Bukan artikel rohani ! Kewajiban setiap manusia di dunia ini entah 
ia itu wong Tionghoa, wong Londo, wong Indo semuanya harus koit ! 
Saya menyadari bahwa generasi mang Ucup adalah generasi kloter 
berikutnya yang akan yang akan mendapatkan "last call for 
departure". 

Pokoknya rekan-rekan ato para pembaca yang usianya udah diatas GOcap-
GO, harus siap-siap lah untuk dipanggil, bahwa tidak lama lagi "Loe 
kudu GO to heaven" or to Hell pulang kampuang begitu. Hanya orang-
orang belegug ato dalam bahasa Inggrisnya GO-Block azah yang tidak 
mau membuat persiapan dari sekarang

Tiap orang udah nyaho, bahwa mereka itu harus kojor, tetapi sangat 
jarang sekali yang mo mikirin, seakan-akan mereka itu bisa hidup 
kekal didunia ini seperti juga Highlander. Apabila kita akan 
berangkat pergi liburan tentu kita ingin mengetahui tempat yang akan 
kita tuju, tetapi pernahkah Anda ingin mengetahui "What next?" 
setelah kematian itu datang!

Apa yang akan terjadi "One second after you die" – "Satu detik 
setelah Loe koit!"
Orang-orang disekitar saya memiliki tiga pandangan mengenai kematian 
itu:
- berakhir s/d disini saja alias jadi seongok debu ato abu
- dilahirkan kembali entah jadi kecoak, cacing ato manusia ato jadi 
buaya
- melanjutkan kehidupan ini dengan tubuh baru yang kekal dan abadi

Yang sudah pasti setelah si Ucp mampus! Manusia yang namanya Ucup 
itu udah di setip alias dibusek di dunia ini dan digantikan dengan 
nama Ucup Almarhum. Semua kewajiban duniawi, mulai dari utang yang 
berjibun s/d segala macam kontrak perjanjian pun akan berakhir 
dengan sendirinya, begitu juga dengan kontrak perkawinan kita. Hal 
positiv lainnya ialah semua rasa nyeri, rasa takut, maupun 
penderitaan duniawi kita pun akan berakhir, jadi benar-benar bebas 
tulen!

Sedangkan dari sisi negativ nya apa saja yang menjadi miliki kita di 
dunia ini, akan hilang pada saat itu juga, entah ini mobil Jaguar, 
uang simpanan di Swis Bank, istri simpanan di Jkt, gelar, jabatan 
maupun kekuasaan akan menguap dalam sedetik setelah si Ucup koit. 
Begitu juga dengan tubuh jasmani, kita tidak akan bisa balik kembali 
ketubuh itu lagi, karena ini sdh bukan menjadi milik kita lagi, 
bahkan kita sdh kehilangan kontrol terhadap diri kita sendiri. 

Sejak si Ucup mati, maka ia sdh akan tidak berfungsi lagi, sama 
seperti juga robot yang kehabisan baterie. Yang ada hanya seongok 
daging yang tidak lama lagi akan menjadi busuk ato jadi abu! Setelah 
Loe mati, Loe akan kehilangan semua hak yang Loe miliki, kita tidak 
memiliki hak kebebasan untuk memilih ataupun menentukan ini ato itu 
lagi, it is over my friend!

Ada dua macam tipe manusia di dunia ini, yang satu emoh ato enggan 
pulang kampuang, dengan alasan karena anak-anaknya masih kecil lah, 
ato merasa tugas ini ato itu belum selesai, tetapi ini semuanya 
hanya sekedar alasan monafik, alasan yang sebenarnya sih "Gue masih 
belum puas merengguk kehidupan di dunia ini, sehingga Gue masih 
betah di dunia yang pabaliut ini, walaupun banyak orang kere, 
sengsara dan menderita sekalipun, itu kan bukan urusan Owe, yang 
penting Gw bisa hidup sehat, makan enak dan hidup enak, yang lain 
sih masa bodo, so what gitu loh!"

Sedang manusia tipe lainnya ingin buruan pulang, karena mereka udah 
nyaho bahwa masa hidupnya udah di itung oleh kalkulatornya sang Dr, 
ato penderitaan yang datang tak ada abis2nya, ato rasa nyeri yang 
tak kujung berakhir. Tetapi yang menjadi masalah adalah what next? 
Satu detik setelah Loe koit! Apakah api neraka yang udah nunggu Loe 
disono? Ato pager betis yang terdiri dari malaikat2 yang geulis dan 
bahenol sedang menunggu kita?

Hal inilah yang membuat orang jadi takut kojor dan bimbang untuk 
memilih hidup atau kematian, ketika Hamlet dalam drama Shakespeare 
mau bunuh diri ia merenung dalam2 dan berkata: 
"To be or not to be: that is the question"

Whether 'tis nobler in the mind to suffer 
the slings and arrows of outrageous fortune, 
or to take arms against a sea of troubles, and by opposing end them? 
To die: To sleep; no more; ….
: (Shakespeare, Hamlet, Act III, Scene I)

Manakah yang lebih luhur, menerima dengan rela panah atau batu 
pelontar nasib buruk yang ganas, ataukah menempuh lautan bencana 
menentangnya serta mengakhirinya? Mati – tidur – tak lebih.

Hamlet bersedia untuk melakukan bunuh diri karena menurut dia ini 
akan bisa membebaskan dia dari lautan bencana, tetapi dilain pihak 
ia khawatir akan kerajaan maut, dari mana musafir tak pernah kembali 
dengan selamat. Hal inilah yang membuat dia jadi bingung dan lieur!

Lucu bin nyata, sebenarnya di dunia ini tidak ada manusia hidup 
satupun juga, yang pernah mengadakan tour ke dunia orang mati, 
tetapi anehnya kok buaaa…anyak sekali travel office yang menawarkan 
tour ke sorga indah. Para calo-calo Firman itu begitu pinternya 
menjual angin sorga sehingga banyak sekali manusia yang tergiur, 
sehingga mereka bersedia untuk membayar uang dimuka untuk 
mendapatkan ticket ke sorga indah ini. Ingin nyaho dongeng 
lanjutannya baca oret-oretan liuer nya mang Ucup esok.

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net

Kirim email ke