Fyi,
Wassalam
HMNA
----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurrahman
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL
PROTECTED] ; Agus Hamonangan ; [EMAIL PROTECTED] ; Luthfi Assyaukanie ;
mediacare ; Ulil Abshar-Abdalla
Sent: Sunday, July 13, 2008 6:38 AM
Subject: Re: Q 15:9 => Gayung bersambut, kata berjawab
Feifei:
Q 15:9
dlm bahasa aslinya, apa sih ?
==============================
HMNA menjawab:
Ini aslinya (transliterasi huruf demi huruf beserta cara membacanya):
ANA NhN NZLNA ALDzKR WANA LH LhFZhWN (S.ALhJR, 15:9), dibaca:
-- inna- nahnu nazzalnadz dzikra wa inna- lahu- laha-fizhu-na (tanda –
memanjangkan membacanya), artinya:
-- Sesungguhnya telah Kami turunkan Al Dzikr (Al-Quran, Al-Kitab), dan
sesungguhnya Kami memeliharanya.
Bagaimana caranya Allah SWT memelihara Al Dzikr? Allah SWT memelihara Al-Dzikr
melalui dua cara:
Pertama, Al-Dzikr dari segi bacaan (= Al-Quran, QRA = baca) Allah SWT memberi
kemampuan kepada tidak sedikit ummat Islam sampai kepada anak-anak yang mampu
menghafal Al-Quran.
Kedua, Al-Dzikr dari segi tulisan (=Al-Kitab, KTB = tulis) Allah menciptakan
Sistem Kontrol sebagai mekanisme yang mengontrol keotentikan tulisan Mushhaf
'Utsmani.
Utk lengkapnya, silakan baca Seri 772 di bawah.
HMNA
*******************************************************************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL – IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
772 Kesulitan Orang Terdahulu dengan Sistem Kontrol Sistem 19
Firman Allah:
-- ANA NhN NZLNA ALDzKR WANA LH LhFZHWN (S. ALhJR, 15:9), dibaca:
-- inna- nahnu nazalnadz dzikra wainna- lahu- laha-fizhu-n, (tanda -
dipanjangkan membacanya), artinya:
-- Sesungguhnya telah Kami turunkan Al-Dzikr (Al-Quran, Al-Kitab) dan
sesungguhnya Kami memeliharanya.
Allah SWT memelihara Al-Dzikr melalui dua cara:
Pertama, Al-Dzikr dari segi bacaan (= Al-Quran, QRA = baca) Allah SWT memberi
kemampuan kepada tidak sedikit ummat Islam sampai kepada anak-anak yang mampu
menghafal Al-Quran.
Kedua, Al-Dzikr dari segi tulisan (=Al-Kitab, KTB = tulis) Allah menciptakan
Sistem Kontrol sebagai mekanisme yang mengontrol keotentikan tulisan Mushhaf
'Utsmani.
Ternyata ayat-ayat dalam Al-Quran bukan hanya sekadar untuk mengistinbath
(menggali) hukum-hukum dalam Ilmu Fiqh, tetapi juga mengistinbath qaidah
(regel, rule), antara lain mengenai potongan-potongan huruf yang disebut
Al-Muqaththa’aat (dari akar kata yang dibentuk oleh Qaf-Tha-‘Ain, qatha’a =
potong), yaitu seperti Alif-Lam-Mim, dll.
Pada tahun 1972 Rashad Khalifa berhasil mengistinbath qaidah mengenai
Al-Muqaththa’aat ini bahwa itu adalah kode matematis. Sayangnya angka 19 ini
disakralkan oleh agama Bahai, sehingga Rashad Khalifa dituduh beragama Bahai,
padahal dia sama sekali tidak mensakralkan angka 19 tersebut. Bahkan atasnya
dilakukan pula pembunuhan karakter (character assassination) yaitu dia juga
dituduh ingkar sunnah. Padahal dia ikut shalat berjamaah, mana bisa dia ingkar
sunnah kalau shalatnya sama dengan shalat kita, sebab bukankah cara shalat itu
landasannya Hadits?
