"Hati manusia itu seperti kendi, kecil lubang atasnya sehingga tidak akan ada yang mampu untuk menerka isinya, hanya saja kita dapat melihat isinya dari apa yang keluar". Ketika kita memforward / mengutip artikel org lain yg bersifat provokatif, apakah ini artinya sama dg meminjam kendi org lain utk menumpahkan kotoran yg ada dalam benak kita ?
Jadi kalau kita mau melihat siapa diri kita, lihatlah apa yg kita tulis, bicarakan dan sampaikan. Adakah disana kedengkian, kemarahan, atau kepalsuan ? Apakah kejujuran dan ketulusan masih ada ? Bukan hanya ego dan kejumawaan belaka ? Please stop religious harassment... --------------------------------- Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get things done faster.

