Perkenalan diri dari Muammar Qaddhafi 
Ana (saya )perkenalkan diri. Ana Muammar Qaddhafi, cucunya Abah H.Muh.Nur 
Abdurrahman (HMNA), sekretaris pribadi beliau, dapat tugas dari beliau untuk 
bermilis menggantikan beliau, berhubung beliau sangat sibuk yang lebih penting 
dari bermilis. Umur beliau sudah 78 tahun H atau 76 tahun M . Beliau lahir pada 
26 Rabul Akhir 1350 H atau 9 September 1931   Ana pake PC-nya beliau, agar 
semua tulisannya Abah HMNA dengan mudah Ana google arsipnya Abah. Ana pake 
e-mail beliau, supaya menjadi mudah dan cepat proses memposting ke semua milis 
di mana Abah jadi anggota, terutama dalam memposting serial Wahyu dan Akal - 
Iman dan Ilmu. 
Wassalam
MQ 

Posted by
Muammar Qaddhafi
*************************************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
793. Past Life Regression vs Jin Qarin

Melalui jalur pribadi (Japri) saya menerima e-mail, yang saya ringkaskan 
seperti berkut: 
Ustadz, saya telah membaca tulisan Ustadz Seri 792 tentang An-Na'im dalam salah 
satu milis. Namun dari teman saya, saya mendapatkan yang lebih hebat dari 
sosialisasi An-Na'im, yaitu Metode Hypnotic Past Life Regression, yang secara 
resmi dipergunakan dengan luas untuk penelitian reinkarnasi. Pada tanggal 31 
Maret - 1 April 2007, diselenggarakan seminar/training spiritualisme tentang 
Past Life Regression di hotel Darmawangsa, Kemang Jakarta, Selatan, yang 
pesertanya seorang Hindu, seorang Buddhis, beberapa orang Kristian dan 
selebihnya Islam; dari pendidikan dan profesi para peserta, ada Prof Pertanian 
IPB, psikiater, dokter umum, dokter gigi (tiga orang), arsitek, psikolog, 
konsultan hukum, konsultan manajemen, dan pengusaha. Jumlah peserta hanya 
sekitar 40 orang, karena biayanya cukup mahal. Seorang asisten muda yang 
beragama Islam, pembantu penatar Dr Richard yang tidak beragama, sambil membuat 
gerakan setengah lingkaran dengan tangan kanan, memutari tangan kiri dari bawah 
ke atas, menjawab: "Saya mencari spritualitas. Saya tidak ingin membenturkan 
ini dengan agama saya." Seorang dokter umum peserta seminar itu meyakinkan 
dirinya tidak membentur dengan berasumsi: "Dalam Al Quran juga ada ayat yang 
menyebut soal reinkarnasi."
Demikianlah Ustadz keterangan yang saya peroleh dari teman saya itu. Saya minta 
pencerahan, utamanya apakah benar ada itu reinkarnasi ?
***
Saya layani dahulu itu dokter umum. Itu banyak saya temukan dari orang-orang 
yang berupaya menegakkan benang basah, dengan mengemukakan ayat (2:28). Ini 
sudah dibahas dalam Seri 649, yaitu ayat (2:28) tidak bisa dijadikan referens 
untuk faham reinkarnasi. Ayat (2:28) menjelaskan pengembaraan ruh manusia: 
"dari alam arwah, ke alam rahim, ke alam dunia, ke alam barzakh, berakhir di 
alam akhirat." 
Yang berminat, silakan visit link => 
http://waii-hmna.blogspot.com/2004/10/649-tidak-ada-faham-reinkarnasi-dalam.html.
***
Firman Allah:
-- ALDzY KhLQ FSWY S. ALA'ALY, 87:2). dibaca:
-- alladzi- khalaqa fasawa-, artinya:
-- Yaitu Yang mencipta dan menyempurnakan. 

Allah mencipta Adam dan Hawa langsung secara revolusi menjadi sempurna yang 
terdiri dari tataran jasmani, nafsani (diri, psi) dan ruhani. Adapun penciptaan 
keturunan pasangan suami isteri ini, ialah melalui proses evolusi di dalam alam 
rahim untuk menjadi sempurna. 

-- KhLQ MN MAa DAFQ  .  YKhRJ MN BYN ALShLB WALTRAaB (S. ALThARQ, 86:6-7), 
dibaca: 
-- khuliqa min ma-in da-fiqin  .  yakhruju mim bainish shulbi wattaraaib, 
artinya:
-- (Manusia) diciptakan dari air yang dipancarkan . Keluar antara shulb dan 
taraib (86:6,7). 

Antara shulb dengan taraib dalam konteks tubuh manusia ialah daerah sexual. 
Shulb dari akar kata yang dibentuk oleh Shad-Lam-Mim, artinya sesuatu yang 
keras. Taraib akarnya dari Ta-Ra-Ba sesatu yang lembut. Sperma laki-laki 
dipancarkan dari zakar yang keras karena ereksi dan ovum perempuan keluar dari 
indung telur yang lembut. 

-- ANA KhLQNA ALANSN MN NTHFt AMSyAJIN (S. ALANSN, 76:2), dibaca: 
-- inna- khalaqnal insa-na min nuthfatin amsa-jin, artinya:
-- Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari nuthfah yang bercampur 
(76:2).
  
Jadi Al-Quran tidak bicara ttg sperma saja tetapi campuran nuthfah laki-laki 
(sperma) dengan nuthfah perempuan (ovum). Penyatuan sperma dan ovum dalam ilmu 
kecambah disebut zygote, menurut Dr Moore seorang embriolog (the mixture of the 
sperm and the ovum). 
Tentang proses tahapan evolusi di dalam rahim:  

-- TsM KhLQNA ALNThFT 'ALQt FKhLQNA AL'ALQt MDhGht FKhLQNA ALMDhGhTt 'AZhAMA 
FKSWNA AL'AZhAM LhMA TsM ANSyAaNH KhLQA AKhR FTBARK ALLH AhSN ALKhALQYN (S. 
ALMWaMNWN, 23:14), dibaca: 
-- tsumma khalaqnan nuthfata 'alaqatan fakhalaqnal 'alaqata mudhghatan 
fakhalqnal mudhghata 'izha-man fakasawnal 'izha-ma lahman tsumma ansya'na-hu 
khalqan a-khara fataba-rakaLla-hu ahsanul kha-liqi-n (s. almu'minu-n), artinya:
-- Kemudian nuthfah itu Kami jadikan 'alaqah, lalu 'alaqah itu Kami jadikan 
mudhghah, lalu mudhghah itu Kami jadikan 'izham,  maka Kami bungkus 'izham itu 
dengan lahm, kemudian Kami kembangkan menjadi makhluq lain. Maka Berkat Allah 
sebaik-baik menciptakan (23:14). 

Menurut embriologi di atas 42 hari terbentuklah mekanisme perlengkapan 
pendengaran, penglihatan, kulit, otot-otot dan tulang-tulang, bentuknyapun 
menjadi sempurna, Yaitu seperti Hadits yang dirawikan oleh Muslim, yang 
artinya: Setelah 42 malam berlalu, maka Allah mengutus malaikat untuk 
menyempurnakan bentuk janin itu, memberikan pendengaran, penglihatan, kulit, 
otot-otot dan tulang-tulang, menghembuskan ruh ke dalamnya. Itulah tahapan 
sempurna, yaitu tahapan khalqun akhar (makhluq yang lain), yang sudah terdiri 
atas tataran jasmani, nafsani dan ruhani.

***
Begitu bayi lahir ke dunia, keluar dari alam rahim, Allah menetapkan makhluk 
pendamping pada bayi itu, yaitu yang disebut dengan jin qarin(*). 
-- Dari Abdullah Bin Mas'ud mengatakan bahwa : Rasulullah saw bersabda; "Tidak 
ada seorangpun diantara kalian yang tidak ditunjuk untuknya Jin pendamping 
(Qarin)". Para sahabat bertanya; "Termasuk anda ya Rasulullah ?, "Ya" jawab 
Nabi, Hanya saja aku mendapat pertolongan Allah, sehingga Jin pendampingku 
masuk Islam, dan dia tidak pernah mengajakku kecuali yang baik-baik" (HR 
Muslim).
Jin pendamping itu bisa baik bisa jahat, bisa polos(**). Pengaruh manusia 
terhadap jin qarin, lebih besar ketimbang sebaliknya. Jin qarin yang baik 
mencintai orang yang didampinginya, misalnya antara lain membantu untuk 
melaksanakan ketaatan kepada Allah. Ketika anda lupa shalat dia membantu 
mengingatkan dan membangunkan anda.

Pada Hari Pengadilan (yawm al-Diyn) jin qarin itu melempar tanggung-jawab 
kejahatan kepada orang yang didampinginya:
-- QAL QRYNH RBNA MA AThGhYTH WLKN KAN FY DhLL B'AYD (S. Q, 50:27), dibaca:
-- qa-la qari-nuhu- rabbana- ma- athghaituhu- wala-kin ka-na fi- dhala-lim 
ba'i-din, artinya:
-- Berkata yang menyertainya (qari-nuhu-): "Ya Tuhan Kami, aku tidak 
menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh".

