Pak Sumarsono, Selvin tinggal di meko. sulawesi tengah
utk artikel lengkapnya klik di http://kawanua.org/?q=id/node/180
itu transkrip wawancara ttg selvin.

semoga bisa membantu

rgds,
eddy
--- In [email protected], sumarsono hs 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hallo teman2 sekalian,
> Kalau boleh aku tahu dimana Selvin berada maksudnya di Jakarta 
alamat lengkapnya dimana.
> Karena orangtua saya sudah lebih dari 10 th terserang stroke dan 
belum sembuh.
> 
> Terimakasih banyak
> Wassalam
> 
> Sumarsono HS
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: Mayapada Prana <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Saturday, April 7, 2007 6:57:08 PM
> Subject: [Mayapada Prana] Bocah 8 Tahun Sembuhkan Banyak Orang
> 
> Head Lines News21 Maret 2007 
> 
> 
> 
> Puluhan ribu orang datangi Desa Meko, Kabupaten Poso
> Mujizat! Bocah 8 Tahun Sembuhkan Banyak Orang 
> 
> 
> Desa Meko di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso (Sulteng), 
tiba-tiba menjadi buah bibir. Puluhan ribu orang kini berduyun-duyun 
menuju desa yang berjarak sekitar 60 km dari Kota Tentena tersebut. 
Apa pasal? Seorang gadis cilik berumur 8 tahun bernama Selvin Bungge, 
dikabarkan mampu menyembuhkan banyak orang sakit. 
> 
> Hebatnya, gadis cilik yang kini dijuluki `dokter kecil' ter-sebut, 
menyembuhkan orang hanya lewat doa `'Bapa Kami'' dan diiringi lagu 
`'Allah Kuasa Melakukan Segala Perkara''. Warga meyakini penyembu-
han yang dilakukan Selvin karena mendapatkan kekua-tan dari Yesus 
Kristus. 
> 
> Warga Kecamatan Meko, Morpan seperti dilansir Nuan-sa Pos, Senin 
(19/03) lalu me-nuturkan, peristiwa mujizat tersebut sudah terjadi sejak 
9 Januari 2007 lalu, di mana awal-nya Selvin mampu menyem-buhkan 
penyakit ibunya. Hal ini diamini Pdt Rainaldy Dama-nik saat dikonfirmasi 
Komentar tadi malam lewat telepon. 
> 
> Ketua Umum GKST (Gereja Kristen Sulawesi Tengah) ini membenarkan 
tentang pe-nyembuhan yang dilakukan Selvin. `'Awalnya dia menyem-
buhkan ibunya,'' kata Pdt Damanik yang sudah menemui langsung bocah 
cilik tersebut dan ibunya. Menurut Damanik sebagaimana cerita ibu 
Selvin, kisah menggemparkan itu terjadi 6 Januari 2007. 
> 
> Saat itu pada malam hari sekitar Pukul 22.30 Wita, di rumah mereka 
yang sangat se-derhana, Selvin sedang memijit kaki ibunya yang 
menderita penyakit rematik akut. Tiba-tiba keesokan harinya, Ibu Sel-vin 
merasakan kakinya tidak sakit lagi. `'Ibu Selvin merasa sangat sehat. Ini 
kemudian ditanyakan ibunya kepada Selvin,'' cerita Pdt Damanik.
> 
> Selvin kemudian mencerita-kan kepada ibunya sebuah peristiwa ajaib 
yang dialami-nya. Menurut Selvin, pada ma-lam dia melihat cahaya 
terang di kamarnya. Dalam cahaya itu, ada wujud Tuhan dengan seorang 
malaikat. Tiba-tiba Selvin mendengar sebuah suara yang berbunyi, ''Saya 
akan memberikanmu ba-nyak….!!.' ' Selvin yang tidak me-ngerti dengan 
suara itu, lantas menjawab, `'Berapa? 5000?.'' Suara itu kembali 
terdengar. `'Tidak, justru lebih banyak lagi. Tapi harus kau bagikan 
kepada semua orang. Namun keluarga-mu harus benar-benar patuh 
pada perintah Tuhan.'' Seke-tika itu wujud tersebut hilang dari 
pandangan Selvin. 
> 
> Keesokan harinya setelah ibu Selvin sembuh, mereka menuju Kota 
Palu. Di sana ada kakak Selvin yang sedang sakit. Ber-kat doa, kakak 
Selvin itu kemu-dian disembuhkan. Kabar pe-nyembuhan itu kemudian 
me-nyebar ke tetangga dan ke-mana-mana saat Selvin dan ibunya 
kembali ke Meko. `'Ka-rena kabar itu, kini Desa Meko dipadati orang-
orang yang datang dari berbagai denomi-nasi, terutama yang menderita 
penyakit kronis,'' ungkap Pdt Damanik. 
> 
> Pdt Damanik sendiri menga-kui telah melihat langsung penyembuhan 
yang dilakukan Selvin ketika datang di Meko. `'Yang buta bisa melihat, 
yang berada di kursi roda bisa ber-jalan, dan banyak yang sudah 
disembuhkan, '' aku Pdt Dama-nik. Hal ini diamini Morphan, warga Meko. 
> 
> "Desa Meko yang tadinya sepi kini menjadi ramai didatangi orang-
orang dari segala pen-juru, baik orang yang sedang sakit dan ingin 
mendapat kesembuhan maupun orang-orang yang ingin melihat langsung 
proses penyembuhan yang menghebohkan, " kata-nya. 
> 
> Menurutnya, ada sebagian orang yang tidak disembuhkan saat itu, 
namun oleh Selvin disuruh pulang dan bertobat dulu, serta meminta 
maaf ke-pada siapa saja yang pernah berseteru dengan orang itu. Selvin 
akan memintanya kembali jika orang itu sudah benar-benar siap dalam 
iman.
>  
> "Saya sendiri penasaran dengan kabar itu, sehingga saya pulang 
kampung dan kaget bukan main ketika saya tiba di kampung begitu 
banyak orang-orang yang bertenda di lapangan sepak bola, tinggal di 
baruga dan rumah-rumah penduduk. Saya juga menyak-sikan langsung 
orang lumpuh bisa berjalan setelah mendapat pengobatan dari dokter 
kecil itu,'' aku Morphan. 
> 
> Tidak hanya itu, di halaman rumahnya kini terdapat ratu-san tongkat 
dan kursi roda dari orang-orang yang telah di-sembuhkan. Selain itu 
lanjut-nya, Selvin tidak mau mene-rima pemberian uang dan lainnya. 
Begitu juga ketika dipotret, dia tidak mau. Karena hal itulah sehingga 
wartawan dan siapa saja yang akan me-ngambil gambarnya, dilarang 
oleh keluarga Selvin atau warga Meko. 
> 
> Pernah ada seorang pasien yang disembuhkan, hendak memberikan 
uang Rp 5 juta pada Selvin. Namun Selvin hanya mengambil Rp1000 dan 
mengatakan, uang itu akan didermakannya untuk gereja di hari Minggu. 
> Perilaku Selvin sendiri, ketika dalam keseharian dan tidak melakukan 
penyembuhan, terlihat seperti bocah seumur-nya. Siswi kelas 3 SD itu 
terli-hat bermain, atau bermanja kepada orang tuanya. 
> 
> Tapi ketika melakukan pe-nyembuhan, Selvin seperti berubah menjadi 
seorang dewasa yang bijak. `'Kini dari informasi yang saya dengar-
dengar, sudah sekitar 10 ribu orang yang datang ke Meko untuk 
memperoleh kesembu-han, " katanya. Senada disam-paikan ibu rumah 
tangga ber-nama Rosyana (37).
> 
> Rosyana mengaku telah melihat langsung proses pe-nyembuhan sang 
`dokter kecil'. Namun kini, Selvin sedang berada di Jakarta bersama 
seorang ibunya. `'Selvin sendiri yang meminta ke Jakarta, dan belum 
diketahui apa mak-sudnya ke Jakarta," terang Rosyana. Sementara itu, di 
de-pan rumahnya yang berdeka-tan dengan balai desa dan lapangan, 
saat ini telah berdiri tenda-tenda yang dibikin oleh masyarakat untuk 
menampung orang-orang yang hendak meminta kesembuhan Tuhan 
lewat Sel-vin.(np/ rik)  
>  
> Source: http://www.harianko mentar.com/ arsip/arsip_ 2007/mar_ 
21/hl001. html
> 
> 
> 
>  
> 
____________________________________________________________
________________________
> We won't tell. Get more on shows you hate to love 
> (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
> http://tv.yahoo.com/collections/265
>


Kirim email ke