Warga Tangkap Babi Ngepet
Minggu 22 Juni 2008, Jam: 19:07:00
SERANG – Warga yang sedang menonton pertandingan Piala
Eropa, ramai-ramai menangkap seekor hewan yang diduga babi ngebept, di
Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Minggu dinihari.
Binatang yang memiliki bentuk mata seperti manusia serta bertelinga
lebar itu, ditangkap ketika berada di halaman rumah salah seorang warga
di Kampung Kebon Dalem, Desa Banten. Kini, babi yang diduga sebagai
binatang jelmaan itu diikat di pohon mangga dan jadi tontonan
masyarakat sekitar.
“Pantesan banyak warga di sini kehilangan uang. Ternyata di kampung
ini ada babi ngepet. Jadi binatang ini biang keladinya yang membuat
warga resah,” umpat Hambali, 37, warga setempat sambil melemparkan batu
ke arah babi.
Menurut Hambali, sudah dua minggu banyak warga di Kampung Kebon
Dalem mengaku sering kehilangan uang. Hambali tak mengelak kalau
dirinya juga ikut kehilangan uang tabungannya sebesar Rp400 ribu yang
disembunyikan di lipatan baju di dalam lemari. Kebiasaan menyimpan uang
di dalam lemari pakaian atau di bawah kasur masih menjadi tradisi warga
Desa Banten.
”Saya sempat ribut sama isteri karena dia tak terima dibilang telah
mengambil uang dalam lemari,” terang Hambali menceritakan saat-saat
uangnya hilang.
Diperoleh keterangan, babi tersebut ditangkap warga sekitar pukul
03:30 WIB, disaat warga sedang seru-serunya nonton sepak bola Piala
Eropa antara Belanda melawan Rusia.
Menurut Dedi Ferdiansyah, 36, warga Mina Bhakti, babi tersebut
sempat diketahui warga di kompleknya sekitar pukul 23.00 WIB. Namun
ketika dikejar, binatang yang dituding sebagai jadi-jadian itu tidak
berhasil ditangkap karena keburu menghilang. Pukul 03:30, ketika
sebagian warga sedang nonton acara sepak bola, babi yang diburunya itu
kembali muncul.
Warga yang mengetahuinya kemudian mengejarnya hingga masuk ke
Kampung Kebon Dalem, Desa Banten. Begitu mengetahui kalau ada babi
ngepet, warga Kebon Dalem ikut membantu mengejar dan menangkapnya.
“Saya yakin ini babi jadi-jadian, karena banyak warga yang sering
kehilangan uang. Bukan warga, saya sendiri pernah kehilangan uang.
Selain itu, daerah di sini sudah tidak ada lagi hutan, jadi dari mana
asalnya, kalau bukan babi jadi-jadian,” katanya lagi.