--- In [EMAIL PROTECTED], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Refleksi : Apakah bencana alam yang makin banyak menimpa Indonesia
karena para penguasa negara memakai nama Allah untuk menipu rakyat
dan oleh karena itu Allah murka? Ataukah masalahnya hanya proses
alamiah belaka?
>
>
Ternyata shalat 5x, puasa dan tahajut tetap sia2, Allah tetap tidak
memberi dispensasi kepada mereka yang menyembahnya, tak terbukti Allah
melindungi umatnya.
Bayangkan saja berapa banyak dana dan waktu yang terbuang untuk
kegiatan agama yang sia2 ini belum lagi jiwa yang jadi korban ikut
sia2 mati tanpa ada manfaat apa2.
Namun beragama sama sekali tiaklah salah, karena beragama tidak
se-mata2 hanya percaya, melainkan juga merupakan hiburan,
bermasyarakat, saling membantu dsb, dsb yang masih banyak lagi
manfaat2 dalam beragama. Tapi saya hanya mengenang korban2 yang
jatuh, coba anda bayangkan, bagaimana umat Islam menghancurkan patung2
berhala dan membunuhi para penyembah berhala sejak zaman dulu. Alasan
menghancurkan berhala dan membunuhi penyembahnya adalah karena tidak
terbukti patung2 itu bisa melindungi penyembahnya. Padahal, tidaklah
beda, juga Allah tidak terbukti bisa melindungi penyembahnya, apakah
harus dibunuhi para penyembah Allah ??? Demikianlah, ajaran Islam
memang biadab, kita harus mampu menghilangkan ayat2 biadab itu atau
para penyembahnyalah yang harus dihilangkan.
Sejarah masa lalu sudah mencatat berbagai kesalahan2 agama yang
membuat banyak korban jatuh sia2, tetapi dengan berjalannya waktu,
semua umat beragama menyadari kesalahan2 masa lalu, mereka belajar
dari kesalahan, memperbaiki kesalahan, bertindak lebih benar dimasa
sekarang, dan makin sempurna dimasa depan. Demikianlah, dengan
berjalannya waktu, semua umat beragama makin maju memahami pentingnya
HAM yang akhirnya berhasil dideklarasikan atas persetujuan umat
beragama diseluruh dunia. Namun sayangnya, umat Islam baik di
Indonesia maupun didunia masih banyak yang hidup dimasa lalu meskipun
secara fisik berada dimasa sekarang. Mereka melestarikan kesalahan,
bertindak sama salahnya sekarang seperti juga masa lalunya, korban2
makin banyak berjatuhan, bukan cuma umat lainnya, juga sesama umatnya
sendiri. Tidak ada pilihan yang lebih baik, yaitu junjunglah HAM.
Dengan HAM inilah semua umat manusia bisa bersatu, bersatu menghadapi
kekejaman alam, bersatu dalam salig tolong menolong, bersatu dalam
saling bertukar informasi, bersatu dalam saling mendidik, bersatu
dalam upaya saling membahagiakan, dengan bersatu semua umat beragama,
maka perdamaian makin stabil, dan kita semua bisa menikmati kemajuan2
teknologi yang makin mengherankan, kita hidup dalam mimpi kita, dan
para scientist menciptakan mimpi2 baru untuk dinikmati kita semua.
Demikianlah, diantara mimpi2 menakjubkan adalah cara2 mengatasi
bencana alam.
Kegagalan2 kita dalam mengatasi bencana alam sangat banyak penyebabnya
sehingga tak perlu kita bicarakan namun satu yang paling menonjol
yaitu agama terutama AGAMA ISLAM yang mau dipaksakan sebagai hukum
negara. Agama ini membawa perpecahan, perpecahan menghasilkan saling
mencurigai, dalam saling mencurigai tidak pernah ada saling bantu
karena mereka saling menimpakan bencana kepada yagn lainnya, saling
menjegal, teknologi bukan untuk dikembangkan bagi kemanusiaan
melainkan untuk menciptakan bencana kemanusiaan, semua ini merusak
system management yang dibutuhkan dalam penanganan bencana.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://asia.docs.yahoo.com/info/terms