Zona Nyaman..
   
  Written by : Ruli Amirullah
   
  Assalamualaikum Wr Wb,
   
  Dear all,
  Senangnya melihat team kesayangan saya bisa mengalahkan Portugal. Just info, 
dari sejak saya mengenal sepak bola, team Jerman adalah team pilihan saya. 
Entah dia lagi jago, entah lagi bego, entah lagi biasa, asal itu Jerman pasti 
saya dukung. Siapapun pelatihnya, siapapun pemainnya( dari mulai Jurgen 
Klinsman, Oliver Bierhoff, sampai sekarang Klose dan Podolski), pasti saya ikut 
jingkrak-jingkrak kalo mereka menjebol gawang lawan..
  Dan kemarin, saat Jerman mengalahkan Portugal, saya girang bukan kepalang. 
Gimana enggak, karena sebenarnya Portugal lebih dijagokan, Portugal sedang on 
fire. Sementara Jerman sempat kalah melawan Kroasia, bahkan melawan Austria aja 
sampai jatuh bangun. 
  Saya kira, itu saja kejutan di piala Eropa kali ini. Tapi ternyata masih ada 
lagi. Turki, kini menjelma menjadi team spesialis turnamen. Selalu unggul 
setelah sempat tertinggal. Terakhir, mereka mengalahkan Kroasia melalui adu 
pinalti setelah menyamakan skor menjadi 1-1 (sebelumnya menang 3-2 setelah 
tertinggal 0-2) Besoknya dunia kembali terkejut. Belanda yang lagi benar-benar 
digdaya dengan kemenangan-kemenangan besar melawan team-team hebat, kehilangan 
daya gempurnya saat melawan Rusia dan harus menerima kenyataan bahwa impian 
mereka menjadi yg terbaik di Eropa lenyap oleh 3 gol dari Rusia.
   
  Wuaaah.. ini nyambung dengan tulisan terakhir mengenai selalu ada campur 
tangan Tuhan disetiap peristiwa.. tapi, bukan itu kok yang mau dibahas. Bukan 
tentang team-team yg menang, Justru saya mau ngebahas team-team jagoan yang 
tumbang, padahal mereka begitu superior saat babak penyisihan.
   
  Ada persamaan strategi yang mereka pakai menjelang partai hidup dan mati. 
Demi menjaga stamina, pelatih dari Portugal, Kroasia dan Belanda 
meng-istirahatkan hampir semua pemain inti mereka saat pertandingan ketiga. 
Wajar banget sih, toh mereka sudah menjadi juara grup. Jadi apapun hasilnya 
mereka pasti tetap akan masuk perempat final. Dan daripada pemain utamanya kena 
resiko cedera, mereka mengistirahatkan para jagoannya. Toh, mereka sudah tidak 
perlu berjuang mati-matian untuk masuk ke perempat final. Jadi, istirahat aja 
dulu…
   
  Tapi justru itu masalahnya..
  Adanya moment dimana mereka sudah tidak perlu berjuang mati-matian. Suatu 
moment yang disebut Zona Nyaman…
   
  Ya, mereka masuk ke zona nyaman. Suatu zona dimana mereka berada di posisi 
yang aman, posisi yang diatas, posisi yang lebih tinggi dari pesaing lainnya, 
posisi (seperti) juara, posisi yang tidak perlu perjuangan lagi. 
  Dan saat akhirnya kembali mereka masuk ke arena pertempuran, mereka sudah 
kehilangan semangat juang, mereka sudah kehilangan ritme tempur, mereka sudah 
kehilangan momentum..
   
  Dan mereka kalah oleh team-team yg memang sampai detik-detik terakhir 
dihadapkan pada situasi hidup atau mati. Mereka kalah oleh team yang harus 
terus berjuang untuk bisa tetap bernafas mencapai perempat final. Mereka kalah 
oleh team-team yg tetap menjaga semangat tempur mereka, ritme juang mereka, 
momentum kemenangan2 mereka..
   
  Kesimpulannya?
   
  Itu juga yang bisa terjadi dalam hidup kita.. 
  Seringkali kita terlena saat kita sudah masuk ke zona nyaman. Saat dimana 
kita sudah merasa pintar, adalah zona nyaman. Dimana kita akhirnya berhenti 
mencari ilmu. Dan tiba-tiba saja akhirnya menjadi orang yang justru semakin 
bodoh karena ilmu pengetahuan terus berkembang. 
  Saat dimana kita sudah merasa alim, adalah zona nyaman. Dimana akhirnya kita 
berhenti menambah ketaqwaan kita, dan akhirnya menjadi orang yang memiliki 
pemikiran sempit dan tidak berkembang. 
  Saat dimana kita sudah merasa sukses, itu adalah zona nyaman. Dimana akhirnya 
kita memutuskan untuk bersenang-senang dulu dan akhirnya tiba-tiba orang lain 
menyusul kesuksesan kita. 
  Saat kita merasa sudah mencapai target bulanan dengan gemilang, itu adalah 
zona nyaman. Dimana akhirnya kita malah larut dalam kegembiraan berlebihan dan 
tiba-tiba saja bulan berikutnya target gagal tercapai..
   
  Itulah zona nyaman. Zona yang memang saat itu tidak butuh perjuangan, zona 
yang memang tidak perlu keringat darah untuk melaluinya. Tapi justru itu 
menjadikan kita tidak siap menghadapi kejadian berikutnya, kita tidak siap 
menghadapi pertempuran berikutnya, karena mental kita telah lemah, niat kita 
telah rusak, semangat kita telah hilang..
   
  Suatu zona yang terasa nikmat, tapi bisa membuat kita lemah..
   
  So, keep on fighting my friends! Walaupun sepertinya kemenangan sudah ada 
dihadapan!
   
  Tetap jaga semangat juang kita apapun yang terjadi. Jangan pernah berhenti 
belajar walaupun kita telah mencapai gelar professor sekalipun. Karena 
sebenarnya Ilmu Allah tak akan pernah habis. Jangan pernah berhenti 
beristigfar, walaupun saat itu orang-orang telah memujamu sebagai orang alim, 
bahkan mungkin memanggilmu ustad atau kyai. Karena setan tetap akan mencari 
celah mencari setiap kesempatan untuk menggelincirkan kita. Jangan pernah 
melambatkan langkah, walaupun sepertinya yang kau tuju sudah ada di hadapan 
mata, karena bisa jadi tiba-tiba kita disusul oleh orang lain. Dan jangan 
pernah berhenti berusaha menghadirkan Allah dalam setiap detik kehidupan kita, 
walaupun kita telah mengaku mengenal Allah, karena bisa jadi disaat malaikat 
maut menjemput, justru hati kita sedang berpaling dariNya… 
   
  Keep on fighting! Sampai akhirnya memang malaikat maut benar-benar datang 
pada kita dan mencabut nyawa kita..
   
  Karena saat itulah kita memang telah melewati garis finish, dan saat itulah 
berarti kita bisa beristirahat dan menikmati segala hasil dari semua yang telah 
kita perbuat selama ini..
   
  Semoga bisa kita nikmati saat istirahat kelak dengan tersenyum..
   
   
   
  Wassalam,
  

Ruli Amirullah
Feel the love of Ar Rahmaan
Wanna feel it? Join ESQ Training..
Ponsel: 0856 - 9456 - 8362
Office : 021 - 75915710
Email : [EMAIL PROTECTED]
Website : www.esqway165.com

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke