--- In [EMAIL PROTECTED], "godamlima" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> MOSLIM KITA BORN TOBE CITIZEN
> 21 juni 2006,rabu
> karena dalam agama Islam, kan, yang memang menjadi pegangan pertama
> adalah
> mempercayai keberadaan Allah dan Muhammad sebagai Rasul... kalau di
> situ saja
> anda sudah tidak percaya, buat apa lagi anda teruskan menganut agama
> itu???
>
> terimakasih...
>
Siapa yang berhak untuk menganggap bahwa pegangan pertama menjadi umat
Islam harus mempercayai Allah dan Muhammad ??? Setiap pegangan
se-mata tergantung siapa yang memegangnya.
Tidak berbeda kalo anda terpilih sebagai atlit olympiade yang mewakili
negara dan bangsa anda. Sebagai atlit yang terpilih mewakili bangsa
dan negara anda merupakan kebanggaan yang tertinggi bagi semua atlit
tingkat Nasional karena semua atlit Nasional dari semua bangsa2
didunia ini hanya memiliki satu mimpi yang tertinggi dimana dia
terpilih mewakili bangsa dan negaranya untuk bertarung dalam arena
Olympiade yang merupakan upacara ritual kepercayaan kuno terhadap
dewa2 Yunani dizaman dulu. Untuk bisa berpartisipasi dalam ritual
upacara penyembahan kepada dewa2 Yunani Kuno, anda tidak harus
mempercayainya, namun tetap saja anda harus tunduk dengan aturan2
ritual itu sendiri. Anda tetap disebut sebagai atlit Olympiade
meskipun anda tidak percaya kepada satupun dewa2 Yunani kuno itu.
Lalu kenapa saya harus dianggap bukan umat Islam se-mata2 karena saya
tidak percaya Allah dan Muhammad ???? Saya tak perlu percaya Allah,
tak perlu percaya Muhammad dan tak perlu percaya AlQuran untuk bisa
tetap disebut sebagai umat Islam, tidak berbeda dengan anda yang
menjadi atlit Olympiade atau disebut sebagai pemenang medali emas
Olympiade tetap dinamakan atlit olympiade atau pemenang medali emas
olympiade meskipun tidak pernah mempercayai dewa2 Olympiade itu
sendiri. Mengikuti dan menghormati upacara penyembahan ritual dewa2
Yunani dalam pesta Olympiade tidak mewajibkan siapapun untuk
mempercayainya, dan tidak mungkin medali emas anda dicabut hanya
karena anda menyangkal keberadaan Dewa Zeus sebagai sang pencipta alam
semesta.
Lalu kenapa harus menjadi beban berat bagi batin anda kalo orang tua
dan teman2 saya yang tercinta tetap mengharapkan saya tetap menjadi
umat Islam meskipun mereka menyadari bahwa saya tidak mungkin
mempercayai ajaran, Allah, maupun nabi2 yang dipercaya semua umat
Islam ??? Banyak umat Islam yang bangga kepada diri saya karena
dengan segala kecerdasan dan kedudukan saya yang begitu tinggi dan
dihargai bangsa Amerika ini ternyata saya tetap tidak mengabaikan atau
melupakan kecintaan saya kepada saudara2 dan orang tua saya yang
beragama dan percaya kepada ajaran2 Islam dan nabi2nya. Adalah tidak
bijaksana untuk mencaci maki atau meng-kafir2kan diri saya se-mata2
karena anda tersinggung kepada ketidak percayaan saya atas kebohongan
ajaran2 agama yang anda percaya. Semua agama tidak satupun ada yang
benar, namun tanpa kebenaran sekalipun bukan alasan untuk tidak
dipercaya, karena pada dasarnya kepercayaan itu memang bukan kebenaran
melainkan hanya bagian angan2 setiap umat yang membutuhkannya untuk
melepaskan kekecewaan2 terhadap realitas yang gagal diraihnya. Gagal
meraih cita2 dalam alam realitas, tidak perlu menjadi kekecewaan
siapapun juga karena kepercayaan kepada agama membuka kemungkinan anda
berhasil menciptakan angan2 yang meraih keberhasilan cita2 anda yang
gagal dalam alam realitas.
