SEKALI LAGI TENTANG PAST LIFE
Dear Friends, Semalam Mbak M menulis di milis SI <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia> tentang PAST LIFE dan berbagai implikasinya. Tulisannya itu begitu enlightening sehingga saya tidak dapat menahan diri untuk sharing juga tulisannya itu dengan rekan2 semuanya, so begini tulisnya: +++ Dear .. Menanggapi komentar anda ttg manfaat past lives, dan melihat komentar dr teman teman ttg pro & con nya, ada yg sarankan cari tau, ada yg sarankan iklas menerima aja, saya ingin menambah sedikit masukan lg .. Menurut saya pasti bisa ada MANFAATnya "mengintip" ke kehidupan masa lalu, asalkan tujuan kita melihat2 adlh iklas utk tujuan terapi/healing, dan bukan cuman iseng2 menanggapi ego kita yg mau tau aja. Kalo hanya iseng aja tujuan kita, Tuhan Maha Sempurna akan menjodohkan kita dgn "lawan" yg kita cari, dlm bentuk org2 yg "kurang mengerti bertanggungjwb", yg tujuannya mungkin komersil aja, menjual jasa diagnosa pastlife, atau mereka hanya ingin pamer2 di depan anda agar anda dpt menyadari "kemampuan" paranormal mereka. Paranormal yg bijaksana n mature, pasti akan tau apa, kapan, n kpd siapa, dan bagaimana dia boleh/perlu menyampaikan info past life tsb, bukan asal nyerocos, sehingga bukannya memberi kasih, pengertian n healing kpd anda, malahan membuat keribetan, stress, smkn penasaran perasaan orang, sehingga dpt di anggap menganiaya our peace of mind. Tapi .paranormal2 tsb tdk bisa kita salahkan juga, krn hukumnya adalah Like Attracts Like, jadi they need each other to exist (paranormal & victim) n semuanya terjadi secara sempurna,sehingga akhirnya bisa di bilang ga ada yg bikin acak acakan hidup kita, gara gara ngintip past life, melainkan kita sendiri krn iseng. Berhubung kita hidup di dunia di mana sbg human being kt pny misi mencapai polarity perfection sblm kita lulus utk "GO HOME" (use whatever words u want to call it), maka segala sesuatu di dunia kita ini mempunyai sisi sebelahnya, sisi-sisi yg perlu di masukkan juga in all of our past, present n future lives, agar kita akhirnya menjadi balance n whole, sempurna, ALL. Tidak mungkin kita bisa mengerti, memahami yg namanya baik & bermanfaat, tanpa mengalami yg namanya buruk & problems. Tidak mungkin bisa menjadi Tuhan, tanpa menyadari & memaafkan kemanusiaannya terlebih dahulu. Jadi kalo ada exist PAST LIFE PROBLEM MAKER, ya pasti bisa juga kt temukan PAST LIFE HEALER-nya. Jadi selain bisa bertemu dgn lebih bnyk masalah krn mengetahui kehidupan lalu kita, juga bisa bertemu dgn solusi n banyak sekali penyembuhan2, yg kadang bisa bersifat instant & permanent !!! Lebih mantap lagi apabila anda melihat sendiri kejadian2 di past lives anda, drpd hny di "ksh tau" oleh org lain yg interpretasi n penyampaiannya berbeda dgn yg di intended, sehingga menimbulkan persepsi yg kurang tepat. Misalnya: 1. Seseorang yg telah menikah tetapi mempunyai "fatal attraction" terhadap org lain yg bukan suami/ istrinya, tentunya akan sangat menderita, krn dia tdk mengerti kenapa ya dia bisa jadi seperti itu, bahkan dia bisa merasa bersalah karena agama bilang itu udah pasti salah n dosa, n org2 munafik yg tak mengerti menghujat n pasti sarankan utk segera bertobat segala macam, dan hidupnya bs ter obrak abrik krn pikirannya tdk berhenti memikirkan "nasib"nya n si dia. Tetapi apabila dia dapat melihat semua kejadian2 masa lampau yg sampai akhirnya membuahkan "nasib" tsb in this life time, maka dia bisa mulai lebih pasrah n menerima keadaan nya sekarang yg terlihat sepertinya MASIH tetap tdk mau menyatukan dgn yg dia sukai tsb krn ada pelajaran2 tertentu yg dia belum sadari, maka dia bisa lebih memaafkan dirinya karena masih ada humane "attachment" dlm dirinya terhadap org tsb. Dan karena dia sudah lebih aware bhw memang telah di rencanakan "divine plan" yg mengatur all of an individual's life lessons, yg tdk lain adalah soulnya sndr, maka dia dpt mengurangi "kebodohan" atau ignorance nya supaya dia tidak perlu berkali kali REPEAT the lessons, dan dia bisa akhirnya STOP menunggu kekasihnya, yg telah dia cari, kejar, n tunggu sepanjang beberapa kali past lives, dan kekasih tsb telah meninggalkan, atau menduakan, atau meng ignore dia ber kali kali. Mungkin bisa membuat dia sadar, buat apa bodoh mencintai org yg tdk pantas di cintai atau tdk bisa appreciate cinta. (ini sebenarnya bukan cinta tapi belenggu yg di bikin sendiri, tp berkedok cinta selama ratusan tahun) 2. Atau misalnya . Seseorang yg takut n sangat tersiksa krn telah d tinggalkan oleh org2 yg dia kasihi, krn kematian, dpt menyadari apbl melihat ke past lives nya bhw dia telah sering berulangkali dalam beberapa kali kedhidupan lalunya, berpisah & bertemu/ berjodoh lagi dgn org2 yg dia sayangi. Org tsb dpt juga akhirnya melepaskan "attachment" nya terhadap org2 yg dia tangisi krn awalnya dia kira telah pergi selamanya, tdk pernah akan ketemu lagi, eh gak tau nya cuman berpisah sebentar aja. Past life terapi kan bisa membawa harapan yg indah dlm hal ini, krn sekarang kita bisa yakin bhw kita PASTI bertemu lagi. 3. Seseorang anak gadis yg sering dianiaya secara mental oleh ibu kandung nya sendiri, krn ibunya merasa iri terhadp perhatian ayahnya kpd anak gadisnya, mungkin bisa membenci ibunya n menangisi nasib sialnya, dan mungkin tumbuh menjadi seseorang yg juga tidak menyukai dirinya sendir, sesuai dgn "ajaran" sang ibu. Dlm past life terapi, apabila anak gadis tsb dpt melihat n memahami kejadian2 masa lampau di mana ibu nya adalah ex musuh, atau ex rival, pernah mejadi istri tua nya sedangkan anak gadis pernah sbg istri muda dari seseorang lelaki yg skrg kebetulan adalah bapaknya dlm kehidupan ini, maka dia akan bisa lebih memaafkan kekejaman ibunya yg berdasarkan perasaan iri, bersaing n takut kehilangan suami di suatu masa yg lampau. Setelah terapi past life, mungkin akan lebih mudah utk gadis tsb merasakan compassion utk her ignorant mother, dan bahkan lebih sayang terhadap ibunya krn dia sndr jg telah ingat & menyadari apa yg dia telah perbuat terhadap ibunya di kehidupan lalu. Kasus2 ini bukanlah fantasy atau nyontek teori buku ya, tp adalah true life experiences dari org2 yg kukenal pribadi. Kalo niat mau mengerti in problems yg berasal dr our past lives, sebaiknya jgn terlalu banyak asal asalan tanya ke kanan kiri, terutama kpd org2 yg kurang bertanggung jawab (ya org2 tsb, sama juga manusia yg sama sama tidak sadarnya, bhw mereka di beri anugerah bisa melihat orang lain punya past lives tetapi bersamaan dgn anugerah tsb mereka juga mempunyai lessons utk belajar kpn boleh bocorin data, n kapan mesti diam melawan ego n tdk menganiaya org lain scr spiritual .. kalo ada hal tsb yg namanya penganiayaan spiritual .?? ? he he he). Dan kalo ada yg mengatakan