Hobi Kekerasan Separah Kecanduan Seks?
Minggu, 20 Januari 2008 | 18:20 WIB
JAKARTA, MINGGU - Orang-orang yang suka perang, berkelahi, atau bikin
onar mungkin tak pernah sadar apalagi berpikir bahwa hobinya itu mungkin
memang caranya 'orgasme'. Penelitian terbaru memastikan kepuasan karena
berkonflik sama dengan puncak kenikmatan yang dicapai karena berhubungan
seksual.

Di kehidupan liar, berkelahi merupakan bentuk kompetisi untuk
memperebutkan kekuasaan, makanan, atau pasangan. Para ilmuwan telah lama
mengetahui bahwa hewan punya insting bertarung, namun sampai sekarang
tidak mengetahui bagian otaik mana yang mengaturnya.

"Kekerasan muncul hampir pada semua vertebrata dan perlu untuk
memperoleh dan menjaga sumber daya utama seperti pasangan, daerah
kekuasaan, dan makanan," ujar Craig Kennedy, peneliti dari Universitas
Vanderbilt, Tennessee, AS seperti dikutip Kompas.com dari
Livescience.com, Minggu (20/1).

Untuk mempelajari hal tersebut, Kennedy meletakkan sepasang tikus,
jantan dan betina, dalam sebuah sangkar. Kemudian, tikus betina
dikeluarkan dan seekor tikus jantan lainnya menggantikan.

Kehadiran tikus jantan ke dalam sangkar ternyata membangkitkan sifat
agresif tikus jantan yang lebikcmuserh dulu berada di dalam sangkar. Hal
tersebut dapat dilihat dari gerakan mengibas-kibaskan ekornya dan sikap
melawan, dari mendorong hingga menggigit lawannya.

Percobaan yang sama diulang kembali pada tikus yang telah disuntik obat
penghambat otak produksi dopamine, hormon yang mengatur kepuasan, di
bagian otak tertentu. Tikus yang disuntik ternyata tidak begitu
menunjukkan tanda-tanda agresif terhadap lawannya. Hal tersebut
menunjukkan bahwa agresif didorong alasan untuk mencapai kepuasan.

"Kami menemukan bahwa jalur kepuasan di otak berperan dalam terbentuknya
reaksi agresif dan dopamin terlibat," ujar Kennedy yang melaporkan
temuannya dalam  jurnal Psychopharmacology. Temuan ini sangat penting
untuk mempelajari perilaku manusia karena memiliki kemiripan pada bagian
otak yang mengatur kepuasan.

Insting berkelahi di antara hewan mungkin tidak terlalu kita pedulikan.
Namun, kecenderungan agresif di antara manusia bisa berakhir buruk dan
bisa menjadi masalah tersendiri. Begitu pula kecenderungan untuk
berhubungan seksual dengan lawan jenis, bisa geger kalau diumbar bukan?

Nah, bagaimana manusia bisa mengendalikan nafsu dan kecenderungan sifat
agresifnya mungkin dapat ditelusuri dari penelitian ini.
komentar pembaca Kompas jojon @ Senin, 21 Januari 2008 | 16:45 WIB
"Kekerasan muncul hampir pada semua vertebrata dan perlu untuk
memperoleh dan menjaga sumber daya utama seperti pasangan, daerah
kekuasaan, dan makanan," ujar Craig Kennedy Ottoy @ Senin, 21 Januari
2008 | 13:26 WIB
Jikalau ini benar maka manusia tidak jauh berbeda dengan
binatang.Jikalau anda bertanya kenapa?.Saya akan menjawab, binatang
tidak bisa mengontrol emosinya untuk melakukan apa yang dia inginkan.
Jadi dia berkelakukan sesuai dengan naluri kebinatangannya yang tidak
bisa ia kontrol.Bagaimana manusia? Manusia diciptakan dengan sangat
sempurna dan sagat mulia diantara ciptaan-Nya. Kita memilki perasaan
atau emosi yang dapat dikontrol.Maukah anda disamakan dengan
binatang?????
Sumber:
http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.01.20.18200687&channel=1&mn\
=53&idx=71
<http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.01.20.18200687&channel=1&m\
n=53&idx=71>

Kirim email ke