Semua usaha ilmu pengetahuan dalam mengembangkan teknologi cuma
mempunyai satu tujuan, yaitu menciptakan atau mengubah angan2 menjadi
realitas yang bisa menyempurnakan manusia dalam menikmati angan2nya.
Apakah begitu banyak filem2 dalam video atau DVD harus merupakan
realitas atau kebenaran ???? Tentu saja tidak, karena semua filem
yang digemari umat manusia justru merupakan hasil angan2 sutradaranya
tanpa harus menyentuh realitas kebenaran apapun juga.
Kalo saya ber-pura2 percaya atau pura2 beragama Hindu sewaktu
mengunjungi teman karib saya yang beragama Hindu, tentu saja mereka
menghargai ke-pura2an saya meskipun mereka tahu bahwa saya percaya
agama Hindu hanyalah pura2, mereka menghargai diri saya karena saya
bersedia pura2 percaya meskipun mereka tahu saya tidak percaya agama
Hindu. Mereka menganggap bahwa ke-pura2an saya itu merupakan expressi
penghargaan saya kepada kepercayaan mereka sehingga tidak alasan untuk
membenci apalagi mengusir diri saya, juga mereka tidak akan membentak
saya sebagai, "hey, lonte, tak usah pura2 percaya karena saya tahu
kamu tidak percaya agama Hindu"........ sikap seperti itu hanya ada
dalam umat Islam dan tidak pernah anda temukan dalam lingkungan umat
agama lainnya.
Sama sekali tidak berbeda dalam sikap saya yang membesuk teman saya
yang beragama kristen yang terpaksa dirawat di rumah sakit. Saya
ber-pura2 percaya atau pura2 beragama Kristen, dengan khusuk saya
pura2 juga berdoa kepada Yesus untuk membahagiakan teman saya agar dia
bisa cepat sembuh dengan doa2 saya yang cuma pura2 itu. Apakah perlu
saya berkata sebelum berdoa kepada teman saya bahwa saya tidak percaya
Yesus, tidak percaya Bible, dan saya cuma ber-pura2 berdoa untuk
sekedar menyenangkan dirinya ????? Tentu saja anda tahu jawabannya
tentu "tidak". Karena, dengan cara ber-pura2 pada saat yang tepat,
kemungkinan besar teman saya yakin bahwa saya ini benar2 percaya yesus
sehingga mempercepat kesembuhan dirinya dimana kalopun belakangannya
dia menyadari bahwa saya cuma pura2 namun dia akan berterima kasih
saya bersedia ber-pura2 demi mempercepat kesembuhan dirinya.
Demikianlah, ber-pura2 percaya agama bukan cuma terbatas pada hanya
agama Hindu atau Kristen, bisa anda lakukan kepada semua atau segala
agama ataupun kepercayaan tanpa menyinggung umat ataupun dianggap
menghina agama yang anda pura2 mempercayainya. Bahkan umat agama ybs
sangat menghargai sikap anda yang mau ber-pura2.
Apakah anda pikir umat Hindu mempercayai Megawati percaya Trimurti
sewaktu dia berkunjung kekuil mereka untuk bersembahyang dalam rangka
kampanye pemilihan presiden dulunya ??? Tentu saja mereka sadar kalo
Megawati cuma pura2 percaya dalam memberi atau dalam menghargai
kepercayaan umat Hindu itu sendiri. Dalam hal ini mereka menghargai
Megawati yang bersedia sekejab untuk pura2 percaya. Sama sekali bukan
alasan untuk membencinya, apalagi memurtadkan sikap pura2 itu seperti
yang ada dalam ajaran Islam.