bhw mencari n mengingat ingat kembali ttg past lives kita, akan membawa keterikatan, dan bahkan lebih mumet lagi krn menjadi terlalu pintar alias semakin nge block aja, ya saya sangat setuju sekali, karena kita hanya melihatnya dgn sisi masculine intelligence (logic, bukti), mereka adalah yg aliran nanya2, coba metode ini itu, mencari cari terus ke kanan kiri di mana aja. Akan tetapi apabila kita try to seek the truth, tidak lupa di COMBINE juga sisi feminine wisdom (intuition), yg di miliki oleh semua orang baik paranormal maupun normal normal saja, maka kita akan mendapatkan RELEASE & REALIZATION. Bukan berarti lantas feminine wisdom (intution) is better !!! Sebab kalo hanya menggunakan feminine wisdom tok, yaitu yg aliran iklas pasrah- nrima-apa adanya, sebagai manusia biasa, dlm contoh 3kasus di atas, tdk mudah kasih tau org2 yg menderita tsb utk menerima apa adanya, mungkin bisa mkn waktu lama sembuhnya . Bisa bisa mereka berkata "Enak aja suruh pasrah ! Elu yg belum ngerasain sakit gue gampang aja sok sok an suruh pasrah" he he he he. So yang mana dong yg bener cari tau atau tidak nih? Ngejar atau pasrah nih ? Atau duadua nya di pake? Apa ga jd bingung tuh? Ya terserah deh yg mana enaknya n cocok buat masing2 individu, anda harus memilih sendiri ga usah ikutan org lain. Karena sebenarnya ga ada yg LEBIH BETTER METHOD !!!!! Semua juga OKE! Ibaratnya mau lari pake kaki kiri doang, pasti bisa, pake system loncat2 aja. Kalo maunya yg kanan aja, bisa tuh. Kalo pake both legs, ya beautiful !! Izinkan saya menutup surat ini dgn mengucapkan syukur kalo ada yg percaya, dan syukur juga kalo ada yg tidak percaya & tdk setuju... (M) +++ KOMENTAR SAYA: WHAT A BEAUTIFUL SHARING ! Hmmm hmmm hmmm... What a beautiful sharing ! Maybe saya juga harus begitu yah, gak boleh ngarepin si dia yah, hmmm hmmm hmmm... Biarpun saya merasa kalo dia itu sama saya pernah oho oho di PAST LIFE, tapi karena di kehidupan sekarang udah gimana gituh,... ya mustinya saya pasrah aja yah. Pasrah aja deh, apa yang terjadi terjadilah, hmmm hmmm hmmm... (Leo) +++++++++++++ KITA INI GAK MAU JAVA-CENTRIS I = Ira L = Leo I = Halo Mas Leo, selamat tahun baru, apa khabar ? masih ingatkah pada saya ? L = Good, masih ingat. Nulis dong di milis SI. Tulis apa aja. Kesan2 di Nias, whatever. I = Kadang gak percaya diri. Oh ya, bolehkah yang tidak berhubungan dengan yang biasa mas tulis ? Yang tidak biasa maksud saya. L = Boleh, tulis tentang apa saja. Tulis tentang Human Interests. Kita kan tentang Kemanusiaan. Apa aja is ok. I = Oh, boleh aja. L = Ya, just do it. I = Aku akan coba ya, aku banyak tulisan pengalaman di sana. Sudah pernahkah ke Nias ? Harus kesana, bagus sekali daerahnya, orang-orangnya sederhana. L = Belum, makanya sharing dunk. Kita ini GAK mau Java-Centris. Harus merata, hmmm hmmm hmmm... I = Wah...hihiiiiiiiii... Aku termasuk paling galak soal javasentris kalo di lingkunganku. L = Aku ini very plural. Maunya begitu. Seimbang pria dan wanita, jawa dan luar jawa, muslim dan non muslim, hmmm hmmm hmmm... Dan semuanya itu egaliter, hmmm hmmm hmmm... Itu kan kemanusiaan. I = Menyenangkan sekali kalau begitu. L = Spiritualitas itu KEMANUSIAAN. Hmmm hmmm hmmm... dan TANPA DISKRIMINASI. Hmmm hmmm hmmm... I = Kalau di Aceh seru juga, aku hampir diangkut sama polisi Syariah. L = Ha ha ha, gara2 gak pake jilbab ? I = Karena selendang cuma