--- In [email protected], Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>hahahahahahahahahha
memang rudy prabowo pandai menipu sendiri dan selalu gagal menipu orang 
lain.wahai 
teman2 mari kita saksikan atraksi rudy prabowo menebar khayalan2 hasil jerih 
payahnya 
berpikir di lobang pantat.
> Pengalaman Saya Yg Luar Biasa ketika Belajar di King Abdul Aziz Universitas 
> Jeddah, 
Saudi Arabia. 
>   Dengan ini saya menyampaikan sesuatu yang luar biasa, di luar dari Yang 
> saya 
bayangkan. Mungkin beberapa di antara kita sudah tahu berita Penampakan Yesus 
Kristus 
Di Kramat V No. 24, yang juga sudah disiarkan oleh Indosiar. Lokasinya tepat di 
depan 
Gereja GPIB Gideon, ada rumah seorang Haji, istrinya orang Kristen. Menurut 
orang-orang 
yang tinggal di situ, tadinya Pak Haji ini sudah masuk Kristen, tetapi 
berselang waktu 
kemudian dia pindah ke Moslem lagi. Ketika dia sembahyang di rumahnya dengan 
posisi 
menghadap tembok yang dicat putih, tiba-tiba dia merasakan ada seseorang yang 
mau 
bicara kepadanya yang muncul dari tembok tersebut.
> 
> 
> Awalnya dia takut dan gelisah sehingga dia menceritakan ke istrinya. Mereka 
> pikir itu 
hanya ilusi atau rembesan hujan, sampai-sampai dia mencat dinding itu 4 kali, 
tetapi yang 
herannya, Penampakan itu semakin jelas. (Penampakan ini tidak terus ada, tetapi 
sering 
muncul tiba-tiba di dinding itu). Penampakan ini kalo tidak salah mulai dari 
tanggal 26 
Desember 2000. 
> 
> Karena banyaknya orang berduyun-duyun datang melihat, akhirnya polisi menjaga 
rumah itu, dan pengunjung tidak diperbolehkan masuk lagi, dan dikasih 
pengumuman 
bahwa Penampakan tersebut sudah tidak ada. Tetapi yang herannya, Penampakan itu 
justru berpindah ke dinding luar dari kamar tempat Pak Haji pertama kali 
melihatnya. Ini 
terlihat pada malam Minggu (tanggal 13 Januari 2001) oleh pengunjung sekitar 
jam 12 
malam sampai dengan jam 1 pagi dini hari. Pengunjung spontanitas bernyanyi 
memuji-
muji Tuhan dan berdoa menangis bersukacita. Banyak juga Hamba Tuhan yang hadir 
di 
sana. Menjelang jam 1 pagi dini hari, Penampakan itu semakin hilang, tetapi 
terangkat ke 
angkasa dengan cahaya / sinar yang sangat terang dan menghilang. 
> 
> Berita ini juga sampai kepada saya, dan saya penasaran juga mau melihat, 
> membuktikan 
benar tidaknya berita tersebut, soalnya tidak jauh dari tempat saya. Akhirnya 
kami pergi 
ke lokasi kemarin, hari Minggu, tanggal 14 Januari 2001, sekitar jam 17.30 
sore. Benar 
juga, ternyata di sana masih banyak orang yang pengen lihat. Tapi Penampakan 
itu pada 
saat itu tidak ada. 
> 
> Dan tembok luar, di mana Tuhan menampakkan diri pada malam Minggu tanggal 13-
nya, sudah dicat warna Biru Laut, dan catnya pun masih bau dan masih agak 
lengket. 
> 
> Kami hanya dapat melihat foto-fotonya, rupanya ada juga yang foto untuk 
membuktikan, dan di foto itu terlihat wajahnya Yesus Kristus, dengan rambutnya 
sebahu, 
itulah yang terlihat jelas, juga gambar ketika sinar / cahaya yang terangkat ke 
atas. Saya 
pengen gambar itu sebagai bukti, tetapi harus dipesan dulu. 
> 
> 
> Kira-kira jam 18.30, menjelang malam, saya dan teman-teman mau pulang, posisi 
> kami 
saat itu ada di seberang jalan, di depan dinding. Ketika saya berbalik mau 
pulang, TIBA-
TIBA MATA SAYA TERTUJU KE DINDING YANG SUDAH DICAT BIRU ITU, DAN APA YANG 
SAYA LIHAT, SAYA MELIHAT PENAMPAKAN YESUS DI DINDING ITU! YANG SANGAT JELAS 
PERTAMA ADALAH KEPALANYA, KEMUDIAN BAHU, KEMUDIAN KEDUA TANGANNYA. 