Sama sekali tidak berbeda dengan sikap saya terhadap agama Islam yang
memang tidak bisa saya percaya baik kepada AlQurannya, nabinya, maupun
kepada Allahnya. Meskipun saya tidak percaya, bukan alasan bagi saya
untuk menyangkal anggapan keluarga dan teman2ku sejak kecil yang
mendambakan aku tetap sebagai umat Islam, dan bukan hal yang berat
bagiku untuk menyatakan diri sebagai umat Islam dalam membahagiakan
mereka semua yang beragama Islam. Kenapa sikap saya harus dibenci dan
harus dipaksa keluar dari agama Islam untuk masuk agama lainnya yang
juga tidak pernah saya percaya ???? Bukankah seharusnya saya sebagai
umat Islam yang tidak percaya agama Islam yang cuma pura2 percaya
dihadapan semua umat Islam sewajarnya dihargai oleh anda yang umat
Islam ???? Masalahnya anda memang tidak pernah merasakan nikmatnya
sumbangan2 saya kepada berbagai organisasi2 islam di Indonesia, yang
kalo saja anda sempat menikmatinya, tentu juga anda bangga akan diri
saya yang cuma pura2 percaya agama Islam, dan menghargai sebagai umat
Islam seperti diri anda meskipun tak pernah shalat ataupun berpuasa.
Apakah karena saya tidak percaya agama Islam, menjadikan saya
diharamkan untuk memberi sumbangan kepada umat Islam ??? Sikap yang
seperti demikian tidak pernah ada dalam umat agama lainnya diluar Islam.
Saya sangat berbahagia apabila bisa diterima sebagai umat keristen
sewaktu saya ber-pura2 percaya agama Kristen, dan mereka tidak pernah
sakit hati apalagi mencaci maki saya dalam ber-pura2 percaya,
sebaliknya mereka akan berusaha mengikat diri saya, menyenangkan diri
saya untuk menghargai ke-pura2an saya dalam menghargai agama
kepercayaan mereka yang memang tidak pernah saya percaya.
Sebaliknya, kalo saya ber-pura2 percaya agama kristen untuk bisa
menyelundupkan bomb kedalam Gereja agar bisa meledakkan Gereja bersama
umatnya itu sekedar mengejar pahala dalam agama Islam, maka
ke-pura2aan saya disini pasti dibenci, dikutuk, dan disumpah serapahi
oleh semua umat Kristen itu sendiri.
Adalah tugas saya sebagai seorang scientist untuk memecahkan semua
problem atau masalah yang dihadapi semua umat manusia didunia. Untuk
memahami problem2 itu tentunya saya harus ikut merasakan kehidupan
mereka maupun kepercayaan mereka, pada saat2 seperti ini saya
terkadang tidak bisa ber-pura2 percaya melainkan harus ikut sama2
mempercayainya untuk bisa merasakan apa yang mereka rasakan dan apa
yang mereka percaya. Namun setelah berhasil menemukan dan memecahkan
masalah yang dihadapi mereka, saya tak perlu lagi mempercayainya.
Mungkin sukar untuk dicerna umat beragama, bagaimana mungkin seorang
seperti saya bisa mempercayai sesuatu yang tidak saya percaya secara
temporer bukan sekedar ber-pura2. Namun hal ini mudah untuk anda
pahami sewaktu anda menonton filem fiktif yang anda tahu bahwa filem
itu hanyalah bohong2an atau angan2 sutradaranya. Sewaktu menonton
tentu anda harus betul2 menyerahkan kepercayaan anda kepada jalannya
cerita filem itu sebagai se-olah2 benar, dan anda tak mungkin untuk
pura2 percaya, karena kalo anda pura2 percaya tanpa mempercayainya
tentu anda tidak bisa menikmati filem manapun juga. Kalo saja anda
berhasil percaya kepada jalannya cerita filem yang cuma bohong2an itu
tentu anda bisa ikut sedih apabila filemnya memang menyedihkan, namun
juga bisa ikut tertawa gembira kalo filemnya memang lucu untuk
ditertawakan. Demikianlah, angan2 baik berupa filem maupun berupa
kepercayaan agama sama2 bermanfaat dalam memanipulasi perasaan anda
yang dalam keadaan sedih bisa diubah jadi gembira atau bahagia, dan
dalam kebahagiaan atau kegembiraan anda bisa dimanipulasi jadi sedih
sampai menangis mengeluarkan air mata yang bukan pura2. Juga bisa
mengubah perasaan anda jadi ketakutan sehingga jantung anda menjadi
ber-debar2 bahkan bisa mati akibat serangan jantung sewaktu menonton
filem bohong yang menakutkan.
