Untuk pencinta Isa atau Jesus Christ atau Sananda, entah dia beragama Kristen 
atau tidak, saya forwardkan cerita lama yang masih ada di inbox sejak 2002 
lalu. Selamat mbaca.

Note: forwarded message attached.
 
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
--- Begin Message ---


--- the forwarded message follows ---
----------------- Kemudahan Hosting PlasaCom -------------------------------
Hosting menjadi lebih mudah dan murah dengan keringanan 50% biaya registrasi 
mail hosting dan webhosting selama bulan Juli 2002. Klik http://idc.plasa.com 
untuk pendaftaran
---------------------------------------------------------------------------------------
--- Begin Message ---
> Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur
> (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah
> berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak
> kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.
> Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini
> mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan.
> Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa
> terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.
> "Bagaimana kabarmu Andoy? Apakah kamu akan ke sekolah ?"
> "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy dengan senyumnya yang menyentuh hati
> Pendeta tersebut.
> Dia begitu memperhatikan keselamatan Andoy sehingga suatu hari dia
> berkata kepada bocah tersebut,"Jangan menyeberang jalan raya
> sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan
> saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut
> saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."
> Terima kasih, Bapa Pendeta."
> "Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? . apakah kamu tinggal di Gereja
> setelah pulang sekolah?"
> "Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan .. sahabatku."
> Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya
> didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut
> bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan
> Andoy kepada Bapa di Surga.
> "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi
> aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya . aku makan satu kue
> dan minum airku . Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa
> kumakan hanyalah kue ini.  Terima kasih buat kue ini Tuhan! . aku tadi
> melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku
> yang terakhir buatnya . lucunya, aku nggak begitu lapar.  Lihat, ini
> selopku yang terakhir . aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu
> depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa ..
> paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.
> Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah
> bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah . tolong
> bantu mereka supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ??
> Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi
> aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang
> Ibu.
> Tuhan . Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu
> menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini
> khan ..??
> Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir
> akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia
> memukul kami.
> Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis
> yang cantik dikelasku, namanya Anita ... menurut Engkau apakah dia
> akan menyukaiku ???
> Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena
> aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau
> adalah sahabatku.
> Hei .. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira  ??
> Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu . tapi ini
> kejutan bagiMu.  Aku berharap Engkau akan menyukainya.Ooops aku harus
> pergi sekarang."
> Kemudian Andoy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta
> .Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa
> menemaniku menyeberang jalan sekarang!"
> Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen
> sekalipun.
> Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap
> hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan
> yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang
> negatif.
> Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa
> memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan
> pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan
> selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga
> sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.
> Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andoy tiba dari
> pesta natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku ...'
> "Kurang ajar kamu bocah !!!  tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa
> ??!!!
> Keluar.!!!"
> Andoy begitu terkejut, " Dimana Bapa Pendeta Agaton ..???  dia
> seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya .. dia selalu menyuruhku
> mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus
> menyapa Tuhan Yesus - ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah
> untukNya ." Ketika Andoy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam
> bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan
> mendorongnya keluar Gereja.  Sambil membuat tanda salib ia berkata
> "Keluarlah bocah .. kamu akan mendapatkannya !!!"
> Oleh karena itu Andoy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian
> menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia
> mulai menyeberang .ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan
> kencang - disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andoy
> melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak
> melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk
> menghindar .. dan Andoy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya
> berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak
> bernyawa.
> Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih
> dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang
> dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.
> Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, " Maaf Tuan.apakah
> anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?" Pria
> tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam
> segera berdiri dan berkata," Dia adalah sahabatku."  Hanya itulah yang
> dia katakan.
> Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut
> dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh
> bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang.  Kerumunan
> orang tersebut semakin penasaran...
> Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh
> mengejutkan.  Dia berkunjung ke rumah Andoy untuk memastikan pria
> misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan
> bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andoy.
> "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" "Seorang pria
> berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andoy terisak.
> "Apa katanya ?"
> Ayah Andoy berkata ,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat
> berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian
> atas meninggalnya Andoy sepertinya Dia begitu mengenal Andoy dengan
> baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan menegani
> Dirinya.  Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut.
> Dia menyibakkan rambut Andoy dari wajahnya dan memberikan kecupan di
> keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu .." "Apa yang dia katakan
> ?"
> "Dia berkata kepada puteraku .." Ujar sang Ayah
> "Terima kasih buat kadonya . Aku akan segera berjumpa denganmu .
> engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian
> . semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu
> mengapa bisa demikian.  Yang aku tahu aku menangis karena bahagia ..
> aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia
> meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku
> merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. aku tidak dapat
> melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di
> Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta..siapakah
> Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu ?
> anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap
> hari . kecuali pada waktu puteraku meninggal ." Pendeta Agaton
> tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar
> dia berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa .. kecuali
> dengan Tuhan."
> KEEP IN FAITH ... 
> GIVE THANKS EVERYDAY ... FOR EVERYTHING ...
> GOD BLESS YOU
>  

--- End Message ---

--- End Message ---

Kirim email ke