Apabila seseorang meninggal dunia, maka jin qarin itu ditugaskan berpindah 
kepada seorang bayi yang baru dilahirkan. Umur rata-rata Jin qarin itu panjang, 
yaitu mencapai ribuan tahun. Ulah jin qarin inilah yang menceritakan masa lalu 
waktu ia mendampingi manusia yang telah meninggal itu, biasanya berupa mimpi 
kepada orang yang baru didampinginya, sehingga bagi orang yang baru didampingi 
itu merasa seakan-akan itu adalah pengalaman kehidupan sebelumnya dari orang 
yang baru yang didampingi jin qarin itu. Itulah pula yang diceritakan orang itu 
tatkala ia dihipnotis, maka yang menjawab itu adalah jin qarin, karena orang 
yang dihipnotis itu tidak menyadari dirinya lagi. Jadi spiritualisme dalam 
konteks Hypnotic Past Life Regression, sesungguhnya bukan spiritualisme 
melainkan hanya sekadar "wawancara" dengan jin qarin. "Wawancara" atau "Metode 
Hypnotic Past Life Regression" itu sama sekali tidak akan berhasil mengorek 
apa-apa dari jin qarin yang baik, kecuali mengenai pengalaman masa lalu yang 
tidak bersifat rahasia dari orang yang sementara didampinginya itu saja. 

Alhasil, tidak ada itu reinkarnasi, atau past life, karena sesungguhnya yang 
berpindah-pindah itu bukanlah ruh orang yang telah mati, sebab setelah ruh itu 
berpisah dari jasad langung pindah ke alam barzakh, melainkan yang 
berpindah-pindah itu dari orang mati ke bayi yang baru lahir, ialah jin qarin 
itu. WaLlahu a'lamu bisshawab.

*** Makassar, 26 Agustus 2007
     [H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2007/08/793-past-life-regression-vs-jin-qarin.html
------------------------------------
(*)
Jin akar katanya dibentuk oleh huruf-huruf jim, nun, nun [J-N-N], mempunyai 
pengertian terlindung, terhalang, terisolasi dan terasing. [J-N-N] menurunkan 
kata-kata: Jinn adalah makhluk yang tidak kelihatan, terlindung dari pandangan 
mata manusia, dan dapat pula berarti suku terasing. Jannah, taman, adalah 
tempat yang terlindung dari matahari oleh bayangan pohon, mujannah, perisai, 
penghalang dari tebasan musuh, janin, bayi yang masih terlindung dalam rahim 
ibu, majnun, orang gila, orang yang pikirannya kabur seakan-akan terhalang oleh 
kabut, tidak dapat membedakan antara bayangan dengan kenyataan. Qarin akar 
katanya qaf, ra, nun [Q-R-N] artinya pendamping, yang menyertai. Qarnun artinya 
teman.
(**)
Jin polos atau yang netral ini hanya sekadar menyertai pengalaman orang yang 
didampinginya itu. Dia tidak mempengaruhi orang yang didampinginya untuk 
berbuat baik ataupun berbuat jahat, namun karena polosnya itu jin qarin yang 
netral itu akan membocorkan apa yang kita pikirkan, sebab apa yang kita 
pikirkan diketahui pula oleh jin qarin kita itu. Dukun klenik atau paranormal 
ada yang bisa berkomunikasi dengan jin qarin pendampingnya, sehingga orang itu 
"mampu" membaca pikiran orang lain. Sebenarnya apa yang terjadi, pada waktu 
dukun itu bertatap muka dengan orang lain, dukun yang bisa berkomunikasi dengan 
jin pendampingnya itu menyuruh jin pendampingnya menanyakan kepada jin qarin 
pendamping orang lain itu apa yang sedang dipikirkan oleh orang yang 
didampinginya itu. Jin qarin pendamping dukun itu tidak bisa mengorek informasi 
dari jin qarin yang baik.

*******************************************************************************************


  ----- Original Message ----- 
  From: Achmad Zakaria 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] 
  Sent: Tuesday, January 15, 2008 12:50
  Subject: [Mayapada Prana] Re: [Spiritual-Indonesia] Re: Past Live???


  Past Life secara harfiah bisa diartikan kehidupan masa lalu. Kehidupan masa 
lalu pun bisa dikategorikan menjadi dua lagi yaitu, di kehidupan ini dan 
kehidupan sebelumnya. Dalam filsafat timur, konsep ini bukanlah sesuatu yang 
luar biasa, karena dalam kitab2 agama2 timur konsep ini dijelaskan secara 
explisit. Berbeda dengan agama2 Abraham, ada yang bisa menerima ini ada pula 
yang tidak. Dari sudut pandang Islam sendiri, bagi yang mempercayai itu 
menyatakan bahwa konsepsi tentang past life itu dimuat dalam QS Al Baqarah 2:28 
begitu juga dengan "Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun" yang dikatakan berarti 
bahwa kita Berasal dari Allah dan kembali kepada Allah. Bagi yang telah 
mempercayai hal itu, bagi Islam juga sama dengan agama2 Timur, bahwa tujuan 
hidup ini bukanlah untuk mencapai sorga atau pun neraka melainkan untuk kembali 
kepada Allah melalui jalan Allah.

