Thanks untuk comment yang sangat ENLIGHTENED dari Mbak Laila. Well, enlightened or not, I like your comment, yang saya sharing juga ke milis2 dimana saya ON TERUS (Kalo On artinya ready to Go On, whatever that means...). Saya sendiri semakin lama semakin AGNOSTIC, artinya makin menyadari bahwa memang agama2 itu isinya rekayasa belaka untuk menyetir manusia2 demi tujuan2 politik tertentu. Dan itu memang terlihat dengan jelas, bukan karena saya ini lulusan dari Jurusan Ilmu Politik di FISIP UI, tetapi karena memang terlihat oleh mereka yang mau jujur. Pertama kali orang2 akan BINGUNG, kok teriak2 Allahuakbar, tetapi permintaannya itu ANEH, yaitu agar manusia lain diberangus. Lha, Allah kok DISURUH untuk melanggar HAM ? ... Tetapi itulah yang dilakukan oleh para ANTEK ALLAH yang duduk di MUI. Pelanggaran HAM, dalam hal ini HAM Kebebasan Beragama yang merupakan Hak Azasi dari mereka yang menganut Islam Ahmadiyah, Islam Ahmadiyoh, Islam Ahmadiyuh, dan segala macam JENIS ISLAM yang tidak terhitung banyaknya, termasuk Islam Pro Allah, dan Islam Anti Allah. Istilah azzah, istilah azzah, complained Sulaiman yang KONON menjadi orang paling bijaksana di jamannya as well as paling gimana gituh dengan manusia yang berasal dari SEX lain. Masa harem sampe berjumlah cepek alias 100, at least. Emangnya the zakar itu KUAT untuk dipake goyang2 tiap malem beberapa kali untuk memuaskan the muhrim yang maybe kalo dikumpulin udah kayak peternakan ayam petelur aja. Tapi itulah, namanya kan NABI, jadi boleh aja punya harem banyak. Kalo perempuan namanya NABIAH, dan insyaallah juga boleh punya muhrom banyak, berupa PRIA yang dikumpulin buat genjot2 the aurat milik si nabiah. Nah, inilah yang namanya KESETARAAN GENDER. Dan itu juga termasuk HAM, tetapi TIDAK dipahami oleh si Allah yang asalnya dari Tanah Arab. Paham or not paham is not the issue, though. We are free to speak out. Ngomong aja, so what gitu lho. The Allah juga diem aja kok, because the Allah yang diperdebatkan dan diteriakin Allahuakbar sehari sebanyak 5 kali melalui loudspeaker jesjid itu memang akan diem aja. Wong cuma konsep aja. Cuma merupakan suatu "social construct" yang gunanya as a sort of MEMEDI (istilah Jawa). Memedi itu BISA dibuat untuk nakut2in anak kecil: "Awas ada Memedi !" "Awas ada Allah !" Leo
--- On Tue, 9/9/08, laila EH <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: laila EH <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Bls: [psikologi_transpersonal] Imajinasi Pikiran To: [EMAIL PROTECTED] Date: Tuesday, 9 September, 2008, 10:57 PM Saya tidak setuju sepenuhnya ttg agama dan meditasi.... ..syah-syah aja kan? Mencapai tingkat kesadaran yang tinggi atau spiritualitas yang tinggi dapat melalui agama dan tidak...(definisi spiritualitas pun masih beragam, apakah berupa level atau tidak juga belum ada kesepakatan, hal ini bisa dilihat pula dalam riset ilmiah ).....semua agama benar, tinggal memilih yang sesuai dengan kita...karena esensi agama sama, yang beda orang yang menterjemahkannya. ...sehingga melihat perbedaan (apalagi jika sudah menjadi institusi akan cenderung muncul unsur "politis"), seperti kita memilih minuman yang sesuai selera kita...mau es campur, es teh, es jeruk, dll....kalau konsentrasi pada jenis minumannya ya akan banyak perbedaan, jadi subjektif... namun jika fokus pada esensinya... yaitu air...ya akan sama, penyatuan pada suatu kekuatan besar....agama kan cara saja..tidak salah jika memahami esensi agama, bukan "pernak-perniknya" ......... .Bukankah semua agama mengajarkan meditasi ? penganutnya saja yang banyak fokus eksternal, bukan self focus... Bukankah semakin tinggi level kesadaran atau spiritualitasnya semakin ego kita lebur...semakin sedikit menggunakan analisis...Bukankah analitik justru sangat terbatas dan syarat distorsi?... karena ada persepsi dan emosi...Semakin tinggi kesadaran semakin terbuka nya misteri kehidupan, luar biasa!!...dan kita semakin menertawakan logika pada level consciousness. ..karena sangat sempit.....dan orang yang sudah masuk pada level super consciousness. .mempunyai logika yang lebih luas tidak sesempit level consciousness. .dan yang tidak dipahami logika pada level consciousness. .. Semakin kita pada level yang lebih tinggi...kita akan menghormati tokoh-tokoh spiritual puncak, baik dari agama maupun bukan dari agama......karena orang-orang tersebut bergerak bukan dipandu ego mereka....mereka telah selaras dengan universe.... Meditasi pun tidak selalu sama berupa imajinasi kita jika ada bayangan melintas...tergantu ng level kesadarannya. ..pada level yang tinggi sudah dapat merasakan tingkat pemisahan diri yang ke 4, sangat halus ...kebanyakan orang yang rutin meditasi masih pada taraf/tingkat pemisahan ke dua (inipun nggak banyak)...sedikit orang yang bisa sampai pada pemisahan ke 3, apalagi ke 4....ketika masuk pada level ini...kita akan mengenal "manusia dalam" yang lain...yang ternyata cuma digerakkan sedikit orang di dunia ini....klo dilanjutkan penjelasan ini semaki banyak yang bingung saya rasa....lebih baik saya diam.....biar itu menjadi rahasia...kecuali orang yang ingin mencapainya. .... Salam, ----- Pesan Asli ---- Dari: leonardo rimba <leonardo_rimba@ yahoo.com> Kepada: daily_lists@ yahoo.com Terkirim: Selasa, 9 September, 2008 14:27:54 Topik: [psikologi_transper sonal] Imajinasi Pikiran Friends, here is a sharing as well as a question from a friend, dikirimnya via japri: + Malam Pak Leo, saya ingin sharing lagi mengenai meditasi. Saya sering melakukan meditasi, dalam setiap meditasi kadang kala pikiran saya seperti menerawang. Muncul gambaran dalam pikiran saya.. seolah-olah seperti menghayal; pada saat dalam keadaan diam pikiran saya muncul proyeksi visual dimana seolah-olah saya sedang menunggang seekor burung besar terbang membawa saya melintasi bangunan candi2 yang megah. Di lain kesempatan pada saat meditasi, dalam pikiran saya muncul wajah orang-orang yang tidak saya kenal. Kadang muncul sosok ibu saya yang sudah almarhum dan lain sebagainya. Yang ingin saya tanyakan, apakah gambar2 visual itu muncul dari pikiran saya (hasil lamunan) ataukah dari sesuatu yang memang merupakan simbol yang memiliki arti atau pesan khusus buat saya ? Mohon panduannya.. .. oh iya saat ini saya sudah tidak lagi yakin dengan apapun ajaran2 agama, yang bagi saya malah menimbulkan kontroversi di kehidupan sehari2. Terima kasih... Shanty (T) + JAWABAN SAYA: Terimakasih atas sharing dari Mas T. Menurut saya, yang muncul di dalam pikiran anda dikala meditasi itu adalah impressi2 saja. Impressi artinya KESAN. Anda bisa memperoleh impressi atau kesan dari pengalaman anda di masa kecil, dan kesan itu TETAP ada di dalam memory anda. Nah, ketika anda meditasi dan gelombang otak anda turun ke level Alpha ke bawah, maka kesan yang tersimpan di dalam memory anda itu BISA muncul di kesadaran anda. Munculnya seperti bayangan yang bergerak-gerak. Terkadang lambat, terkadang cepat, terkadang anda bisa kenali itu bayangan siapa, tetapi seringkali anda juga bisa tidak mengenalinya. Sama saja sebenarnya seperti bayangan2 yang muncul di hadapan kita ketika kita melakukan perjalanan di dalam kendaraan. Kita melihat pemandangan2 di kiri kanan jalan yang kita lewati. Kalau kita bertanya, apakah pemandangan2 yang kita lihat di sepanjang jalan itu berhubungan dengan kita, maka jawabannya BISA ya, dan BISA pula tidak. Ya ada hubungannya karena mereka merupakan pemandangan di jalan yang kita LEWATI. Tentu saja berhubungan karena kalau kita mau, maka kita bisa berhenti dan turun di tempat itu dan berinteraksi dengan pemandangan itu. Tetapi bisa juga dikatakan tidak berhubungan karena kalau kita meneruskan perjalanan, maka impressi tentang pemandangan itu cuma akan sebatas impressi saja, datang dan pergi saja. Bayangan2 yang muncul di kala kita meditasi itu sifatnya seperti pemandangan yang kita lihat di kiri kanan jalan. Kenapa bisa muncul, bisa dijelaskan bahwa kita PERNAH melewati jalan itu, dan pemandangannya terekam di dalam memory di otak kita, sehingga ketika gelombang otak kita turun ke level Alpha ke bawah, maka kita bisa mengalami kembali MELIHAT pemandangan yang sama. Lalu apa yang harus dilakukan ketika impressi2 itu muncul di kala meditasi ? Jawab: Biarkan saja. Biarkan mereka lewat dan tidak usah diikuti. Kalau anda melewati suatu jalan dan melihat pemandangan, anda CUMA akan melihat pemandangan itu bukan ? Anda TIDAK akan mengikuti pemandangan yang anda pikir menarik dan berbelok dari tujuan anda semula KECUALI anda menginginkannya. Kalau anda ingin, anda BISA juga mengikuti pemandangan yang muncul di dalam meditasi, tetapi jadinya anda akan masuk ke dalam pikiran anda sendiri dan melihat berbagai macam bayangan2 yang menjadi ISI dari memory di pikiran anda. Itu bisa dilakukan, tetapi itu bukanlah tujuan dari meditasi yang sesungguhnya. Meditasi yang sesungguhnya itu tetap JALAN TERUS dan tidak berhenti apalagi mengikuti segala macam bayangan yang muncul di pikiran anda ketika anda melakukan meditasi. Meditasi itu seperti perjalanan. Tujuannya itu SAMADHI which means nothing. Tidak melihat apapun, tidak merasakan apapun, walaupun tentu saja anda tetap sadar bahwa anda itu bermeditasi. Jadi bukan berarti seperti orang pingsan yang tidak bisa merasakan apapun. Kita bisa merasa, tetapi kita mengabaikan segala rasa itu dan enjoy saja the meditasi, the samadhi. Diam saja. Agama2 itu isinya cuma AJARAN tentang baik dan buruk menurut salah satu sudut pandang tertentu saja. Ketika kita masih kecil, kita diajari bahwa kalau makan tidak boleh berantakan. Kalau kita sudah dewasa, maka kita BISA makan berantakan dan juga BISA makan tidak berantakan. Kita sendiri yang akan menentukan cara makan kita, dan kita tidak perlu perduli orang lain akan bilang apa. Tetapi, orang2 agama itu sampai kapanpun tetap akan mengajari kita bahwa kalau kita makan maka HARUS SELALU tidak boleh berantakan, apapun alasannya... -- Pada pihak lain kita juga sudah TAHU bahwa kalaupun kita makan berantakan, kita tidak akan merugikan siapapun. Malah kita bisa memiliki hobby baru berupa makan dengan berantakan. We COULD do it on purpose, dan kita memang BERHAK untuk itu. Tetapi orang2 agama itu akan tetap ngotot sambil memaki-maki dan bilang bahwa Allah yang Maha Kuasa itu sangat amat membenci manusia yang makan berantakan, dan kalau anda tetap makan berantakan maka anda pasti akan masuk Neraka. Kalau makan dengan tertib, maka anda pasti akan masuk Surga, blah blah blah... -- Kurang lebih seperti itulah analoginya antara orang2 yang berpegang pada agama2 sebagai sesuatu yang "mutlak". Cara makan kok "mutlak" ? ... Suka2 orang dunk, mao makan berantakan kek, mao makan tertib kek, it's our own business, dan BUKAN urusan orang2 agama itu. (Leo) Catatan: Posting ini berasal dari Milis Spiritual Indonesia <http://groups. yahoo.com/ group/spiritual- indonesia>. Anybody is warmly welcomed to join. Postur meditasi yang very oke. I used to meditate like that, dengan telapak kaki kiri diletakkan di atas paha kanan. Sekarang juga masih meditasi model begitu kalau di hadapan orang banyak. It looks good, enak diliat... The model in this photo is quite rare, though. Orangnya ganteng banget je, possibly a professional model. Kalo kita yang biasa meditasi seh gak terlalu perduli dengan sexual attraction seperti yang SENGAJA dipancarkan dari image ini. I took it from an advertisement dari sebuah pelatihan, so maklumin aja deh. But it's good. It's good to look at. I like it. New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

