loh, anda koq jadi sewot sih.....he he he. kalau memang benar Nabi Muhammad itu buta huruf, memangnya kenapa? itu tidak disangkal, karena Al Qur'an memang mengatakan bahwa beliau adalah Nabi yang ummy. istilah "ummy" ini ada yang berbeda pendapat. sebagian mengartikan "buta huruf" sebagaian lagi mengartikan dengan "buta" dari filsafat atau ilmu pengetahuan yang sesat pada waktu itu.
kalau buta huruf, bagaimana bisa beliau dipercaya membawa rombongan dagang kemana-mana, kalau beliau tidak mengerti baca-tulis. kita tahu orang yang buta baca tulis gampang sekali dibohongi orang, ya nggak? sementara beliau justru sukses besar, karena beliau sangat profesional, yang menyebabkannya makin dipercaya oleh hartawan- hartawan Mekkah. andai kata benar bahwa beliau buta huruf dalam arti leterlek (tekstual), masih ada orang-orang dekat beliau yang sangat-sangat terpelajar (baca: bisa baca tulis) seperti Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan masih banyak sahabat-sahabat beliau yang jago-jago. wah kelihatan anda tidak paham tentang bahasa. bagaimana bisa bunyi kalau bahasa tanpa consonant? bahasa itu hanya bisa bunyi aaaaaaaaaaa, aiiiiiiii, auuuuuuuuuu, eoooooooo, oooooooooooo, gitu ya? gitu koq ngomong huruf dan angka......gimana to ya .......... benar, dulu huruf arab tanpa harakat (lho anda ngerti rupanya) alias arab gundul. apanya yang aneh? tidak ada masalah. kalau anda mau datang-datang ke pesantren-pesantren salaf di Jawa, anda masih banyak menjumpai kitab-kitab yang ditulis dengan huruf arab tanpa harakat. dan untuk semuanya itu tidak ada masalah sedikitpun. orang menunjukkan kebenaran dan menunjukkan dimana salah anda, koq dibilang mempropagandakan Islam, gimana sih? Islam tidak perlu propaganda. Dan andai kata memang berpropaganda, memangnya kenapa? siapapun atau agama apapun boleh dan berhak untuk melakukan propaganda. persoalan siapa yang mau atau percaya, loh itu khan hak dari masing-masing orang (yang mendengar atau membaca). kenapa anda sewot dan mengalihkan topik huruf dan angka ke masalah propaganda? setiap orang memang boleh dan tidak dilarang membaca Al Qur'an, tetapi kalau tidak mengerti jangan menafsiri sendiri. bertanyalah pada orang yang mengerti. samalah dengan orang yang berpendidikan dengan yang tidak berpendidikan. apakah bacaan yang dibaca orang berpendidikan dipersepsi sama oleh orang yang tidak berpendidikan? tahulah jawabannya ............... he he he --- In [email protected], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], "btlegowo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Untuk si HS/MM, > > 1. Angka Arab (atau semua angka yang ada di dunia) selalu melekat > > pada huruf Arab yang disebut dengan huruf Hijaiyah, sebagaimana kita > > tahu dimulai dari Alif hingga Ya. Sementara huruf Arab, yang menjadi > > dasar penulisan Al Qur'an adalah benar huruf asli Arab, dan ini > > berbeda dengan huruf-huruf di Syria, Iran (Persia), Babilonia, Mesir > > atau malah India. Bagaimana mungkin Angka Arab anda sebut dari Syria? > > > > > Silahkan buka AlQuran baca bahwa nabi Muhammad buta huruf dan semua > penulisan dilakukan oleh tawanan2 yang berasal dari beberapa kerajaan > diwilayah Syria sekarang. Abjad Arab mulanya berasal dari huruf2 > syria yang tidak memiliki consonant. Dan Alquran itu juga ditulis > pada mulanya tanpa consonant. Dulu ada yang menamakan huruf arab ini > dengan nama huruf arab gundul. > > > > > > 2. Kalau benar Angka Arab dibawa oleh budak-budak Arab atau pedagang, > > dan diadopsi oleh para Ilmuwan di Eropa, woow itu sungguh ruaaar > > (baca: luar) biasa. bagaimana tidak? sekelas ilmuwan "percaya" pada > > budak atau pedagang Arab yang kelasnya bisa jadi (yang di jaman itu) > > lebih rendah dari mereka. > > > > > > > > Tak guna saya debat kusir dengan seorang yang cuma diracuni dogma > agamanya, karena kalo mau berpihak kepada realitas sejarah anda harus > sekolah di luar negeri yang bebas dari kewajiban percaya agama. > > Mau mempropagandakan agama dengan kebohongan2 kitab suci bukanlah > aktivitas ilmu pengetahuan yang cuma berdasarkan realitas tanpa tujuan > promosi atau propaganda agama. Tujuan anda khan cuma mau menyatakan > betapa menakjubkan adanya AlQuran dan Islamnya !!! Sayangnya dunia > tidak memandang seperti apa yang anda pandang !!! Umat Buddha yang > belajar Islam juga tetap memandang agamanya lebih tinggi tingkatnya > dari pada Islam demikian juga umat2 lainnya. Islam memang dipandang > biadab karena menghalalkan pembanjagalan2 terhadap yang dipandangnya > bukan Islam meskipun sering mereka itu juga sesama Islam. Dalam > kebiadaban ini tak ada tandingannya dibanding dengan agama lainnya > sehigga apalah artinya berdebat kusir tentang hal2 yang tak bisa > diubah akan kenyataan2 yang tertulis dalam AlQuran. Yang bisa baca > AlQuran itu semua orang bukan anda sendiri, setiap orang mampu membaca > dan memahami alQuran tanpa perlu beriman !!!! jadi tak perlu berdebat > kusir untuk sesuatu yang tertulis dalam alquran yang bisa dibaca semua > orang. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > Quotes : " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life." - Anand Krishna - Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