Oleh karena itu, dengan menyadari arti kepercayaan dan hubungannya
dengan angan2, saya sangat mendambakan umat Islam bisa memahami
kesalahan2 ajaran Islam yang menjanjikan pahala2 dalam menyiksa atau
membunuh umat lainnya baik dalam bentuk membakar, menjarah, membomb
ataupun memperkosa umat lainnya, bahwa kepercayaan anda seharusnya
membagi kebahagiaan kepada semua umat manusia tanpa perlu
mempermasalahkan apakah mereka percaya atupun tidak percaya, karena
anda akan merasakan bahagia kalo mereka juga bahagia. Tidak ada
kebahagiaan pada diri saya kalo ada orang yang bisa bahagia atas
pengabdian saya tanpa mengharuskan mereka percaya atau menyembah diri
saya. Sama saja, kedua orang tua saya sangat mencintai diri saya
meskipun mereka tahu saya tidak percaya apapun yang mereka percaya
karena mencintai atau menyayangi sesama manusia tidak perlu harus
membedakan kepercayaannya.
> >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
>
Saya harus mengacungkan dua jempol saya untuk menghargai tulisan anda
kali ini. Sebenarnya saya ber-angan2 ingin mengangkat empat jempol
bukan cuma dua jempol saja, namun saya tidak bisa ikut mengangkat
kedua jempol kaki saya untuk diacungkan bersama kedua jempol tangan
saya. Karena kalo saya angkat kedua kaki saya juga, maka saya akan
ambruk tak bisa lagi berdiri.
Berbeda halnya kalo saya juga memiliki kendaraan Buroq yang dimiliki
oleh nabi Muhammad yang tidak bisa dilihat semua manusia meskipun
mereka percaya. Dengan menunggang Buroq itu, semua orang bisa melihat
saya mengacungkan keempat jempol saya tanpa perlu saya ambruk karena
terlihat saya se-olah2 melayang diudara dengan acungan empat jempol
keatas tanpa kelihatan ambruk.
Namun sayangnya, Buroq itu hanyalah khayalan atau angan2 umat Islam
yang dicekoki berbagai tahyul2 bohong untuk memperkuat iman
kepercayaannya yang cuma berfungsi menipu realitas.
Namun apapun alasannya, saya mengharap anda mampu ber-angan2 se-olah2
saya mengacungkan empat jempol saya meskipun realitasnya cuma dua
jempol yang saya mampu mengacungkannya. Dengan kepercayaan dan
keimanan yang kuat, saya yakin anda mampu melihat se-olah2 ada empat
jempol yang saya acungkan, karena dengan keimanan atau kepercayaan
anda mampu menipu pancaindera anda sehingga kedua jempol saya terlihat
sebagai empat jempol yang teracung.
Dan untuk itu saya mengucapkan rasa terima kasih anda yang bersedia
untuk beriman kepada empat acungan jempol meskipun cuma dua acungan
jempol dalam realitasnya. Karena dalam mengejar kebahagiaan setiap
manusia, tidak harus mempersepsi realitasnya saja karena angan2 lebih
lengkap menyediakan berbagai angan2 yang bukan realitas dalam memberi
kebahagiaan setiap umat manusia.
>
> Laen lagih dengan NGARAB2 EDAN ITUH..
>
> BORN TOBE NGARAB, ADALAH SANGET TERHURMAT
>
> JINGKALAO NGARAB GAJULAN SAKKALIPUN,
>
> PASTILAH DISEBUT WARGA KELAS NOMER SATUH???
>
> Heheheh..bahkan dijadikan HABIB2 PAMINGPIN PERPECAHAN
>
> BANGSA
dan tengoklah betapa banyaknyah warga kelas terhurmat
>
> Yang memangke gelar HABIB2 PEMECAH BANGSA
>
> NAMUN DI MATA PARA MOSLIM, NGARAB ITUHLAH
>
> WARGA INULNESIAH NOMER SATUH BUKAN???
