Alam Neraka

  Neraka, seperti yang diberitakan Buku Paramatthajotika__salah satu buku 
Abhidhamma (buku makrifat buddhist), adalah suatu tempat yang penuh dengan 
penderitaan. Makhluk-makhluk yang terlahir di neraka tak pernah merasakan 
sedikitpun kebahagiaan. Mereka harus merasakan penderitaan dari awal sampai 
akhir hidup mereka di alam ini. Tak ada batas waktu tertentu untuk siapapun 
yang terlahir di alam neraka. Beberapa mungkin menderita di sana untuk suatu 
waktu singkat dan sebagian lain mungkin sampai berjuta-juta tahun lamanya. Ini 
tergantung pada kekuatan karma orang yang bersangkutan.

Tapi bagaimanapun lamanya seseorang menderita di neraka, tetap saja sementara; 
suatu hari, saat kekuatan karma buruknya habis, dia akan bebas dari 
penderitaannya yang luarbiasa. Biksu Devadatta adalah satu contoh dalam hal 
ini. Akibat niat dan perbuatan buruknya terhadap Buddha dan Sangha, terlahir di 
neraka terendah/terparah bernama Avici. Tapi Buddha meramalkan bahwa Devadatta, 
setelah habis karma buruknya di neraka, akan terlahir lagi dengan banyak 
berbuat bagus sehingga akan menjadi Buddha bernama Atthisssara.

Dalam Paramatthajorika, 8 neraka besar dijelaskan:

1. Sanjiva.
    Dalam neraka ini, para penjaga neraka membelah dan memotong-motong 
      makhluk-makhluk neraka dengan senjata-senjata membara. Tapi selama 
      energy karma buruk mereka masih ada, mereka hidup lagi. Karena itulah 
      neraka ini disebut Sanjiva (yang bangkit lagi).

2. Kalasutta.
    Makhluk-makhluk yang lahir di neraka ini diletakkan di atas lantai besi 
      yang sangat panas, ditandai dengan alur hitam.
    Para penjaga lalu memaku mereka dengan kapak di seputar daerah itu. 
      Karena itulah namanya Kalasutta, 'alur hitam'.

3. Sanghata.
    Neraka ini dinamakan begitu karena makhluk-makhluk yang terlahir di sini 
      diremukkan menjadi debu dengan gunung-gunung membara.

4. Roruva atau Dhumaroruva.
    Neraka ini dinamakan begitu karena makhluk-makhluk yang terlahir di sini 
      terus-menerus menangis keras (Roruva), menangis kesakitan saat 
      dihembuskan gas-gas mematikan ke dalam fisik mereka (Dhumaroruva).

5. Maharoruva atau Jalaroruva.
    Nama neraka ini karena makhluk-makhluk yang terlahir di sini menangis 
      lebih keras daripada makhluk di roruva (Maharoruva), menangis kesakitan 
      saat dihembuskan nyala api ke dalam fisik mereka (Jalaroruva).

6. Tapana atau Culatapana.
    Makhluk-makhluk di sini ditusuk hingga tembus dengan tonggak-tonggak 
      yang luarbiasa panas dan mereka tetap tertancap di situ (Tapana), baru
      bisa lepas saat karma buruk mereka habis (Culapatana).

7. Mahatapana.
    Dinamakan begitu karena siksaannya lebih keras daripada Tapana. Para 
      penjaga di sini memaksa makhluk-makhluk neraka untuk mendaki sebuah 
      gunung besi lalu mereka tergelincir tertiup angin kencang, terjatuh di 
atas 
      tonggak-tonggak panas yang menunggu di bawah.

8. Avici.
    Neraka terendah dan terparah. Siksaan utama di neraka ini adalah panas. 
      Tak ada celah antara makhluk-makhluk neraka dengan api dan tak ada 
      waktu istirahat dari siksaan (Avici). 
    Di antara penghuninya adalah, Nanda, yang memperkosa sepupunya, 
      Biksuni Upalavanna; Devadatta, yang mencoba membunuh Vahat dan 
      menghasut Sangha; Cunda si penjagal babi; Suppa yang menghina Vahat; 
      dsb.
    Saat Devadatta memasuki Avici, ia membesar sampai 100 yojana; 
      kepalanya masuk ke dinding besi dan kakinya tembus ke lantai besi sampai 
      pergelangan kaki; dan sebuah tonggak besi sebesar pohon Palmyra muncul 
      dari dinding barat dan menusuknya dari pungggung ke dada hingga masuk 
      dinding timur. Tonggak yang sama muncul dari dinding kanan 
    menembusnya hingga masuk ke dinding kiri, dan dari langit-langit tonggak 
      lain menusuk kepalanya menembus seluruh fisik hingga masuk ke lantai 
      besi di bawah. Kedua tangan dipaku dengan tonggak besi panas. Ia lalu 
      berdiri terus seperti itu dengan api yang terus membakarnya sampai 
      karma buruknya habis di masa depan.
   
Neraka-neraka besar yang disebut di atas terletak di dalam bumi. Sanjiva yang 
terdekat dan Avici yang terjauh/terendah. Makhluk-makhluk neraka mati dalam 
penyiksaan, tapi tetap hidup lagi selama karma buruk mereka masih tersisa.

Selain 8 neraka besar itu, Buku Paramatthajorika juga memberitakan lima neraka 
kecil (Ussada Niraya). Dalam bahasa Pali, Ussada artinya "banyak" atau 
"berlimpah," menerangkan banyaknya penderitaan di neraka kecil. Neraka kecil 
mengelilingi setiap satu neraka besar di 4 penjuru.

Devadutta Sutta mendeskripsikan satu neraka besar sebagai suatu tempat 
berbentuk persegi, dikelilingi dinding besi dan ditutup atap besi, berlantaikan 
besi membara sepanjang 100 Yojana; gerbang di 4 penjuru. Di depan setiap 
gerbang terletak 5 neraka kecil secara berurutan:
1. Gutha (neraka kotor).
2. Kukkula (neraka api membara).
3. Simpalivana (neraka pohon kapas sutra).
4. Asipattavana (neraka hutan berdaun pedang).
5. Vettarani (neraka sungai/air tajam).

Bentuk lima neraka ini seperti lima lapis benteng. Misalnya, jika ada penghuni 
neraka yang berhasil keluar dari neraka besar karena karmanya, maka ia akan 
terjatuh ke dalam neraka kotor. Jika karena karmanya lalu berhasil keluar lagi 
maka di luar neraka kotor ada neraka api membara yang mengelilingi neraka 
kotor. Begitu seterusnya, hingga lingkaran neraka terakhir, yaitu neraka 
sungai/air tajam. Jika berhasil keluar dari sini barulah karma selanjutnya akan 
menentukan apakah ia akan dilempar lagi ke atas, ke neraka besar, atau 
selamanya bebas dari neraka untuk terlahir di alam manusia lagi.

Kesimpulannya, satu neraka besar dikelilingi setiap 4 penjurunya dengan 20 
neraka kecil. Jadi, semua neraka jumlahnya 168; 8 neraka besar dan 160 neraka 
kecil.

Pengatur neraka adalah Yama/Yamaraja, tapi bukan hanya 1 Yamaraja. Ada 4 
Yamaraja memimpin 4 gerbang. Berarti untuk 8 neraka besar ada 32 Yamaraja. 
Selain para Yamaraja ini masih ada sejumlah penjaga neraka (nirayapala).
Tugas Yamaraja adalah menyelesaikan kasus setiap makhluk neraka lalu menetapkan 
hukuman, sedang tugas para penjaga neraka adalah mengeksekusi para makhluk 
neraka. 
Yamaraja dan nirayapala bukan penghuni neraka tapi penghuni alam Catu 
Maharajika.
Mereka punya karma tertentu yang membuat mereka bisa menjadi pengawas neraka.
   
   

                
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
 http://id.mail.yahoo.com/

Kirim email ke