POSISINYA, KEPALANYA AGAK MENUNDUK (KURANG LEBIH 45 %), KEDUA TANGANNYA 
TERANGKAT (POSISI MEMBERKATI), BADANNYA TIDAK TERLIHAT, TETAPI PUNGGUNG / 
BAHU BELAKANG TERLIHAT, PERGELANGAN TANGAN DAN PUNGGUNG MEMAKAI JUBAH, 
DAN POSISINYA SEMUA AGAK MIRING (KURANG LEBIH 30 %). 
> 
> MELIHAT ITU, SPONTAN SAYA BERTERIAK-TERIAK, SETENGAH HISTERIS, "ITU DIA... 
> ITU 
DIA... ITU TUHAN..." SAYA TIDAK TAHU APA YANG SAYA RASAKAN PADA SAAT ITU. SAYA 
SAMPAI GEMETARAN DAN MENANGIS. SAYA HANYA DAPAT MENGUCAP SYUKUR 
KEPADANYA. TERNYATA TEMAN SAYA, YANG BERDIRI DI SEBELAH SAYA, JUGA MELIHAT. 
DIA JUGA HISTERIS, SETENGAH MENANGIS, "OH TUHAN...OH TUHAN YESUS..."
> 
> Shalom alaikhim Beshem ha Mashiah 
> 
> 
> Saya anak ketiga dari enam bersaudara, empat saudara saya perempuan Dan saya 
termasuk anak laki-laki paling besar. Saya dilahirkan dalam Keluarga Muslim 
yang taat 
dan fanatik karena ayah saya adalah seorang Kiyai dan juga anggota ABRI yang 
oleh 
komandannya ditugaskan untuk membina mental dan rohani anggota ABRI. 
> 
> Dilingkungan keluarga, ayah saya sangat keras dalam mendidik anak-anaknya 
> terutama 
dalam hal agama. Dalam pergaulan ayah saya juga memberikan pengajaran yang 
sangat 
keras, kami dilarang bergaul atau Berteman dengan orang-orang Kristen. Tahun 
1992 
saya menyelesaikan studi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Saya 
dianjurkan 
ayah saya agar melanjutkan Pendidikan agama ke salah satu pesantren di Jombang, 
Jawa 
Timur, supaya saya lebih memahami tentang Al-quran, akan tetapi tinggal dan 
belajar di 
dalam pesantren menurut saya tidak efectif karena pengajarannya hanya 
> 
> membaca dan menulis huruf arab saja tidak dengan arti bahasa indonesianya, 
> sehingga 
saya hanya bertahan sampai empat bulan, setelah itu saya menganggur. 
> 
> 
> Pada bulan juli 1994 saya mencoba masuk Lembaga ilmu Pengetahuan Islam Arab 
LIPIA), setelah mengikuti ujian masuk saya dapat diterima dan ternyata saya 
salah satu 
yang mendapat beasiswa untuk belajar di King Abdul Aziz Universitas Jeddah, 
Saudi Arabia 
selama tiga tahun. Mendengar kabar tersebut bukan hanya saya yang gembira, 
orang tua 
saya lebih gembira dari saya, dengan harapan saya bisa menjadi penerus ayah 
sebagai 
seorang "Kiyai". 
> 
> Bulan November 1994 saya berangkat menuju Saudi Arabia. Di Saudi Arabia saya 
> tinggal 
di sebuah apartemen di Fasyalia Street I Jeddah, kurang lebih 100 km menuju 
kota 
Mekkah. Pada tahun pertama saya tinggal di Saudi Arabia, saya rajin beribadah 
Umroh dan 
Haji ke Masjidil Haram Mekkah. Saya sempat terkejut setelah mengetahui 
bagaimana 
orang Islam di Saudi Arabia memperingati hari-hari besar Islam karena ada 
beberapa 
peringatan hari besar agama Islam di Saudi Arabia yang berbeda dengan di 
Indonesia, 
contohnya di Saudi Arabia tidak ada peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Isra 
Mi+raj 
Nabi Muhammad juga tidak ada adanya Idhul Fitri dan banyak lagi perbedaan agama 
Islam 
di negara Arab dengan Indonesia. 
