|
Itu sebabnya saling memaafkan dilakukan setelah
berpuasa 1 bulan penuh.
Diharapkan setelah perenungan dan pembersihan diri
selama 1 bulan itu, apa yg kita minta dan kita berikan ( maaf dan memaafkan)
keluar dari hati yg tulus dan bersih. Kalaupun hanya sekedar ikut2an, biarlah
Tuhan yg menilai. Berburuk sangka pada sesama juga jelas bukan perbuatan yg
lebih baik dari sekedar 'lip service'.
Soal kartu yg sudah preprinted bisa
dianalogikan makan gule kambing. Kan ga perlu motong kambing sendiri klo
mau makan gule ?
Bila kita tahu bahwa setelah makan, kita akan
lapar lagi nantinya, apa lalu kita putuskan untuk tidak makan saja? Percuma
makan, kan nanti juga lapar lagi ?
Itulah manusia, tersandung, terjerembab, bangkit
lagi. Proses perputaran yg akan terus berulang. Janganlah berhenti dari
berharap akan rahmatNya meski tubuh dan jiwamu senantiasa berlumur
lumpur.
Mohon Maaf Lahir batin.
May God bless us
all.
(cliche but sincere)
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, October 18, 2006 11:49
AM
Subject: [Mayapada Prana] Renungan: Maaf
lahir batin
Tulisan ini ditulis, bukan dari sudut segi pandang agama
melainkan dari sudut pandang budaya. Sebab sudah merupakan satu tradisi di
Indonesia dan di beberapa negara-negara lainnya menjelang hari Raya Idul
Fitri ini untuk saling mengucapkan kalimat yang indah Mohon maaf lahir dan
batin . Entah ini diucapkan secara lisan, berupa SMS, email, maupun
melalui kartu Lebaran. Rasanya dunia ini menjadi begitu damai dan penuh
dengan rasa kasih menjelang Idul Fitri ini. Hanya yang menjadi pertanyaan
apakah mungkin setelah kita melewati hari Raya ini kita benar-benar dapat
memulai dari Nol atau dari lembaran putih bersih lagi dengan prinsip a new
beginning, a new chapter ? Saya yakin sukar, sebab kita akan kembali ke
dalam kehidupan seperti semula lagi business as usual !
Lihat saja
berapa banyak sudah kita menerima permohonan maaf tsb, bukan saja dari
orang yang kita kenal bahkan dari orang yang tidak kita kenal
sekalipun juga, jadi bagaimana kita dapat memaafkan mereka, tahu juga tidak
dimana letak kesalahannya. Dan believe it or not, mereka mengirimkan bukan
hanya sekedar basa-basi atau lipservice saja, melainkan karena sudah dari
sononya dicetak sebagai dekorasi kartu saja, jadi maknanya kosong melompong
sama sekali.
Kagak percaya, tanyalah sama diri sendiri, pernahkan
Anda merenungkan kalimat mohon maaf tsb sebelumnya Anda mengirimkan kartu,
email atau SMS tsb? Permohonan maaf tsb hanya berfungsi, karena sudah dari
sononya begitu, jadi bukannya karena keinginan sipengirim ataupun ditulis
khusus dengan tangan oleh sipengirim.
Kita mengirim kartu dan
mengucapkan Mohon maaf lahir batin tanpa perlu dipikirkan lagi, itu
otomatis bisa keluar nyerocos begitu saja, karena ini sudah merupakan
tradisi atau karena sudah dicetak di dalam kartunya. Jadi boro-boro minta
maaf melalui batin, secara lahiriah pun sudah tak tersirat lagi di otak
kita, karena hanya numpang lewat saja di jidat kita.
Memaafkan itu
adalah satu soal yang sangat serious oleh sebab itulah juga pada th 1994 -
Dr. Robert Enright telah mendirikan satu institut khusus buat penelitian
mengenai maaf dan memaafkan dan dari hasil penelitiannya terbuktikan,
bahwa maaf dan memaafkan itu bisa menghilangkan stress maupun menyembuhkan
luka batin. Jadi manfaatnya sangat besar sekali bagi lahir maupun batin.
Hasil penelitiannya diungkapkan dalam buku Exploring Forgiveness.
