*Happy Chinaman* Anyone walking about Chinatown in America will observe statues of a stoud fellow carrying a linen sack. Chinese merchants call him Happy Chinaman or Laughing Buddha. This Hotei lived in the Tang Dynasty. He had no desire to call himself a Zen master or to gather many disciples about him. Instead he walked the streets with a big sack into which he would put gifts of candy, fruit, or doughnuts. These he would give to children who gathered around him in play. He established a kindergarden of the streets. Whenever he met a Zen devotee he would extend his hand and say:"Give me one penny." And if anyone asked him to return to a temple to teach others, again he would reply; "Give me one penny" Once he was about his play-work another Zen master happened along and inquired: "What is the significance of Zen?" Hotei immediately plopped his sack down on the ground in silent answer. "Then", asked the other, "What is the actualization of Zen?" At once the Happy Chinaman swung the sack over his shoulder and continued on his way.
Source: Zen Flesh, Zen Bones *** The words of truth are always paradox -Lao Tzu Eternal truths are beyond words Visit: www.storiesofwisdom.com *Buddha Tertawa* Siapapun yang berjalan-jalan di daerah Chinatown akan dengan mudah menemukan patung-patung seorang pendek yang membawa sekain karung di punggunya. Para pedagang Cina memanggilnya Happy Chinaman ataupun Buddha Tertawa. Hotei ini hidup pada zaman dinasti Tang. Beliau tidak ada niat agar dirinya dipanggil seorang guru Zen ataupun mengumpulkan banyak murid. Malahan beliau berjalan di sepanjang jalan dengan karung besar itu, dimana beliau akan memasukkan hadiah-hadiah berupa permen, buah-buahan, maupun roti yang diterimanya. Hadiah-hadiah ini akan diberikannya kepada anak-anak yang mengitarinya ketika bermain-main dengannya. Beliau bagaikan mendirikan taman kanak-kanak jalanan. Ketika dia bertemu dengan seorang praktisi Zen, dia akan mengulurkan tangannya dan berkata, "Berikan saya sekeping uang." Dan bila seseorang memintanya untuk pergi ke kuil untuk mengajari yang lainnya, dia akan membalas, "Berikan saya sekeping uang" Ketika dia sedang bermain-main dengan anak-anak, seorang Master Zen kebetulan berada disana, dan bertanya, "Apa arti pentingnya Zen?" Hotei dengan segera menjatuhkan karungnya ke tanah tidak berkata apa-apa. "Lalu, apa realisasi dari Zen?", kembali sang Guru Zen bertanya Dengan segera beliau mengayunkan karung itu ke pundaknya dan berjalan pergi. Visit: www.storiesofwisdom.com *** Kata-kata kebenaran selalu merupakan paradox -Lao Tzu Kebenaran sejati melampaui kata-kata

