Bung Dablex yang berbahagia, Anda sama sekali tidak perlu minta maaf. Saya kira saya paham bagaimana perasaan Anda dari tulisan-tulisan Anda sebelumnya. Sebaliknya, saya minta maaf jika tulisan saya terkesan tertuju pada Anda & padahal sama sekali tidak. Sayang sekali, justru Anda & bukan orang lain tertentu yang menangkap kesan itu.
Salam bahagia, skw On 3/6/07, Dablex Scali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bung Stephanus, Sebelumnya saya juga mohon maaf terhadap anda pribadi atas postingan2x saya yg menyinggung perasaan anda. Niat awal saya juga sebenarnya adalah seperti anda. Niat hati menjadi orang sabar, tapi malah dihajar. Niat hati menjadi orang bijak, tapi malah di injak2x. Niat hati tidak garang, malah diajak perang. Niat hati ingin hidup damai, tapi malah dibantai. Tapi saya sadar, bila dibiarkan maka dia tidak akan mau belajar. Bendera perang dikibarkan lawan, pantang langkah mundur. Seperti lirik Serius Band. 'Kita semua' juga manusia, punya rasa punya hati...... *"Stephanus K. Wibowo" <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: Niat hati nambah Saudara, malah ketemunya ama orang yang pengennya cari musuh. Niat hati meluaskan cakrawala, kok ketemunya ama orang yang sama piciknya ama aku. Niat hati menjernihkan pikiran & perasaan, kok ketemunya ama orang yang sama kotornya ama aku. Niat hati mencapai kebijakan, ketemunya ama orang yang sama-sama bego & sok tau. Sementara para bijak berdiam diri, Menjadikan si tolol makin tidak tahu diri, Menjadikan kami yang baru belajar kehilangan kendali, dan mulai mencaci maki. Tanpa sadari bahwa kita hanya saling melempar tahi ke muka sendiri! Salah masuk milis banget dah kalo begini!! skw, *sembari memamerkan pantat ke dia yang kau agung-agungkan itu* tau tidak? ternyata dia yang kau sembah tidak mampu berbuat apa-apa! ------------------------------ It's here! Your new message! Get new email alerts<http://us.rd.yahoo.com/evt=49938/*http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/>with the free Yahoo! Toolbar.

