Refleksi Laluta: Apresiasi atas karya puisi Sobron Aidit
   
  Amsterdam hari Jumát tanggal 9 Februari 2007 kurasakan cuacanya tak begitu 
terasa dingin. Memang hari itu menjadi lebih cerah ketika kulihat di pagi hari 
sang surya menampakkan senyum semringahnya. Kesempatan di hari Jumát yang cerah 
itulah aku merencanakan untuk mengunjungi rumah Ibuku dan bermaksud untuk 
menginap selama weekend. Jam 5 sore waktu Belanda aku berniat untuk mematikan 
komputer, namun di waktu bersamaan terpikir pula olehku untuk sejenak melihat 
surat-surat baruku di yahoo.com. Segera aku membuka mailboxku dan kuamati 
sebuah email dari kawanku yang bermukim di kota Woerden, surat tersebut 
bersubject "KEADAAN KESEHATAN BUNG SOBRON AIDIT -- KRITIS". Seketika aku 
tertegun dan kurasakan jantungku berdetak kencang...., sejenak aku terpaku 
kemudian kualihkan pandanganku kearah luar melalui jendela kaca dari ruang 
komputerku. Sementara itu di luar Tram nomor 4 terlihat sedang meluncur lancar 
menuju ke arah stasion akhir bernama "RAI". Dengan menaiki Tram 4 itulah
 aku pernah beberapa kali pergi mengunjungi Om Sobron di rumah Nita anaknya 
yang bermukim di kota Almere. Untuk menuju ke stasion Almere aku mesti pula 
mengambil kereta api dari stasion RAI yang memakan waktu perjalanan sekitar 
setengah jam.
   
  Lamunanku terputus. Membaca berita mengenai keadaan kritis Om Sobron di 
Paris, aku berfikir pastinya membuat ke dua putrinya tak berdaya, karena mereka 
berdua bermukim di kota Almere. Kubaca juga berita dari kawanku itu, bahwa pada 
hari kamis malamnya kedua putrinya telah berangkat menuju Paris. Padahal di 
hari kamis tanggal 8 Februari 2007 itu di Belanda, Inggris, Perancis dan negara 
Europa lainnya sedang dilanda turunnya salju lebat. Dan, kamis malamnya aku 
sempat mengikuti berita dari News di televisi Belanda, yang menayangkan 
rangkaian peristiwa hebat akibat "Hujan Salju" yang menyelimuti negara Belanda, 
Inggris dan Perancis. Sarana transportasi umum seperti kereta api, bis, tram 
dan metro telah mengalami kemacetan, bahkan di beberapa bagian jalan-jalan tol 
di negara Europa Barat ini banyak kendaraan yang mengalami kecelakaan lalu 
lintas akibat lebatnya hujan salju. 
   
  Keesokan harinya, sabtu pagi jam 09.23 waktu Paris, Om Sobron meninggalkan 
Dunia Fana untuk menuju ke Alam Baka. Mendiang membekalkan pesan dan kesannya 
melalui karya puisinya dan karya-karya tulisan lainnya di Dunia Maya. 
   
  Rangkaian catatan dari cerita pengalaman kesehariannya selalu memakai 
kosakatanya yang begitu sederhana. Sehingga membuat orang awam pun mengerti 
maksud dan makna dari uraian ceritanya yang ingin disampaikan oleh sang 
pengarang. Beliau tak segan-segan untuk menceritakan kembali hasil renungan isi 
hatinya, yang sehubungan dalam pengalaman hidupnya bersentuhan dengan 
lingkungan terdekatnya. Ini tercermin pada uraian tulisan ekpresinya yang 
terkesan akrab ketika dalam surat perkenalan beliau di milis Belitung Island, 
dikirim pada tanggal 1 november 2001 tercantum sbb: 
   
  Salam perkenalan,
   
  Tahun 1955 ada dua konferensi yang hebat (yang satunya apa betul? Sok ngawur 
saya ini! ) Yang satunya bernama KAA - Konferensi Asia - Afrika di Bandung, 
yang dikatakan sok tadi itu KKK - Konferensi Kelapa Kampit,- menyatukan dua 
organisasi yang ada di Belitung ketika itu,- lalu menjadi IKPB,- Ikatan 
Keluarga Pelajar Belitung,- Waktunya dua konferensi ini sama, sama-sama bulan 
April 1955.
   