aku sampirkan di bahu, tidak di kepala. L = Cerita dunk ! Cerita dunk ! I = Dia periksa ktp, ternyata kristen. Terus dia bilang.. makanya pakai pakaian yang sopan. Padahal aku pakai jeans, kemeja lengan panjang dan bawa ransel. Di tengah pasar aku diteriakan pakai toa, maluuu sekali. L = Itu cara2 GAK MANUSIAWI. Tapi terserah, kalau levelnya masih segitu, biarin aja. Kalo aku sih, ada yang mao PAKE BIKINI pergi ke pasar is oke2 aja. Itu HAM. I = Maunya begitu mas, tetapi yang justru lebih menarik ketika kami di pedalaman, orangnya jauh lebih toleran, padahal jelas seali mereka 100% islam L = You have to WRITE that. Itu kan menarik sekali, sebagai bahan RENUNGAN. I = Oke deh, akan aku tulis untuk milis spiritual-indonesia. L = Daripada renungin ayat2, mendingan ambil dari kisah nyata, hmmm hmmm hmmm... I = Hehehe... ayat2... aku sih udah lama gak baca ayat2. Bukan sok jago, cuma lagi gak mood aja. Udah lama ak mood dengan yang namanya gereja, kebaktian dlsb. L = Well,... ya semuanya proses. Aku juga begitu. Aku sekarang UNIVERSAL aja deh. Semuanya itu sama bagiku. Baik Kristen, Muslim, Hindu, Buddha, Kejawen, sama saja semuanya. Manusianya sama, apanya yang beda ? I = Hmm... L = Hmmm hmmm hmmm... Tuhan kan KONSEP DOANG. Yang ESSENSIAL itu SPIRITUAL EXPERIENCE. Pengalaman Spiritual itu UNIVERSAL, baik dengan simbol apapun diungkapkannya. Kalau kita bisa menangkap essensi itu, kita akan mudah melihat bahwa apa yang dibicarakan di agama2 itu hal2 yang sama. Pengalaman2 batin yang sama. Cuma simbol2 yang dipakai memang beda. Ngapain ributin simbol sekarang ? Simbol itu kan cuma MEDIUM saja. Sama seperti BAHASA. Cuma alat untuk komunikasi. Yang penting yang essensi itu, pengalaman batin itu. I = Ya, semuanya sama, tetapi... butuh keberanian besar untuk bisa seperti Mas Leo. L = Hmmm hmmm hmmm... I = Bagaimana pandangan mas tentang simbol yang masih dibutuhkan orang beragama untuk menghubungkan mereka dengan masa lalu ? L = What do you mean by "masa lalu" then ? I = Misalnya... kita kebaktian pakai bhs latin di gereja katolik kan biar menghubungkan jemaat dengan orang-orang sucinya. Atau, ketika kita menyimpan benda pusaka dari leluhur, kita rawat kita jaga sebagai simbol hubungan kita dengan mereka. L = SIMBOL2 itu TETAP PERLU mbak. Tapi kita itu harus sadar (aware, eling) bahwa simbol is simbol, dan tidak lebih dari itu. Sama saja seperti tubuh fisik kita itupun simbol saja. Tubuh fisik kita itu SIMBOL dari roh kita yang hidup abadi. Tetapi, apakah kita MAU kalau tubuh kita itu dianggap yang essensial ? Gak mau kan ? Kita marah kalau dibilang bahwa kita cuma tubuh fisik semata. So,... such is also the case with symbols. Simbol2 itu (baik berupa Bahasa Latin, Bahasa Jawa, even Bahasa Indonesia)... tetap merupakan simbol2 belaka. Memang berguna untuk KOMUNIKASI. Tetapi yang ESSENSIAL itu yang dikomunikasikan, dan bukan mediumnya. Simbol itu medium belaka, dan bukan MESSAGE. Kita harus tangkap message-nya itu apa. Nah, yang MESSAGE itu yang ESSENSIAL. Dan message itu bisa dikomunikasikan dengan simbol2 apa saja. Tiap budaya itu beda2, tiap aliran2 (agama2) punya simbol yang beda2 untuk mengkomunikasikan MESSAGE YANG SAMA. +++++++++++++ CUMA MAYA SAJA, ILLUSI S = Samuel L = Leo S = Halo mas, saya Samuel, sy mo nanya2 ni, boleh ya ? L = Boleh aja Samuel. S = Apa itu Tuhan ? L = Tuhan is something that YOU call "Tuhan". S = So what the real thing is ? L = The real thing is YOU, the one who PERCEIVE. You are REAL, and the ONLY real thing. S = Lalu apa itu agama ? L = Agama itu HASIL KARYA manusia untuk memberikan ARTI bagi kehidupannya. Segala pemikiran, pergulatan batin, dsb.... masuk dalam apa yang disebut sebagai "agama". Dan itu memang bisa BANYAK dan GAK perlu dibatasi. Wong bisa dibuat setiap saat dan dirombak setiap saat. As simple as that. S = Apa itu hidup ? L = Hidup is what we EXPERIENCE right now. Disini, saat ini. Here and Now. S = Dan manusia ? L = Manusia is YOURSELF. You are right now is MANUSIA. S = Lalu apakah alam semesta itu ? L = Alam Semesta itu Makrokosmos, Jagad Gede. Diri kita sendiri itu Mikrokosmos, Jagad Cilik. Alam Semesta adalah DIRI KITA dalam REPLIKA LEBIH BESAR. S = Apa yang terjadi setelah kematian ? L = Gak tau, belom pernah mati, hmmm hmmm hmmm... Well, menurut aku kematian itu semacam TRANSISI saja. Kita itu kan aslinya ROH. Nah, sekarang kita ini adalah roh yang memiliki tubuh fisik. Setelah kita mati, berarti kita TIDAK lagi memiliki tubuh fisik. Tapi roh kita tetap sama. Sama aja, cuma gak punya badan fisik aja, hmmm hmmm hmmm... Kurang lebih gitu. Detilnya musti nunggu mati dulu, hmmm hmmm hmmm... S = What about 'konsep ruang dan waktu' ? L = Dimensi Ruang dan Dimensi Waktu BISA kita alami sebagai REAL karena kita memiliki TUBUH FISIK. Ada jaringan2 di otak kita yang memungkinkan kita untuk melihat di dimensi ruang melalui PANCA INDRA (Pendengaran, Penglihatan, Penciuman, Peraba, Pencicip). Kalau panca indra itu tidak ada seperti ketika kita udah dead (atau belum lahir), maka kita TIDAK melihat Dimensi Ruang seperti sekarang ini. Kita akan melihat apa adanya aja which is DIFFERENT. Berbeda banget dengan yang kita lihat dengan Panca Indra. Nah, karena kita masih memiliki tubuh fisik, seperti inilah Dimensi Ruang itu tampak ke diri kita. Bahkan, ketika kita bermimpi, yang kita alami itu di TERJEMAHKAN ke dalam SENSASI2 menurut pengertian Panca Indra. Jadi kita bisa "melihat", bisa "mencium", bisa "mendengar", dsb... di dalam MIMPI karena kalau tidak diterjemahkan ke dalam SIMBOL2 sesuai dengan pengertian FISIK, maka akan susah sekali untuk mengertinya, hmmm hmmm hmmm... Nah, kalau Dimensi Waktu itu bisa kita rasakan sebagai "waktu" karena kita memiliki DENYUT JANTUNG. Tanpa ada denyut jantung (tek, tek, tek, tek,...), maka yang namanya "waktu" itu akan kita rasakan sebagai satu saja. T = 1. Tunggal. Esa. Semuanya itu HAPPENING AT ONCE. Like a big bang, happening at once. Tetapi kita masih memiliki tubuh fisik kan, so kita masih merasakan "waktu" itu sebagai berjalan dari past ke present dan ke future. Kalau gak ada tubuh fisik, kalau kita roh semata, semuanya itu GAK ADA. Gak ada lagi past dan present dan future. Semuanya itu terjadi pada SAAT BERSAMAAN. Makanya dibilang Dimensi Ruang dan Waktu itu ILLUSI. Kenapa "illusi" ? Karena cuma bisa dirasakan ketika kita memiliki tubuh fisik saja. Ketika kita tidak lagi memiliki tubuh fisik, yang namanya ruang dan waktu itu tidak ada lagi. Cuma maya saja, illusi. +++++++++++++ [Untuk bergabung dengan Milis SI, please click: <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia/join>. NOTE: Except mine, all names used in the YM / email conversations are PSEUDONYMS.] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

