Terima kasih atas begitu banyaknya respon yang diberikan kepada mang 
Ucup, sehingga tidak memungkinkan bagi saya untuk menjawabnya satu 
per satu. Selama bertahun-tahun bermilis ria, belum pernah saya 
mendapatkan begitu banyak pentungan seperti sekarang ini. Kebanyakan 
pentungan datangnya terutama dari kaum perempuan, oleh sebab itulah 
dengan soja rangkap tangan dua sambil membungkukkan badan 90 
derajat, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya bisa mengerti 
dan juga menghayatinya, apabila Anda menjadi geram dan sewot 
terhadap mang Ucup sang Cauvinist Babi tuek ini – baca Buaya Darat 
tua!

Sang Buaya Darat yang telah berubah jadi Cecak Kecil,  walaupun 
demikian masih hafal dari awal s/d akhir seluruh isi buku mulai 
dari „Joy of Sex" (Master & Johnson) s/d „Kamasutra", jadi satu 
pemikiran yang sangat bodoh apabila ada cowok yang mau bersenggama 
dengan Gebok Pisang ato Ikan Mujair yang dingin dan tidak memiliki 
perasaan lagi. Dalam hal ini buat apa Lho nikah lebih baik beli saja 
boneka di sex shop; ini ada jauh lebih murah dan lebih praktis githu.

Cobalah renungkan oleh Anda; apakah mang Ucup itu sedemikian goblok 
dan dunguknya? Apakah otak mang Ucup sudah turun menukik drastis s/d 
ke dengkul ato ke telapak kaki dengan menganjurkan para perempuan 
untuk disunat? Perlu Anda ketahui, saya menulis artikel tsb 
sebenarnya untuk memprovokasi para pembaca perempuan agar oret2an 
saya tsb dibaca dan juga direnungkannya. Dalam artikel tsb saya 
telah memaparkan segala keburukan dari sunat perempuan maupun 
dalihnya, jadi sebenarnya ini hanya sekedar informasi dari Mang Ucup 
agar dibaca.

Masalahnya sunat perempuan s/d menghilangkan atau memotong seluruh 
klitoris itu adalah perbuatan yang paling barbar dan biadab 
disamping itu ini merupakan pelecehan bagi kaum perempuan yang tiada 
taranya. Setiap pelecehan maupun kekerasan pada suatu saat mungkin 
bisa pulih dan dimaafkan kembali, tetapi bagaimana dengan kaum 
perempuan yang sudah kehilangan klitorisnya. Tiada ampun lagi; 
mereka harus menanggung derita dan aib ini selama hidup mereka. 

Sunat perempuan dengan memotong seluruh klitoris masih banyak 
dilakukan minimum di 28 negara Afrika. Lebih dari 10% meninggal, 
karena komplikasi dan infeksi. (Sumber WHO) Berdasarkan hasil 
penelitian yang dilakukan di Khartum pada th 2004 sepertiga dari 
mereka jadi mandul. (Sumber: Lancet edisi 366, hal 385-391).

WHO telah melarang khitan perempuan, karena bukan saja bertentangan 
dengan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan merusak hak reproduksi kaum 
perempuan serta merampas kesehatan serta kepuasan seksual. Lagipula 
ini melanggar Hak Anak seperti yang tercantum dalam pasal 24 (ayat 1 
& 3) disamping itu juga bertentangan dengan Undang-Undang (UU) No 39 
Th 1999 Pasal 46 Butir C dimana menegaskan bahwa hak khusus yang ada 
pada diri wanita dikarenakan fungsi reproduksi hingga ini harus 
dijamin dan dilindungi oleh hukum. Oleh sebab itulah sunat yang 
dapat merusak kesehatan perempuan itu seharusnya ditiadakan.

Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah sepakat dengan kebijakan WHO 
untuk melarang ketentuan sunat/khitan bagi perempuan. Walaupun 
demikian praktek khitan perempuan masih saja banyak dipraktekan 
terutama di daerah seperti Madura 94,7% di Yogya 47% (Sumber hasil 
penelitian UGM - 29 Mei 2003). Banyak yang menilai sunat perempuan 
di Indonesia tidak melanggar HAM, sebab ini tidak bisa disamakan 
dengan sunat di Afrika. Maklum menurut mereka hanya sebagian 
kecilnya saja yang di potong.

Mang Ucup tidak ingin mendiskusikan dari segi nilai sudut pandangan 
agama, karena saya tidak berwenang dan juga tidak memiliki 
pengetahuan yang memadai. Menurut segi sudut pandangan saya 
pribadi: „sunat bagi perempuan itu sebaiknya dilarang" Tidak ada 
manfaatnya dari segi kesehatan, bahkan hal yang kebalikannya yang 
terjadi dimana ini bisa merusak kesehatan. Terlebih lagi ini 
melecehkan, merendahkan martabat dan harkat dari kaum perempuan ato 
dalam bhs Sundanya disebut: The lowest degradation of women!

Mang Ucup – The Drunken Priest
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net



























Quotes : 
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no 
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this 
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through 
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna - 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 



Kirim email ke