  Sekarang apa nama organisasi pelajar yang ada di Belitung atau di Jawa? Kami 
meninggalkan Belitung sejak tahun 1957,- Dan saya hidup di antara dua negara 
Holland dan Perancis. Tapi saya ber KTP Paris, karena penduduk Paris sejak 20 
tahun yang lalu. Tahun 2000 yang lalu kami pulang ke Belitung berlibur, wah, 
banyak lupa sudah, sebab sudah terpisah puluhan tahun. Nah, salam erat buat 
teman-teman lainnya.
   
  Sobron Aidit, dengan nama Beron atau Yom kalau dikalangan keluarga dan 
teman-teman kami. Sejak tahun 1952 kami mulai aktif bergerak di kalangan 
pelajar Belitung. Saya lahir di Kelapa Kampit - Belitung,-
   
  Salam hangat,-
  
Sobron Aidit,-           1 November 01,-
   
  Juga, karya puisinya berjudul "PENGGANTI  ZIARAH",  yang dikirimnya ke milis 
Belitung Island pada waktu yang sama : 
   
  Umak dan ayah
dengarkanlah suara hati kami
bersama angin - dingin dan hujan
menerabas atap zolder di rumah
dan aku tenggelam dalam kenangan
coba dengarkanlah
cucumu latihan menyanyi di lantai bawah
suara kami bersama sebagai pengganti ziarah
karena anakmu ini sudah tak jauh
dari pailit dan bangkrut
rasanya tak terbeli lagi sepotong tiket
terbang ke kampung di Belitung
buat seperti tahun-tahun lalu
di mana kami membawa rangkaian bunga
membawa air sejuk
khusuk memanjatkan doa
di sekitar galangan pusaramu.
  Umak dan ayah
dengarkanlah nyanyian kami bersama
mengantar rangkaian bunga pengganti ziarah
seperti tahun-tahun lalu
dengarkanlah suara dan rindu
suara terdalam dari hati sanubari kami
anak-cucu-cicitmu di tanah pengasingan
antri berbaris mau mencium tanganmu,-
   
    Sobron Aidit :

  Holland, 1 nov 01
   
  Sobron Aidit di kenal sebagai Sastrawan Indonesia, yang memiliki keunikan 
tersendiri dalam memanifestasikan karya Ekspresi dan Refleksi tulisannya. Juga, 
dalam karyanya tercermin pula jiwa keterbukaan sehingga memberi kesan keakraban 
dan kekeluargaan. Tercermin dalam catatan uraian dari karya tulisannya, 
misalnya di kolom KISAH SERBA-SERBI, OBROLAN MALAM, OBROLAN MINGGU PAGI, 
CATATAN HARI INI, CATATAN DARI HOLLAND, yang dikirimnya ke milis sastra 
pembebasan sejak bulan Maret 2004. Dengan karya tulisan Om Sobron, yang datang 
secara teratur di setiap harinya membuat kehidupan Dunia Maya semakin dinamis 
dan kreatip dalam bentuk karya curhat (cerpen memoar). Juga, menghadirkan pula 
Dunia Maya dalam ekspresi dan refleksi suasana pendekatan kehidupan kemanusiaan 
Dunia Darat, misalnya  kiriman postingnya ke [EMAIL PROTECTED] tanggal 15 April 
2004 dengan subjectnya berjudul : CATATAN HARI INI
   
  "...Yang pertama, saya meralat puisi yang berjudul 5 April 2005 - mestinya 
tahunnya 2004, salah tahun. Maafkan saya.
  Yang kedua, saya beberapa hari absen menulis. Ini karena wira-wiri antara 
Paris - Schiphol. Banyak habis waktu di jalanan nggak keruan. Lalu begitu 
sampai di rumah - mantu saya Breg sedang sibuk berurusan dengan komputer - 
internet. Karena komputer kami diserang banyak virus...."
   
