HONEY, HAVE U MET GOD ? H = Hapsari L = Leo
H = Honey, have u met God ? Aqu pernah dalam keadaan seperti... although just for seconds. Saat ntu aq berangkat mo bobo, ga biasanya aq pingin matiin lampu. Biasanya qu nyalain lampu 5 watt. Aq hanya ingin merasa perubahan suasana aja dan ingin kamar agak dingin. Tidurlah aq diatas kasurqu yang kecil dan sempit ntu. Then aq ga tau sudah berapa lama aq tidur, but saat itu aq merasa di sebuah empty space, suasana yang sangat lengang, kayak diantara kabut putih. Ga ada sapa sapa tapi kabut itu kaya bergerak menerpaqu (or aq yang menerobos masuk ?). Entahlah walo aq ga ngerti apa itu, aq menikmatinya (Mebi, hampir mirip apa yang diungkap di bukunya the Journey of Soul - mereka yg ada dibuku itu said that they see a tunnel - but I do not see a tunnel, but probably I already in it). Aq enjoy aja. Ada perasaan happy, peacefull n maaakkkkllleeessss mpe ke hati paling dalam, n what I like is that I do not need to breathe. I think I forget to breathe (eh, aq ga perlu bernapas... yuhuuuu.... ). But I don't know tiba2 qu ada dikamarqu lagi, aq liat my body yang lagi merem sambil tersenyum, trus yang aq inget aq melek lagi dan kemudian aq inget2 sesuatu yang harus aq lakukan, yup ! Aq baru inget kalo aq harus ambil napas... I do not know if I met God or not, but at least I know where I am going after I die. Ga nyangkut di monas or di pohon or masih di bumi (bisa liat orang2 but mereka ga bisa liatin aq ). L = Gut gut gut, you did have an OOBE (Out of Body Experience). Rasanya memang begitu, emang enak, enjoy aja, hmmm hmmm hmmm... H = Honey, Tuhan adalah Tuhan, God is God... yup aq juga setuju ma kalimat itu, karena Free Will nya Ayub yang membuat keadaan dia seperti itu, bukan setan. Berat hukuman bagi orang yang telah tahu Tuhan daripada yang belum tahu Tuhan. Ga da malaekat yang menghiburnya karena probably dia memang dalam keadaan yang LUPA (mo dibilangin apa, mo diingetin kaya apalah wong lagi tutup mata - tutup telinga ma apa ?), Ayub jauuhh dari tempat Malaekat ma Tuhan berada. Malaekat nya tetep, Tuhannya tetep disitu, tak terpikirkah bahwa Ayub yang telah menjauh ? Jangan salahin Tuhan dulu dunk. Saat Ayub bisa makmur kembali, probably dia udah bertobat, dan mau deketan lagi ma Maleakat ma Tuhan, then hasilnya dia dikembalikan lagi dalam keadaan yang much much better, see... jaoh jaoh lebih makmur dlm keadaan sebelumnya. So, enakan mana deketan ma setan or deketan ma Tuhan, getho... itu lah messagenya, hhhhnnngggg I think. Kata babequ, kisah- kisah para Nabi itu sebagai cermin bagi qt, agar kita belajar dari pada kisah kisah mereka. Kalo ada anak durhaka ma ortunya berarti keluarga itu lagi mengalami kisah Nabi Nuh, kalo ada orang gay dan ada masyarakat gay berarti itu lagi mengalami kisahnya Nabi Luth... things like that lah..(Eh, jadi inget - terlintas sesuatu, kisahnya si Nabi Ayub nie kaya sapa hayo ? ... hi hi hi kaya Aa Gym bener ga sie ? ... tapi dia lagi proses "pemulihan" dan "pelurusan"). Kalo bencana itu dimana2 itu mah salah qt, yang banjir yang ada penyakit, itu jelas kesalahan penghuninya yang ga bisa manfaatin dengan baik. Khan manusia itu sifatnya bodho lagi aniyaya. Ya jadinya getholah. Kalo ada tsunami, gunung meletus ya mohon dimaklumi, ternyata bumi itu punya struktur organisasi sendiri dan kadang juga perlu direkonstruksi getho.. Let's say, uang adalah uang tapi perlakuan qt terhadap uang misalnya nie kalo cinta ma uang / gila harta, jadinya uang itu seperti hal yang berbahaya, kaya menjerumuskan, tapi sebenernya tgt yang pegang juga. Dan kehadiran uang itu penting -harus ada, masak pendeta kalo belanja di swalayan bayarnya pake doa ? Kahn ga githulah.. Okey, honey, qu kerja dulu yak... L = Ya ya ya, kerja yang bener yah, gak usah banyak mikir yah, hmmm hmmm hmmm... +++++++++++++ INTINYA IKHLAS DAN PASRAH JUGA G = Gatot L = Leo G = Rahayu... Mas Leo, masalah DOA inilah yang masih mengganjal dalam hati saya. Untuk itu saya minta Mas Leo memberikan pemahaman tentang doa, biar saya gamblang mengartikannya. Saya selalu mengikuti tulisan2 Mas Leo, dan (kebetulan) baru kali ini ada topik tentang DOA, jadi saat yang tepat untuk menanyakannya. Kebanyakan setiap orang (saya dulu juga demikian) dalam berdoa adalah sebuah PERMINTAAN yang duniawi, untuk kebaikan diri atau keluarga sendiri. Sebuah permintaan akan kebutuhan yang memang sangat diperlukan saat itu. Karena memang ada dalam sebuah firman (agama yang dulu saya anut), yang intinya "Mintalah kepadaKU, niscaya Aku akan memberikannya". Namun sepanjang pengamatan dalam hidup saya, semakin mengharap terkabulnya sebuah doa (terdesak keadaan), semakin jauh dari harapan (dibaca tidak terkabulkan). Tapi ketika sebuah doa sudah terlupakan (tidak terdesak keadaan), tiba-tiba terkabulkan. Dari pemahaman itulah akhirnya saya TIDAK pernah berdoa lagi (yang duniawi dan untuk ego sendiri). Yang jadi pertanyaan besar dalam hati saya adalah: Apakah makna sebenarnya dari firman tersebut ? L = Makna dari firman tersebut ya seperti tertulis itulah: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu". Itu perkataan dari Yesus (Nabi Isa) di dalam Injil bukan ? ... "Ask, and it will be given unto you... in good measure,... even more that you could ever ask". Something like that. Tetapi, ayat itu TIDAK berdiri sendiri karena Yesus itu mengutip suatu ayat yang asalnya dari Perjanjian Lama. Dan di konteks aslinya, permintaan itu baru akan dikabulkan setelah segalanya itu dijalankan. Setelah segala kewajiban2 yang harus ditunaikan di masyarakat Yahudi itu TELAH ditunaikan. Masyarakat Yahudi itu memiliki Baitullah, dan ada kelompok orang yang melayani di Baitullah yang harus "dibayar" oleh kelompok masyarakat lainnya yang berprofesi lain. Lalu ada pula janda2 dan anak2 yatim yang WAJIB disantuni. Lalu ada pula persembahan2 dan korban2 yang harus dilakukan secara berkala di Baitullah di Yerusalem. Nah, setelah semua kewajiban2 itu dilaksanakan, barulah kita bisa MEMINTA. Dan akan dikabulkan bahkan dengan berlimpah-limpah. Berarti, inti dari ayat itu kan sebenarnya cuma sikap IKHLAS dan PASRAH saja. Ikhlas dalam menunaikan kewajiban2 sosial (seperti kurban2 di Baitullah, kesejahteraan janda2 dan anak2 yatim). Kalau segala kewajiban sosial itu telah dilaksanakan dengan Ikhlas, maka barulah kita akan bisa meminta dengan PASRAH. Kita akan meminta dengan pasrah, artinya kita akan meminta tanpa mengharap apapun. Kita tahu bahwa kita telah menunaikan segala sesuatunya TANPA ada bukti bahwa apa yang kita butuhkan itu akan dipenuhi oleh Tuhan. Tetapi kita pasrah. So, maka dikatakanlah: "MINTALAH, MAKA KAMU AKAN DIBERIKAN !" Jadi, jelas itu merupakan suatu ucapan yang tidak berdiri sendiri. Ada kewajiban2 yang harus ditunaikan bahkan tanpa kepastian bahwa apa yang telah dikeluarkan itu akan balik kembali. Tetapi, Yesus (Nabi Isa) seakan-akan mengatakan bahwa perlu pula ada IMAN disini. Seolah mengatakan bahwa tidak perlu diperhitungkan segalanya, cukup percaya sajalah bahwa segala yang dibutuhkan itu akan dipenuhi oleh Tuhan kalau kita MEMINTA. Dan kita pun akan meminta dengan nurani yang bersih karena kita telah menunaikan apa yang harusnya kita tunaikan. Dengan kata lain, intinya sama saja, mas: Ikhlas dan Pasrah juga. G = Sementara inti ajaran semua agama (kalau dipahami betul) adalah untuk BERSERAH DIRI (PASRAH menurut istilah Mas Leo) kepada tuhannya. Bisakah PERMINTAAN (keinginan) dan PASRAH menyatu dalam satu tujuan ? Bukankah justru berlawanan ? L = Bisa saja. Kita bisa meminta dengan sikap ikhlas dan pasrah. Itu bisa saja. Kita tahu bahwa kita memang membutuhkan sesuatu, dan kita MINTA. Dan kita juga TAHU bahwa yang kita minta itu akan dikabulkan (ini namanya IMAN). Karena kita tahu itu, maka kita pasrah. Apa yang terjadi, terjadilah. Pada pihak lain, memang tidak selalu yang kita minta itu akan datang berupa sesuatu yang persis sama. Tidak seperti itu. Kalau kita minta untuk dapat naik gaji 5 kali lipat, misalnya. Paling yang datang cuma 2 kali lipat. Dan itu seharusnya SUDAH menjadi alasan untuk bersyukur. Siapa bilang tidak dikabulkan ? Meminta sih meminta, tetapi PASRAH, artinya terserah kepada God saja. Mau diberi ya bagus. Gak diberi juga gak apa2. Tetapi, kita tahu bahwa apapun yang terjadi kita itu tidak akan apa2. Roh kita itu SELAMAT. Kalaupun tidak selamat di dunia (karena terkena celaka atau semacamnya), kita tahu bahwa kita akan selamat di akhirat. Our soul will NEVER get lost in the universe. Apapun yang akan terjadi, kita tidak akan nyasar kemana-mana. Tidak akan hilang secara sia2. Kita akan selalu BISA BILANG bahwa: "It is well with my soul". Jiwa kita itu selamat. Dan itu di dimensi nir waktu which is Dimensi Baka yang adanya beyond dimensi ruang dan waktu tempat kita berkiprah sebagai manusia seperti kita semua sekarang ini. G = Jadi apakah sebenarnya DOA, menurut pemahaman Mas Leo? L = Doa adalah komunikasi antara saya dan diri saya yang lebih tinggi. Diri yang lebih tinggi itu bisa dibilang sebagai "God", sebagai "Tuhan", sebagai "Buddha", sebagai "Yesus", sebagai "Allah",... Any name is okay karena pengertiannya itu sama saja. Sesuatu yang kita sembah dan kita akui sebagai roh yang lebih tinggi dari diri kita itu sebenarnya adalah BAGIAN dari diri kita juga. Our Higher Selves. Dan kita secara formal berkomunikasi dengannya melalui doa, walaupun tanpa doa juga bisa karena kita SELALU bersambung dengannya. Tetapi,... manusia hidup itu kan masih suka neko-neko, kalau tidak secara formal berdoa kan merasa belum sreg. Yo wis lah, doa sajalah. G = Pertanyaan kedua, saya bermimpi; anak saya berdiri dengan kepala tertunduk diam disamping sumur. Di kanan dan kirinya ada dua orang laki-laki. Kesadaran saya saat itu (dalam mimpi) anak saya akan dimasukkan ke dalam sumur oleh dua orang tersebut, walau kedua orang tersebut juga terdiam tidak beaksi. Apa maknanya, mas ? L = Artinya, anak sampeyan itu berada di ambang transisi dimana emosi atau perasaan itu akan mempengaruhi dirinya sedemikian rupa. Apapun yang dikatakan orang kepadanya akan di-magnify sedemikian rupa di dirinya sehingga yang muncul hanyalah emosi atau perasaan saja, tanpa ada alasan kenapa hal itu bisa demikian. Emosi atau perasaan itu disimbolkan oleh SUMUR. Dan orang2 