Thanks Mas Radityo, ya diaudit. Jadi, kalau kita
nyumbang kampanye pemilihan presiden di AS (dari
kubu manapun), mereka akan memberikan tanda terima.
Nah, tanda terima itu sebagai bukti untuk memotong
jumlah tersebut dari penghasilan kita. Jadi, uang
yang disumbangkan itu TIDAK dipotong pajak, maka
istilahnya TAX DEDUCTIBLE.

Saya sendiri menaruh harapan pada Barry Soetoro 
yang sekarang dikenal sebagai Barack Obama. Bukan
hanya karena saya pernah duduk di ruang kelas yang
sama di kelas 1 dan 2 di SD Strada Asisia dan belajar
membaca dan berhitung dari guru2 yang sama, melainkan
juga karena THE SPIRIT OF THE AGE.

Obama sekarang tinggal bertarung dengan John McCain,
senator gaek dari Partai Republik. Can you imagine
bahwa McCain itu satu angkatan di atas Obama, dan
jelas sangat conservative. Partai Republik itu
partainya big business, dan pro perang. Partai
Demokrat itu partainya kaum pembaharu, dan pro HAM.

Pendukung Partai Demokrat itu berasal dari segala
macam golongan. Mereka menyebutnya sebagai the Rainbow
Coalition. Koalisi Pelangi.

Pelangi2, alangkah indahmu. Merah kuning hijau di
langit yang biru,...

