> >nurani untuk
>> > berdiskusi dengan anda untuk masalah pribadi.  Saya 
>> >tidak perduli
>> > dengan pribadi anda, saya hanya berpatokan apa yang 
>>anda 
>> >tulis yang
>> > ternyata tak ada kaitan dengan topiknya dan muter2 
>> >kearah topik lainnya.
>> > 
>> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
>> > 
>> > 
>> > 
>> > 
>> > 
>> > 
>> 
>>
> ========================================================================================
>> TELKOM Group Peduli Jogja, ketik PEDULI, kirim SMS ke 
>>5000
>> 
>> Dengan mengirim SMS berisi PEDULI ke nomor 5000, Anda 
>>telah
> menyumbang sebanyak Rp. 5.000,- per SMS
>> bagi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa 
>>Tengah.
>> Dana 100% akan disumbangkan TELKOM dan TELKOMSEL atas 
>>nama pelanggan
> ke Palang Merah Indonesia
>> setiap minggu selama 1 bulan, mulai 30 Mei s/d 30 Juni 
>>2006. 
>> Pengumpulan dan distribusi dana akan diaudit oleh 
>>auditor independen
> dan disaksikan oleh notaris. 
>> Bantuan via SMS ini dapat diikuti oleh pelanggan Flexi, 
>>kartuHalo,
> simPATI, dan Kartu As. 
>> 
>> Khusus untuk pelanggan Flexi, Anda juga dapat menyumbang 
>>dengan
> nilai sumbangan lebih besar 
>> dengan mengetik 10000 atau 25000 atau 50000 kirim ke 
>>5000. 
>> 
>> 
>> Informasi lebih lanjut, klik www.telkomflexi.com.
>>
> ========================================================================================
>>
> 
> 
> 
> 
> 

========================================================================================
TELKOM Group Peduli Jogja, ketik PEDULI, kirim SMS ke 5000

Dengan mengirim SMS berisi PEDULI ke nomor 5000, Anda telah menyumbang sebanyak 
Rp. 5.000,- per SMS
bagi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Dana 100% akan disumbangkan TELKOM dan TELKOMSEL atas nama pelanggan ke Palang 
Merah Indonesia
setiap minggu selama 1 bulan, mulai 30 Mei s/d 30 Juni 2006. 
Pengumpulan dan distribusi dana akan diaudit oleh auditor independen dan 
disaksikan oleh notaris. 
Bantuan via SMS ini dapat diikuti oleh pelanggan Flexi, kartuHalo, simPATI, dan 
Kartu As. 

Khusus untuk pelanggan Flexi, Anda juga dapat menyumbang dengan nilai sumbangan 
lebih besar 
dengan mengetik 10000 atau 25000 atau 50000 kirim ke 5000. 


Informasi lebih lanjut, klik www.telkomflexi.com.
========================================================================================
 


Quotes : 
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no 
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this 
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though 
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna - 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 


Kirim email ke