> 
> "Isa Almasih dalam Al-quran" 
> 
> Satu setengah tahun sudah saya belajar di Saudi Arabia, saya mulai mengerti 
> arti 
terkandung dalam kitab suci yang saya imani dahulu yaitu Al-quran. Didalam 
Quran 
sendiri banyak sekali kesaksian tentang Injil Isa Almasih, antara lain Surah 46 
Al-Ahqaaf 
ayat 30: QAALUU YAA QAUMANA INNA SAMI+NA KITABAN UNZILA MIMBA+DI YADAIHI 
YAHDI ILAL HAQQI WA ILA THARIQIM MUSTAQIM, Artinya: "Hai kaum kami, 
sesungguhnya 
kami telah mendengar Kitab Al-Qur+an yang diturunkan sesudah Musa, yang 
membenarkan Kitab Injil yang memberi petunjuk kepada kebenaran dan kepada jalan 
yang 
lurus". Surah 4 An-Nisaa ayat 59: WA INI MIN AHLIL KITABI ILLA LA YU+MINAMNA 
BIHIIQOBLA MAUTIHI WAYAUMIL QIYAMATI YAKUNU ALAIHIM SYAHIDAA. Artinyaan tidak 
seorangpun dari ahli kitab akan beriman kepada Isa dan ada hari kiamat Dia 
menjadi saksi 
terhadap mereka".
> 
> 
> Surat 43 Az-Zukhuri ayat 61: WA INAHUU LA+ILMUL LIS SAA +TI FA LAA AMTARUNA 
BIHA WA TABI+UNI HAZDAA SHIRAATUM MUSTAQIM. Artinya: "Dan sesungguhnya Dia 
adalah suatu tanda bagi kiamat maka janganlah kamu ragu-ragu entang kiamat itu, 
dan 
ikutlah Aku, inilah jalan yang lurus". Ayat yang diatas menyatakan bahwa jalan 
yang lurus 
ada pada Isa Almasih yang memberikan pengetahuan tentang hari kiamat dan tidak 
boleh 
diragukan. 
> 
> Oleh karena itu kita harus bertaqwa kepada Allah dan taat kepada Isa Almasih 
> sebab 
inilah jalan yang lurus. Disamping Surah 43 Az-zukhuruf tersebut, jalan yang 
lurus ada di 
dalam surat 46 Al-Ahqaaf ayat 30 yang menyatakan bahwa Kitab Taurat dan Injil 
memberikan petunjuk kepada kebenaran kepada jalan yang lurus. Surah Al-Maa-Idah 
ayat 
68 juga menyatakan bahwa Alkitab (Taurat dan Injil) adalah merupakan Kitab yang 
benar 
bagi orang yang beragama menurut kehendak Allah. 
> 
> 
> Surah Al-Maa-Idah ayat 68: QUL YAA AHLAL KITABI LASTUM+ ALAA SYAI iNHATTA 
TUQIMUT TAURATA WAL INJILA WA MAA UNZILA ILAIKUM MIR RABBIKUM THUQYANAW 
WAKUKUFRAN FALLA TA+SA+ALAL QAUMIL KAAFIRIN. Artinya: "Katakanlah, hai ahli 
kitab, 
engkau tidak beragama yang sebenarnya, kecuali ngkau turuti Taurat dan Injil 
dan apa 
yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, bagi kebanyakan mereka sungguh akan 
menambah kedurhakaan dan kekafiran. 
> 
> "Saya menerima Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat" Pada suatu hari di 
> bulan 
Agustus 1996 ketika saya sedang membaca Alquran di kamar apartemen tiba-tiba 
saya 
melihat seorang laki-laki berjenggot dan berjubah putih mendekati saya. Saya 
takut sekali 
tapi bukan karena kehadiran orang tersebut yang begitu tiba-tiba tapi karena 
wajahnya 
yang sangat wibawa sekali. Apakah saya ini sedang bermimpi? Ah, tidak .. saya 
tidak 
bermimpi ataupun mabuk. Sepertinya orang tersebut tahu kalau saya sedang 
ketakutan, 
DIApun langsung berbicara : "Jangan takut Aku datang untuk menyelamatkanmu". 
Setelah 
DIA berkata begitu, saya langsung tidak sadarkan diri waktu itu kira-kira pukul 
9 malam 
waktu Jeddah. Segala sesuatu hening dan tenang. 
