Date: Tue, 01 Aug 2006 20:36:05 +0700
To: (Recipient list suppressed)
From: JATAM <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Siaran Pers 1 Agustus 2006, Hentikan Eksplorasi dan
Eksploitasi Migas di Kawasan Padat Huni

   
  SIARAN PERS, 1 Agustus 2006
JATAM dan WALHI
 

  Hentikan Eksplorasi dan Eksploitasi Migas di Kawasan Padat Huni
   
Ledakan sumur migas Sukowati 5, desa Campurejo Kec, Bojonegoro, Desa Ngampel, 
dan Sambiroto Kec Kapas, Kabupaten Bojonegoro adalah pertanda bahwa eksplorasi 
dan eksploitasi migas di kawasan padat huni sudah harus dihentikan. Ledakan ini 
menambah daftar panjang kecelakaan migas  di daerah padat mukim. Kecelakaan 
migas terjadi hampir setiap tahun dalam 5 tahun terakhir di Jawa Timur. Pada 
tahun ini saja sudah terhadi kedua kalinya. Kecelakaan di Bojonegoro menyusul 
kasus blow-out sumur eksplorasi PT. Lapindo Brantas yang menenggelamkan 
setidaknya 7 desa dan lebih dari 210 hektar lahan produktif. Ironisnya, 
pemerintah lebih mampu memungut hasil produksi migas ketimbang menangani resiko 
bencana akibat kecelakaan dan kerugian yang ditimbulkannya. 
 
Lebih dari 20 blok yang telah diijinkan beroperasi berada di kawasan paling 
padat di seluruh Pulau Jawa. Hampir keseluruhan operasi minyak dan gas bumi di 
daratan (on-shore) dan pesisir berada di kawasan Pantai Utara Jawa, termasuk di 
Jawa Timur. Propinsi Jawa Timur merupakan salah satu kawasan kaya sumber migas 
dengan total cadangan minyak 249,19 juta barel dan gas 4,32 TCF. Dengan 
demikian lebih dari  13 juta penduduk yang wilayah hidupnya berada dalam 
wilayah dalam 16 blok migas (1.796.072,03 Ha) hidup dalam resiko. 
 
Pihak PetroChina, diwakili oleh Security Supervisor Djoko Agus mengungkapkan 
apa yang terjadi di sumur eksplorasi JOB Pertamina-PetroChina adalah hal yang 
biasa terjadi di dunia industri migas. Bedanya, kejadian kali ini terjadi di 
sekitar rumah penduduk dan menimbulkan kepanikan. "Hal seperti ini itu biasa, 
namanya gas kick (tendangan gas) ketika pengeboran mencapai kedalaman 6.300 
feet, lalu petugas mencoba menyemprot lumpur padat, tapi gagal, tidak mampu 
menghambat laju gas dan akhirnya menyembur," kata Djoko.
 
Sementara itu menurut Sujiman Lurah Ngampel, ”Apa yang menimpa desanya kali ini 
sudah diperkirakan sebelummya. Bahkan, penduduk di tiga desa itu sempat 
melakukan demonstrasi, dua hari menjelang semburan gas itu terjadi. "Penduduk 
sudah pernah berdemonstrasi dan menuntut PetroChina untuk memperhatikan segala 
kemungkinan terburuk seperti yang terjadi di PT. Lapindo, tapi akhirnya terjadi 
sungguhan," tuturnya.
 
Akibat kejadian ini sedikitnya 148 Orang di rawat di RS Sosodoro Djatikoesoemo 
dan 2000 Lebih Warga Mengungsi. Warga yang menggungsi berasal dari desa sekitar 
lokasi pengeboran Sumur Migas Sukowati V yaitu Desa Campurejo diungsikan ke 
Gedung serba Guna, warga Desa Ngampel diunsikan ke Masjid Ngampel dan warga 
Desa Samborito ditempatkan di Lembaga Candradimuka Pramuka.
 
Menurut catatan Walhi dan JATAM, tidak ada satu pun penanganan kejadian 
kecelakaan industri migas di Indonesia yang mampu memulihkan kondisi 
keselamatan dan produktivitas warga serta lingkungan setempat. Sejak jaman 
Pemerintahan Soeharto hingga Pemerintahan Terkini, gagal melindungi warga dari 
dampak industri migas yang penuh resiko tersebut. 
 
Ironisnya, pernyataan-pernyataan pejabat publik di media masa sangatlah 
memalukan dan terkesan lepas tangan. Wakil Presiden Jusuf Kalla misalnya, 
menyatakan bahwa pemerintah lepas tangan dalam kasus ledakan sumur migas 
Sukowati. Para pejabat tersebut berlagak lupa bahwa mereka dipilih untuk 
memastikan aset-aset rakyatnya terlindungi. Mereka lupa bahwa menurut 
Undang-Undang, merekalah yang bertugas mengelola seluruh blok migas di 
Indonesia, mulai perijinan, pengawasan hingga memungut hasil. Pernyataan diatas 
membuktikan pemerintah lebih giat memungut hasil produksi migas ketimbang 
berniat melindungi warganya dari resiko bencana yang ditimbulkannya. Penanganan 
bencana dan korban banjir Lumpur Lapindo di Sidoarjo semakin memperkuat bukti 
tersebut. 
 
Pemerintah harus mengakui bahwa negeri ini tak memiliki, bahkan tak memikirkan 
mekanisme perlindungan warga di wilayah industri migas padat huni seperti pulau 
Jawa. Tidak ada satupun mekanisme yang memastikan aset-aset sosial rakyat dan 
lingkungannya aman, atau dipastikan bisa segera dipulihkan jika terjadi bencana 
akibat kecelakaan migas. 
 
Oleh karenanya Walhi dan JATAM  mendesak pemerintah segera mengevaluasi seluruh 
kebijakan dan tindakannya atas ijin eksplorasi dan eksploitasi migas di kawasan 
padat huni di Pulau Jawa. Perlindungan atas keselamatan warga harus menjadi 
prioritas dalam pertimbangan pemberian ijin eksplorasi atau eksploitasi migas 
di Indonesia [selesai].
 
Kontak Media:
Torry Kuswardono (Manager Kampanye Tambang dan Energi WALHI), 0811-383270
Andrie S. Wijaya (Campaigner Energi Fosil JATAM), 0812-9459623
 
Catatan untuk redaksi :
 
1.      Cadangan Minyak Bumi yang dimiliki oleh Jawa Timur (2000), Terbukti 
150,0 Potensial 133,7 Total 283,7 (juta Barrel). Cadangan Gas Bumi Terbukti 2.0 
TSCF Potensial = 3.2 TSCF Total = 5.2 TSCF. Kabupaten Bojonegoro memiliki 
cadangan Minyak dan Gas, total yang sudah terbukti 645 MMBOE, yang belum 
terbukti dan belum di bor sebesar 2.612 MMBOE.



Arsip :
1. CABUT PSC LAPINDO, SOLUSI TERHADAP ANCAMAN BENCANA BAGI MASYARAKAT DI 
SEKITAR BLOK BRANTAS
2. SIDANG PIDANA KASUS NEWMONT: PEMERINTAH HARUS LEBIH SERIUS !
3. APBN Perubahan 2006 Menambah Beban Penderitaan Rakyat

www.jatam.org





Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/   
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 






                                
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Quotes : 
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no 
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this 
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though 
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna - 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 


Kirim email ke