>
> BORN TOBE MOSLIM, ITUHLAH UNGKAPAN TANTEKU
>
> BORN TOBE CINO, ADALAH KECILAKAAN BUAT AKEW2 ITUH
>
> BORN TOBE NGARAB, ADALAH BERKAH SORGAWIH DI
>
> TANAH INULNESIAH!!!
>
> BORN TOBE EDWYN?? ADALAH SATU PERTANYAKAN JADINYAH?
>
> Salam idolah Moslim kita, buat bung Edwyn..
>
> >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
>
> bu hafsah alias muslim... satu pertanyaan itu adalah, mengapa anda
> masih terus
> mengaku beragama islam??? mengapa anda enggak atheis??? atau menjadi
> pemeluk
Siapa yang menurut anda berhak memaksa saya untuk menyangkal beragama
Islam ???? Kalo ayah ibu saya terluka perasaannya sewaktu saya
menolak untuk mengaku beragama Islam, bagaimana cara saya untuk
membalas budi cinta kasih orang tuaku itu ??? Kalo tetap beragama
Islam bisa membahagiakan umat Islam, keluargaku, dan teman2ku, kenapa
saya harus melukai perasaan mereka yang tetap menganganggap saya umat
Islam meskipun mereka sadar saya tidak mempercayainya ???
Sangat berbeda dengan anggapan anda mengenai Atheist. Atheist di
Amerika merupakan kelompok radikal seperti juga fundamentalist agama
lainnya, mereka sangat anti-agama dimana saya tidak mungkin bisa
bergabung dengan mereka sambil mengabdi dan memberi sumbangan saya
keberbagai organisasi agama yang menentang atheist ini. Kenapa saya
harus anda paksa menjadi Atheist sementara saya dalam kenyataannya
bukanlah penganut Atheist ???? Apakah anda pikir sikap anda itu
bijaksana untuk memaksakan saya mengakui diri saya sebagai orang
Atheist yang bertentangan dengan sikap atheist itu sendiri ???? Kalo
saya bisa membahagiakan umat Islam yang menganggap saya sebagai umat
Islam, kenapa saya harus melukai perasaan mereka untuk sikap mengakui
sebagai atheist yang bertentangan dengan perasaan saya sendiri ????
Saya boleh ber-pura2 percaya agama apapun juga demi membahagiakan atau
demi kebahagiaan semua umat beragama itu sendiri. Kenapa saya harus
menyangkalnya ???? Apakah kalo saya menyangkal agama tertentu bisa
membahagiakan perasaan umat beragama ybs ???? Tentunya tidak ya !!!
Ber-pura2 percaya agama adalah sikap semua ilmuwan didunia dalam
membahagiakan mereka umat yang percaya agama. Namun banyak umat
beragama yang berusaha menyalah gunakan ke-pura2an para scientist yang
se-olah2 mempercayai agamanya untuk tujuan propaganda atau promosi
agama mereka demi memperbanyak umat maupun untuk tujuan memperkuat
keimanan melalui kebohongan2 dalam menipu umatnya masing2.
> agama lain??? atau malah menciptakan agama baru lalu kemudian
> mengangkat diri
> anda menjadi Tuhan, nabi atau jibril... karena dalam postingan ini
> anda
> mengatakan, "Keyakinan bisa berupa kepercayaan tak perlu harus berupa
> kepercayaan, dan tak pernah ada yang menganggap kepercayaan itu
> sebagai realitas
> apalagi kebenaran." tolong jelaskan kepada saya yang bodoh ini
> tentang kalimat
> itu???
>
Kenapa saya diharuskan menciptakan agama baru sementara banyak agama
yang lama saja tak satupun ada yang saya percaya ???? Semua ajaran
agama pada hakekatnya menipu umatnya untuk vested interest yang mereka
sendiri yang mengetahuinya. Begitu banyak ajaran2 agama yang
mengorbankan umatnya, kenapa saya harus menambah lagi menciptakan
agama baru untuk menambah jumlah korban2 yang jatuh oleh kebohongan
ajaran2 agama yang sudah ada ???? Lebih bijaksana saya tidak
menciptakan agama baru apapun juga agar tidak bertambah lagi jumlah
korban2 akibat kebohongan2 kepercayaan agama itu sendiri.