> 
> Sayapun merenungkan siapa yang datang tadi? Kalau dia manusia, darimana 
> masuknya 
sebab semua pintu terkunci. Dan apa maksudnya dengan menyelamatkan?. Koq dia 
lancar 
sekali berbahasa Indonesia, sedangkan wajahnya wajah Arab-Palestina. Darimana 
Dia tahu 
kalu saya orang Indonesia, sedangkan saya saat itu saya tidak sedang berada di 
Indonesia 
tapi di Jeddah, ya paling tidak pakai bahasa Arablah, karena disana orang 
Indonesia juga 
kalau bertemu dengan bangsanya sendiri pakai bahasa Arab. Tiba-tiba saya 
merasakan 
ada sesuatu yang masuk kedalam diri saya. Sekarang saya baru tahu kalau yang 
masuk 
tersebut adalah Roh Kudus dan Roh Kudus itulah yang membuat hati saya dapat 
mengambil kesimpulan bahwa yang datang tadi adalah Isa Almasih (Yesus Kristus). 
Sayapun langsung tersungkur dan menangis sambil memohon ampun kepada Allah atas 
semua dosa-dosa saya selama ini, yang ternyata saya selama ini telah mengikuti 
jalan 
yang tidak benar. Spontan saya berkata "Bagaimana saya harus menerima
>  Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat?", bicara saya saat itu memang perlahan 
> saya 
juga tidak mengerti kenapa saya bicara seperti itu, dan lagi saya tidak tahu 
Juruselamat itu 
apa?
> 
> Ini hal-hal aneh yang terjadi saat itu. Pagi itu juga saya berdoa dalam 
> bahasa Indonesia 
dengan lancar sekali, doa saya waktu itu adalah sebagai berikut: "Ya Allah saya 
percaya 
melalui FirmanMu bahwa saya adalah manusia berdosa dan telah kehilangan 
kemuliaan 
Allah serta harus binasa, tetapi saya juga percaya melalui FirmanMu Yesus 
Kristus telah 
mati untuk semua orang yang berdosa dan Darah-Nya telah dicurahkan untuk 
menghapus 
dosa-dosa kami. Sekarang saya menerima Engkau Yesus Kristus sebagai Tuhan dan 
Juruselamat pribadiku. Penuhi saya dengan Roh KudusMu Tuhan. Terima kasih Tuhan 
Yesus Kristus. Amin." 
> 
> 
> Setelah berdoa seperti itu, doa tersebut langsung saya catat ke dalam sebuah 
> buku 
harian. Setelah itu saya merenung, sambil bertanya-tanya dalam hati, kenapa 
saya begitu 
mudah berdoa dalam bahasa Indonesia? Dan mengapa doa tersebut seperti doa orang 
Kristen, sebab ada kata Yesus? Lantas saya berfikir lagi, yang berdoa tadi, 
saya atau siapa? 
Aneh tiba-tiba saya penuh dengan sukacita. 
> 
> Sejak tahun 1996 saya secara pribadi menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan 
Juruselamat saya. Ditahun 1997 saya pulang ke Jakarta dengan sambutan meriah 
dari 
keluarga karena mereka tahu bahwa diri saya telah menjadi seorang haji yang 
patut 
dibanggakan. Keluarga saya belum tahu kalau saya sudah bertemu dengan Tuhan 
Yesus 
dan menjadi pengikutNya. Inilah rahasia yang terus saya rahasiakan, tidak 
seperti yang 
lain saya tidak pernah memakai gelar Haji di depan nama saya, dan tindakan ini 
membuat 
orang tua saya bertanya-tanya akan apa yang saya perbuat. 
> 
> Tidak lama setelah saya sampai di Jakarta, saya mendapat tawaran bekerja di 
> salah satu 
Bank swasta di Jakarta. Tetapi baru kerja kurang lebih sembilan bulan, saya 
terkena PHK 
karena Bank tersebut dilikwidasi/ditutup oleh pemerintah, tidak lama setelah 
saya terkena 
PHK ayah saya memasuki masa pensiun, sehingga harus pulang ke Jomabng, Jawa 
Timur, 
karena rumah yang ditempati di Jakarta adalah rumah dinas. Dan saya memilih 
untuk 
tinggal dan kost di Jakarta, tepatnya di Jalan Kramat Raya Jakarta pusat. 
