“Jagalah dirimu supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan
kemabukan serta kepentingan duniawi”

(Why 22:1-7; Luk 21:34-36)

 

"Jagalah dirimu, supaya hatimu
jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan
duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu
seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk
luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di
hadapan Anak Manusia.”(Luk 21:34-36),
demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

 

Berrefleksi
atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai
berikut:

·   Hari ini adalah hari terakhir di dalam Tahun Litrugy
dan dalam Warta Gembira hari ini kepada kita disampaikan pesan yang sangat
bagus untuk kita renungkan dan hayati dalam hidup sehari-hari.  Berbagai 
tawaran dan rayuan mendatangi kita
semua, entah melalui iklan di media massa, spanduk atau secara langsung atau 
etalase toko dll.,
yang dapat mendorong atau memotivasi orang untuk hidup berpesta pora dan
bermabuk-mabukan alias lebih mengutamakan kepentingan/kenikmatan duiiawi
daripada jiwanya. “Menurut survei yang
dilakukan WHO, Indonesia menempati
urutan ke-4 dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia setelah India, 
Cina dan
Amerika Serikat. Dengan prevalensi 8,6% dari total penduduk, diperkirakan pada
tahun 1995 terdapat 4,5 juta pengidap diabetes dan pada tahun 2025 diperkirakan
meningkat menjadi 12,4 juta penderita”(http://www.depkes.go.id). Penyakit 
diabetes
antara lain disebabkan oleh gaya
hidup yang sarat dengan pesta pora dan kemabukan atau kenikmatan-kenikmatan
duniawi, dan dari diabetes muncul aneka penyakit dan kelemahan organ tubuh
manusia yang mematikan. Maka baiklah kita senantiasa ‘berjaga-jaga dan berdoa’
agar kita tahan berdiri di hadapan Anak Manusia, tetap sehat dan segar bugar
baik secara jasmani maupun rohani. Berjaga-jaga secara jasmani antara lain:
mengkomsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi, olahraga dan istirahat
teratur, dan tentu saja perlu diiringi secara rohani dengan berdoa setiap hari,
saat sesuai dengan kebutuhan dan kesempatan. Secara moral juga perlu antara
lain senantiasa ‘berpikir positif’ (positive
thinking) dalam menghadapi atau menyikapi segala sesuatu, artinya memetik
hikmat yang baik dalam segala sesuatu yang kita hadapi. Maka kepada mereka yang
suka berpesta pora dan bermabuk-mabukan serta malas bergerak atau berolahraga
maupun berdoa, kami ajak untuk bertobat dan memperbaharui diri, agar pada suatu
saat ketika dipanggil Tuhan senantiasa dalam keadaan ‘siap siaga’, tidak perlu
gelisah. 

·   "Sesungguhnya
Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat
kitab ini!”(Why 22:7) dan “ malam
tidak akan ada lagi di sana, dan mereka
tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan
menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai
selama-lamanya”(Why 22:5). Orang yang
dalam hidup sehari-hari senantiasa hidup baik, menghayati atau melaksanakan
kehendak Tuhan, ketika didatangi Tuhan secara khusus alias pribadi yaitu pada
menit-menit atau detik-detik terakhir menjelang kematiannya tidak akan gelisah
melainkan tersenyum gembira, ceria, sehingga ketika telah kaku menjadi jenasah
nampak lebih cantik, tampan dan eeria. Tuhan Allah pun juga menerangi saudara
dan sanak-kerabatnya, sehingga mereka juga tetap gembira, ceria dan bersyukur.
Maka marilah kita semua dengan rendah hati dan saling membantu ‘menuruti 
perkataan-perkataan nubuat kitab’  yang telah kita baca, dengarkan maupun
renungkan. Keunggulan hidup beriman terletak dalam ‘menuruti’ alias
melaksanakan atau menghayati, bukan dalam omongan, kata-kata atau basa-basi.
Dengan menghayati iman dalam hidup sehari-hari ketika kita harus menghadapi
‘malam’ alias kekacauan, kesemrawutan atau apapun yang amburadul, kita akan
tetap tegar, segar bugar, sehingga kehadiran kita dapat menjadi ‘terang’ bagi
mereka yang sedang menderita atau kacau balau. Orang yang unggul dalam
penghayatan iman akan menjadi ‘raja’ alias panutan atau teladan bagi sesamanya
dimana pun dan kapan pun. Marilah kita meneladan Bunda Maria, teladan umat
beriman yang senantiasa ‘mendengarkan dan merenungkan dalam hati apa yang
menjadi sabda Tuhan atau disampaikan oleh sesama dan saudara-saudari kita’.
‘Mendengarkan dan merenungkan dalam hati’ berarti ‘merasukkan’ apa yang kita
dengar ke dalam tubuh kita, sehingga menjiwai cara hidup dan cara bertindak
kita. 

 

“Marilah kita
bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan
kita.Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak
bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja
yang besar mengatasi segala allah.Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di
tangan-Nya, puncak gunung-gunung pun kepunyaan-Nya. Kepunyaan-Nya laut, Dialah
yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya.” (Mzm
95:1-5)

 

Jakarta, 29 November 2008

 




      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke