Hallo Ibu Rusini,
   
  Melihat tulisan anda sepertinya anda dari Malaysia ya, salam kenal dan salam 
persahabatan. sungguh sulit memang menjaga hubungan antar negara yang 
penduduknya jutaan ini, karena walaupun dalam satu negara tapi masing masing 
individu rakyatnya kan punya pemikiran masing masing, rambut boleh sama hitam 
tapi pikiran orang siapa tahu. 
   
  Jadi memang tidak wajar jika kelakuan oknum sebuah negara harus ditanggung 
oleh negara itu namun karena dalam kasus ini justru  oknum yang bertindak 
adalah anggota penegak hukum yang notabene adalah bagian dari pemerintahan 
memang diharapkan jiwa besar pemerintah Malaysia untuk ikut bertanggung jawab 
dan tidak sekedar lepas tangan dan menganggap kasus ini biasa biasa saja. 
Diharapkan ada rasa empati dari pemerintah Malaysia untuk meminta maaf kepada 
rakyat Indonesia agar masalah tidak berlarut larut yang nantinya malah bisa 
merusak kepentingan yang lebih besar.
   
  Semoga kejadian ini memberi hikmah bagi semua pihak dan yang penting saat ini 
adalah bagaimana ke depan kita saling introspeksi untuk memperbaiki hubungan 
yang lebih baik, hubungan yang setara sehingga tidak ada pihak yang merasa 
pihaknya lebih hebat dari lainnya. Bisa menjaga diri untuk tidak merugikan 
tetangga kita.
   
  Saya berharap kita pun antar member milis diharapkan dapat selalu menjalin 
kerja sama mempererat tali silaturahmi, jadi jika anda berkenan bergabunglah di 
milis kami the Profec (the Professional & Entrepreneur Club) siapa tahu dengan 
bergabungnya anda di milis the Profec kita bisa saling berbagi info tentang 
negara kita masing masing. Sesungguhnya ada juga member Profec yang berdomisili 
atau bekerja di Malaysia khususnya di Kuala Lumpur siapa tahu dengan 
bergabungnya anda bisa lebih memperbesar network Profec di Malaysia.
   
  Jika anda berkenan kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED], dengan senang 
hati kami akan menyambut anda bergabung di keluarga besar the Profec.
   
  Salam EPOS,
   
  Lies Sudianti
  Founder & Moderator the Profec
  +62816995258
  . 

Rusini Juraimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Salam sejahtera buat rakyat INDONESIA.
Tidak susah hidup bersama jiran tertangga jika kita mengamalkan konsep rukun 
dan damai.Saya ambil petikan dari milis anda  Ms/Mrs Lies Sudianti iaitu "dlm 
menjaga hubungan baik dengan tetangga,kita harus saling menghormati,saling 
menghargai,saling membantu khususnya saat tetangga mengadakan hajatan dan 
memiliki pengendalian diri yang kuat agar tidak mudah terpasang emosinya.mudah 
memaafkan dan selalu berfikir positif".Kalau hendak dicerita tentang perasaan 
masing masing memang banyak,di Malaysia juga banyak berlaku perkara perkara yg 
tidak diingin yang membabitkan jenayah yang dilakukan oleh rakyat 
Indonesia.Itukan lumrah manusia,ada yg baik ,ada yg jahat.Tak guna kita saling 
tuduh menuduh siapa yg benar.siapa yang salah .Bak kata perpatah Melayu, "Ambil 
yang Jernih Buang Yang Keruh".Apa yang perlu kita tekan kan ialah perlaksanaan 
jatidiri kita sebagai manusia yang bertamadun,tak kira siapa pun diri kita kita 
berasal dari titik yang sama ,oleh itu renung-renungkan wahai
 sahabat.
Note: forwarded message attached.     
---------------------------------
  Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.

Kirim email ke