  Dengan uraian "CATATAN HARI INI" itu tercermin pula pemilikan jiwa pemaáf Pak 
Sobron terhadap hubungan antar manusia. Tentunya Sobron Aidit dikenal juga 
sebagai Sastrawan Eksil Tragedi Nasional 1965, yang mana lebih dari setengah 
masa hidupnya telah dihabiskan di luar negeri. Namun biar bagaimana pun juga 
hubungan ikatan batin antara dirinya dengan Tanah Airnya tak dapat dipatahkan 
dan tak dapat diputuskan. Mengingat persoalan kehidupan dirinya sudah menyatu 
pada masalah yang "telah dan sedang" dihadapi oleh segala perkara kehidupan 
kemanusiaan di Indonesia. Maka keterlibatan atas dirinyalah tertuang dalam 
Ekspresi karya puisinya, misalnya pada karya puisinya yang berjudul: "Puisi 
DUNIA MALAM"
   
  Terlihat berkilat jarum hujan
menikam kaca jendela
di bawah temaram sinar bulan
musik malam - terjaga telinga
tang - ting - tang - ting - tang
terkadang terkena saluran talang
merdu - syahdu - campur sendu
melintas seberang jalan
simpang-empat perapatan
dua - tiga orang pulang malam
di tengah hujan rintik ringan
dan dua tiga mobil tertahan
oleh lampu merah
lalu kembali jalan
dan bunyi tikaman jarum hujan
di kaca jendela rumahku
kuharap jangan dulu menghilang
agar aku bisa merampungkan
dua tiga tulisan
sambil menikmati musik malam
yang diciptakan semesta alam
yang mengingatkanku banyak perkara dan problem,-
   
  Sobron Aidit
  Paris,- 3 april 04,-
   
  Selanjutnya karya puisi yang di kirimkannya ke milis sastra pembebasan pada 
tanggal 4 februari 2007 adalah merupakan ungkapan isi hatinya buat putri kedua, 
   
  B U A T A N I T A S O B R O N
Beijing,- 3 Februari 1964,- CHINA - Amsterdam,- 3 Februari 2007,- HOLLAND

Walau jauh di negeri China
terbanglah ke sana - datangilah dia
ziarah - pertanda kita sayang dan cinta
bawalah rangkaian melati - dimana ketika dia masih hidupnya
sangat suka - mama yang telah memberikan
teladan luhur dan mulia.

Katakan padamya - semua cucunya dalam gembira
tumbuh - sehat - lovely dan sejahtera
dan kita semua ingat selalu akan dia
yang telah dia berikan
yang termahal dalam kehidupam
pergilah - datangilah dia
walau sejauh di negeri China
tahun ini juga - tahun ini juga,-

Paris,- 3 Januari 07,-

Dan, nyatanya dalam Dunia Fana tercermin pula pada keinginan permintaannya di 
saát akhir hidupnya, seperti tercantum pada Jurnal Shangrila, yang dimuat 
tanggal 10 februari 2007 berjudul:  "BERITA LANJUT TENTANG ALM. SOBRON AIDIT"
"...Sesuai dengan permintaan terakhir  Bung Sobron, upacara akan dilakukan 
secara agama Kristen. Sobron sendiri sudah menetapkan pendeta yang ia harapkan 
bisa memimpin upacara. Sedangkan abunya, ia minta agar sebagian ditaruh didekat 
makam istrinya di Beijing, sedangkan separo lagi di samping makam ibunya di 
Indonesia..."  
   