Leo


--- mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mungkin bukan diedit pak sumbangannya, tapi diaudit.
> 
> 
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: leonardo rimba 
>   To: [EMAIL PROTECTED] ;
> [email protected] ;
> [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] 
>   Sent: Friday, June 20, 2008 12:09 AM
>   Subject: [RumahKita] Re: Surat dari Barack Obama
> 
> 
>   Lha, emangnya orang2 Indonesia BELOM TAHU kalo
> para
>   calon presiden AS itu harus mengumpulkan sumbangan
>   kampanye dari para pemilihnya ? Dan sumbangan2 itu
>   diedit. Ada auditornya sebab, as far as I know,
>   sumbangan kampanya itu TAX DEDUCTIBLE. Sama
> seperti
>   sumbangan untuk badan2 sosial dan keagamaan,
> sumbangan
>   kampanye itu tax deductible, tidak dipotong pajak.
> 
> 
>   Well, tapi apa ada gunanya ngomong tentang hal
>   begituan dengan rakyat Indonesia ? Kita kan tidak
>   mengenal yang namanya calon presiden ngumpulin
>   sumbangan dari rakyat. Yang kita kenal calon
> presiden
>   didanai dengan dana "siluman". Siluman artinya
> tidak
>   jelas, tidak ada tapi ada.
> 
>   +
> 
>   Sedikit komentar tentang Barack Obama yang waktu
>   tinggal di Jakarta bernama "Barry Soetoro" dan
>   menghabiskan tahun2 pertamanya di sekolah, selama
> 4
>   tahun, di dua sekolah dasar Indonesia: SD Strada
>   Asisia, dan SDN 1. Barry bersekolah dalam Bahasa
>   Indonesia sebelum dia dipulangkan ke Hawaii dan
> mulai
>   bersekolah dalam Bahasa Inggris.
> 
>   Di SD Strada Asisia, Barry Soetoro (Barack Obama)
>   masuk dua tahun lebih dulu daripada saya. So, saya
>   tahu pasti bahwa Obama itu memiliki experience
> yang
>   gimana gituh dengan culture Indonesia, especially
>   budaya Katolik Jawa yang kental sekali di SD
> Strada
>   Asisia itu. 
> 
>   Dan itu ACCEPTABLE untuk publik AS. Yang tidak
>   acceptable adalah sekolah model "madrasah". Barack
>   Obama sempat diserang oleh lawan2 politiknya
> dengan
>   smear campaign bahwa dia di Indonesia bersekolah
> di
>   sebuah madrasah yang ternyata tidak benar.
> 
>   Untung Obama sekolah di SD Katolik dan SD Negeri
> waktu
>   tinggal di Jakarta. Coba dia dikirim sekolah ke
>   Madrasah, pasti gimana gituh dengan pencalonannya
>   sebagai Presiden AS. So, kita harus turut mengucap
>   alhamdulilah, my friends. Alhamdulilah Barack
> Obama
>   (Barry Soetoro) tidak pernah dikirim ke madrasah. 
> 
>   Dia kakak kelas saya di sebuah SD Katolik yang
> kita
>   semua tahu lebih tercerahkan daripada jenis
> sekolah
>   madrasah, apalagi jenis madrasah yang banyak
> muncul
>   akhir2 ini dan mengajarkan cara berpikir cupat ala
>   Timur Tengah bagian pinggiran because Timur Tengah
>   juga ada yang oke punya, but that's for another
> time.
> 
>   Leo
> 
> 
>   > --- On Sun, 6/15/08, Ulil Abshar-Abdalla
>   > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   > From: Ulil Abshar-Abdalla 
>   > Subject: <JIL> Surat dari Barack Obama
>   > To: [EMAIL PROTECTED]
>   > Date: Sunday, June 15, 2008, 3:09 AM
>   > 
>   > 
>   > Salam,
>   > 
>   > Saya kaget, hari ini mendapat surat dari Barack
>   > Obama yang ditujukan secara pribadi kepada saya.
> Dia
>   > mengajak untuk bergabung untuk mendukung gerakan
>   > berbasis komunitas yang ia sebut "Obama for
>   > America".
>   > 
>   > Setelah saya baca seluruh isi surat, ternyata
> isinya
>   > minta sumbangan, he he he...
>   > 
>   > Tetapi metde penggalangan dana Obama ini menarik
>   > sekali. Dia memanfaatan jejaring komunitas dan
>   > sosial di lapisan akar rumput. Ratusan ribu
> relawan
>   > pendukung Obama tersebar di seluruh Amerika. 
>   > 
>   > Gerakan semacam ini layak ditiru calon presiden
> di
>   > negeri kita. Dengan gigih, pendukung dan relawan
>   > Obama mengumpulkan "uang receh" sebesar 50, 100
> atau
>   > 250 dolar. 
>   > 
>   > Figur Obama memberikan pelajaran yang sangat
> baik
>   > bagi saya: salah satu tugas penting pemimpin
> adalah
>   > membangkitkan kembali harapan dan optimisme.
>   > Skeptisisme dan sikap sinis menyebar luas di
>   > kalangan publik Amerika, persis seperti di
>   > Indonesia. Sebagaimana di Indonesia, publik
> Amerika
>   > sangat sinis melihat para politisi di
> Washington,
>   > melihat tingkah polah para politisi di Kongres.
> Kata
>   > "Washington" sering diucapkan dengan sinis oleh
>   > banyak kalangan di Amerika.
>   > 
>   > Obama dengan sangat cerdik memainkan retorika
> dan
>   > kepandaian pidato untuk melawan skeptisisme dan
>   > sinisme ini.
>   > 
>   > Kita bisa saja bilang, sebagaimana dikatakan
> juga
>   > oleh rival Obama, John McCain, bahwa apa guna
> pidato
>   > muluk-muluk dan berbusa-busa, tetapi tanpa isi.
>   > Hillary Clinton juga mengkritik Obama dengan
> cara
>   > serupa, seraya menampilkan dirinya sebagai
> seorang
>   > kandidat presiden yang berpengalaman.
>   > 
>   > Tetapi, "speech and word matter", pidato dan
>   > retorika ternyata sangat penting, sebagaimana
>   > dibuktikan oleh Obama. Saya kira, masyarakat
> Amerika
>   > tahu mana pidato yang sekedar "omong" dan pidato
>   > yang "speaks to the heart of the people". Obama
>   > berhasil menampilkan pidato dari jenis kedua.
>   > 
>   > Sekali lagi, tugas pemimpin adalah membangkitkan
>   > harapan rakyat, mendidik mereka dengan cita-cita
>   > luhur, mengarahkan emosi dan impian rakyat
> banyak
>   > kepada tujuan bersama yang lintas kelompok dan
>   > golongan.
>   > 
>   > Inilah "political virtues" yang perlu kita
>   > kembangkan.
>   > 
>   > Ulil
> 
>   Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> 
>    
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 
> ------------------------------------
> 
>
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Diharapkan Member Milis saling berinteraksi dengan
> baik dan harmonis.
> Dalam suasana kekeluargaan, santai, tidak harus
> formal, tidak saling menghujat dan tidak
> diskriminatif.
>
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Yahoo! Groups Links
> 
=== message truncated ===


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke