“Setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa”
(Kis 5:17-26; Yoh 3:16-21)
 
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah 
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya 
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah 
mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk 
menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan 
dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia 
tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang 
telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada 
terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat 
jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya 
perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa 
melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa 
perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” (Yoh 3:16-21), demikian kutipan
 Warta Gembira hari ini.  
 
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan 
sederhana sebagai berikut:
·   Para penjahat, koruptor, pencopet atau pencuri pada umum bertindak dalam 
‘kegelapan’, keadaan sepi atau dengan diam-diam agar tidak diketahui orang 
lain. Apa yang mereka peroleh pun dinikmati diam-diam dan apa yang mereka 
peroleh dengan cepat akan cepat habis juga. Mereka pada umumnya juga merasa 
tidak aman dan terancam, karena mereka tidak percaya kepada Allah, yang hadir 
dan berkarya terus menerus siang malam tiada henti melalui ciptaan-ciptaanNya 
terutama manusia. Dengan demikian mereka dengan sendirinya terhukum, sesuai 
dengan sabda Yesus :”Barangsiapa percaya kepadaNya, tidak akan dihukum; 
barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman”. Maka marilah kita 
orang beriman, yang percaya kepada Allah senantiasa melakukan 
perbuatan-perbuatan dalam Allah atau dalam terang, terbuka, transparan, jujur 
dst.. Dengan kata lain senantiasa berbuat baik kepada orang lain atau sesama. 
Jika kita percaya kepada Allah dan senantiasa berbuat
 baik kepada sesama, maka kita tidak akan binasa: selama hidup dan bekerja di 
dunia ini senantiasa ceria, gembira, bergairah dan kelak ketika dipanggil Tuhan 
berarti hidup mulia bersama Allah di sorga selama-lamanya. Marilah meneladan 
Yesus yang datang untuk menyelamatkan bukan untuk menghukum, sehingga kita 
dalam cara hidup dan bertindak senantiasa berusaha dengan rendah hati 
menyelamatkan sasama dan saudara-saudari kita, terutama keselamatan jiwa. 
Keselamatan jiwa hendaknya senantiasa menjadi patokan dan barometer cara hidup 
dan cara bertindak kita. 
·   "Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam 
Bait Allah dan mereka mengajar orang banyak.” (Kis 5:25), demikian kata 
seseorang kepada para pengawal , utusan para Imam Besar. Seorang malaikat Tuhan 
telah membuka pintu-pintu penjara, sehingga para rasul yang dipenjara dengan 
enak dan bebas dapat keluar dari penjara. Para rasul dipenjara karena mereka 
mewartakan Kabar Baik tentang Yesus yang disalibkan, wafat dan dibangkitkan 
dari mati. Karena mereka sungguh percaya kepada Allah, maka penjara yang 
terkunci rapat dan kuat tak mampu ‘memadamkan’ semangatnya untuk terus 
mewartakan Kabar Baik. Para pengawal atau tentara pun juga tidak berani dengan 
kekerasan ketika mereka menangkap kembali para rasul, yang sedang berada di 
Bait Allah  dan mengajar orang banyak. Dari kisah ini kiranya kita dapat 
belajar bahwa kebaikan senantiasa menang atau kejahatan dan orang baik lebih 
banyak daripada orang jahat, maka hendaknya tidak
 takut dan gentar untuk berbuat baik atau mewartakan Kabar Baik entah melalui 
pengajaran atau kesaksian hidup. Malaikat Tuhan senantiasa akan mendampingi dan 
menolong kita dalam mengatasi dan menghadapi aneka tantangan dan hambatan. 
Tantangan dan hambatan memang pada umumnya berasal dari para tokoh-tokoh 
bangsa, masyarakat dan Negara, yang gila akan harta benda/uang, kedudukan atau 
hormat, bukan dari rakyat/orang kebanyakan; rakyat atau orang kebanyakan pasti 
akan mendukung dan bergabung dengan siapapun yang berbuat baik, memperjuangkan 
kebaikan dan kesejahteraan umum. Marilah kita dalam jabatan, fungsi, kesempatan 
dan kemungkinan apapun senantiasa berbuat baik demi kepentingan umum, tidak 
mencari keuntungan diri sendiri atau kelompok tertentu saja, apalagi korupsi. 
Kita imani pendampingan malaikat Allah, malakat pelindung, yang sangat setia 
mendampingi dan melindungi kita dimanapun dan kapanpun, sehingga kita berani 
melakukan aneka perbuatan dalam
 terang, jujur dan transparan, tidak sembunyi-sembunyi mencari keuntungan diri 
sendiri.
 
“Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di 
dalam mulutku.Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah 
hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, 
marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu 
Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku” (Mzm 34:2-5)
 
Jakarta, 2 April 2008


      
____________________________________________________________________________________
Special deal for Yahoo! users & friends - No Cost. Get a month of Blockbuster 
Total Access now 
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text3.com

Kirim email ke