  +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

  Muammar Qaddhafi:

  "Innaa lilLa-hi wa Innaa Ilayhi Raaji'uwn" artinya: sesungguhnya kita milik 
Allah dan kepadaNya kita kembali, jadi bukan berasal dari Allah. Ayat tsb 
mempergunakan perposisi genitive li , bukan min = berasal dari

  ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ 

  Namun demikian, dalam budaya timur juga ada anggapan, bahwa mengetahui 
kehidupan masa lalu adalah kurang bijak (bukan berarti tidak boleh). Banyak 
yang bilang hal itu buang-buang waktu. (Mungkin ini anggapan saja) Masa lalu 
adalah masa lalu dan kita tidak akan bisa mengubah masa lalu. Persiapkankanlah 
kehidupan masa kini untuk selalu menjadi lebih baik dan berkualitas secara 
Divinity, dan tentunya apabila memang dilahirkan kembali bisa menjadi manusia 
yang lebih sempurna. 

  Monggo mungkin ada saudara-saudara dari Kristiani, Hindu, Budhist, atau siapa 
saja yang lebih mengetahui tentang ini, silakan di-share. Tentunya untuk 
menambah wawasan milis SI ini.

  wassalam
  AZ



  On Jan 15, 2008 9:17 AM, lulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



    HANYA MENGCOPAS DARI BEBERAPA REFERENSI SEMOGA BERMANFAAT, KARENA 
    PENGERTIAN PAST LIFE ITU SENDIRI AMAT SULIT DI TERJEMAHKAN SECARA 
    REAL YANG KADANG TIDAK BISA DI TERIMA OLEH SEBAGIAN ORANG DARI SUDUT 
    PANDANG YANG TENTUNYA BERBEDA PULA

    ================
    jika diartikan secara harfiah-adalah sebuah perjalanan ke dalam 
    kehidupan di masa lalu. Itulah masa sebelum kehidupan yang sekarang, 
    yang bisa ditelusuri pada saat Anda berada dalam keadaan terhipnotis. 
    Dan, sebagian besar dari Anda mungkin tidak akan percaya dengan Past 
    Life Regression. Tapi, sebagian orang juga percaya bahwa jikalau kita 
    meninggal, maka jiwa kita akan berlanjut menempati tubuh yang 
    berbeda. 

    Dalam budaya berbagai bangsa di belahan dunia ini, banyak sekali 
    diceritakan tentang kehidupan lalu dalam mitologi-mitologi mereka. 
    Makanya tercipta suatu ide dan konsep, bahwa setelah kematian ada 
    sesuatu yang indah, yaitu jiwa kita akan terus hidup di alam 
    kehidupan lainnya sebagai orang yang berbeda. 

    Itu artinya, setelah kita meninggal, jiwa kita tetap berlanjut 
    menempati tubuh yang berbeda-beda. Sampai akhirnya nanti, tubuh atau 
    wadah biologis yang ditempati tersebut menjadi tua dan sudah tidak 
    layak lagi untuk ditempati. 

    Jika hal ini terjadi, maka jiwa yang ada di dalamnya akan 
    meninggalkan tubuh tersebut untuk kembali lagi menempati tubuh baru 
    yang berbeda. Dan, siklus ini terus terjadi sampai akhir zaman. 
    Menurut mitologi yang ada, hal ini terjadi agar jiwa yang ada di 
    dalamnya dapat terus belajar dan berkembang dalam setiap kehidupan 
    baru yang dialaminya. Hal ini terjadi untuk satu tujuan, yaitu 
    memperoleh jiwa yang lebih baik dari sebelumnya. 

    SALAM HANGAT 
    /lu2

    --- In [EMAIL PROTECTED], "iskandar_effendi" 


    <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    >
    > Saudara/i semua yang saya hormati,
    > Membaca kata "past live" , dari beberapa mail yang ada dalam SI ini,
    > aku mohon penjelasan dari sdr/i tentang hal itu.
    > Aku belum punya pengertiaan yang pas tentang hal ini.<
    > "pengertian' aku tentang aku adalah 
    > -aku/diri yang tidak terbatas ruang dan waktu.
    > -aku/diri yang ada. 
    > Mohon penerangan dalam masalah ini, terima kasih.
    > cc;Pak Leo.Mbak Lulu.

Kirim email ke