Hi bro Sudrajat dan rekan2 lainnya, Wah, saya cukup sedkit terperanjat melihat belum ada orng yg membalas thread ini. Well, perhaps, i can share what i know so far.
1. Apakah yang dimaksud Chi / Prana / Ki ? bagaimana cara untuk mendapatkan ini ( karena mungkin baik untuk kesehatan ya ? ). Cara yoga, atau senam Taichi , waitankung ? - Well, gamblangnya chi itu darahnya tubuh eterik, kl pada tubuh fisik, darah itu mengalirkan daya kehidupan berupa nutrisi dllnya, maka pada tubuh eterik kita, chi itulah darahnya, mengalirkan energy kehidupan.(same with prana/ki, namanya aja yg lain). Pd tubuh fisik kita terdapat organ2, seperti paru2, jantung, etc. Pd tubuh eterik, yg mengolah chi ini adalah chakra, menarik masuk energi positif mengeluarkan energi negatif. Hmm, agar penjelasan saya tidak terlalu berlarut2 n kepanjangan, silahkan saudara cb cari tahu lbh lanjut (bnyk kok material bacaannya beredar di internet, artikel diwikipedia jg udah cukup oke) - Chi bukanlah sesuatu yg dalam arti harfiahnya bisa didapatkan lwt praktik2 sperti hatha yoga, snam taichi, chi kung, olah nafas, bela diri tnaga dalam, etc. Tp dalam praktik2 macam itu, bergantung praktik macam apa, chi itu ada yg diolah, ada yg dipurifikasi, ada yg diubah jd bentuk lain, ada yg ditransmutasi, ada yg disalurkan, ada yg disublimasi, atopun lain2nya. Bisa salah satunya, bisa keduanya, ataupun bisa lebih dari dua. 2.Dari artikel diatas : Rasa sedih khawatir gembira...bukankan ada kaitan erat dengan sikap pikiran ? Pertanyaannya : sebaiknya ..sikap pikiran yang bagaimana...harus kita waspadai / jaga...yang jangan sampai Mengganggu atau bahkan merusak kesehatan jasmani dan mungkin juga ruhani ? Tentu saja perasaan itua da kaitan erat ama sikap pikiran. Mind-body-spirit itu bukan sesuatu yg bisa dipisah2kan, mereka satu dan saling berinteraksi, saling mempengaruhi. Kl anda coba tarik otot bibir n pipi sebagaimana kl tersenyum, lama2 jg prasaan anda akan terstimulasi mengikutinya, shingga andapun tersenyum beneran. Apa yg dimakan mempengaruhi kondisi mental jg, maka itu Plato mengatakan 'You are what you eat'. Ketidakseimbangan n gangguan chi pd tubuh jg mempengaruhi perasaan, krn chakra2 jg mengolah energi menjadi emotion, dll, misalnya hati anda lg penuh cinta kasih, maka supposedly chakra jantung bkl sgt aktif n bercahaya terang. Sepengetahuan saya, jwbnnya adlah peace, tranquility, tidak bergeming. Tidak senang, tidak sedih. Tp peace, stillness, yg jg pada hakekatnya mrupakan manifestasi pencapaian tertinggi dalam praktik meditasi dan spiritual. Walau saya belumlah seorang master spiritual, tp saya cukup sering berpapasan dgn perasaan itu, trutama bila lg bersua dgn alam ato lg sendirian seorang diri, dan saya bisa mengatakan perasaannya itu jauh lebih enak drpd gmn rasanya bahagia(plus rasa bahagia biasanya cuman biasanya cuman sebentar), bener2 enak... (Oya, anda ga perlu mnjadi seorang pertapa ato berlatih meditasi bertaon2 lamanya buat bisa merasakannya, cukup, hny dengan tersadar, membuka mata anda dan membiarkannya menyelimuti diri anda, hakekat anda adalah itu, you are actually that, that is what you actually is, you just have to choose to BE what you actually is, therefore it is as simple as BE-ing) 3. Di kota Semarang, dimana saya bekerja. Ada pelatihan Reiki..dengan biaya sekian juta. Program kelanjutan semakin Mahal lagi. Ada juga pelatihan Prana ..dengan biaya lebih murah. Tapi ada juga program kelanjutan dengan biaya Yang lebih mahal. Pertanyaannya : Apakah ada perbedaan dan juga persamaan, di dalam sistem latihan Reiki dan prana ? Well, hmm...pertanyaannya susah buat dijawab singkat, trutama saudara ga menspesifikkan latian prana macam apa. Bnyk teknik olah prana, salah satunya reiki. Tp dikatakan begitu jg ga bener, soalnya reiki bkn mengolah prana tubuh, tp menyalurkan energi divine ke pasien ataupun ke diri sendiri. Smntara kl teknik penyembuhan prana, bisa menggunakan energi sendiri ataupun mengolah energi dr alam mnjadi energi sendiri lalu menyalurkannya sbg energi penyembuhan. Kl saya sih lebih prefer n rekomendasi reiki, soalnya jauh jauh lebih praktis n lebih mudah dipelajari dalam waktu yg relatif jauh jauh