Kekalahan telak Arab Saudi 0-4 atas Spanyol dalam kejuaraan sepak bola Piala Dunia agaknya tidak akan mengakhiri silang sengkarut yang dipicu oleh pertandingan sepakbola antarbangsa. Tapi sebaliknya. Kontroversi itu bisa sekedar menjadi awal adu dan tukar pendapat dalam internet dan media lain mengenai bola Piala Dunia. Laporan redaktur internet Arab: Mohammad Abdulrahman.
Dominasi menjagat sepakbola dewasa ini menyebabkan kekikukan yang bukan main di antara berbagai kalangan muslim konservatif, pada banyak bagian dunia Islam. Meski kaum islam konservatif tidak anti olah raga, tapi mereka terus mencurigai sepakbola dan jenis olahraga lain yang mengundang perhatian khalayak luas. Mereka biasa menuduh para penguasa menggalakkan sepakbola dan kegiatan-kegiatan yang norak untuk menjauhkan kaum muda dari politik. Piala Dunia yang biasanya diselenggarakan jauh dari dunia Islam juga bukan merupakan perkecualian. Kalangan Islam sangat tidak gembira melihat kawula muda mereka terlalu banyak meluangkan waktu dan energi untuk menonton bola, katimbang beribadah. Masuknya Arab Saudi, tuan rumah tempat-tempat suci Islam, ke babak final dalam Piala Dunia sampai empat kali, tentu membanggakan kebanyakan orang Saudi, tapi tidak semuanya. Para sheik dan mufti agung berdiam seribu bahasa. Tetapi tukar pendapat yang panas terus berlangsung di pelbagai situs internet islam, mempersoalkan apakah ikut serta dalam piala dunia tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Beberapa pengulas di situs internet telah bicara jauh. Mereka menuduh lima pemain Saudi telah berbuat dosa yang tak terampunkan. Sebab telah membungkuk di hadapan rekan mereka, Sami Al-Gaber, yang mencetak gol kedua bagi Saudi melawan Tunisia. Tuduhan itu amat menjengkelkan tim Saudi. SFA, Perhimpunan Sepabola Saudi, dipaksa mengumumkan bahwa para pemain itu sejatinya membungkuk di hadapan Allah yang Mahabesar, mengucap syukur atas rahmatNya. Juga bahwa SFA telah menerima fatwa yang absah dari seorang Sheik terkemuka. Isinya, mereka diperkenankan membungkuk ke hadapan Tuhan selama pertandingan dan tanpa perlu menghadap ke Mekah sebagaimana dalam keadaan yang biasa. Imam-imam setempat di Jerman juga ikut campur mendukung para atlet muslim dari Tanah Suci. Jurubicara rombongan Saudi mengatakan kepada pers, kaum muslim Jerman sangat menghargai gerakan membungkuk kepada Tuhan cara islam yang dilakukan para pemain Saudi. Dan juga, Imam di Frankfurt menjanjikan dukungan penuh kepada para pemuja alias fans sepakbola muslim Jerman. Demikian dilaporkan sebuah suratkabaar Saudi terkemuka. Bahkan sebelum pertandingan dimulai, SFA sudah amat berhati-hati dan sadar perlunya menenangkan para ulama konservatif sampai mereka balik kandang. Pada pertandingan pertama mereka melawan Tunisia, para pemain bola Saudi mengumumkan tidak mau menerima hadiah Pemain Terbaik jika salah satu dari mereka menang. Sebab, perusahaan yang mensponsorinya adalah perusahaan bir dan hadiah itu sendiri berupa piala gelas bir. Menyeberang Laut Merah di Somalia, Milisi Mahkamah Islam, pemegang kekuasaan di ibukota Mogadishu, bulan ini berhadapan dengan kaum muda Somalia untuk pertama kalinya. Ini dalam rangka menghalangi mereka menyaksikan pertandingan-pertandingan Piala Dunia. Penyebab dasarnya, nonton bola dianggap tidak islami. Maka di Mogadishu, kaum muda itu mengamuk, membakari ban-ban. Itu terjadi setelah Milisi Islam memotong aliran listrik di pusat kota, saat kaum muda menyaksikan Piala Dunia, minggu lalu. Demikian laporan kantor berita Reuters. Bahkan kerusuhan-kerusuhan paling naif dalam Piala Dunia juga menjadi bahan untuk tafsir-tafsir keagaamaan. Misalnya, manakala Umar, pemain Meksiko mencetak gol melawan Iran, banyak situs internet Islam aliran Sunni menayangkannya sebagai "Umar menaklukkan Iran". Ya, menggoda muslim Syiah, yakni dengan mengingatkan Kalifah Umar - penerus kedua Nabi Muhammad - yang diyakini paling dibenci kaum Syiah. Di Iran sendiri, para mullah negeri itu diketahui tidak terlalu bergairah terhadap Piala Dunia. Menariknya tak dilaporkan adanya fatwa-fatwa anti bola. Tetapi perempuan tetap dilarang menonton campur dengan lelaki dalam pertandingan-pertandingan di stadion. Sudah tiga kali Arab Saudi ambil bagian dalam Piala Dunia, tapi sebelum itu tidak sampai mengobarkan tanggapan dan adupendapat di Arab Saudi dan di mana pun seperti sekarang. Menurut banyak pengamat di Timur Tengah, ribut-ribut sekarang menandai terjadinya banyak perubahan di kawasan. Yakni bergemuruhnya gelombang keislaman menyapu kawasan itu setelah peristiwa 11 September. WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. Edisi ini diterbitkan pada: Sabtu 24 Juni 2006 11:50 UTC __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Quotes : " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life." - Anand Krishna - Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

