Ingatkah engkau saudaraku, Ketika Muhammad mempersilahkan pendeta Kristen misa di masjid
Ingatkah engkau saudaraku, Ketika Pendeta Yerusalem mempersilahkan Umar bin Khatab sholat di gereja Ingatkah engkau saudaraku, Ketika Panglima Chengho menyatukan pemeluk Islam, Konghucu, dan Kristen di satu tempat sembahyang Ingatkah engkau saudaraku, Ketika Mahatma Gandhi sampai meregang nyawa membela umat Islam India Dan jangan juga lupa saudaraku, Ketika Bunda Theresa berpeluh berdarah merawat kaum miskin Hindu paria Kasih Yesus tak berbatas Rahmatallil alamin Islam tak menuntut balas Damai Sidharta menembus kerasnya cadas Tri Hita Karana Hindu menyatukan segala paras Tapi Kenapa darah masih terus tercecer Kenapa pedang masih terus terhunus Kenapa moncong bedil masih terus tegak Kenapa airmata masih terus menetes Damaikan hatimu saudaraku Karena damai di hati, damai pula di bumi Jangan mencari jalan menuju damai Karena damai adalah satu-satunya jalan Tidak ada petunjuk menuju cinta Karena cinta itu adalah satu-satunya petunjuk Cintailah Tuhan dengan sepenuh hati Karena Tuhan adalah Cinta itu sendiri Engkau dan aku satu Kita dan Mereka sama Bersatu dalam Cinta Sejati Anak Manusia * dibacakan atas pesanan di : Natal Bersama Pelajar PPI Belanda dan Natal Bersama KBRI dan Masyarakat di Den Haag __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