  Juga, tertuang dalam karya Refleksi puisinya Pak Sobron yang di ekspresikan 
dalam kesannya, yang dikirim tanggal 2 Februari 2007 ke milis sastra pembebasan 
di masa akhir hidupnya berjudul  "O R A N G K I T A"  dan  "I N G A T A N" 
   
  O R A N G K I T A
  
Orang Indonesia paling suka ketawa
dalam penderitaan - kemiskinan - kesusahan
perih - sedih - dan sakit hati
sekali-sekali tetap terdengar adanya gurauan
menghantar sesama yang sudah duluan
buat dimakamkan
ada saja bahan tertawaan
dengan matanya yang memancar
berat mengandung beribu pertanyaan
sinar matanya bergelayutan pada diri
orang yang sedang dipandang
entah itu jawaban entah itu teka-teki
mungkin bukan pula dosa
mungkin ketika itu bukan pula pahala,-

--------------------------------------------------


I N G A T A N

Siapakah itu yang sedang duduk di pojok sana?
apakah Arnash atau Anna Farhana
atau Marla dan siapa tahu Savitri?!
yang pasti bukan Jajang!
Gila! Eropa yang begini lautan cinta
lautan dan samudra kencan
ingatnya selalu melayu
si bule sering-sering bau susu dan bau keju
si melayu sedap bau tomat dan bau timun
penaka yang sudah dibelah
jernih harum - putih merah dan merkah,-

Holland,- 24 November 2002,-
   
  Namun, ke dua karya puisinya yang dikirim itu, ternyata di bawahnya terlampir 
karya puisi lainnya berjudul "INGATAN" yang tercantum " Holland,- 24 November 
2002". Sehingga aku pun menjadi  tak mengerti serta mempertanyakannya: "Apakah 
gerangan yang dimaksudkan beliau dengan mengirimkan karya puisi lamanya?" Yang 
mana di antara ke dua karya puisi tersebut, sedangkan puisi sebelumnya memang 
belum pernah di publikasikan di Dunia Maya. Biar bagaimana pun juga, Om Sobron 
telah menyempatkan dirinya untuk memuat karya puisi tersebut yang tentunya 
dianggap berharga pula untuk di publikasikan di internet.
   
  Tentu maksud tujuannya tidaklah hanya ingin mendekatkan dirinya pada suasana 
kehidupan nyata yang fana namun pula untuk kehidupan di Alam Dunia Maya. Maksud 
tujuan hidupnya akhirnya tercermin dalam suatu karya puisinya berjudul "AKU", 
yang dibuat tanggal 27 Januari 2007 dan dikirimkan ke milis sastra pembebasan 
pada tanggal 28 Januari 2007. 
   
  A K U

Aku adalah sisa fosil dari generasi yang hilang
tapi nafsu hidupku sulit layu - terus berkembang
tak mau hidup seratus tahun lagi
terlalu banyak menyusahkan orang.

Aku adalah angin - udara
ada di mana-mana dan mampu ke mana-mana
aku adalah titisan kapas - ringan melepas
aku adalah rotan - liat tak patah - tapi bisa putus.

Sudah terlalu banyak aku kehilangan
keluarga dan nyawa-nyawa teman-teman
seperti kata temanku - seorang penyair
kuburan kami ada di mana-mana
ada di pelosok dan pojok-pojok dunia
kami dulu adalah anak-anak Nusantara
tapi terusir - terpinggir - tak bertanah-air
rasa rindu-kangen - sudah tak tajam lagi
tanah-air kami adalah kebebasan itu sendiri
garam siksa dunia adalah makanan kami
ada sumber utamanya yang bikin kami jadi begini
ratusan kami masih berkehidupan
tapi tetap tak masuk hitungan
kami adalah sisa fosil dari generasi yang hilang
tapi semangat hidup kami - tumbuh dan terus berkembang
di mana ada tanah dan bibit bisa tumbuh
turunan kami terus bersemi - bagaikan padang-ilalang,-

   
  SobronAidit
Paris,- 28 Januari 07,-

  ***
   
  Salam,
  Mira
  Amsterdam, 12 februari 2


Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/   
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 






 
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.

Kirim email ke