Ungkapan yang sama diutarakan juga oleh filsuf Perancis Paul Ricoeur (1913
2005) dalam artikelnya di majalah Esprit yang berjudul Le pardon,
peut-il guérir? = Apakah memaafkan dapat menyembuhkan?
Perkataan maaf
itu sangat mudah sekali kita ucapkan, tetapi pernahkah terpikirkan oleh
Anda bagaimana rasanya perasaan dari orang-orang yang pernah disakiti,
sebagai akibat dari pembunuhan, permerkosaan, penipuan
& perselingkuhan. Jangankan untuk soal yang berat-berat; baru dibohongi
sekali saja kadang-kadang sudah ngambek berat sehingga bisa musuhan
bertahun-tahun. Bagi mereka perkataan maaf itu besar sekali maknanya.
Apabila kita benar-benar mau memaafkan orang, kita harus bersedia
menguras dan mencuci bersih seluruh arsip kotor dari kesalahan-kesalahan
orang yang akan kita maafkan, jadi bukan hanya sekedar di bibir saja,
melainkan harus dikosek bersih sampai ke sudut bagian yang paling dalam di
batin kita. Ini hanya akan bisa terlaksana apabila Anda bersedia melakukan
tahapan-tahapan seperti yang tercantum dibawah ini.
Change of Action
- Perubahan dari segi lahir: dari muka yang cemberut, bibir yang mencibir
dan pandangan mata yang merendahkan, kembali kepada tahapan yang normal,
umpamanya dengan mulai menyapa dan memberikan salam kembali seperti biasa.
Merubah dan mengembalikan penampilan lahiriah ini tidaklah mudah apalagi
kalau sudah lama bermusuhan.
Change of Mind perubahan dalam pikiran:
ini lebih sukar daripada yang pertama sebab kita harus merubah pikiran
maupun pandangan kita terhadap orang tsb, hal ini hanya bisa terjadi
apabila kita bersedia dan mau mengosongkan pikiran negatif kita terhadap
yang bersalah dengan cara melupakannya kesalahan orang tsb, setelah ini
kosong baru bisa di isi dengan pikiran yang positif. Hal ini membutuhkan
waktu dan perjuangan diri sendiri untuk berperang dengan our inside,
merubah paradigma bahwa ia melakukan kesalahan tsb hanya karena khilaf dan
bukan dengan tujuan untuk menyakiti, apalagi di dunia ini Nobody is
perfect. Everyone can do wrong
Change of Heart perubahan dalam hati
atau batin kita. Dimana sifat bermusuhan kita bukan hanya sekedar hanya
dihapus saja, bahkan dirubah menjadi kasih, dari yang tadinya jauh sekarang
menjadi dekat, dari yang tadinya musuh sekarang menjadi sahabat. Yang
terpenting jangan sampai timbul maupun dikotori oleh pikiran
jangan-jangan ia akan melakukan hal yang sama lagi di kemudian hari. Jadi
kita harus benar-benar bisa memaafkan dengan tanpa syarat!
Apabila
kita sudah dapat melaksanakan ketiga tahapan tsb, maka kita akan bisa
melihat dan merasakannya keindahan dari perkataan maaf tsb, jadi
bukan hanya sekedar bunyi-bunyian atau tulisan kosong
saja.
Forgiveness Is a Choice, memaafkan itu adalah pilihan yang hanya
bisa ditentukan oleh Anda sendiri. Bagi mereka yang tidak bisa dan tidak
mau memaafkan, maka mereka akan tersiksa, karena pikiran dan batinnya
akan selalu kotor, disamping itu hubungan dengan yang bersalah pun akan
selalu tetap buruk sehingga luka batinnya hingga kapan pun juga tidak akan
mungkin bisa dipulihkan lagi.
Mang Ucup akhiri tulisan ini dengan
ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 Hijrah
Mang Ucup Email:
[EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.net
__._,_.___
Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba
Mayapada Prana Links:
<*> The Indonesian Reiki Practitioner:
http://health.groups.yahoo.com/group/Praktisi_Reiki/
<*> Yoga Leaf Bandung
http://www.yogaleaf.com/
<*> Spiritual Endeavor: Many Paths - One Destination
http://www.spiritual-endeavors.org/
Yahoo! Groups Links
__,_._,___
Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out.
|