Pernah sebagai dokter di Indonesia saya diundang untuk berkhotah
dihadapan umat Islam tentang kesehatan dalam menjalankan kewajiban
berpuasa dalam rukun Islam. Saya diminta berbohong, memutar balik
kenyataan bahwa berpuasa cara2 Islam tidak selalu menyehatkan karena
sangat tergantung dengan kondisi umat itu sendiri. Misalnya bagaimana
mungkin seorang penderita kencing manis bisa sehat kalo harus
berpuasa??? karena penderita kencing manis wajib mengatur makanannya
secara teratur menurut perhitungan jumlah kalori yang harus masuk
ketubuhnya yang tidak memungkinkan dirinya untuk bisa sehat dengan
berpuasa. Masih banyak kelainan2 lain yang bukan penyakit yang
dilarang untuk berpuasa. Namun kenapa saya hanya diharuskan
mempromosikan kebaikan2 berpuasa tetapi dilarang menerangkan
keburukan2nya ???? Biarlah, untuk berbohong tentang kebaikan2
berpuasa saya persilahkan dokter lain yang merasa berpahala dalam
berbohong dalam meningkatkan keimanan Islam dengan mengabaikan korban2
umat Islam yang jatuh akibat terkecoh oleh kebohongan2 itu sendiri.
> lalu dalam beberapa postingan terakhir, dengan jelas2 anda
> mengatakan bahwa
> banyak yang salah dari kitab suci kami... anda pun mengatakan bahwa
> Allah itu
> tidak ada... bahkan kepercayaan terhadap Allah anda samakan dengan
> kepercayaan
> orang akan adanya nyai loro kidul... itulah yang membuat saya
> bingung, mengapa
> anda sendiri membantah semua hal tentang agama yang anda katakan
> anda anut...
>
Apakah menurut anda kitab suci Alquran yang menghalalkan darah
penyembah berhala dan memberi pahala kepada yang berjasa menjagal
Yahudi bisa anda anggap sebagai ajaran yang tidak salah ???? Apakah
kitab suci agama lain harus disalahkan kalo juga menulis ganjaran
pahala kepada umatnya yang menjagal umat Islam ????
Saya mengingat ajaran Buddha yang menyatakan janganlah mencubit orang
kalo anda sendiri tidak suka dicubit. Dengan kata lain, kalao anda
dihalalkan menjagal umat yang menolak menyembah Allah, dilain pihak
umat lainnya juga menghalalkan umatnya menjagal umat Islam, lalu
perdamaian yang bagaimana yang bisa anda harapkan kalo semua umat
beragama saling menghalalkan menjagal umat lainnya yang berbeda
agamanya ???? Cara2 berpikir atau beriman seperti itulah yang kita
namakan kita namakan sebagai kepercayaan biadab. Karena dalam HAM
dengan jelas mewajibkan kita saling melindungi sesama manusia tanpa
membedakan agamanya bukan saling menjagal manusia karena berbeda agama
kepercayaannya.
> karena dalam agama Islam, kan, yang memang menjadi pegangan pertama
> adalah
> mempercayai keberadaan Allah dan Muhammad sebagai Rasul... kalau di
> situ saja
> anda sudah tidak percaya, buat apa lagi anda teruskan menganut agama
> itu???
>
> terimakasih...
>
Betul, namun kita tak harus berpegang pada ajaran Islam manapun juga
selama menimbulkan ancaman malapetaka kepada umat beragama yang
lainnya. Karena kalo anda percaya Allah selanjutnya juga harus
percaya akan kewajiban2 lainnya yang biadab. Kenapa kita harus
percaya kalo kenyataannya harus banyak jatuh korban2 penjagalan akibat
mereka yang menolak menyembah Allah ???
Saya cukup mempercayai bahwa setiap umat wajib dilindungi sama tanpa
membedakan agamanya. Tidak ada umat yang lebih tinggi derajatnya
karena antara manusia yang menyembah berhala tidak lebih hina daripada
mereka yang menyembah Allah, keduanya sama2 menyembah angan2nya dalam
menikmati kebahagiaan yang sama meskipun dibawah nama agama yang berbeda.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://asia.docs.yahoo.com/info/terms