yang bisa mempengaruhi anak sampeyan itu disimbolkan oleh dua pria yang berdiri di sisinya. Jadi, apapun yang akan dilakukan oleh kedua pria itu efeknya akan SAMA SAJA, yaitu meluapnya emosi di diri anak sampeyan itu. Apabila gembira, ya gembira sekali. Apabila sedih, ya sedih sekali. Nah, mimpi yang muncul itu kan semacam peringatan (warning) juga sehingga sampeyan bisa mulai memberikan penjelasan bahwa sebagai manusia kita itu harus seimbang. Apa yang dikatakan oleh orang lain itu tidak selamanya harus membawa reaksi yang sedemikian besar di diri kita. Ada yang bisa diabaikan, dan ada yang bisa diambil. Yang jelas, emosi di diri kita TIDAK PERLU terpengaruh sampai sebegitu dalamnya. +++ MIMPI SEMBAHYANG DI KOTA MEDAN I = Iwan L = Leo I = Pagi Pak Leo... Saya mimpi, saya lg dirumah paman saya di Medan. Disana saya melakukan sembahyang kpd Dewi Kwan Im dan Dewa Tanah (ini biasa saya lakukan jika sampe di Medan, sbg trima kasih tlh dilindungi). Pada saat menyalakan dupa yg masing-masing 3 batang .. tp saya hanya menyalakan dupa di altar cuman 2 .. kemudian saya tambahin satu lagi.. begitu juga untuk altar Dewa Tanah itu juga 2 padahal saya tahu masing2 itu 3 ato 5 utk Dewa Tanah. Setelah itu, saya melihat di altarnya Dewi Kwan Im ada uang.. ntah knp saya mengeluarkan duit saya lg dr kantong ke altar tsb, kemudian saya ambil semuanya (termasuk duit yg di altar setelah saya tanya bahwa duit itu punya tante saya), kemudian saya kembalikan duit tsb ke altar dan duit saya masukkan kembali ke kantong. Waktu saya sembahyang saya jg melihat teman saya disitu (seorang cewe menunggu saya). Kira2 apa ya artinya Pak Leo? L = Thanks for sharing your dream with us, Mas Iwan. Menurut saya, arti dari mimpi itu adalah PETUNJUK dari alam bawah sadar anda sendiri bahwa anda ini sudah tidak lagi merasa nyaman dengan segala ritual itu. Anda itu tidak merasa fasih menjalankannya, dan itu diperlihatkan di dalam mimpi itu. Anda juga tidak merasa yakin apa yang seharusnya anda lakukan, walaupun anda tahu tahap2 untuk melakukan ritual itu. Nah,... berarti anda sekarang diberikan PILIHAN. Apakah anda mau meneruskan TRADISI itu atau anda ingin melakukan cara lain untuk mengucap syukur. Anda bisa mengucap syukur dengan berdoa biasa saja, dan tidak harus dengan membakar dupa di depan altar Dewi Kwan Im dan Dewa Tanah. Dan anda juga TIDAK perlu untuk meributkan tentang ada atau tidak adanya uang di atas altar Dewi Kwan Im (ini juga simbol dari kegamangan jiwa anda mengenai ritual itu). Ritual is ritual, dan bisa diteruskan apabila anda merasa nyaman dengan cara itu. Tetapi, apabila pengertian anda telah bertambah dan, apalagi, anda merasa teman2 anda itu SUDAH tidak sabaran melihat anda tetap melakukan ritual yang dianggap "old-fashioned" itu (disimbolkan dengan teman cewek yang menunggui anda)... maka ritual itu bisa anda tinggalkan. Carilah cara yang lebih bisa mengena di hati anda. Coba saja cara lain, dan ketika anda merasa sreg, alam bawah sadar akan akan kembali bisa memberikan petunjuk dengan memunculkan mimpi lainnya. Seperti apa mimpinya, ya lihat saja nanti. +++++++++++++ [Leo seorang praktisi Psikologi Transpersonal; no HP: 0818-183-615. Untuk bergabung dengan Milis SI, click: <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>. NOTE: Except mine, all names used in the YM / email conversations are PSEUDONYMS.] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