lbh singkat. Jg banyak skali keunggulannya dibanding penyembuhan prana. Mungkin jwaban singkat ini kurang mengena, krn saudara tidak menyebutkan latian prana macam apa yg buat apa, jd yg olah prana diatas yg saya jelaskan itu 'prana healing' yach Sekian penjelasan singkat dari saya. Semoga saudara jd tertarik mencari tahu lebih lanjut. Know that the truth shall set you free --- In [email protected], "Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Emosi Merusak Organ Dalam -- > Warta Reiki Bandung > Marah berlebihan dapat menyebabkan Prana/Chi/ ke atas secara > tidak normal. Marah adalah emosi yang dikeluarkan oleh meridian hati, > karena hati sebagai pelancar darah, akibat kemarahan yang memuncak akan > merusak hati, asam lambung meningkat, timbul rasa sakit maag, muntah > darah, tekanan darah naik , stroke, diare , kembung. > Sedih atau duka cita yang berkepanjangan akan mengakibatkan kekurangan > Prana/Chi/Ki dalam tubuh secara umum. Sedih merupakan emosi yang > terkandung dalam paru paru. Sedih akan mengakibatkan depresi, hilangnya > semangat, menurunnya daya tahan tubuh dan berakibat dada terasa penuh, > napas pendek, batuk kering, melemahkan paru paru, jantung dan > pericardium (kantung jantung) dan juga dapat merusak hati. > Terkejut atau kaget akan mengacaukan prana dalam tubuh, kaget datangnya > mendadak dan mengakibatkan prana dalam tubuh menjadi kacau, kemudian > berkembang menjadi hilangnya keseimbangan prana dalam tubuh dan aliran > darah menjadi kacau. Kaget mempengaruhi jantung, sehingga menimbulkan > gejala tidak tenang dan bingung. Dalam kasus yang berat akan berakibat > kelainan jiwa. Ketakutan berlebihan akan merusak ginjal dan limpa. > Akibat rasa takut , akan hilang kontrol terhadap buang air kecil dan > buang air besar. Rasa takut juga merangsang kelenjar adrenalin yang > berfungsi merangsang otot otot supaya mampu bergerak. Orang yang > ketakutan dapat melipatgandakan tenaganya. Orang yang sering ketakutan > cenderung menderita diabetes. > Khawatir , jika berkepanjangan akan mengakibatkan terhalangnya peredaran > prana dalam tubuh. Terutama prana hati, yang berfungsi sebagai pelancar > darah. Bila prana hati terhalang akan mengganggu fungsi limpah, maka > akan timbul gejala kurang nafsu makan, perut kembung susah tidur, > gelisah, jantung berdebar debar, banyak curiga. > Gembira , akan mengendurkan Chi/KI/Prana. Gembira merupakan emosi yang > dikeluarkan oleh Yin jantung. Gembira dapat mengendurkan ketegangan > syaraf dalam tubuh, melancarkan peredaran darah, tetapi gembira yang > berlebihan dapat membuyarkan chi jantung dan mengendurkan perhatian atau > kewaspadaan. Pada kasus tertentu gembira yang berlebihan melampaui batas > dapat menimbulkan gangguan jiwa. > > > > Semarang, 11 Januari 2008 > > > Dear moderator and sahabat di millist ini. > > > Saya mendapatpakan artikel ini..dari teman, tapi tidak tahu ( karena > dari Bandung ) ..apa ada hubungannya dengan yayasan Mayapadaprana ?. > > Yang ingin , mohon penjelasan : > > 1. Apakah yang dimaksud Chi / Prana / Ki ? ., bagaimana cara untuk > mendapatkan ini ( karena mungkin baik untuk kesehatan ya ? ). Cara yoga, > atau senam Taichi , waitankung ? > > 2. Dari artikel diatas : Rasa sedih khawatir gembira...bukankan > ada kaitan erat dengan sikap pikiran ? > Pertanyaannya : sebaiknya ..sikap pikiran yang > bagaimana...harus kita waspadai / jaga...yang jangan sampai > Mengganggu atau bahkan merusak kesehatan jasmani dan mungkin > juga ruhani ? > > 3. Di kota Semarang, dimana saya bekerja. Ada pelatihan > Reiki..dengan biaya sekian juta. Program kelanjutan semakin > Mahal lagi. Ada juga pelatihan Prana ..dengan biaya lebih > murah. Tapi ada juga program kelanjutan dengan biaya > Yang lebih mahal. > Pertanyaannya : Apakah ada perbedaan dan juga persamaan, > di dalam sistem latihan Reiki dan prana ? > > > > Ric. To mang Dipo. > We are the same. We are invited to joint this millist , too. > Pls try best to give the best we have. ..as to be " sarana > Ibadah kepada Tuhan ". > > Semoga semua makhluk , yang terlihat maupun yang tidak terlihat > , hidup dalam kebahagiaan dan kedamaian. > > Matur nuwun, > Sudrajat >