Memang sudah tepat waktunya hal itu terungkap sekarang, karena dewasa ini para
orientalis yang membenci Islam dan ummat Muslimin, sedang sengit-sengitnya
menyerang Al-Quran Mushhaf 'Utsmani, bahwa itu tidak otentik. Bukan para
orientalis tersebut saja yang menyerang keotentikan Mushhaf 'Utsmani, namun
para pseude Muslim, para benggolan yang menamakan diri Islam Liberal turut pula
dalam aktivitas itu, setelah menimba dari sumur (well) para orientalis yang
membenci Islam dan ummat Muslimin tersebut. Cukup di sini saya sebutkan dua
orang di antaranya, yaitu: Luthfi Asysyaukani, dosen Sejarah Pemikiran Islam di
Universitas Paramadina, Jakarta, yang Editor Jaringan Islam Liberal (JIL)
menulis al:
"Alquran kemudian mengalami berbagai proses 'copy-editing' oleh para sahabat,
tabi'in." Taufik Adnan Amal, dosen mata kuliah ulumul Quran di IAIN (sekarang
UIN) Alauddin Makassar, aktivis JIL, al menulis:
"Bagi rata-rata sarjana Muslim, keistimewaan rasm utsmani merupakan misteri
ilahi dan karakter kemukjizatan al-Quran. Tetapi, pandangan ini lebih merupakan
mitos.
Sistem Kontrol angka 19(*) sebagai mekanisme untuk mengontrol keotentikan
Al-Quran Mushhaf ‘Utsmani telah saya bahas dalam Lampiran I dari Orasi/Pidato
Ilmiyah yang saya presentasikan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa
Universitas Muslim Indnesia (UMI) pada tanggal 25 Muharram 1416 / 24 Juni 1995
dalam Rangka Peringatan Milad (Dies Natalis) UMI yang ke 41 [1954 - 1995].
Insya Allah pada kesempatan lain akan saya sajikan nanti dalam rubrik OPINI
Lampiran I tersebut.
Dahulu notasi bilangan itu memakai sistem huruf-huruf
=================================
Sistem menuliskan simbol bilangan
=================================
Alif A = 1 Sin S = 60
Ba B = 2 ‘Ain ‘A = 70
Jim J = 3 Fa F = 80
Dal D = 4 Shad Sh = 90
Ha (*) H = 5 Qaf Q = 100
Waw W = 6 Ra R = 200
Zay Z = 7 Syin Sy = 300
ha (#) h = 8 Ta T = 400
Th Th = 9 Ts Ts = 500
Ya Y = 10 Kha Kh = 600
Kef K = 20 Dzal Dz = 700
Lam L = 30 Dha Dh = 800
Mim M = 40 Zha Zh = 900
Nun N = 50 Ghain Gh = 1000
----------
(*) H abjad ke-3 dari belakang
(#) h abjad ke-6
Contoh
_______
D’ADhGh = 1874
Biasanya simbol angka diberi bergaris di atasnya. Notasi angka dengan simbol
huruf-huruf itu gunanya hanya untuk mencatat saja, tidak bisa dipakai untuk
operasi ilmu hitung seperti menambah, mengurangi, memperbanyak dan membagi.
***
Kode matematis itu antara lain qaidah bahwa Al-Muqaththa'aat yang membuka
sebuah Surah memberikan isyarat bahwa jumlah huruf dalam Surah bersangkutan
adalah kelipatan 19. Seperti misalnya jumlah huruf Alif+Lam+ Mim+Shad dalam
surah Al-A'raaf adalah kelipatan 19. Hasilnya seperti dalam tabel di bawah
dengan notasi bilangan dalam huruf-huruf:
Huruf Jumlah huruf Shad
_________
Alif B’ATsGhGh
______
Lam JKTsGH
_____
Mim HSQGh
___
Shad hSh ___
Jumlah ? = ? x ThY
Siapa yang dapat menjumlahkan angka-angka tersebut di atas, baik orang
terdahulu maupun orang dewasa ini? Belum lagi untuk qaidah huruf-huruf
persekutuan yang membentuk Al-Muqaththaat yang terdapat dalam semua Surah yang
sama-sama memiliki huruf -huruf persekutuan tersebut, jumlahnya adalah
kelipatan 19, seperti dalam tabel di bawah, dalam notasi bilangan yang bukan
huruf:
Tabel Persekutuan [Alif,Lam,Ra]
=======================================
No.Surah Alif Lam Ra Alif+Lam+Ra
---------------------------------------
10 Yuwnus 1319 913 257 2489
11 Huwd 1370 794 325 2489
12 Yuwsuf 1306 812 257 2375
14 Ibraahiym 585 452 160 1197
15 al-hijr 493 323 96 912
---------------------------------------
Jumlah 5073 3294 1095 9462=19x498
Gampang sekali menjumlahkan dan membagi angka-angka itu. Tetapi mustahil dapat
dilakukan oleh mereka orang-orang terdahulu sebelum didapatkannya notasi
bilangan dalam sistem desimal. Kalau setiap bilangan dinyatakan dalam simbol
huruf-huruf, mana bisa dilakukan operasi tambah dan membagi.
Maka masuk akal, jika Nabi Muhammad SAW tidak menceritakan dalam Hadits Sistem
19 itu, bikin susah orang saja. Barulah setelah didapatkan notasi bilangan
dalam sistem desimal operasi menambah dan membagi itu menjadi gampang. Bahkan
menjadi sangat gampang dan cepat setelah teknologi komputer didapatkan, yaitu
dengan adanya Al-Quran digital, tidak susah membuat program untuk menjumlah
huruf-huruf yang dikehendaki, kemudian membaginya dengan 19. Dan yang mulai
dengan pemakaian kompuer itu adalah Rashad Khalifa. Dialah yang menemukan
"telur Columbus", seperti dikemukakan dalam Seri 771 yang lalu. WaLlahu a'lamu
bisshawab.
*** Makassar 1 April 2007
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2007/04/772-kesulitan-orang-terdahulu-dengan.html
------------------------------------------
(*)
Al Walid ibn Al Mughirah pernah berkata: Al Quran itu tidak lain hanya
perkataan manusia. Ucapan Al Mughirah itu terpateri dalam Al Quran:
-- AN HDZA ALA QWL ALBSYR (S. ALMDTSR, 74:25), dibaca:
-- in ha-dza- illa- qaulul basyari (s. almuddatstsir), artinya:
-- Ini tidak lain hanya perkataan manusia.
Maka kepada Al Mughirah yang dahulu, dan semacam Al Mughirah dewasa ini serta
yang akan datang, yang bervisi Al Quran itu "man made", Allah memberikan
"sengatan", seperti sengatan neraka Saqar, dalam FirmanNya:
-- LWAht LLBSYR (S. ALMDTSR, 74:29), dibaca:
-- lawwa-hatul lilbasyar, artinya:
-- sengatan bagi manusia.
Berupa apa itu sengatan? Yaitu bilangan interlocknya Al Mushhaf Al Rasm Al
'Utsmaniy (Teks Al Quran Ejaan 'Utsmani), seperti FirmanNya:
-- 'ALYHA TS'At 'ASYR (S. ALMDTSR, 74:30), dibaca:
-- 'alaiha- tis'ata 'asyara, artinya:
-- Padanya 19.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
----- Original Message -----
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Agus
Hamonangan ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; H. M. ; Luthfi Assyaukanie
; mediacare ; Ulil Abshar-Abdalla
Sent: Sunday, July 13, 2008 5:45 AM
Subject: Q 15:9
Q 15:9
dlm bahasa aslinya, apa sih ?
di bahasa indo:
15:9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami
benar-benar memeliharanya
catatan pinggir mengatakan "Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan
kemurnian Al Quran selama-lamanya. "
tapi, anehnya, terjemahan inggris beda ...
http://www.usc.edu/dept/MSA/quran/015.qmt.html
015.009
YUSUFALI: We have, without doubt, sent down the Message; and We will
assuredly guard it (from corruption).
PICKTHAL: Lo! We, even We, reveal the Reminder, and lo! We verily are its
Guardian.
SHAKIR: Surely We have revealed the Reminder and We will most surely be its
guardian.
enggak ada satupun yg bilang Quran ...
tapi, memakai kata generic, Pesan / Pengingat ...
udah saya tanyakan, di berbagai thread, kagak ada yg njawab ...
ya, pingin tahu aja sih ...
jangan salah ... ini cuma perbedaan terjemahan aja ... enggak perlu sensitif
...
... bisa aja orang salah terjemahin ...
tapi yg ingin saya tanyakan, aslinya apa sih ?