Selama hidup 
menjadi anak kost yang masih di biayai keluarga karena saya belum bekerja, hal 
seperti ini 
menghidupkan kembali kerinduan saya untuk mempelajari Alkitab, seperti janji 
hati ketika 
baru menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat saya. Setelah membeli 
sebuah 
Alkitab dan saya belajar sama Tuhan, mulailah saya ikut kebaktian, yang pertama 
sekali 
saya ikut Kebaktian Minggu disalah satu gedung gereja di Jakarta Pusat. 
Selanjutnya keluar 
masuk gereja dari yang
>  Karismatik, Pantekosta, Protestan sampai Katolik sehingga saya mengenal 
> beberapa 
Hamba Tuhan. 
> 
> Tanggal 8 April 1999, saya bertemu seorang Hamba Tuhan dari satu gereja di 
> Jakarta 
yang bersedia membaptis saya pada sebuah kolam renang yang berada di salah satu 
Hotel 
di Jakarta Timur. 
> 
> 
> "Tuhan bekerja luar biasa di balik sobekan celurit" Pada 28 April 1999 saya 
> datang 
berkunjung ke rumah paman di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur untuk mengakui 
bahwa 
saya telah menjadi Pengikut Kristus. Sampai di sanapun saya ditanya oleh Paman, 
"Bagaimana kabar kamu? Sudah lama tidak main ke sini?" "Puji Tuhan", jawab 
saya. 
Mendengar jawaban seperti itu, wajah Paman langsung berubah tidak ada senyum 
lagi. 
Saya ulangi lagi, "Puji Tuhan! Sekarang ini saya menjadi pengikut Kristus". 
Paman saya 
tanya lagi, Apa itu pengikut Kristus? Dengan suara yang sangat kasar sekali. 
Saya kembali 
menegaskan "Sekarang saya sudah menjadi seorang Kristen". Tanpa ada komentar 
lagi, 
melayanglah pukulan dari Paman yang bertubuh besar ke arah saya yang berbadan 
kecil. 
Saya terjatuh, akibat terkena pukulan, lalu kesempatan itu digunakan oleh paman 
saya 
untuk mengambil sebuah celurit yang terpajang di tembok. Lalu dari arah 
belakang Paman 
mengalungi lehar saya dengan celurit dan merobek leher saya
>  sambil berkata, "Kamu sudah murtat, Kamu sudah menjadi kafir, orang kafir 
> kalau 
dipotong lehernya diminum darahnya halal". Mendengar itu saya merasa bahwa saya 
tidak 
akan hidup lagi. Tapi tiba-tiba dengan pertolongan dan kekuatan dari Tuhan , 
tangan saya 
cepat bergerak menangkap celurit yang sangat tajam itu untuk saya tarik ke 
depan dengan 
kedua tangan saya ini. Begitu terlepas dari celurit tajam itu, lalu saya lari 
keluar dan 
dikejar oleh Paman. Puji nama Tuhan! Tuhan Yesus menghalanginya sehingga Paman 
saya 
tidak mengejarnya lagi. Saya memanggil taksi, dan sopirnya bertanya kepada saya 
"Mau 
dibawa kemana?" saya bilang sama sopir taksi "Tolong bawa saya kerumah sakit 
mana 
saja." 
> 
> Sementara darah terus mengalir membasahi pakaian saya, sambil memegangi leher 
yang terluka dengan keadaan tangan saya yang juga hampir putus karena menahan 
celurit 
yang tajam tadi. Selama ditaksi saya berseru "Tuhan, kalau memang Engkau mau 
mengambil saya ambillah Tuhan, jangan lama-lama". 
> 
> Taksi diarahkan kerumah sakit Harapan Bunda di Pasar Rebo. Saya dibawa masuk 
dengan alat dorongan, tapi dokter masih menanyai saya dengan beberapa 
pertanyaan 
sebab dikiranya saya seorang penjahat yang jadi korban pengadilan massa. Tapi 
Puji 
Tuhan, seorang perawat digerakkan oleh Tuhan untuk melayani saya, dia 
membersihkan 
luka di leher dan di tangan saya. Dan tak lama kemudian datang juga dokter 
tersebut 
dengan menjahit luka-luka saya. 
> 
> Setelah dijahit dan saya mampu untuk duduk, mulailah dokter itu kembali 
> mengajak 
saya berbincang-bincang, kenapa dan apa yang terjadi dengan saya. Saya 
menjelaskan 
bahwa Paman saya telah menggorok leher saya ini karena saya telah menjadi 
seorang 
Kristen. Tak saya sangka-sangka dokter itu juga marah dan mengatakan saya sudah 
menjadi Kafir. Lalu saya jawab semua perkataan dokter tersebut dengan 
mempersilahkan 
membaca beberapa ayat yang ada di dalam
> 
> Alquran seperti surah 46 Al-Ahqaaf ayat 30, Surat Az-Zukruf ayat 61 dan Surah 
> Al-
Maa-Idah ayat 68, juga saya mengatakan bahwa saya pernah belajar di Saudi 
Arabia 
selama tiga tahun bahkan saya bertemu dengan Tuhan Yesus di Saudi Arabia bukan 
di 
Indonesia. Akhirnya dokter tersebut terdiam merenung. Untuk mengalihkan 
pembicaraan, 
sayapun bertanya "Dokter berapa biaya yang harus saya bayar?" Tetapi apa yang 
terjadi? 
Ternyata Tuhan bekerja luar biasa sekali, sebab dokter tersebut mengatakan 
tidak usah 
dibayar bahkan saya dibolehkan ke rumah.
> 
> Saya mengucap syukur pada Tuhan... Keesokkan harinya saya menelepon orang tua 
> di 
Jombang dan menceritakan apa yang terjadi dengan diri saya, orang tua saya 
merasa 
kaget sekali dan marah besar, saya dikatakan orang kafir, orang murtat bahkan 
lebih dari 
itu mereka melarang saya mengakui sebagai orangtuanya lagi dan juga termasuk 
semua 
saudara-saudara saya. Saya juga dilarang menginjak rumah orang tua saya. Belum 
sempat 
saya bicara lagi, telepon ditutup. Sejak saat itu hubungan saya dengan orang 
tua serta 
saudara-saudara putus. Akibatnya, saya tidak mendapat bantuan keuangan dan 
akhirnya 
saya tidak sanggup meneruskan pembayaran uang kost. 
> 
> 
> "Gelandangan awal pelayanan saya" 
> 
> Dengan bermodalkan sebuah Alkitab dan beberapa lembar pakaian mulailah saya 
> tidur 
di Mesjid-mesjid, di stasiun-stasiun kereta api dan tempat-tempat lainnya. 
Pertama sekali 
saya tidur di Masjid Baitul Falah jalan kramat raya nomor 121 dan Masjid 
Istiqlal lalu 
pindah ke Stasiun Kereta Api Senen, Juanda dan Taman Lapangan Banteng. 
Kehidupan 
saya benar-benar menjadi gembel dan gelandangan seringkali saya tidak makan 
berhari-
hari dan ternyata Tuhan tidak membiarkan saya. Suatu hari saya mendapat kabar 
dari 
seorang teman gelandangan juga bahwa ada satu tempat dimana disana disediakan 
makanan gratis dari Tuhan untuk orang-orang jalanan yaitu dirumah salah seorang 
dokter 
juga sebagai Hamba Tuhan yaitu dokter Suradi Ben Abraham di alan proklamasi 
nomor 47 
Jakarta Pusat. ampir setiap hari saya datang untuk makan dengan sepuasnya di 
sana. 
Disamping itu iman saya juga terus bertumbuh, diantara para gembel dan 
gelandangan 
saya membentuk satu kelompok doa bersama mengambil lokasi di aman
>  Lapangan Banteng, Jakarta Pusat setiap hari sabtu pukul 11.00 sampai 13.00 
> WIB. 
Waktu itu pertama kali dilayani oleh Team dari Doulos, tetapi lama-kelamaan 
kamipun 
dapat melakukan pelayan sendiri terhadap kelompok doa kami sendiri.
> 
> 
> Pada suatu hari seorang Hamba Tuhan melihat kelompok doa yang saya pimpin dan 
menawarkan kepada saya untuk melayani penginjilan ke suatu desa di Sukabumi 
Jawa 
Barat. Sejak saat itulah hingga sekarang Tuhan pakai saya untuk memberitakan 
Injil di 
beberapa tempat. Demikianlah kesaksian saya, Tuhan memberkati. "Percayalah 
kepada 
Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah 
Para 
Rasul 16:31)
>   __________________
> 
> 
>  
> ---------------------------------
> Need Mail bonding?
> Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
>

Kirim email ke